Breaking News

Cara Membuat Bibit Jahe Gajah Berkualitas untuk Budidaya Jahe

Jahe memang menjadi salah satu jenis rempah yang sangat populer di Indonesia. Popularitas jahe ini tidak terlepas dari berbagai khasiat di dalamnya. Ada beberapa jenis jahe yang bisa Anda konsumsi, salah satunya adalah jahe gajah. Bibit jahe gajah mulai populer karena ukurannya yang besar dan rasanya yang pedas.

Sayangnya, belum banyak orang yang membudidayakan jenis jahe ini sehingga ketersediaannya masih terbatas. Tentu ini bisa menjadi peluang budidaya yang menjanjikan untuk Anda tekuni. Lalu, bagaimana cara membuat bibit jahe gajah untuk kebutuhan budidaya itu? Yuk, simak informasinya berikut ini!

Sekilas Tentang Jahe Gajah

bibit jahe gajah
(sumber gambar: isroi.files.wordpress.com)

Jahe gajah memiliki nama latin Zingiber officinale var. Roscoe. Jenis jahe ini adalah salah satu yang berkembang dengan baik di Indonesia. Keunggulan dari jahe gajah adalah ukuran rimpangnya yang besar dan karena alasan itulah jahe ini mendapat sebutan “gajah”. Secara umum, khasiat dari jahe gajah kurang lebih sama dengan jahe lainnya yang biasa Anda konsumsi.

Perbedaan yang mencolok memang terletak dari ukuran rimpangnya yang besar dan juga rasa jahe yang lebih pedas daripada jahe biasa. Jahe gajah akan sangat cocok untuk bahan baku pembuatan obat-obatan tradisional maupun modern. Alasan inilah yang membuat varietas jahe gajah banyak peminatnya terutama yang berasal dari industri parfum, farmasi, kosmetik, dan lain sebagainya.

Permintaan jahe gajah yang sangat tinggi sayangnya belum berimbang dengan ketersediannya di pasaran. Padahal, potensi budidaya jahe jenis ini sangat terbuka lebar dan bisa menjanjikan keuntungan yang besar bagi Anda. Apalagi permintaan ekspor jahe gajah dari luar negeri juga sangat tinggi. Harga rimpang jahe gajah juga umumnya lebih mahal daripada jahe biasa.

Membuat Bibit Jahe Gajah untuk Kebutuhan Budidaya

Dalam budidaya jahe gajah, keberadaan bibit dan kualitasnya adalah kunci utama keberhasilannya. Untuk itulah bibit jahe gajah harus Anda persiapkan dengan baik. Secara umum, persiapan bibit jahe gajah bisa Anda buat sendiri dengan mudah dan cepat. Persiapkan bibit yang setidaknya berusia 10 bulan dan sudah tua.

Pastikan kondisi bibit ini berkualitas baik dan sehat tanpa adanya cacat sedikitpun.  Beberapa ciri-ciri bibit jahe gajah yang sehat adalah:

  • Bibit langsung Anda ambil dari kebun jahe dan bukan jahe gajah yang sudah Anda beli sebelumnya
  • Pastikan kulit rimpang pada jahe gajah sehat dan tidak terluka maupun ada cacat
  • Pilihlah bibit jahe gajah yang berukuran besar dan cenderung berisi
  • Setidaknya harus ada 2 (dua) mata ruas jahe gajah

Setelah berhasil mendapatkan bibit jahe gajah yang berkualitas, maka langkah selanjutnya alah penyemaian bibit. Untuk menyemaikan jahe, Anda bisa menggunakan bedengan maupun kotak kayu biasa. Berikut ulasan caranya:

1. Penyemaian Menggunakan Kotak Kayu

Keringkan terlebih dahulu bibit jahe gajah yang sudah Anda siapkan dibawah sinar matahari namun jangan sampai terlalu kering. Jika sudah, silahkan masukkan bibit tersebut ke dalam kotak kayu kurang lebih selama 1 sampai 1,5 bulan supaya tumbuh tunas dari jahe gajah tersebut. Setelah muncul tunas, maka Anda harus memotong bagian rimpang bibit jahe menjadi beberapa bagian kecil.

Setiap bagian rimpang, paling tidak harus memiliki 3 sampai 5 tunas. Kemudian lanjutkan dengan menjemur rimpang dan tunas ini selama kurang lebih 1/2 hari sampai 1 hari penuh. Setelah menjemur rimpang, maka Anda bisa menempatkan rimpang dan tunas ini ke dalam sebuah karung yang memiliki anyaman yang jarang. Setelah itu, celupkan rimpang tersebut ke dalam larutan fungisida serta tambahkan dengan zat pengatur pertumbuhan.

Pencelupan rimpang dan tunas tersebut berlangsung setidaknya 1 menit. Selanjutnya, silahkan tempatkan rimpang yang mulai menjadi bibit dengan posisi kuncup di atas ke bagian dasar peti kayu. Setelah itu, Anda bisa menaburkan sekam padi atau bisa juga menggunakan abu dan biarkan selama 2 sampai 4 minggu. Setelah menunggu selama 2 – 4 minggu, barulah bibit jahe gajah bisa Anda tanam.

Baca Juga: Rahasia Cara Budidaya Sirih Merah di Polybag Agar Berdaun Lebat

2. Penyemaian Menggunakan Bedengan

Bagi Anda yang tidak memiliki kotak kayu juga bisa melakukan penyemaian bibit jahe gajah dengan memanfaatkan bedengan. Anda cukup membuat sebuah rumah penyemaian terlebih dahulu yang memiliki ukuran sekitar 10 x 8 meter. Ukuran rumah semai ini bisa Anda gunakan untuk menyemai sekitar 1 ton bibit jahe gajah.

Setelah rumah semai jadi, silahkan lanjutkan dengan membuat bedengan dengan menggunakan jerami. Setelah itu, letakkan benih rimpang jahe gajah ke permukaan jerami dan tutup dengan jerami lagi, dan ulangi cara tersebut sampai membentuk lapisan-lapisan penyemaian. Jika sudah, Anda bisa menyemprotkan larutan fungisida.

Tunggu selama kurang lebih 2 minggu sampai benih muncul tunas. Setelah itu potong rimpang menjadi beberapa bagian, setidaknya setiap bagian harus memiliki 3 sampai 5 buah tunas. Selanjutnya, letakkan bibit tunas tersebut ke dalam karung dan rendam lagi ke dalam larutan fungisida selama kurang lebih 8 jam. Kemudian jemur tunas selama 2 sampai 4 jam. Setelah itu barulah Anda bisa menanam bibit jahe gajah.

Proses Budidaya Jahe Gajah

bibit jahe gajah
(sumber gambar: pertanianku.com)

Setelah bibit jahe gajah sudah siap, maka Anda hanya perlu lanjut pada penanaman jahe gajah saja. Anda bisa menanam jahe ini pada lahan tanam yang luas maupun ke area yang sempit seperti perkarangan rumah. Berikut adalah urutan budidayanya:

1. Persiapan Lahan

Agar pertumbuhan jahe bisa optimal, Anda lebih dulu harus menyiapkan tanah lahan. Caranya adalah dengan mencangkul ataupun membajak lahan supaya tanah gembur. Setelah itu buat bedengan sebagai tempat menanam jahe gajah dengan ukuran lebar 80 sampai 100 cm dan ketinggian sekitar 20 sampai 30 cm. Jika bedengan sudah siap, lanjutkan dengan membuat lubang tanam dengan kedalaman sekitar 3 sampai 7,5 cm.

2. Menanam Jahe Gajah

Setelah lahan tanam sudah siap, maka Anda bisa lanjut pada proses penanaman. Waktu terbaik untuk menanam jahe gajah adalah pada saat awal musim hujan. Tepatnya pada sekitar bulan September dan Oktober. Untuk proses ini, Anda hanya cukup menyiapkan bibit jahe gajah yang sudah Anda buat sebelumnya.

Setelah itu, silahkan masukkan bibit ke dalam lubang tanam yang sudah Anda buat sebelumnya. Jika sudah, timbun kembali dengan tanah. Untuk penyiraman jahe gajah, bisa Anda lakukan sebanyak 2 kali sehari yaitu pagi dan sore namun jangan sampai tanah terlalu basah. Terutama jika curah hujan sedang tinggi. Pastikan siram dengan intensitas secukupnya dan tidak berlebihan agar rimpang tidak membusuk.

3. Perawatan Jahe Gajah

Untuk proses perawatan jahe gajah, ada beberapa tahapan yang harus Anda lakukan. Selengkapnya adalah sebagai berikut:

a. Penyiangan

Tahap penyiangan bisa Anda lakukan ketika usia jahe gajah sekitar 2 sampai 4 minggu. Tujuan dari proses ini adalah untuk menghilangkan adanya gulma maupun tumbuhan liar yang bisa mengganggu penyerapan nutrisi jahe. Namun, ketika jahe sudah berusia 6 sampai 7 bulan, Anda sudah tidak perlu melakukan penyiangan lagi.

b. Pemupukan Susulan

Agar pertumbuhan jahe gajah bisa menjadi lebih sehat dan berkualitas, maka Anda juga harus melakukan pemupukan susulan. Waktu terbaik untuk melakukan pemupukan susulan adalah ketika jahe berusia 2-3 bulan, 4-6 bulan, dan 8-10 bulan. Untuk pupuk yang bisa Anda pakai adalah jenis NPK.

Nantinya pupuk ini juga bisa Anda tambah dengan zat asam humat dan juga asam fulvat. Campuran pupuk dan zat ini akan membantu penyerapan nutrisi bagi jahe gajah menjadi lebih optimal.

c. Pembubunan

Proses ini bertujuan untuk menimbun kembali bagian rimpang jahe yang bisanya bisa muncul ke permukaan tanah. Sebab, jika Anda membiarkan rimpang muncul maka penyerapan nutrisi dari tanah dan sirkulasi udara untuk bagian rimpang jahe akan menjadi tidak maksimal. Anda cukup menimbun kembali bagian rimpang yang keluar hingga seluruh bagiannya kembali masuk ke tanah.

4. Panen

Tahap terakhir dari budidaya jahe gajah adalah panen. Ciri jage gajah yang siap panen adalah adanya pengeringan pada bagian batang dan warna daunnya sudah menjadi kuning.  Jika Anda akan menggunakan jahe untuk konsumsi harian, maka pada usia 4 bulan jahe gajah sudah bisa Anda panen. Akan tetapi, jika memang Anda membutuhkan jahe dengan usia yang sedikit tua untuk kebutuhan tertentu, maka usia 10 sampai 12 bulan adalah waktu terbaik untuk memanennya.

Nah sobat agribisnis, itulah cara membuat bibit jahe gajah sekaligus langkah budidaya yang bisa Anda lakukan. Mengingat betapa besarnya peluang dan keuntungan untuk usaha budidaya jenis jahe ini, Anda bisa turut serta menjadi pembudidaya jahe gajah. Jadi, apakah Anda tertarik untuk mencoba budidaya jahe gajah?

Check Also

ciri-ciri ikan nila

Inilah Berbagai Sifat dan Ciri-ciri Ikan Nila yang Harus Anda Tahu!

Salah satu jenis ikan air tawar yang sangat populer di Indonesia, khususnya untuk kebutuhan konsumsi …

Leave a Reply

Your email address will not be published.