Breaking News

Melihat Peluang Bisnis Cabe Merah Hasil Melimpah

Cabe merah adalah salah satu komoditas pertanian yang memiliki pengaruh besar terhadap perekonomian nasional. Hal tersebut karena cabe bisa bermanfaat pada berbagai macam produk pangan tradisional dan modern di Indonesia. Sehingga bisnis cabe merah memiliki peluang yang cukup menjanjikan.

Kadangkala cabe merah mengalami fluktuasi harga. Namun tidak jarang pula petani cabe merah mengalami kerugian pada suatu waktu. Sehingga upaya peningkatan agribisnis cabe merah pastinya sangat berperan penting untuk meningkatkan bisnis dan pendapatan petani.

1. Cabe Merah

Tanaman cabe (Capsicum annum L) adalah salah satu komoditas sayuran yang berfungis untuk bumbu masakan. Perkiraan, Cabe merah masuk ke Indonesia pada awal abad 15 oleh pelaut Portugis. Kemudian para pedagang dan pelaut tersebut secara langsung dan tidak langsung menyebarkan cabe tersebut ke seluruh Indonesia.

Saat ini, sentra produksi cabai merah utama tersebar di beberapa daerah seperti pada provinsi Jawa Barat terletak di Garut, Tasikmalaya, Sukabumi, Ciamis, Bandung, dan Cianjur. Kemudian pada provinsi Jawa Tengah, terletak di Brebes, Temanggung, dan Magelang. Dan di Jawa Timur terletak di Malang dan Banyuwangi.

Budidaya tanaman Cabe merah termasuk usaha tani yang menguntungkan. Selain bermanfaat secara ekonomi, tanaman cabe merah pun  memiliki kandungan gizi dan vitamin. Salah satu tanaman perdu ini mengandung capsaicin yang menimbulkan rasa buah pedas. Cabe merah ini juga mengandung protein, kalsium, vitamin A, Vitamin B1, Vitamin C, kalori, lemak, dan juga karbohidrat.

Terdapat empat sasaran dalam pengembangan komoditas cabe merah secara nasional, yaitu ketersediaan cabe merah yang lebih merata sepanjang tahun, stabilisasi harga cabe merah di pasaran, pengurangan impor cabe merah, dan juga peningkatan ekspor cabe merah. Agar sasaran-sasaran tersebut tercapai, perlu untuk melakukan upaya peningkatan produksi terhadap cabe merah.

Untuk itu pelaku budidaya perlu membudidayakan tanaman cabe merah secara optimal untuk memaksimalkan hasil budidaya dan mengantisipasi kemungkinan kegagalan budidaya. Karena budidaya cabe merah membutuhkan keterampilan dan modal yang cukup untuk proses budidayanya, maka perlu untuk mengetahui teknik budidaya dan keterampilannya agar bisa mensukseskan budidaya cabe merah.

2. Budidaya Tanaman Cabe Merah

Salah satu yang paling menentukan keberhasilan peluang bisnis cabe merah adalah teknik budidayanya. Karena budidaya cabe merah akan mempengaruhi kualitas produksi cabe merah.

a. Varietas

Hal pertama yang penting dalam teknik budidaya tersebut adalah varietas cabe merah. Pemilihan varietas tersebut bisa dipertimbangkan sesuai dengan permintaan pasar terlihat dari ukuran, warna, rasa, dan sebagainya. Selain itu, pemilihan varietas juga dari tingkat produktivitasnya, tingkat ketahanan terhadap organisme pengganggu tanaman, dan juga kecocokan terhadap lingkungan budidayanya.

Beberapa varietas cabe merah hibrida dan non hibrida yang bisa menjadi pilihan adalah Cabe Merah Keriting Varietas TM 999, Teropong “Inko hot”,  Biola,  Hot Beauty, Varietas Hot Chili, Varietas Premium,  Varietas Lembang, dan Cabe Merah Varietas Tanjung.

b. Teknik Budidaya

Ketika membudidayakan cabe merah, persiapan lahan adalah satu hal yang harus menjadi perhatian. Karena lahan akan sangat berpengaruh terhadap pertumbuhan dan produktivitas tanaman. Pengolahan lahan ini bisa dengan mencangkul atau dengan herbisida sistemik untuk membersihkan gulma dan sisa-sisa tanaman sebelumnya.

Setelah itu, lahan dibajak dan digaru untuk menggemburkan tanah, memperbaiki aerasi, dan menghilangkan organisme pengganggu tanaman yang ada di dalam tanah. Selain itu, pH tanah, pupuk, dan plastik hitam perak sangat perlu untuk produktivitas yang lebih baik.

Setelah lahan siap, selanjutnya adalah penyemaian benih dan pembibitan dengan media yang baik yaitu campuran kompos, sekam bakar, dan tanah top soil pada polibag 8 x 9 cm di bawah naungan sungkup. Kemudian melakukan penyiraman setiap hari dan bibit akan siap tanam pada umur sekitar 21-24 hari atau ketika telah tumbuh 4 helai daun sejati.

Selanjutnya, bibit yang telah siap ditanam di bedengan dengan jarak 50 x 50 cm untuk dataran rendah, atau 60 x 75 cm untuk penanaman di dataran tinggi. Penanaman ini akan sangat baik jika pada sore atau pagi hari untuk mengurangi tingkat stres tanaman.

Mengenai pengairan, terdapat beberapa teknik pemberian air dalam budidaya cabe merah. Teknik-teknik tersebut adalah flooding atau penggenangan, pengairan dengan pippa bawah tanah, penyiraman di permukaan, dan dengan irigasi tetes.

Selanjutnya, cabe merah akan membutuhkan ajir pada umur 3 minggu hingga 1 bulan untuk menopang pertumbuhannya. Dan juga perlu dilakukan pewiwilan terhadap tunas yang tumbuh di ketiak daun untuk mengoptimalkan pertumbuhan tanaman.

4. Peluang Agribisnis Cabe

Cabe merah adalah salah satu komoditas yang memiliki pengaruh besar terhadap dinamika perekonomian nasional. Dalam hal ini, cabe merah masuk dalam jajaran penyumbang inflasi terbesar setiap tahunnya karena cabe merupakan bahan utama pangan. Sehingga sebagai pelaku bisnis cabe merah perlu memiliki pengetahuan terhadap produknya, kemauan konsumen, dan kemampuan pasar agar bisa mendapatkan pendapatan dari usahatani cabe merah ini.

Di Indonesia, rata-rata produktivitas cabe merah adalah sekitar 8 ton/ha. Dan kebutuhan terhadap cabe merah ini mencapai 800.000 ton/tahun atau 66.000 ton/bulan. Agar bisa mencapai jumlah tersebut, perlu untuk memproduksi cabe sekitar 11.000 ha setiap bulannya.

Dan pastinya, kebutuhan cabe merah terus meningkat dari waktu ke waktu. Hal ini lah yang bisa menjadi peluang bagi petani cabe untuk selalu meningkatkan produktivitas akan cabe merah sehingga nantinya pun bisa mendatangkan keuntungan dan meningkatkan kesejahteraan.

Contoh usahatani

Sebagai contoh usahatani cabe merah dengan luas lahan 1 Ha bisa tertanami dengan 30.000 tanaman cabe dengan jarak tanam 50 x 60 cm. Untuk biaya produksi mulai dari alat, upah tenaga kerja, benih, pupuk, penyiraman, obat, dan sebagainya bisa mencapai Sekitar Rp 10.500.000.

Sebagai contoh pengeluaran benih adalah sebesar Rp 6.000.000, pupuk sebesar Rp 555.000, dan obat-obatan Rp 600.000. Dari visualisasi tersebut, pengeluaran biaya untuk benih  termasuk tinggi karena benih adalah satu hal yang paling penting dalam peningkatan produktivitas cabe merah dengan hasil yang memuaskan.

Selanjutnya pada bulan-bulan setelahnya, terdapat pengeluaran pengelolaan tanaman sekitar 2.000.000. Sehingga total pengeluaran selama budidaya adalah sekitar Rp 12.500.000 setiap hektarnya. Nah jika tanaman cabe merah sehat dan tumbuh subur, cabe merah bisa berproduksi sekitar 10.000 hingga 15.000 kg/ha.

Jika hal itu tercapai, maka bisa meraih pendapatan hingga Rp 33.000.000. Jika dibandingkan dengan pengeluaran, pendapatan tersebut lebih tinggi daripada pengeluaran. Jadi usaha tani cabe ini layak dan menguntungkan.

Pemasaran cabe merah paling banyak dilakukan dalam bentuk buah segar. Sehingga, produk ini akan mudah rusak sesuai dengan sifatnya. Untuk itu agar bisa memperkecil resiko kerusakan produk cabe tersebut, sebelum melakukan pemasaran, bisa melakukan beberapa hal seperti mempersingkat masa tunggu hingga penyerahan, memperkecil kemasan, dan mengantisipasi dengan menggunakan varietas tahan rusak.

Karena usaha tani ini akan sangat dipengaruhi oleh harga jual produk dan teknik budidaya yang digunakan. Harga jual cabe merah cenderung sering meningkat dan menurun setiap tahunnya. Pada saat tertentu, harga cabe merah bisa naik berlipat-lipat dari harga sebelumnya. Hal inilah yang menjadi tantangan tersendiri terhadap para petani.

Budidaya tani cabe merah memang membutuhkan teknik dalam budidayanya. Namun usaha tani tanaman ini layak dan menguntungkan pada kondisi dan teknik penanaman yang baik.  Dan pastinya, harapannya produktivitas tersebut bisa membantu untuk meningkatkan pemenuhan kebutuhan pasar indonesia dan ekspor terhadap tanaman cabe merah.

Check Also

How do you start your own small-scale business (2)

How do you start your own small-scale business?

Hasilbumi.net – Name and logo creation are easy tasks. But what about the other crucial, yet …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *