Potensi dan Cara Budidaya Belatung Maggot yang Layak Dicoba

budidaya belatung maggot

Apa yang ada dipikiran Anda saat mendengar kata belatung? Apakah menjijikan? Hal itu memang sangat wajar karena belatung memang identik dengan hewan yang menjijikan dan kotor. Tapi, hal ini tidak berlaku dengan budidaya belatung maggot. Belatung yang satu ini justru menjelma menjadi peluang usaha budidaya atau ternak yang bisa memberikan Anda keuntungan cukup besar. Inilah yang harus Anda ketahui tentang maggot. 

Berkenalan dengan Jenis Belatung Maggot 

Belatung maggot adalah jenis belatung yang berasal dari larva hewan lalat Black Soldier Fly atau BSF. Belatung maggot bisa Anda dapatkan dalam bentuk siklus pertama larva BSF sebelum menjadi lalat dewasa. Waktu metamorfosis belatung maggot menjadi lalat berlangsung sangat cepat, yakni hanya sekitar 40 sampai 45 hari saja. Berbeda dari lalat lainnya, BSF mengandung antibiotik alami dan tidak membawa agen penyakit. 

budidaya belatung maggot
(sumber gambar: koran-jakarta.com)

Karena lalat BSF bukanlah sumber penyakit, maka maggot yang memiliki nama latin Hermetia illucens ini juga tidak berbahaya untuk kesehatan. Bahkan belatung ini tidak menghasilkan bau busuk seperti jenis belatung lainnya. Para pembudidaya belatung maggot ini juga sering memegang dan bermain dengan jenis belatung ini tanpa takut terkena penyakit atau gangguan kesehatan. 

Atas dasar itulah, belatung maggot bisa menjadi inovasi pada para petani, pelaku ternak, atau masyarakat umum. Pasalnya, maggot ini bisa Anda gunakan sebagai pakan ternak berupa unggas ataupun ikan. Budidaya ikan yang menggunakan belatung maggot sebagai pakan bisa sangat terbantu karena harga belinya yang tergolong murah. Sementara bagi pelaku ternak unggas, pemberian belatung maggot juga bisa mempercepat kenaikan bobot ternak. 

Baca Juga: Panduan Budidaya Ayam Arab Petelur Skala Rumah Tangga 

Cara Budidaya Belatung Maggot untuk Pemula 

budidaya belatung maggot
(sumber gambar: agronet.id)

Dengan banyaknya orang yang mencari belatung maggot, tidak heran jika budidaya belatung maggot bisa menjadi sumber penghasilan yang menjanjikan. Siapapun bisa menjalankan budidaya maggot tanpa batasan. Apalagi seperti yang sudah kami jelaskan, meski belatung maggot mengkonsumsi sampah, namun tidak akan muncul bau yang tidak sedap dari tubuhnya. 

Tentunya hal ini bisa sangat memudahkan para pembudidaya maggot pemula yang menjalankan usaha mereka di rumah. Sebab, tidak akan muncul bau busuk yang mengganggu lingkungan. Nah, jika Anda juga tertarik dengan budidaya ini, berikut langkah budidaya yang bisa Anda lakukan: 

1. Proses Persiapan Sebelum Budidaya Maggot 

Sebelum budidaya maggot berjalan, ada beberapa persiapan yang harus Anda lakukan. Tahap persiapan ini akan terbagi dalam 3 (empat) tahapan. Diantaranya adalah: 

a. Mempersiapkan Bahan Budidaya 

Anda harus mempersiapkan beberapa bahan dan peralatan. Diantaranya adalah wadah ember, larutan EM4 atau yakult, air secukupnya, penyedap rasa, gula pasir, dedak, dan kantong plastik. 

b. Membuat Kandang dan Membuat Media Penetasan 

Setelah peralatan siap, Anda harus mulai membuat kandang bagi belatung maggot. Fungsi kandang ini adalah sebagai tempat untuk produksi telur belatung maggot. Jika Anda baru merintis budidaya dan masih skala kecil, maka ukuran kandang cukup 2,5 m x 4 m  3 m untuk tempat menampung indukan maggot. Dalam ukuran tersebut, puluhan ribu larva sudah bisa Anda tampung dalam kandang. 

Apabila kandang selesai Anda buat, maka lanjutkan dengan membuat media penetasan. Untuk media penetasan, Anda bisa memanfaatkan wadah bekas yang sudah tidak terpakai. Mulai dari wadah tripleks, atau box kardus kecil. Dengan begitu, anggaran produksi bisa menjadi lebih hemat.  

c. Membuat Biopond

Anda juga harus mempersiapkan biopond untuk budidaya belatung maggot. Biopond adalah tempat pembesaran untuk larva dan bisa Anda buat dari kayu, PVC, dan juga tanah yang subur. Tujuan biopond adalah sebagai tempat telur yang belum menetas supaya tidak pecah. Anda harus membuat biopond tanpa ramp yang umumnya memang berfungsi untuk media produksi larva. 

2. Pengembang Biakan Belatung Maggot 

Agar dapat memulai proses budidaya belatung maggot, maka Anda membutuhkan lalat BSF dewasa supaya dapat menghasilkan telur. Supaya Anda dapat menarik lalat BSF untuk kawin, ada beberapa langkah mudah yang bisa Anda lakukan. Diantaranya adalah: 

  • Campurkan 1 liter air dengan 5 sendok makan gula pasir dan masukkan ke dalam ember yang sudah Anda siapkan 
  • Setelah itu, masukkan 5 kg dan penyedap rasa. Kemudian aduk rata campuran tersebut 
  • Tuangkan 1 tutup botol EM4 ke dalam ember atau bisa menggunakan 1 botol Yakult ke dalam ember pencampuran dan aduk sampai benar-benar rata 
  • Siapkan wadah plastik dengan kapasitas 5 atau 8 kg dan masukkan campuran bahan tadi ke dalam plastik 
  • Sisakan udara sedikit dan jangan isi sampai penuh. Setelah itu ikat dengan kuat 
  • Mulai proses fermentasi dengan meletakkan campuran bahan pada wadah yang aman dan terasa sejuk selama 5 sampai 7 hari 
  • Setelah 7 hari keluarkan campuran bahan fermentasi dan masukkan ke dalam ember. Tutup bagian atas ember dengan menggunakan daun pisang atau menggunakan plastik 
  • Dalam waktu 2-3 hari lalat BSF akan mulai datang ke ember dan mengeluarkan telur dalam ember berisi bahan fermentasi 

3. Panen Pemanenan 

Budidaya belatung maggot memang memakan waktu yang tergolong cepat. Setelah lalat BSF bertelur maka dalam kurun waktu 2-4 minggu maggot sudah bisa Anda panen. Belatung maggot yang sudah siap untuk Anda panen umumnya akan memiliki tubuh yang lebih besar daripada telur lalat BSF. Apalagi belatung maggot ini juga cenderung tidak mau bergerak banyak dan tidak mau makan, sehingga proses panen yang Anda lakukan menjadi lebih mudah. 

Anda bisa memanen belatung maggot dan letakkan dalam 1 wadah besar. Setelah itu, Anda sudah bisa menjual belatung maggot ini secara langsung pada pembeli. Selain menjadi pakan ternak, belatung maggot juga bisa Anda olah dalam bentuk tepung maggot atau yang biasa masyarakat sebut sebagai magmeal. 

Tepung maggot ini umumnya lebih bertahan dalam waktu lama dan mudah untuk pembeli olah menjadi berbagai bentuk lain. Selain tepung, Anda juga bisa mengeringkan belatung maggot supaya bisa menjadi pakan untuk hewan ternak seperti unggas. Intinya, pengolahan apapun bisa Anda sesuaikan dengan pembeli dan kemampuan Anda. 

Potensi Budidaya Maggot BSF dan Keunggulannya 

Anda sudah mengetahui bahwa belatung maggot bisa menjadi pakan ternak yang banyak peminat. Lalu, bagaimana dengan potensi budidayanya? Maka jawabannya adalah masih terbuka lebar. Bahkan, ladang budidaya maggot bisa memberikan keuntungan yang besar hingga omzet jutaan bagi pelakunya. 

Tidak hanya itu, budidaya maggot juga memiliki berbagai keunggulan tersendiri. Diantaranya adalah: 

1. Membantu Mengatasi Masalah Lingkungan 

Keunggulan budidaya maggot yang pertama adalah bisa membantu mengatasi masalah lingkungan. Pasalnya, maggot BSF termasuk ke dalam hewan jenis omnivora atau pemakan segala. Maggot BSF bisa memakan sampah organik masyarakat dan berdampak pada turunnya angka sampah organik di masyarakat. Kemampuan maggot untuk mengkonsumsi sampah juga tergolong sangat cepat. 

Maggot BSF bisa menghabiskan 2 kg sampah organik hanya dalam waktu 24 jam saja! Nah, bayangkan berapa kilogram sampah organik yang bisa maggot habiskan dalam proses ternak selama 40-45 hari hidupnya. Luar biasa bukan? Permasalahan menumpuknya sampah organik di berbagai lokasi bisa terbantu dengan adanya belatung ini. 

2. Mudah untuk Budidaya 

Budidaya belatung maggot juga tergolong sangat mudah dan cepat. Anda bahkan tidak membutuhkan perawatan khusus untuk maggot ini. Satu ekor lalat BSF dewasa bisa menghasilkan kurang lebih 600 butir telur lalat. Anda tidak membutuhkan indukan lalat BSF terlalu banyak untuk budidaya maggot. Masa panennya juga tergolong cepat, teratur, dan mudah. Tidak heran jika peluang budidaya belatung maggot masih sangat terbuka lebar. 

3. Kaya Nutrisi untuk Hewan Ternak 

Maggot memiliki kandungan nutrisi tinggi yang cocok Anda pakai sebagai pakan ternak. Kandungan protein dalam maggot bahkan mencapai 41-42%. Hal ini menjadikan maggot sebagai pakan unggas yang bernutrisi tinggi. Ini pula yang menjadi nilai jual maggot untuk para peternak. 

Itulah cara budidaya belatung maggot dan potensi usahanya. Meski cukup mudah Anda lakukan, namun budidaya maggot juga memiliki tantangan tersendiri. Tantangan ini adalah berupa promosi yang kurang gencar mengenai penggunaan maggot sebagai alternatif pakan ternak. Maka dari itu, jika Anda memang berniat menjajal budidaya ini, promosikan dengan baik dan gencar belatung maggot yang Anda jual agar mendapatkan keuntungan besar. 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.