Breaking News

Tahap Budidaya Bengkuang Hasil Panen Melimpah dan Berkualitas

Salah satu jenis buah yang sangat populer di Indonesia adalah bengkuang. Buah yang memiliki nama latin Pachyrhizus erosus ini adalah tanaman buah berumbi yang memiliki rasa enak. Bentuknya sedikit bulat, berwarna putih susu, dan memiliki banyak kandungan air di dalamnya. Budidaya bengkuang di Indonesia juga sangat banyak pelakunya karena memang permintaan akan buah bengkuang sendiri terbilang tinggi.

Permintaan yang tinggi akan bengkuang bukan tanpa alasan. Bengkuang memang memiliki banyak manfaat besar untuk kesehatan tubuh dan kecantikan. Hal ini membuat bengkuang banyak masyarakat cari untuk konsumsi harian maupun sebagai bahan baku dalam pembuatan produk perawatan kecantikan wanita. Jika Anda tertarik untuk membudidayakan buah ini, caranya juga terbilang mudah lho. Yuk, simak!

Langkah Budidaya Bengkuang Hasil Panen Melimpah

Inilah beberapa langkah budidaya bengkuang yang bisa Anda jadikan referensi:

1. Mengolah Lahan Tanam

Salah satu kunci keberhasilan dalam menanam bengkuang adalah kualitas lahan tanamnya. Untuk itulah lahan tanam untuk bengkuang harus Anda olah terlebih dahulu agar bisa menjadi tempat menanam yang optimal. Waktu paling ideal untuk mengolah tanah adalah pada bulan September sampai November. Pengolahan lahan ini bisa Anda lakukan dengan cara mencangkul maupun membajak lahan tanam.

Tujuan dari pencangkulan dan pembajakan ini adalah untuk membuat lahan tanam menjadi lebih gembur dan sehat. Setelah tanah sudah Anda bajak atau cangkul, maka Anda bisa melanjutkan dengan membuat bedengan. Bedengan inilah yang akan menjadi tempat untuk menanam bengkuang. Buat bedengan dengan ukuran panjang kurang lebih 10 meter, tinggi sekitar 20 sampai 30 cm, lebar antara 80 sampaii 100 cm, dan jarak antar bedengan sekitar 40 sampai 50 cm.

Untuk membuat bedengan ini, Anda cukup mencangkul tanah dari dua arah yang berlawanan sampai membentuk gundukan panjang. Nantinya, parit antar bedengan akan berfungsi sebagai pengalir dan penampung air hujan. Jangan lupa juga untuk membersihkan lahan dari adanya tanaman liar atau gulma yang bisa muncul.

Setelah bedengan terbentuk, biarkan dahulu selama beberapa saat agar lahan terkena sinar matahari. Jika sudah Anda biarkan selama beberapa hari, barulah Anda bisa menebarkan pupuk organik ke lahan tanam. Untuk takaran pupuknya adalah sebanyak 10 sampai 20 ton pupuk per hektarnya.

2. Menyiapkan Benih Bengkuang Berkualitas

budidaya bengkuang
(sumber gambar: brownthumbmama.com)

Setelah lahan tanam siap, maka langkah budidaya bengkuang selanjutnya adalah menyiapkan bibit bengkuang yang berkualitas. Untuk bibit ini bisa langsung Anda beli di toko pertanian yang siap tanam, atau Anda bisa membuat sendiri bibitnya. Jika Anda membuat sendiri bibit bengkuang, maka pilihlah buah bengkuang yang memang sehat dan berkualitas.

Pilihlah ukuran bengkuang yang besar dan sudah tua. Cirinya adalah memiliki kulit yang kering dan cenderung kasar. Jika sudah, biarkan lebih dulu bengkuang tua ini pada tempat yang sejuk dan tertutup sampai muncul tunasnya. Setelah itu, tanam bengkuang ini ke wadah yang sudah Anda isi dengan pupuk dan juga tanah. Tunggu sampai tanaman bengkuang menghasilkan bunga dan juga polong. Polong inilah yang nantinya bisa Anda gunakan untuk menanam bengkuang.

Baca Juga: Segudang Manfaat Buah Mahkota Dewa dan Cara Menanamnya

3. Menyiapkan Bibit Bengkuang

Setelah Anda mendapatkan polong bengkuang yang berkualitas, maka selanjutnya adalah mempersiapkan bibit bengkuang. Caranya juga sangat mudah, Anda hanya tinggal membuka polong bengkuang dan ambil bagian biji. Setelah itu lanjutkan dengan cara merendam polong tersebut di dalam air garam. Rendam polong bengkuang setidaknya selama 12 jam.

Selama 12 jam maka Anda bisa melihat deretan biji yang mengapung dan juga terendam di dalam air. Nah untuk mendapatkan bibit bengkuang berkualitas, maka pilihlah biji yang terendam di dalam dasar air. Karena yang terapung adalah biji yang memiliki kualitas buruk. Jika sudah, ambil dan masukkan biji bengkuang tersebut ke dalam insektisida yang sudah Anda campur dengan air sebelumnya. Hal ini bisa membantu biji agar tidak termakan oleh serangga.

4. Proses Semai Bengkuang

Bibit bengkuang yang sudah Anda dapat, selanjutnya bisa Anda semaikan. Caranya, cukup siapkan polybag yang harus Anda isi dengan campuran tanah dan pupuk. Setelah itu, masukkan 1 biji bibit bengkuang ke dalam polybag dan tutup dengan tanah. Jika sudah, semprot dengan air namun jangan sampai terlalu basah atau lembap. Tunggu selama beberapa hari sampai muncul tunas setidaknya mencapai tinggi 5 cm. Tunas inilah yang nantinya akan Anda tanam ke lahan tanam.

5. Proses Penanaman Bengkuang

Langkah budidaya bengkuang selanjutnya adalah memindahkan tunas bengkuang ke lahan tanam. Ratakan dahulu permukaan tanah bedengan dan buat lubang tanah dengan diameter sekitar 5 cm. Jika sudah, silahkan pindahkan tunas bengkuang ke dalam lubang tanah tersebut secara perlahan sampai mencapai kedalaman setidaknya 5 cm.

Berilah jarak antar tanaman tunas bengkuang sekitar 15 cm dari tanaman lainnya. Tujuannya agar pertumbuhan tiap tunas bisa berlangsung secara optimal. Selain itu, pastikan hanya menanam 1 tunas di 1 lubang tanam ya. Jika sudah tutup kembali dengan tanah dan siram bengkuang dengan air namun jangan terlalu basah.

6. Proses Perawatan Tanaman Bengkuang

budidaya bengkuang
(sumber gambar: garden.eco)

Untuk penyiraman bengkuang bisa Anda lakukan dengan jarang. Pasalnya, bengkuang adalah salah satu jenis tanaman yang cukup tahan terhadap kekeringan. Selain penyiraman, Anda juga harus memperhatikan beberapa hal lain dalam perawatan bengkuang. Perawatan tersebut diantaranya adalah:

a. Pemupukan Susulan

Agar hasil panen bengkuang melimpah dan berkualitas, Anda bisa menambahkan pupuk tambahan. Pupuk yang bisa Anda gunakan untuk mendorong produksi buah bengkuang adalah pupuk jenis NPK, SP 36, dan KCL. Pasalnya, kedua pupuk ini memiliki banyak kandungan kalium dan juga fosfor.

Kalium dan fosfor inilah yang berperan untuk meningkatkan produksi bengkuang dan membuat rasa buahnya menjadi lebih manis. Waktu terbaik untuk pemupukan susulan adalah saat usia bengkuang sekitar 2 sampai 3 bulan. Bisa juga ketika sudah terbentuk umbi bengkuang. Untuk takarannya sendiri adalah sebesar 150 kilogram untuk setiap hektar.

b. Penyulaman Bengkuang

Selain pemupukan Anda juga bisa melakukan penyulaman tanaman bengkuang. Proses ini bisa Anda lakukan ketika bengkuang memasuki usia 14 hari. Cara penyulaman adalah dengan mengganti tanaman yang tidak bisa tumbuh secara normal dan menggantinya dengan tanaman baru. Hasil akhirnya adalah untuk mendapatkan tanaman bengkuang yang berkualitas dan sehat.

c. Penyiangan dan Pembubuhan Bengkuang

Dalam budidaya bengkuang Anda juga tidak boleh melewatkan tahap penyiangan dan pembubuhan. Untuk penyiangan, Anda hanya cukup membersihkan bengkuang dari berbagai gulma atau tanaman liar yang bisa mengganggu kesehatan bengkuang. Sementara itu untuk pembubuhan bisa Anda lakukan dengan cara menimbun bengkuang dengan tanah baru. Tujuannya supaya tanaman bengkuang lebih kokok dan kuat.

d. Memangkas Batang dan Bunga

Hal lain yang tidak boleh Anda lewatkan dalam merawat tanaman bengkuang adalah untuk memangkas batang dan bunga. Terutama pada tanaman bengkuang yang menjalar terlalu panjang. Tujuan dari pemangkasan ini adalah supaya pertumbuhan antar bengkuang bisa menjadi lebih optimal dan tidak ada persaingan untuk menyerap nutrisi antara satu tanaman dengan tanaman lainnya. Selain itu, cahaya matahari juga akan menjadi lebih rata jika tanaman bengkuang sama panjangnya.

Untuk pemangkasan ini bisa Anda lakukan ketika usia tanaman bengkuang sekitar 6 sampai 7 minggu. Gunakan gunting maupun pisau untuk memotong bagian bengkuang yang terlalu panjang. Sementara itu untuk bunga, harus Anda pangkas agar cadangan makanan pada bengkuang bisa lebih optimal dan ukuran umbinya bisa lebih besar.

7. Panen Bengkuang

Tahap terakhir dalam budidaya bengkuang adalah panen. Umumnya, bengkuang bisa Anda panen ketika usaia berusia 4 bulan. Setiap hektar lahan tanam, bisa menghasilkan 7 sampai 8 ton bengkuang. Tentu hal ini bisa menjadi peluang yang besar ketika Anda menjual bengkuang.

Untuk memanennya, Anda bisa menggali tanah secara perlahan untuk mengeluarkan umbi bengkuang. Bisa juga dengan cara mencabut tanaman bengkuang secara perlahan sampai umbinya terangkat. Setelah itu bengkuang sudah bisa Anda jual maupun konsumsi pribadi.

Nah sobat agribisnis, itulah cara budidaya bengkuang yang bisa Anda jadikan referensi. Mengingat betapa permintaan akan bengkuang yang tinggi dan cara budidaya yang mudah, bengkuang bisa menjadi salah satu opsi komoditi agribisnis yang menjanjikan. Yang terpenting adalah bagaimana Anda bisa melakukan budidaya yang baik dan benar sehingga bisa menghasilkan bengkuang dengan hasil panen yang melimpah dan kualitas buah yang baik. Selamat mencoba budidaya ini ya sobat agribisnis!

Check Also

ciri-ciri ikan nila

Inilah Berbagai Sifat dan Ciri-ciri Ikan Nila yang Harus Anda Tahu!

Salah satu jenis ikan air tawar yang sangat populer di Indonesia, khususnya untuk kebutuhan konsumsi …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *