Breaking News

Budidaya Burung Puyuh dalam 6 Langkah dan Potensi Usahanya

Selain bebek dan ayam, salah satu jenis unggas yang layak untuk Anda budidayakan adalah burung puyuh. Bukan tanpa alasan, pasalnya burung yang satu ini memiliki peminat yang cukup tinggi. Mulai dari daging maupun telurnya banyak masyarakat konsumsi. Budidaya burung puyuh juga ternyata tergolong mudah dan bisa Anda praktekkan langsung. Penasaran? Berikut ulasan selengkapnya.

6 Langkah Budidaya Burung Puyuh

budidaya burung puyuh
(sumber gambar: republika.co.id)

1. Pilih Lokasi yang Tepat

Agar budidaya puyuh berjalan lancar, maka hal yang harus Anda perhatikan yang pertama adalah pemilihan lokasi. Lokasi budidaya harus dekat dan memiliki akses ke ari bersih dan jauh dengan keramaian. Misalnya jauh dari jalan besar, pabrik, pasar, dan tempat ramai lainnya. Selain itu, lokasi harus memiliki akses bagi transportasi dan juga memiliki lingkungan yang bersih. Perhatikan pula sirkulasi udara lokasi budidaya dan jangan sampai memiliki sirkulasi yang buruk dan bebas dari banjir.

2. Persiapan Kandang

Setelah mendapatkan lokasi yang tepat, maka langkah selanjutnya adalah mempersiapkan kandang untuk burung puyuh. Untuk kandang, Anda bisa membangunnya dalam model rak yang bersusun dari material rangka baja ringan maupun kayu. Ukuran ideal untuk kandang burung puyuh adalah panjang 100 cm, lebar 60 cm, dan tinggi 30 cm.

Kunci dari pembuatan kandang adalah suhu yang harus selalu stabil dan konstan.  Suhu ideal untuk kandang burung puyuh adalah sekitar 20 sampai 25 derajat celcius. Anda juga perlu menambahkan lampu sebagai media penerangan. Lampu yang ideal adalah yang memiliki kekuatan 25 sampai 40 watt untuk pagi atau siang hari, dan 40 sampai 60 watt untuk malam hari terutama ketika hawa dingin atau musim hujan.

Anda harus menyiapkan beberapa kandang bagi puyuh dengan fungsi yang berbeda. Kandang pertama untuk tempat pembibitan, kandang kedua untuk indukan, kandang ketiga untuk anakan, dan kandang keempat untuk perkembangan anak. Wadah pakan bisa Anda buat memanjang di luar dinding kandang dan tempat minumnya bisa Anda letakkan di belakang atau samping.

3. Memilih Bibit Burung Puyuh yang Berkualitas

Setelah lokasi dan kandang sudah siap, maka langkah budidaya burung puyuh selanjutnya adalah pemilihan bibit. Dalam tahap ini, Anda harus memperhatikan usia bibit burung puyuh dengan baik yaitu bibit yang berumur sekitar 3 minggu. Jangan sampai umur bibit terlalu muda atau terlalu tua karena bisa mempengaruhi hasil produksi telurnya.  Selain itu, perhatikan beberapa kriteria berikut saat memilih bibit burung puyuh:

  • Bentuk tubuh burung simetris, sempurna, dan memiliki anggota tubuh lengkap
  • Menunjukkan pergerakan yang lincah dan aktif
  • Warna bulu burung cerah dan tidak kusam

Ketika Anda memilih bibit, maka pilihlah bibit betina. Agar bisa membedakan jantan dan betina, Anda bisa menggunakan cara berikut:

  • Burung puyuh jantan akan memiliki benjolan pada bagian pantatnya seperti kelereng. Sementara burung betina tidak akan memiliki benjolan apapun
  • Anda juga akan melihat burung betina memiliki bulu dada yang berwarna sawo matang dan bergaris. Sementara burung jantan tidak akan memiliki garis atau bercak hitam
  • Burung puyuh jantan juga akan memiliki kebiasaan untuk berkokok dan memiliki postur tubuh yang lebih kecil daripada betina. Sementara betina tidak akan berkokok dan memiliki postur tubuh yang jauh lebih besar daripada jantan

Setelah mendapatkan bibit yang berkualitas, maka selanjutnya vaksin dulu bibit burung puyuh tersebut. Vaksin yang bisa Anda gunakan adalah vaksin jenis ND (Newcastle disease) atau tetelo. Tujuan vaksinasi ini adalah agar burung puyuh tidak stress dan bisa terhindar penyakit.

Baca Juga: Manfaat Probiotik untuk Ayam Agar Semakin Sehat dan Berkualitas

4. Perawatan Burung Puyuh

Kunci kesuksesan lain ketika Anda melakukan budidaya burung puyuh adalah pada proses perawatannya. Dalam perawatannya, Anda harus memperhatikan 2 (dua) hal penting, mulai dari sanitasi dan pengontrolan penyakit. Berikut uraian perawatan tersebut:

a. Sanitasi

Sanitasi adalah tindakan pencegahan burung puyuh dari penyakit dengan menjaga kebersihan kandang. Bersihkan kandang dan segala peralatan yang Anda gunakan di kandang dengan menggunakan desinfektan. Tujuannya agar patogen atau bibit penyakit bisa mati dan tidak menginfeksi kesehatan burung puyuh.

Selain itu, jangan lupa juga untuk memberikan vaksinasi pada burung puyuh. Terutama ketika umurnya memasuki 4 sampai 7 hari. Dosis untuk vaksin tersebut adalah setengh dari dosis vaksinasi untuk ayam. Untuk pemberian vaksin bisa Anda berikan dengan cara mencampurkannya dengan air minum maupun tetes mata.

b. Pengontrolan Penyakit

Selain vaksinasi dan sanitasi, perhatikan juga pemberian obat ketika burung puyuh menunjukkan gejala sakit. Proses pengontrolan penyakit memang harus selalu Anda lakukan dengan rutin agar tidak sampai merusak kualitas panen budidaya dan bisa menular pada burung lainnya yang sehat. Ketika menemukan burung yang sakit, maka harus segera Anda bawa ke dokter hewan atau dinas peternakan setempat.

5. Pemberian Pakan Burung Puyuh

Kualitas pakan juga akan menentukan keberhasilan budidaya yang Anda jalankan. Pakan yang bisa Anda berikan adalah remah-remah, tepung, dan juga pelet. Usahakan untuk memilih kualitas pakan yang bagus supaya nutrisi bagi burung terpenuhi dengan baik.

Untuk frekuensi pemberian pakan, paling ideal untuk anakan burung puyuh sebanyak 2 kali sehari pada pagi dan juga siang hari. Sementara untuk burung puyuh dewasa bisa Anda berikan pakan 1 kali sehari yaitu di pagi hari. Anda juga bisa menambahkan beberapa jenis pakan tambahan lain seperti jagung dan juga bekatul. Perbandingannya adalah 3:1:1 untuk pelet, jagung, dan bekatul.

Pemberian vitamin maupun suplemen juga bisa Anda tambahkan. Apalagi untuk budidaya dengan tujuan mengambil telurnya. Dengan memberikan vitamin, maka kualitas telur puyuh bisa menjadi lebih optimal dan berkualitas.

6. Panen Burung Puyuh

Tahap paling akhir dari budidaya puyuh adalah panen. Idealnya, indukan betina akan bisa menghasilkan telur saat sudah memasuki usia 30 hari budidaya. Setelah itu, Anda bisa memanen telur puyuh secara rutin bahkan bisa setiap hari selama burung puyuh masih berada pada fase produksi.

Potensi Keuntungan dari Ternak Burung Puyuh

budidaya burung puyuh
(sumber gambar: hargaburung.id)

Meski hanya terlihat sebagai unggas yang kecil, namun keuntungan dari budidaya ini tidak bisa Anda remehkan. Pasalnya, kebutuhan akan daging maupun telur puyuh terbilang tinggi di Indonesia. Pertumbuhan burung puyuh yang relatif singkat yaitu sekitar 42 hari atau 6 minggu saja juga menambah potensi dari unggas ini.

Setiap tahunnya, burung puyuh juga bisa menghasilkan 200 sampai 300 butir telur. Dengan jumlah sebanyak itu, tentu budidaya ini bisa menjadi ladang bisnis yang sangat menjanjikan bagi Anda. Resiko dari bisnis ternak puyuh juga terbilang kecil sehingga Anda yang masih pemula juga tidak perlu khawatir untuk memulai usaha ini.

Tidak sedikit juga kisah sukses para peternak burung puyuh di Indonesia. Bahkan banyak peternak yang mengaku bisa meraup omset lebih dari 20 juta dalam waktu 12 bulan. Dengan catatan, proses ternak harus Anda lakukan dengan benar agar kualitas daging maupun telurnya bisa berkualitas dan memiliki harga jual yang tinggi.

Permintaan yang tinggi pada daging dan telur puyuh juga berasal tidak hanya dari Indonesia saja. Akan tetapi sudah merambah ke beberapa negara lain. Sebut saja dari Bahrain, UEA, Dubai, hingga Timur Tengah. Jika Anda bisa melakukan budidaya secara intensif dan benar, bukan tidak mungkin peluang untuk melakukan ekspor telur puyuh akan terbuka lebar bagi Anda.

Manfaat Burung Puyuh

Dari segi manfaat, daging dan telur puyuh juga memiliki manfaat yang sangat besar. Dagingnya juga tidak kalah nutrisi dengan jenis daging lain seperti ayam maupun daging. Anda bisa menemukan berbagai nutrisi seperti vitamin dan juga mineral yang sangat baik untuk kesehatan.

Beberapa manfaat yang bisa Anda dapatkan dari konsumsi burung puyuh adalah sebagai sumber mineral, sumber energi, menjaga kesehatan jantung, mengatasi anemia, dan cenderung rendah lemak.  Soal rasa, burung puyuh juga terkenal memiliki rasa daging yang lebih gurih daripada daging lainnya. Hal inilah yang membuat permintaan puyuh selalu tinggi.

Nah, itulah langkah budidaya burung puyuhh yang bisa Anda praktekkan dengan mudah. Mulai dari persiapan lokasi, kandang, pemilihan bibit, perawatan hingga panen. Potensi dari ternak unggas ini juga masih sangat terbuka lebar dan menjanjikan keuntungan yang bagus untuk Anda. Untuk itu, jika Anda berniat terjun ke sektor peternakan unggas, burung puyuh layak Anda pertimbangkan sebagai hewan ternak potensial bagi Anda.

Check Also

Jenis Penyakit Mulut Pada Kucing

8 Jenis Penyakit Mulut Pada Kucing, Yang Perlu Dikatahui Para Pecinta Kucing

Selamat Datang di Web Hasilbumi.net, tempat beraneka ragam berbagai budidaya yang hendak disuguhkan dalam website ini dengan cara rinci serta perinci. Dibawah ini admin bakal mangulas modul mengenai Penyakit Mulut , berikut penjelasannya: Kucing merupakan salah satu dari banyak fauna lucu yang hendak Kamu temui di area. Inilah kenapa banyak orang amat bergairah, sebab binatang [...]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *