Tips Budidaya Butternut Squash Cepat Berbuah

  • Whatsapp
Budidaya Butternut Squash
Pixabay/David Mark

Budidaya butternut squash saat ini merupakan salah satu peluang yang besar untuk perekonomian. Saat ini jangkauan pemasaran butternut squash adalah resort ataupun hotel-hotel ternama dan berkelas. Harga butternut squash juga mencapai 70 ribu rupiah per kilo. Buah ini memiliki salah satu keunikan tersendiri yaitu tingkat kemanisan butternut squash bisa meningkat jika kita simpan selama 2 hingga 6 bulan.

Budidaya Butternut Squash
Pixabay/David Mark

Butternut squash berasal dari wilayah Australia dan New Zeland. Memiliki habitat di wilayah yang dingin. Buah ini memiliki tampilan kulit berwarna cokelat dan daging oranye dengan biji. Butternut squash memiliki kandungan sumber serat, vitamin C, magnesium, dan pottasium yang baik. Meskipun tergolong dalam jenis buah-buahan, namun butternut squash lebih banyak dimanfaatkan untuk membuat tumisan ataupun sup.

Cara Budidaya Butternut Squash

Berikut ini merupakan cara budidaya butternut squash yang mudah :

1. Persiapan Lahan Tanam Butternut Squash

Penanaman butternut squash

Langkah pertama yang perlu kita perhatikan dalam budidaya tanaman butternut squash adalah tanahnya, kita perlu menggemburkan area tanam dengan cara membajak seluruh tanah pada area tanam yang sebelumnya sudah kita tentukan. Tidak sembarang tempat cocok untuk budidaya tanaman butternut squash, lokasi budidaya tanaman butternut squash sebaiknya berada di tempat yang terkena sinar matahari sepanjang hari. Lalu setelah tanah gembur, selanjutnya yaitu membuat bedengan. Menggunakan ukuran panjang bedengan yang sebelumnya sudah sesuai dengan ukuran tanah, lebar 1 meter dan tinggi 20-40 cm serta jarak bedengan 70-100 cm.

Setelah bendengan selesai terbuat, langkah selanjutnya kemudian berikan kapur pertanian/dolomit secara merata pada bedengan dengan ukuran kurang lebih 10 karung per hektar. Setelah itu jangan lupa untuk semprotkan pupuk kandang secara merata di atas bedengan dan aduk hingga merata, atau pupuk kandang juga bisa kita berikan pada setiap tanaman yaitu sekitar 0,5-1 kg per lubang. Semprot terlebih dahulu di bagian atas bedengan yang telah kita pupuk kandang dengan agen hayati, misalnya EM-4 sesuai dosis yang sudah kita tentukan seminggu sebelum bendengan tersebut tertutup dengan mulsa. Setelah area tanam kita diamkan selama beberapa waktu dan mulsa sudah terpasang, buat lubang tanam dengan jarak antar tanaman 50-65 cm, bisa tanam satu baris di tengah bedengan, bisa juga tanam dua baris dengan sistem zigzag.

2. Penyemaian Benih Butternut Squash

Penyemaian perlu kita lakukan untuk memperoleh hasil tanaman yang seragam serta agar tanaman tersebut mempunyai adaptasi yang tinggi saat  ke lahan tanam. Kegiatan penyemaian dapat kita lakukan dengan langkah sebagai berikut. Pertama siapkan tanah gembur yang sudah halus terayak. Langkah selanjutnya, kemudian campurkan dengan pupuk kandang atau kompos yang juga sudah kita ayak. Aduk hingga merata, lalu siapkan kantong polybag kecil berdiameter 5 cm yang bagian bawahnya sudah sebelumnya sudah kita lubangi atau untuk lebih praktis dan mudah juga bisa menggunakan tray semai untuk meletakkan benih butternut squash.

Setelah media tanam terpasang, sirami secukupnya dengan merata tetapi jangan sampai airnya tergenang, kemudian buat lubang tanam sedalam 0,5-1 cm untuk memasukkan benih butternut squash dan tutup lubang tersebut dengan tanah yang halus. Setelah itu pasang persemaian di tempat yang terkena intensitas matahari sekitar 50% atau bisa juga kita letakkan di tempat yang terkena sinar matahari langsung. Namun juga perlu terpasangi kasa plastik transparan yang berguna untuk melindungi benih dari hujan deras agar tidak rusak saat persemaian. Lalu tunggu 3-5 hari sampai benih mulai berkecambah. Kita tetap harus melakukan perawatan rutin seperti penyiraman sampai tanaman berumur 2-3 minggu dan kemudian sudah siap untuk kita bawa ke area tanam.

 3. Penanaman

Bibit yang sudah berumur 2-3 minggu atau tinggi bibit sudah mencapai 8-10 cm sudah bisa kita pindahkan ke area tanam. Dengan memperhatikan kualitas benih yang memiliki kualitas vigor yang baik, sehat tidak cacat, bebas dari hama dan penyakit. Penanaman tanaman butternut squash dapat kita lakukan pada pagi atau sore hari agar cuaca tidak terlalu panas, awali dengan membuka polybag yang berisi benih butternut squash secara hati-hati agar tidak merusak media tanam dan akar tanaman tersebut. Kemudian masukkan  ke lubang tanam yang ada, setelah itu tutup rapat dan padatkan sampai biji butternut squash tumbuh tegak. Jika dalam jangka waktu 3 hari sampai 1 minggu terdapat bibit yang mati kita perlu melakukan penyulaman dengan menggunakan bibit yang baru.

4. Pemeliharaan

Pemeliharaan butternut squash

Penyiraman tanaman butternut squash umumnya dilakukan 1 x 1 hari tetapi jika kondisi cuaca kemarau atau kering intensitas penyiraman tentu saja harus kita tingkatkan menjadi 2 x sehari. Kebutuhan air pada tanaman butternut squash kita sesuaikan dengan kebutuhan tanaman. Jika cuaca musim hujan, penyiraman tidak perlu kita lakukan. Musim hujan seperti ini sangat rentan terhadap pertumbuhan butternut squash. Sebab terlalu banyak air pada tanaman butternut squash akan menyebabkan labu madu membusuk.

5. Pemupukan

Pemupukan yang dimaksudkan yaitu pemupukan susulan karena pupuk berguna untuk menambah unsur hara yang sangat penting bagi tanaman. Sehingga kita harus melakukan pemupukan secara teratur. Baik dengan pupuk organik maupun dengan pupuk kimia agar unsur hara tanaman tetap bisa terpenuhi. Pada 1-10 hari setelah tanam berikan pupuk NPK sekitar 2-3 gram dengan cara kita taburkan di sekitar tanaman untuk meningkatkan pertumbuhan tanaman. Untuk perawatan selanjutnya bisa berikan pupuk NPK dengan pola 15-15-15 setiap 2 minggu sekali atau sebulan sekali. Di mana 1 sendok makan pupuk NPK dilarutkan dalam 5 liter air kemudian kita tuangkan 200 militer pertanaman.

6. Proses Pengajiran

Seperti yang kita tahu, butternut squash merupakan tanaman yang merambat sehingga perlu kita lakukan pengajiran atau pembuatan tempat rambat. Bertujuan agar tanaman butternut squash dapat tumbuh optimal sesuai dengan yang diinginkan. Pembuatan pengajiran dengan menggunakan seperti huruf V terbalik dengan bahan bambu yang kuat untuk tempat rambat atau ajir agar tidak mudah patah. Tempat rambat memiliki tinggi antara 170 cm – 200 cm agar buah butternut squash tidak menyentuh tanah. Selain itu, penyiraman bisa kita lakukan pada umur 15 hari setelah tanam.

7. Pemangkasan dan Pengendalian Hama OPT

Lakukan penyemprotan secara teratur dengan menggunakan pestisida dan fungisida dosis rendah sejak tanaman berumur 1 bulan sampai tanaman berbuah. Hal ini untuk mencegah tanaman dari serangan segala jenis hama dan penyakit. Hentikan penyemprotan pada saat menjelang panen. Selain itu pemangkasan juga penting kita lakukan agar daun dan ranting bisa tumbuh dengan terkendali. Selain itu, membuat tanaman tidak terlalu lebat sehingga mudah ditembus sinar matahari. Sehingga membuat tanaman lebih cepat menghasilkan bunga dan buah. Pemangkasan dan pengendalian opt sangat penting agar hasil panen sesuai dengan yang diharapkan.

Baca Juga : Kupas Tuntas Budidaya Jangkrik Mudah Hasil Maksimal

8. Panen Butternut Squash

Panen butternut squash

Tanaman butternut squash sudah dapat mengalami panen ketika sudah mencapai umur 3 bulan atau 85-90 hari setelah tanam. Kita bisa melihat pada ciri-ciri buah butternut squash dapat dipanen secara fisiologis. Ciri-cirinya yaitu tangkai di pangkal buah telah berubah warna dari hijau menjadi coklat. Selain itu, warna buah sudah mulai menguning menjadi coklat mengkilap. Warna coklat mengkilap dan ketika kita pukul buah akan berbunyi seperti berdenting yang artinya buah butternut squash sudah bisa dipanen.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *