Breaking News

Kupas Tuntas Cara Budidaya Cacing Darah Menguntungkan

Budidaya cacing darah mulai marak dilakukan karena cacing darah juga bermanfaat sebagai pakan alami ikan. Cacing darah atau bloodworm adalah jenis cacing yang sering dijumpai pada perairan yang bebas dengan kondisi dasar berlumpur atau berpasir halus yang banyak mengandung bahan organik.

Pada umumnya, cacaing darah lebih banyak berkembang pada kondisi perairan yang kotor dari pada air yang bersih. Sehingga untuk membudidayakan cacing darah atau bloodworm ini sebenarnya cukup mudah. Kondisi perairan di Indonesia memiliki lahan rawa yang cukup luas mencapai 10,8% darata di Indonesia.

Rawa berfungsi sebagai salah satu lingkungan kehidupan biota. Cacing darah merupakan salah satu pakan alami ikan dalam kegiatan pembenihan ikan. Pakan alami ini banyak dibudidayakan dengan baik dalam suatu wadah maupun di perairan yang alami.

Untuk kegiatan budidaya bloodworm, terbilang cukup sederhana. Cacing darah hanya perlu memakan pakan yang sudah halus. Di habitat aslinya, cacing darah banyak memakan bakteri, dekritus organik, algae, dan lainnya.

Dalam membudidayakan bloodworm ada dua hal yang perlu kita perhatikan yaitu pada tahap persiapan bibit (indukan) dan mempersiapkan media tumbuh. Untuk mempersiapkan bibit atau indukan, kegiatan yang perlu dilakukan adalah mencari bibit atau indukan yang memiliki kualitas tinggi.

Pemeliharaan larva sampai membentuk kepompong tanpa mengalami suatu hambatan apapun dan kemudian menjadi imago selanjutnya berubah jadi cacing dewasa. Berikut ini merupakan tahapan budidaya cacing darah.

Budidaya Cacing Darah

1. Pembibitan

Pembibitan cacing darah sama dengan pembibitan jenis cacing yang lain. Pada tahap ini juga penting untuk memperhatikan kualitas dari bibit yang akan menjadi indukan cacing. Bibit atau indukan cacing ini banyak terjual di pasar maupun toko penjualan bibit.

Saat ini pembudidayaan cacing darah juga sudah banyak dilakukan. Ataupun mendapat bibit cacing darah dengan mudah di sekitar lokasi kita, seperti persawahan.

Namun, bibit cacing darah yang ada tentunya bervariasi tergantung dari kondisi tempat tinggalnya. Untuk mencapai hasil budidaya yang maksimal tentunya harus menggunakan bibit cacing darah dengan kualitas yang sedemikian rupa.

Adapun kriteria bibit cacing darah yang berkualitas yaitu :

  1. Cacing darah memiliki pergerakan yang aktif dan pergerakannya terlihat maksimal.
  2. Jika ditenggelamkan di dalam permukaan air, maka bibit cacing darah akan tenggelam layaknya rambut-rambut yang kusut.
  3. Bibit cacing memiliki daya tahan hidup yang tinggi dan tidak mudah mati.

Saat sudah membeli atau memperoleh cacing maka hal yang harus diperhatikan yaitu :

  1. Pisahkan cacing dengan bagian ari cacing lalu pindahkan kewadah yang sudah bersih.
  2. Proses pemisahan cacing darah ini dinamakan karantina hal ini bertujuan untuk menghindari cacing darah agat tidak mengalami infeksi atau kontaminasi.
  3. Proses pengkarantinaan cacing darah ini biasanya membutuhkan waktu sekitar 2-3 hari, selama masa karantina sebaiknya air dalam wadah selalu terairi oleh air dengan aliran yang rendah.
  4. Pastikan bahwa air selalu menyediakan oksigen dengan baik untuk kebutuhan cacing darah.
  5. Apabila kadar oksigen berkurang maka tambahkan aerator pada wadah.

 

2. Pembuatan Media Perkembangbiakan

cacing darah
aquaama.my.id

Pada media perkembangbiakan, kita bisa memilih salah satu jenis media tanam. Media tanam yang ada yaitu lumpur ataupun air. Lebih banyak orang menggunakan media air dalam perkembangbiakan karena akan lebih mudah untuk memperkirakan dan mendapatkan kualitas air yang baik baik dari pada media lumpur.

Berikut ini tahapan yang bisa kita lakukan dalam budidaya cacing darah melalui media air :

  1. Pertama, persiapkan wadah atau box yang berukuran besar.
  2. Kemudian, Isilah wadah dengan menggunakan air yang bersih, perlu kita perhatikan kualitas air secara berkala.
  3. Menggunakan air mengalir, pastikan bahwa air yang kita gunakan selalu mengalir sehingga akan lebih efisien karena tidak perlu terus-menerus melakukan pergantian air.
  4. Menyusun wadah atau box yang akan digunakan untuk budidaya dengan rapi agar kita dengan mudah bisa menjangkaunya. Serta untuk menjaga aliran air tetap lancar dan tidak macet.
  5. Lalu, letakan aliran air tepat di bawah rak nampan yang berada paling atas, dan lakukan hal yang sama pada rak nampan yang berada di bawahnya.

3. Proses Memindahkan Bibit

Jika media perkembangbiakan sudah siap, maka selanjutnya yaitu melakukan proses pemindahan bibit. Perlu memperhatikan proses ini karena harus secara hati-hati dan jika kita lakukan secara sembarangan maka akan merusak kualitas dari cacing darah yang akan berkembang biak.

Karena cacing darah memiliki tubuh yang rentan. Perlakuan yang sembarangan juga akan merusak kualitas cacing darah dan agar cacing darah tidak mati setelah proses pemindahan.

Langkah yang bisa kita lakukan dalam pemindahan cacing darah yaitu :

  1. Siapkan sendok atau alat jaring yang berukuran kecil untuk membantu proses pemindahan cacing darah.
  2. Lakukan dengan sangat hati-hati karena bisa merusak kualitas cacing darah serta untuk menghindari agar cacing darah tidak merasakan stress.
  3. Hindari memegang langsung badan cacing darah, tetapi gunakanlah alat bantu untuk memegangnya. Karena jika mengalami kontak dengan manusia maka suhu tubuh maka beresiko mengalami kegagalan saat proses budidaya dan menyebabkan bibit terkontaminasi.
  4. Pemindahan bibit harus cepat agar bibit cacing darah tidak merasakan stress.

4. Pemeliharaan dan Perawatan Cacing Darah

Pemeliharaan dan perawatan cacing darah ini meliputi :

 Memastikan kondisi air

Tahap yang paling utama dalam pembudidayaan cacing darah ini yaitu memperhatikan kondisi air yang ada di dalam wadah. Cacing darah membutuhkan air agar menghasilkan kualitas panen yang baik. Memastikan kondisi air lancar dan tidak macet. Aliran air yang lancar akan menghasilkan kadar oksigen yang baik pula. Kekurangan oksigen pada cacing darah akan menyebabkan cacing lemas hingga kematian cacing.

Baca Juga : Peluang Usaha Peternakan Sapi Perah Hasil Menjanjikan

Pakan

Kualitas pakan yang baik juga menjadi indikator kualitas cacing darah yang dihasilkan. Pakan merupakan salah satu komponen terpenting untuk perkembangbiakan cacing darah. Pemberian pakan juga tidak boleh sembarangan. Berikut ini cara pemberian pakan yang baik dan benar.

  • Pakan memiliki tekstur yang lembut, halusm dan mudah hancur.
  • Dapat berupa fermentasi pakan organik cacing darah.
  • Bisa menggunakan fermentasi ampas tahu yang lembut dan sudah hancur.
  • Nutrisi dalam pakan cacing darah juga perlu kita perhatikan, seperti pakan yang memiliki kandungan protein yang tinggi.
  • Tepung ikan juga dapat dengan mudah kita temukan di pasar.
  • Proses pemberian pakan hanya bisa sampai cacing darah berumur 10-12 hari setelah proses pembibitan.
  • Jika sudah melebihi umur tersebut, maka pakan dapat diganti dengan jenis fermentasi sayuran dan kotoran ayam.

Pemanenan

Kualitas dan kuantitas cacing darah juga sangat mempengaruhi keberhasilan panen. Cacing darah berguna sebagai pakan ikan, sehingga harus tetap berada pada keadaan hidup. Berikut ini tahapan panen yang bisa kita lakukan :

  1. Teknik pemanenan dilakukan dengan mengurangi jumlah koloni cacing.
  2. Gunakan kain gelap dalam menutupi permukaan nampan.
  3. Biasanya tahap panen terjadi jika usia sudah mencapai 70-75 hari setelah pemindahan bibit.
  4. Pisahkan cacing darah dengan hati-hati dan gunakan jaring atau alat untuk memindahkannya.
  5. Simpanlah hasil panen dalam kondisi air yang bersih dan segera menjualnya agar kualitasnya tidak menurun.

Check Also

How do you start your own small-scale business (2)

How do you start your own small-scale business?

Hasilbumi.net – Name and logo creation are easy tasks. But what about the other crucial, yet …

Leave a Reply

Your email address will not be published.