Breaking News

Langkah Budidaya Domba Garut Lengkap dari Awal Sampai Berhasil

Domba Garut adalah salah satu komoditi ternak yang sangat bernilai dari Kabupaten Garut, Jawa Barat. Salah satu alasan mengapa hewan ini sangat ramai peminat adalah ciri khas yang tidak ada pada jenis domba lainnya. Tidak heran jika budidaya domba Garut juga semakin banyak yang ingin menjalankan. Lalu, bagaimana cara budidaya tersebut?

Langkah Budidaya Domba Garut

budidaya domba garut
(sumber gambar: mitratanifarm.co.id)

Pada dasarnya, domba Garut adalah jenis domba lokal asli dari Indonesia. Jenis domba ini tersebar di kawasan Jawa Barat dan sudah menjadi salah satu komoditas andalan Provinsi Jawa Barat sejak lama. Lalu, apa yang membuat domba ini begitu istimewa?

Salah satu keunggulan dari domba ini adalah tingkat prolifikasi atau kesuburannya. Dari berbagai jenis domba yang ada, tingkat kesuburan domba Garut adalah yang paling tinggi. Bahkan, hampir tidak ada jenis domba lain yang bisa menandingi kesuburan jenis domba ini, kecuali Barbados Blackbelly. 

Selain itu, banyak yang menyukai daging domba dari Garut karena kualitasnya yang sangat baik dan bercita rasa enak. Kualitas daging ini berasal dari jenis pakan dan juga tingkat keaktifan domba yang berbeda. Dengan berbagai keunikan tersebut, tidak mengherankan bila domba ini memiliki harga yang tinggi.

Ada beberapa tahapan yang harus Anda lakukan agar bisa beternak domba Garut secara maksimal:

1. Menyiapkan Kandang

Langkah pertama adalah menyiapkan kandang. Persiapan kandang ini terbilang sangat penting karena domba adalah salah satu jenis hewan yang sangat sensitif. Kenyamanan domba harus menjadi perhatian utama agar ternak berhasil. Anda bisa membuat kandang yang tinggi dan juga bersih agar tidak terkena resiko seperti misalnya banjir.

Setelah itu, ukuran kandang bisa Anda sesuaikan dengan kebutuhan jumlah domba yang akan Anda pelihara. Akan tetapi, umumnya ada beberapa patokan ukuran yang bisa Anda gunakan. Untuk kandang penggemukan ukurannya adalah 1×1 m, dan kandang indukan betina adalah 1,5×1 m. Sementara untuk kandang induk jantan adalah 2×1,5 m dan kandang untuk anakan adalah 0,75 x 1 m. 

Selain ukuran kandang, maka pastikan juga ada sinar matahari yang cukup serta sirkulasi udara yang baik di dalam kandang. Bahan material pembuatan kandang sebaiknya adalah Rumbia. Sebab, material ini terkenal awet, kuat, dan tidak menyerap panas dengan mudah.

2. Bibit Domba Garut

Setelah kandang siap, langkah selanjutnya adalah persiapan bibit. Salah satu kunci keberhasilan budidaya domba Garut adalah bibit domba yang berkualitas. Pilihlah bibit yang memang sehat dan tidak ada cacat. Anda bisa melihat track record atau catatan keturunan domba supaya bisa memastikan kualitasnya.

Selain itu ada ciri-ciri fisik yang bisa Anda amati pada domba betina dan juga pejantan seperti:

  • Bagian selaput mata yang bersih dan jernih
  • Berumur 1,5 sampai 2 tahun
  • Tidak cacat, organ tubuh lengkap
  • Bulu tidak kusam dan kuku yang keras
  • Bertubuh panjang dan simetris
  • Ekor dengan bentuk dan panjang yang normal
  • Bagian ambing besar, puting simetris dan normal (untuk domba betina)
  • Memiliki sepasang testis yang simetris dan punya libido yang tinggi (untuk domba pejantan)
  • Cuping hidung lembab

3. Proses Pemeliharaan Domba Garut

Setelah mendapatkan indukan yang sehat dan berkualitas, langkah selanjutnya adalah memelihara domba dengan baik. Banyak peternak yang akhirnya gagal karena tidak memahami cara perawatan domba yang baik dan benar. Seperti kematian domba dini, kematian pada anak domba, terserang penyakit dan lain sebagainya.

Padahal, apabila Anda melakukan perawatan dengan baik dan benar resiko tersebut bisa Anda cegah. Kuncinya adalah menjaga kebersihan kandang dengan maksimal dan juga pemberian pakan. Untuk proses pemeliharaan penggemukan, Anda bisa memberikan kombinasi pakan. Jenis pakan yang bisa Anda beri adalah:

  • Pakan hijau: rumput lapang, benggala, rumput gajah, meksiko, benggala dan raja
  • Kacang-kacangan: daun kelor, turi, daun lamtoro, gamal, kacang tanah, kaliandra, siratro
  • Hasil limbah pertanian: daun pisang, daun nangka, daun jagung
  • Konsentrat: ampas tahu, bekatul, tepung jagung, ampas kecap, dan lain sebagainya

Untuk domba Garus dewasa, pemberian pakan rumput dan daun bisa Anda berikan dengan perbandingan 3:1. Namun bagi indukan domba yang sedang hamil, jelas tambahan nutrisi sangat domba butuhkan dan pakan hijau bisa Anda tambahkan dengan konsentrat.

Sementara untuk domba anakan yang belum sapih bisa Anda berikan pakan perbandingan 1:1. Terakhir, untuk anakan domba yang sudah sapi, perbandingan pakannya adalah 3:2 untuk rumput dan daun serta tambahkan 0,5 sampai 1 gelas konsentrat.

4. Panen

Tahap budidaya domba Garut yang terakhir adalah panen. Hasil panen yang Anda dapatkan akan sesuai dengan tujuan awal budidaya Anda. Jika dari awal Anda menginginkan hasil daging, maka hasil yang Anda dapatkan adalah daging domba Garut yang berkualitas. Hasil ternak berupa daging ini akan sangat laris terutama ketika ada perayaan Hari Raya Kurban.

Panen umumnya bisa Anda lakukan ketika usia domba sudah mencapai 3 bulan atau ketika berat domba sekitar 30 sampai 35 kilogram. Sementara itu, jika dari awal Anda beternak untuk tujuan mengambil bulu domba, maka hasil akhir yang Anda dapatkan adalah bulu domba. Biasanya tujuan ternak seperti ini adalah untuk kebutuhan tekstil.

Baca Juga: Proses Pembuatan Biogas dan Sederet Manfaatnya untuk Kehidupan

Keunggulan Budidaya Domba Garut

budidaya domba garut
(sumber gambar: sinauternak.com)

Sebenarnya budidaya domba Garut sangat banyak pelakunya terutama di daerah pedesaan. Khususnya di Kabupaten Garut, Jawa Barat baik itu sebagai mata pencahariaan utama maupun usaha sampingan saja. Selain itu banyak pula para peternak domba yang memadukannya dengan usaha tani. Inilah berbagai keunggulan yang bisa Anda dapatkan ketika menjalankan usaha ini:

1. Perlengkapan Ternak Domba yang Mudah untuk Anda Cari

Salah satu keunggulan utama ternak domba Garut adalah peralatan dan perlengkapannya yang mudah untuk Anda temukan. Contohnya seperti bahan material kandang yang bisa Anda buat dari bambu atau kayu rumbia. Selain itu, tempat minum yang bisa Anda buat dari ember biasa, serta tempat makan yang bisa Anda buat dari terpal biasa. Bahkan jika Anda memiliki lahan kosong yang tidak terpakai, maka lahan tersebut bisa menjadi lokasi ternak yang potensial.

2. Bisnis Ternak yang Tidak Ada Matinya

Usaha ternak domba juga termasuk usaha yang tidak ada matinya. Salah satu alasannya adalah karena tingginya permintaan akan daging dan juga bulu domba. Apalagi pada saat mendekati Hari Raya Kurban, maka permintaan domba akan semakin meningkat.

Permintaan daging domba juga akan datang dari tempat makan atau restoran yang menyajikan olahan domba. Usaha ini juga tidak membutuhkan keahlian khusus, sehingga siapa saja bahkan para pemula bisa menjalankan usaha ternak domba Garut.

3. Harga Jual yang Tinggi

Poin lain yang menjadikan domba Garut sangat potensial adalah harga jualnya yang tinggi. Apalagi jika Anda bisa memeliharanya dengan baik dan benar sehingga kualitas domba sangat baik, maka harga jualnya akan menjadi lebih tinggi lagi. Umumnya kisaran harga domba Garut adalah:

  • Jantan (usia 3-4 bulan) kualitas standar: Rp. 3.000.000
  • Betina (usia 3-4 bulan) kualitas standar: Rp. 2.000.000
  • Jantan (3-4 bulan) kualitas bagus: Rp. 3.500.000
  • Betina (3-4 bulan) kualitas bagus: Rp. 3.000.000
  • Jantan (remaja) kualitas standar: Rp. 4.500.000
  • Betina (remaja) kualitas standar: Rp. 2.500.000
  • Jantan (remaja) kualitas bagus: Rp. 6.500.000
  • Betina (remaja) kualitas bagus: Rp. 4.500.000
  • Jantan (dewasa) kualitas standar: Rp. 5.500.000
  • Betina (dewasa) kualitas standar: Rp. 3.500.000
  • Jantan (dewasa) kualitas bagus: Rp. 11.000.000
  • Betina (dewasa) kualitas bagus: Rp. 6.000.000

Harga ini bisa berubah tergantung pada harga pasaran saat itu dan permintaan saat itu. Seperti misalnya ketika mendekati Hari Raya Kurban maka harga jual domba akan menjadi jauh lebih mahal lagi.

4. Pemasaran yang Mudah

Keunggulan terakhir dari ternak domba Garut adalah proses pemasarannya yang mudah. Untuk pemasaran Anda tidak perlu kesulitan karena bisa langsung Anda jual kepada pembeli atau bisa melalui para pengepul. Khususnya bagi Anda yang menjual daging, juga bisa langsung Anda tawarkan kepada pemilik rumah makan atau menjualnya ke pasar.

Nah sobat agribisnis, itulah berbagai informasi yang harus Anda tahu seputar budidaya domba Garut. Pada dasarnya, usaha ini tidaklah sesulit yang Anda bayangkan apalagi harga jual dari domba Garut juga terbilang tinggi. Kunci kesuksesan ternak berada pada perawatan yang Anda lakukan. Jadi, jika ingin berhasil dalam ternak domba Garut, pastikan Anda menerapkan langkah perawatan yang benar ya!

Check Also

13 tipos de insectos con antenas en forma de abanico

13 tipos de insectos con antenas en forma de abanico

Hasilbumi.net – La mayoría de los artrópodos tienen antenas, que son órganos sensoriales móviles ubicados …

Leave a Reply

Your email address will not be published.