Breaking News

Masih Pemula? Pelajari Budidaya Ikan Cupang Disini!

Salah satu jenis ikan yang akan selalu memiliki tempat di hati penggemar ikan hias adalah cupang. Ikan cupang secara ilmiah memiliki nama Betta sp. Jenis ikan ini memiliki habitat asli di air tawar. Budidaya ikan cupang sangat mudah dijumpai di Indonesia, Anda juga sudah pasti sering menemukan ikan cupang disekitar Anda. Dengan popularitasnya, banyak orang yang mencari bagaimana cara budidaya ikan cupang yang benar agar mereka juga bisa membudidayakan ikan cantik ini. 

Ikan cupang tidak hanya ditemukan di Indonesia, tapi juga di beberapa negara Asia Tenggara lainnya. Seperti Thailand, Malaysia, Singapura, Vietnam, dan Brunei Darussalam. Nah, bagi Anda yang ingin membudidayakan cupang dan masih pemula, inilah beberapa langkah budidaya ikan cupang yang bisa Anda ikuti dengan mudah. 

Langkah Budidaya Ikan Cupang untuk Pemula 

Ikan cupang termasuk dalam jenis ikan yang sangat mudah untuk dirawat dan dibudidayakan. Apalagi tempat hidup ikan cupang juga beragam. Tempat seperti akuarium berukuran kecil, gelas, botol, atau baskom, sudah bisa menjadi tempat hidup ikan ini, sehingga tidak perlu mengkhawatirkan terbatasnya tempat untuk budidaya cupang. Alasan ini juga yang membuat ikan ini banyak dipilih sebagai ikan peliharaan di rumah. 

Inilah langkah-langkah memulai budidaya ikan cupang:

1. Tentukan Jenis Cupang yang Ingin Dibudidayakan 

budidaya ikan cupang
(sumber gambar: Pxfuel.com)

Langkah pertama budidaya ikan cupang adalah Anda harus menentukan terlebih dahulu jenis cupang apa yang nantinya akan Anda budidayakan.  Pada dasarnya, ada 2 (dua) jenis cupang yang dikenal secara umum. Pertama, adalah jenis cupang hias. Kedua adalah cupang aduan. Dua jenis cupang ini memiliki ciri-ciri yang berbeda seperti berikut: 

a. Cupang Aduan 

Cupang aduan memiliki warna tubuh gelap dan gerakan yang agresif dibanding cupang hias. Ketika cupang aduan melihat cupang lain, maka bagian sirip ikan ini akan mengembang penuh dan terlihat besar dan indah. Bagian leher sampai ekor ikan akan memiliki besar dan ukuran yang sama, namun akan mengecil ketika sampai di ujung ekor. 

Tidak heran jika ikan ini lebih bisa bergerak dengan gesit. Kemudian bagian bibir dari cupang aduan akan terlihat tebal dan bagian bibirnya tertutup. Cupang aduan punya gigi lebih runcing dibanding hias. 

b. Cupang Hias 

Sementara itu, untuk cupang hias akan memiliki ekor dan sirip yang cenderung lebih panjang dibanding cupang aduan. Gerakan dari cupang ini juga lebih tenang dan tidak seagresif cupang aduan. Ketika melihat cupang lain, cupang hias juga akan mengembangkan ekor mereka dengan bentuk yang indah dan khas. 

Berbeda dengan cupang aduan, cupang hias akan memiliki warna tubuh yang cerah, menarik, dan terang. Cupang hias sering dilombakan karena keindahannya. Beberapa jenis cupang hias diantaranya adalah giant, crowntail, halfmoon, double tail, dan plakat. 

Pilihan jenis cupang ini bisa Anda sesuaikan dengan selera dan tujuan masing-masing. Jika Anda ingin budidaya ikan cupang yang indah, tenang, dan dipelihara di rumah, maka cupang hias akan jauh lebih sesuai untuk Anda budidayakan. Sebaliknya, jika Anda berniat untuk memiliki cupang dengan warna gelap dan lebih agresif, maka cupang aduan akan jauh lebih pas untuk Anda pilih. Saat ini kegiatan aduan cupang sudah semakin ditinggalkan karena memang ilegal dan tidak dianjurkan untuk dilakukan. 

2. Pilih Indukan Cupang Berkualitas untuk Dibudidayakan 

Jika sudah memilih dan menentukan jenis cupang, maka selanjutnya Anda harus memilih indukan cupang yang sehat, berkualitas, dan baik. Induk cupang yang berkualitas baik dan sehat bisa Anda lihat dari kondisi tubuhnya. Pastikan tidak ada cacat atau kelainan pada tubuh cupang dan tidak ada penyakit yang sedang menjangkit indukan cupang. Tujuannya agar hasil budidaya ikan cupang juga berkualitas. Pilih indukan yang siap kawin. Inilah ciri cupang siap kawin:

a. Induk Cupang Betina Siap Kawin 

Cupang betina yang siap kawin memiliki umur antara 3-4 bulan. Memiliki perut sedikit buncit dan bentuk tubuh yang cenderung membulat. Gerakan cupang lebih lambat dan siripnya pendek dan kusam. 

b. Induk Cupang Jantan Siap Kawin 

Sementara untuk cupang jantan siap kawin memiliki umur 4-8 bulan. Gerakan cupang cenderung lebih agresif dan memiliki tubuh yang panjang. Memiliki sirip berwarna terang dan panjang. 

Baca Juga: Cara Budidaya Ikan Lele Sangkuriang Hasil Maksimal 

3. Proses Pemijahan Ikan Cupang

budidaya ikan cupang
(sumber gambar: Pixabay.com)

Setelah mendapat indukan berkualitas, maka langkah budidaya ikan cupang akan memasuki tahap pemijahan. Proses ini dilakukan agar sperma cupang jantan membuahi telur cupang betina. Dalam satu kali proses pemijahan, cupang betina umumnya bisa menghasilkan sampai 1.000 butir. Untuk langkah awal, cukup siapkan: 

  1. baskom atau akuarium kecil 
  2. gelas plastik 
  3. tumbuhan air (contoh seperti kiambang) 

Jika sudah maka mulai langkah pemijahan dengan mengisi air di akuarium kecil. Gunakan air bersih setinggi  10-15 cm pada akuarium kecil. Apabila menggunakan air tanah, maka endapkan dahulu air tersebut supaya jernih selama 1 malam. Setelah jernih, masukkan tanaman air secara perlahan dalam akuarium kecil. 

Masukkan secara perlahan dan jangan susun agar tidak terlalu padat. Tujuannya agar oksigen dalam air tetap terjaga dan tidak membuat ikan kekurangan oksigen. Jika sudah masukkan ikan jantan ke dalam akuarium dan biarkan terlebih dahulu selama 1 hari. Nantinya, cupang jantan akan membuat gelembung yang berfungsi untuk tempat telur cupang betina. Apabila Anda sudah melihat ada banyak sekali gelembung di akuarium, maka Anda bisa memasukkan cupang betina ke dalam aquarium dan tutup akuariumnya.

Sebab cupang betina cenderung menyukai suasana yang sepi dan tertutup. Umumnya waktu pembuahan telur akan terjadi pada jam 4-6 sore atau 7-10 pagi. Jika sudah bertelur, maka dengan segera keluarkan dan pisahkan induk cupang betina dari telurnya karena ia bisa memakan telurnya sendiri. Yang bertugas untuk merawat telur-telur tersebut adalah cupang jantan.

4. Penetasan dan Pemberian Pakan untuk Anakan Cupang

Budidaya ikan cupang selanjutnya adalah penetasan. Proses penetasan telur cupang terbilang cukup cepat. Kurang lebih waktu 1 hari, telur cupang akan menetas dan menjadi burayak atau anakan cupang. Selama 3 hari setelah menetas, Anda tidak perlu khawatir memberi pakan karena burayak akan mendapatkan nutrisi yang berasal dari dalam telur mereka. Cupang jantan juga secara otomatis akan berpuasa selama menjaga dan merawat burayak ini. 

Nah, setelah 3 hari barulah Anda harus memberikan pakan untuk anakan cupang. Pakan anakan cupang adalah kutu air bisa berupa Daphnia atau Moina. Saat memberikan kutu air, maka jangan berlebihan dan terlalu banyak. Sebab jika terlalu banyak, air akuarium bisa menjadi keruh dan kotor dan malah membuat anakan cupang menjadi kehilangan oksigen hingga akhirnya mati. Jadi pastikan untuk memberikan kutu air secara cukup saja. 

5. Pemindahan dan Perawatan Anakan Cupang 

budidaya ikan cupang
(sumber gambar: Piqsels.com)

Budidaya ikan cupang terbilang berlangsung cepat. Dalam kurun waktu 2 minggu sejak telur menetas, pindahkan anakan ikan cupang kedalam wadah yang jauh lebih luas dan besar. Cupang jantan juga bisa Anda keluarkan dan kembalikan ke tempat semula. Berilah pakan berupa larva nyamuk, cacing sutra, atau, kutu air dengan ukuran yang lebih besar dibanding kutu air untuk burayak. 

Untuk pemberian pakan, pastikan anakan cupang mendapat jatah makan sebanyak 3-4 kali sehari. Sebab semakin sering pemberian pakan maka anakan cupang juga bisa lebih sehat. Dibandingkan banyak namun hanya 1 kali  dalam sehari, beri makan dalam jumlah sedikit namun sering 

Jika sudah memasuki usia 1,5 bulan, maka Anda bisa mengelompokan anakan cupang berdasarkan jenis kelaminnya dan pindahkan ke tempat yang jauh lebih besar. Perawatan anakan cupang juga tergolong sangat mudah. Anda cukup memastikan bahwa kualitas air yang digunakan bagus dan berikan filter atau aerasi pada akuarium anakan cupang. 

Pastikan juga untuk mengganti air akuarium secara berkala. Bersihkan akuarium apabila terlihat ada kotoran sisa pakan sudah menumpuk di dasar akuarium. Tujuannya agar budidaya ikan cupang bisa tumbuh dengan optimal dengan lingkungan yang bersih dan sehat. 

Nah, itulah rangkaian langkah budidaya ikan cupang yang bisa Anda lakukan dengan mudah. Meski pemula, pada dasarnya budidaya ikan cupang sangat mudah untuk dilakukan sehingga pemula pun bisa melakukannya. Semoga informasi ini bisa membantu Anda dan selamat membudidayakan ikan cupang ya! 

Check Also

Jenis Penyakit Mulut Pada Kucing

8 Jenis Penyakit Mulut Pada Kucing, Yang Perlu Dikatahui Para Pecinta Kucing

Selamat Datang di Web Hasilbumi.net, tempat beraneka ragam berbagai budidaya yang hendak disuguhkan dalam website ini dengan cara rinci serta perinci. Dibawah ini admin bakal mangulas modul mengenai Penyakit Mulut , berikut penjelasannya: Kucing merupakan salah satu dari banyak fauna lucu yang hendak Kamu temui di area. Inilah kenapa banyak orang amat bergairah, sebab binatang [...]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *