Breaking News

Cara Budidaya Ikan Gurame, Hasil Panen Berlimpah Kualitas Super!

Anda pasti sudah tidak asing lagi dengan jenis ikan gurame. Gurame merupakan salah satu jenis ikan air tawar yang memiliki banyak nutrisi serta memiliki rasa yang enak untuk Anda olah menjadi beragam hidangan. Tidak heran apabila permintaan akan ikan gurame menjadi sangat tinggi. Budidaya ikan gurame juga bisa Anda lakukan mengingat masih besarnya peluang untuk membudidayakan ikan air tawar yang satu ini.

Di Pulau Jawa, daerah yang terkenal akan budidaya ikan gurame adalah seperti wilayah Bogor, Ciamis, Garut, Purwokerto, Magelang, dan Tasikmalaya. Sementara itu, di Pulau Sulawesi, budidaya ikan gurame banyak di daerah Manado. Di Pulau Sumatera, ikan gurame banyak budidayanya di daerah Payakumbuh. Aspek bisnis ikan gurame sangat besar sehingga Anda tidak perlu khawatir apabila ingin menggeluti usaha ini.

Cara Budidaya Ikan Gurame Panen Berkualitas

Inilah beberapa tahapan budidaya ikan gurame yang bisa Anda jadikan referensi:

1. Memilih Indukan Gurame 

budidaya ikan gurame
(sumber gambar: lifepal.co.id)

Langkah paling awal untuk budidaya ikan gurame adalah memilih indukan ikan yang berkualitas dan siap untuk pemijahan. Umumnya, indukan terbaik adalah yang sudah berusia 3-7 tahun. Kriteria indukan yang sehat adalah sebagai berikut:

a. Indukan Betina 

  • Memiliki warna yang cenderung terang
  • Tidak memiliki cula atau tonjolan pada area dahi
  • Memiliki dasar sirip dada yang berwarna gelap
  • Memiliki tubuh relatif panjang dan perut membulat

b. Indukan Jantan 

  • Memiliki gerakan lebih lincah
  • Warna badan agak pucat dan agak gelap
  • Memiliki tonjolan atau cula pada dahi
  • Perut berada di dekat anus

Jika sudah mendapatkan indukan jantan dan betina yang sehat, maka cek dahulu apakah indukan sudah siap untuk pemijahan. Ciri indukan yang sudah siap untuk pemijahan adalah anus yang terlihat putih dan kemerahan, perut terasa lembek, dan ukuran perut yang membesar ke arah belakang.

2. Mempersiapkan Kolam Khusus Pemijahan 

Apabila Anda sudah mendapatkan indukan ikan gurame yang siap untuk pemijahan. Maka tahap selanjutnya adalah membuat kolam khusus untuk pemijahan. Tujuannya supaya ikan gurame bisa kawin dengan baik dan menghasilkan telur yang berkualitas. Untuk membuat kolam Anda bisa menggunakan kolam tanah ataupun terpal.

Jika sudah membuat kolam, maka bersihkan dan keringkan dasar kolam terlebih dahulu. Setelah itu, isi air kolam dengan air yang bersih. Kemudian, pasang sarang atau sosog serta tambahkan bahan yang berguna untuk membuat sarang bagi ikan gurame. Bahannya bisa Anda pilih dari rajutan karung, pakis, hingga sabut kelapa. Nantinya indukan gurame jantan akan membuat sendiri sarang mereka.

Baca Juga: Intip Super Megatank Irfan Hakim yang Dihuni Ribuan Ikan

3. Proses Pemijahan Ikan Gurame 

Setelah kolam pemijahan selesai Anda buat, budidaya ikan gurame selanjutnya adalah proses mengawinkan ikan gurame atau pemijahan. Caranya adalah sebagai berikut:

  • Masukkan indukan ikan gurame ke dalam kolam pemijahan
  • Gunakan rasio 1: 3 dengan indukan betina lebih banyak daripada jantan
  • Biarkan selama 15 hari. Dalam kurun waktu itu, induk jantan akan mulai membuat sarang untuk meletakkan telur menggunakan bahan membuat sarang yang sudah Anda siapkan.
  • Jika sarang sudah siap, maka indukan jantan akan mulai membuahi induk betina.
  • Pembuahan terjadi dan indukan betina akan menutup lubang sarang dengan bahan-bahan sarang tadi. Dalam proses ini indukan betina akan mengibas-ibaskan sirip ke bagian sarang supaya aliran oksigen menjadi lancar dan penetasan telur berjalan lancar
  • Sarang ini akan terjaga dengan baik oleh indukan betina. Sementara indukan jantan akan secara bergantian membuat sarang untuk betina yang lain.

4. Penanganan dan Penatasan Telur Ikan Gurame 

Setelah indukan gurame betina selesai bertelur, maka tugas Anda adalah untuk menangani telur ikan gurame tersebut. Anda harus memastikan bahwa telur sudah matang dan siap untuk penetasan. Kriteria telur yang matang adalah bau amis yang tercium pada telur dan muncul minyak pada sarang pemijahan indukan. Setelah itu, Anda harus mengambil sarang yang terdapat telur ikan di dalamnya menggunakan ember berisi air.

Jika sudah, bersihkan telur sampai benar-benar bersih. Kemudian, pisahkan telur dan sarang dan letakkan telur di dalam sebuah wadah yang lain. Anda bisa memberikan suplemen pada telur ikan gurame supaya tidak terkena hama penyakit dan nantinya bisa menetas dengan baik.

Waktu penetasan telur adalah sekitar 3 hari. Setelah menetas, biarkan dahulu benih anakan ikan gurame tersebut sampai usia 10 hari. Pada hari ke-11, silahkan pindah anakan ikan gurame ke dalam wadah pembenihan.

5. Proses Pembenihan Ikan Gurame 

budidaya ikan gurame
(sumber gambar: carabudidayaikan9.blogspot.com)

Dalam proses pembenihan ini, Anda harus menyiapkan bak khusus bagi anakan ikan gurame. Ukurannya bebas bisa Anda sesuaikan sesuai banyaknya anakn ikan. Sebagai contoh, untuk 2.000 benih anakan ikan, bak yang harus Anda siapkan setidaknya berukuran 2,5 meter x 4,5 meter.

Apabila kolam sudah siap, maka silahkan masukkan benih ikan gurame dari bak penetasan ke pembenihan. Umumnya proses pembenihan ini akan memakan waktu selama 14 hari. Anda bisa memberi makan ikan gurame menggunakan ikan daphnia supaya pertumbuhannya optimal dan sehat.

6. Membuat Kolam Budidaya Ikan Gurame 

Tahap selanjutnya, sambil menunggu ikan gurame besar Anda bisa menyiapkan kolam untuk budidaya. Dalam tahap ini, Anda bisa menggunakan kolam terpal ataupun tanah dan beton. Namun, saat ini banyak pelaku budidaya yang lebih memilih menggunakan terpal karena lebih ekonomis dan mudah untuk Anda bangun.

Terpal bisa Anda beli di toko pertanian dan setelah itu bangun dinding sebagai penopang kolam ikan. Silahkan tumpuk batu bata hingga memiliki lebar 2 meter, tinggi 1 meter, dan panjang 4 meter. Jika sudah, rentangkan terpal ke area kolam hingga menutupi dasar dan dinding kolam. Setelah membuat kolam, maka lanjutkan dengan mengisi kolam tersebut dengan air.

Jangan sampai ketinggian air kolam kurang adri 50-75 cm. Tunggu dan biarkan dahulu air pada kolam dan jangan langsung memasukkan benih ikan gurame ke dalam kolam. Setidaknya, bibit ikan gurame harus memiliki usia 2 bulan dahulu baru bisa Anda pindahkan ke kolam terpal ini. Tujuannya supaya ikan gurame bisa bertahan dengan kondisi kolam terpal dan tubuhnya bisa beradaptasi dengan baik.

7. Menyebar Benih ke Kolam Ikan 

Setelah 2 bulan, Anda bisa memasukkan benih ikan gurame ke dalam kolam terpal. Dalam 1 (satu) kolam ikan, Anda bisa memasukkan 200 ekor ikan gurame  di dalamnya. Ini adalah jumlah ideal dan jangan memasukkan ikan terlalu banyak, sebab ini bisa membuat ikan tidak bisa tumbuh dengan leluasa dan ruang geraknya menjadi terbatas.

8. Perawatan Ikan Gurame 

Tahap perawatan ini meliputi 3 (tiga) hal yaitu, pemberian pakan, menjaga kolam, dan pencegahan penyakit.

a. Pemberian Pakan 

Waktu terbaik untuk memberi pakan ikan gurame adalah saat pagi dan sore hari. Anda bisa memberikan pakan berupa tumbuhan ataupun hewan. Untuk pakan tumbuhan, beberapa alternatif yang bsia Anda pilih adalah ampas tahu, tebok pisang, daun pepaya, daun singkong, daun lamtoro, bekatul, atau rumput kering yang sudah Anda fermentasikan. Sementara untuk pakan hewan bisa Anda beri belalang, cacing tanah, ikan teri, bekicot, dan limbah udang atau ikan.

b. Menjaga Kolam 

Untuk tahap penjagaan kolam adalah dengan menjaga sirkulasi air dengan optimal dan menjaga supaya sinar matahari tidak masuk berlebihan ke dalam kolam. Caranya adalah dengan menambahkan tanaman enceng gondok pada kolam ikan gurame. Tidak perlu terlalu banyak hanya beberapa saja sudah cukup agar sinar matahari terhalangi.

c. Pencegahan Penyakit 

Supaya ikan gurame senantiasa sehat, maka Anda bisa secara rutin menambahkan sanitizer ke dalam kolam. Tujuannya agar kuman dan bakteri tidak tumbuh. Selain itu, selalu buang sisa makanan agar tidak menumpuk dan menjadi sumber penyakit.

9. Panen Ikan Gurame 

Tahap terakhir budidaya ikan gurame adalah panen. Ikan gurame umumnya bisa Anda panen saat sudah berusia 5 bulan. Dalam usia ini, bobot ikan gurame sudah mencapai 7 ons, sesuai dengan gurame konsumsi yang ada di pasaran. Setelah panen selesai, Anda bisa menjual ikan gurame untuk kebutuhan konsumsi ataupun budidaya lagi.

Itulah rangkaian cara budidaya ikan gurame yang bisa Anda ikuti. Pada dasarnya, budidaya ini cukup mudah untuk Anda lakukan namun memang membutuhkan kesabaran dan ketekunan. Setelah panen tiba, maka keuntungan akan segera menghampiri karena tingginya permintaan akan ikan gurame. Jadi, apakah Anda juga tertarik untuk mencoba budidaya gurame?

Check Also

How do you start your own small-scale business (2)

How do you start your own small-scale business?

Hasilbumi.net – Name and logo creation are easy tasks. But what about the other crucial, yet …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *