Breaking News

Intip Budidaya Jamur Kuping yang Menguntungkan

Wilayah Indonesia yang lembab rupanya sangat cocok untuk budidaya jamur. Jamur memiliki ciri karakteristik yang khas karena bertumbuh kembang di lingkungan yang lembab. Budidaya jamur kuping dapat dilakukan dengan bahan-bahan yang mudah dan murah. Budidaya jamur bisa menggunakan komponen limbah seperti serbuk kayu yang terbuat dari bekas gergaji. Ada beberapa jenis jamur yang banyak dibudidayakan di Indonesia, antara lain jamur tiram, jamur merang, jamur shitake, dan jamur kuping. Saat ini jenis jamur yang memiliki banyak peminat yaitu jenis jamur kuping. Permintaan jamur kuping di pasar domestik dan internasional semakin lama semakin meningkat. Oleh karena itu, harga jamur kuping saat ini lebih tinggi dari pada jenis jamur yang lain.

Budidaya jamur kuping
99.co

Sejak dulu, jamur merupakan makanan yang sangat populer. Jamur mengandung protein tinggi yang dua kali lebih tinggi dari pada asparagus dan kentang serta mencapai empat kali lebih tinggi dari pada wortel dan tomat. Jamur merupakan organisme yang tidak bisa melakukan fotosintesis karena tidak memiliki klorofil. Di habitat aslinya, jamur kuping biasanya hidup pada batang-batang kayu yang sudah mengalami pelapukan. Jamur kuping memiliki ciri-ciri yaitu berdaging lunak, elastis, tembus cahaya, tidak memiliki bau. Jamur kuping juga memiliki warna yang berbeda-beda sesuai dengan jenis jamur, yaitu putih, kemerah-merahan, kecoklatan, sampai hitam.

Penanaman jamur kuping secara umum banyak berada di daerah beriklim dingin sampai panas. Pada daerah yang memiliki 4 musim, jamur kuping bisa tumbuh di berbagai musim. Rentang suhu yang baik untuk pertumbuhan dan budidaya jamur kuping yaitu antara 12-35 derajat celcius namun suhu yang optimum yaitu 20 hingga 30 derajat celcius. Kelembaban ideal yang berkisar antara 80 hingga 90 derajat celcius. Penanaman bibit jamur kuping biasanya sudah berbentuk serat atau miselia yang tumbuh ke atas. Di dalam tanaman, miselia ini akan tumbuh dan berkembang ke segala arah. Apabila kondisi lingkungan cukup mendukung maka akan tumbuh kuncup atau bakal tubuh buah.

Jenis-Jenis Jamur Kuping

  1. Auricularia auricularia Judae atau jamur kuping merah, merupakan jamur yang memiliki tubuh buah berwarna kemerahan dan memiliki ukuran yang lebih besar dari pada jamur kuping hitam.
  2. Auricularia polytricha atau jamur hitam, merupakan jamur yang memiliki tubuh buah berwarna hitam atau keunguan dengan lebar 6 hingga 10 cm.
  3. Tremella fuciformis atau jamur kuping agar, merupakan jamur yang memiliki tubuh buah berwarna putih dengan ukuran lebih kecil dan lebih tipis dari pada jamur lain.

Kayu merupakan salah satu bahan utama untuk budidaya jamur kuping. Jenis kayu yang biasa dipergunakan untuk media tanam jamur kuping yaitu kayu yang memiliki bentuk batang kayu, serpihan kayu, dan serbuk kayu.

Cara Perkembangbiakan Bibit Jamur Kuping

budidaya jamur kuping
kompas.regional.com

1. Pengembangbiakan murni dari subbiakan

Cara ini merupakan cara pemindahan sebagian agar-agar yang sudah memiliki miselium jamur ke dalam media lain.

2. Pengembangbiakan secara murni dengan spora

Cara ini dengan melakukan dengan mengambil satu spora atau lebih. Pengambilan spora tudung jamur yang telah dewasa kemudian dipotong bagian tangkainya dan letakan ke media lain dalam keadaan menghadap ke atas dengan keadaan spora menghadap ke bawah. Dengan cara ini, spora jamur bisa tumbuh merata ke seluruh media, namun hindari agar spora tidak bertumpuk.

3. Pengembangan bahan murni dari jaringan buah

Cara ini merupakan cara dengan mengisolasi bagian tubuh buah jamur kuping ke dalam media agar-agar dalam cawan secara aseptik.

Budidaya Jamur Kuping

Budidaya Jamur Kuping
binusasmg.sch.id

A. Bahan media tanam Jamur Kuping

  1. Bibit jamur
  2. Bahan media tanam yang terbuat dari serbuk gergaji, bekatul, dan kapur
  3. Pembantu masker
  4. Streamer
  5. Semprotan
  6. Alkohol
  7. Kantong plastik dan pinset

B. Penanganan jamur kuping

  • Siapkan serbuk kayu yang sudah lapuk dengan kadar air 62 persen.
  • Lalu campur merata dengan bekatul sebanyak 1 persen.
  • Masukan campuran ke dalam tempat polybag lalu padatkan hingga mencapai ketinggian polybag sekitar 18 hingga 20 cm.
  • Buatlah lubang di bagian tengah polybag yang sudah terisi dengan lebar 1,5cm dan kedalaman 10 cm.
  • Pasang cincin ke dalam polybag yang sudah terisi dan sumbat kapas lalu tutuplah dengan plastik. Sterilisasi 95 persen selama 5 jam dan lakukan inokulasi dengan bibit F3.
  • Polybag yang telah diinokulasi kemudian masuk ke dalam proses inokulasi untuk mempersiapkan pertumbuhan miselium. Kondisi lingkungan saat pertumbuhan miselium juga harus sesuai 20 hingga 27 derajat celcius dengan RH 70 hingga 80 derajat celcius.
  • Ketika miselium telah tumbuh merata, lakukan penyobekan yaitu pada bagian belakang polybag.
  • Ketika badan miselium telah tumuh, lakukan penyobekan pada bagian belakang polybag.
  • Pada saat penumbuhan tubuh buah, tetap harus mempertahankan RH sekitar 80 hingga 96 persen dengan suhu sekitar 20 hingga 27 derajat celcius.

C. Proses Panen

Budidaya Jamur kuping
unsurtani.com

1) Pemetikan dan Penyortiran

  • Panen jamur kuping hanya terjadi jika tubuh buah jamur telah tumbuh secara maksimal. Hal ini ditandai dengan tubuh buah yang tidak rata dan sudah berumur sekitar 3 hingga 4 minggu setelah calon jamur muncul.
  • Lakukan pemanenan jamur kuping dengan hati-hati. Cara yang paling baik untuk memanen jamur kuping yaitu dengan mencabut tubuh buah jamur sampai keakarnya dengan tangan.
  • Pemanenan jamur kuping bisa dilakukan sampai 4 hingga 5 kali.
  • Setelah melakukan pemanenan, bersihkan jamur kuping dengan cara memotong bagian pangkal yang mengandung media tanam. Lebar tubuh buah jamur kuping bisa mencapai 10 hingga 25 cm.
  • Pemasaran jamur kuping saat ini telah mencapai pasar international. Namun, tidak semua jamur kuping bisa dipasarkan di luar negeri. Beberapa persyaratan jamur kuping yang bisa diekspor yaitu tidak terlalu keriting, lunak, dan tidak terlalu lebar dan tebal. Untuk membuat jamur kuping kering, perlu jamur kuping yang berwarna coklat kehitaman, keras dan lebar, dan bentuknya tidak terlalu kecil dan tidak mudah pecah.

Baca Juga : Budidaya Tanaman Peperomia Watermelon Dijamin Sukses 

2) Proses penyimpanan

  • Untuk jamur kuping untuk konsumsi sehari-hari, membutuhkan jamur kuping yang segar sehingga bisa langsung dikonsumsi dan bisa juga  langsung memasarkan jamur kuping.
  • Sebelum masuk ke dalam proses pemasaran, jamur kuping harus melewati tahap pembersihan terlebih dahulu dari kotoran atau serbuk gergaji.
  • Pengemasan jamur kuping dapat menggunakan kantong atau kotak plastik berlubang dan bisa juga menggunakan styrofoam.
  • Hindari penggunaan wadah jamur kuping yang terlalu dalam karena bisa mengakibatkan kerusakan jamur kuping.
  • Penggunaan jangka panjang, sebaiknya simpan jamur kuping dalam keadaan kering. Proses pengeringan jamur kuping bisa menggunakan sinar matahari atau dengan dengan pemanas oven. Lama pengeringan sekitar 3 hari.
  • Setelah tahap pengeringan, jamur kuping haris cukup keras dan tidak mudah patah.
  • Penyimpanan jamur kuping kering dalam jangka waktu yang lama dengan menyimpan jamur ke dalam plastik dan perapatan agar tidak ada air yang masuk ke dalam kemasan. Setelah melalui pengemasan dengan menggunakan plastik kemudian jamur juga dikemas dengan menggunakan kardus yang rapat.
  • Sebagai keperluan konsumsi, terlebih dahulu harus merendam jamur di dalam air terlebih dahulu agar benutk jamur kuping bisa kembali mengembang seperti bentuk semula.
  • Untuk pengiriman ke luar kota atau luar negeri, hindari pengangkutan jamur kuping dengan cara bertumpuk agar tidak rusak.

 

 

Check Also

Esmambo jagung

Resep Es Jagung Ala Rumahan, Enak dan Pasti Ketagihan

Hasilbumi.net – Resep Es Jagung Ala Rumahan, Enak dan Pasti Ketagihan. Formula Es Jagung Versi …

Leave a Reply

Your email address will not be published.