Breaking News

Langkah Budidaya Katak Lembu 100% Super Mudah!

Budidaya katak lembu bisa menjadi salah satu pilihan ternak yang menjanjikan. Apalagi banyak yang mencari jenis katak ini untuk berbagai kebutuhan. Bahkan, katak lembu bisa menjadi salah satu komoditi ekspor yang menggiurkan. Banyak pelaku budidaya katak ini yang utamanya berada di kawasan Jawa Timur. Nah, bagi Anda yang tinggal di daerah lain, bisa mencoba peruntungan untuk memulai budidaya ini. Bagaimana caranya? Yuk, simak informasinya berikut ini!

Mengenal Katak Lembu (Bullfrog) 

budidaya katak lembu
(sumber gambar: kursrupiah.net)

Sebelum membahas lebih lanjut mengenai budidaya katak lembu, agaknya Anda harus mengenal dahulu tentang hewan yang satu ini. Pada dasarnya, katak lembu atau bullfrog adalah jenis katak yang berasal dari Amerika Utara tepatnya pada bagian timur. Habitat asli dari bullfrog adalah daerah perairan seperti danau, kolam, dan juga rawa-rawa. Tidak hanya daerah alami, katak lembu juga bisa hidup di daerah air basah. Misalnya saja kolam, kanal-kanal, parit, serta gorong-gorong.

Katakk lembu juga populer dengan sebutan katak banteng. Nama lembu atau banteng menjadi representasi dari ukurannya yang cukup besar untuk ukuran katak. Ada pendapat lain yang menyebutkan nama katak banteng berasal dari suara katak jantan yang terdengar seperti lengkingan banteng ketika masa kawin tiba.

Meski berasal dari Amerika Utara, saat ini katak banteng sudah tersebar luas di berbagai belahan dunia. Mulai dari Amerika Selatan, Eropa Barat, Amerika Serikat Barat, Cina, Jepang, serta Asia Tenggara termasuk Indonesia.  Di habitat aslinya, jenis katak ini memiliki nafsu makan yang sangat besar dan cenderung rakus. Katak lembu juga bisa menghasilkan telur dalam jumlah yang besar.

Banyak orang yang mencari jenis katak banteng atau bullfrog ini untuk berbagai kebutuhan. Mulai dari untuk diambil khasiatnya bagi kesehatan tubuh, maupun untuk bahan percobaan pembedahan di laboratorium. Bahkan ada juga orang yang memelihara jenis katak ini. Anda bisa menemukan katak lembu dengan mudah dengan harga bibit yang bervariasi.

Baca Juga: Cara Membuat Bibit Jahe Gajah Berkualitas untuk Budidaya Jahe

Langkah Budidaya Katak Lembu

budidaya katak lembu
(sumber gambar: antarafoto.com)

Jika Anda ingin terjun ke dunia ternak hewan, namun bingung menentukan jenis hewan apa, maka bullfrog bisa menjadi pilihan. Peluang budidaya katak ini terbilang masih sangat besar dan potensial. Apalagi  selama ini masih ada kesenjangan antara produksi benih dan juga usaha untuk membesarkan katak lembu.

Akibat adanya kesenjangan ini membuat harga benih katak lembu bisa melambung cukup tinggi diatas harga normal. Tentu kenaikan harga ini bisa merugikan pihak-pihak tertentu yang membutuhkan katak lembu untuk kebutuhan budidaya karena biaya produksi tentu akan meningkat. Untuk itulah perlu adanya tindakan budidaya yang intensif. Tujuannya agar ketersediaan bibit katak lembu bisa terjaga.

Nah, jika Anda tertarik untuk melakukan budidaya katak lembu, tidak perlu khawatir akan caranya yang sulit. Karena ternyata budidaya kayak ini bisa Anda lakukan dengan mudah lho. Inilah tahapan budidaya yang bisa Anda lakukan:

1. Pemilihan Induk untuk Pemijahan

Sebelum masuk pada tahap pemijahan, yang harus Anda lakukan adalah menyiapkan indukan katak lembu yang sehat, berkualitas, dan tidak cacat. Indukan terbaik biasanya memiliki berat antara 300 sampai 500 gram per ekornya. Untuk umur indukan jantan yang baik adalah sektiar 12 bulan. Sedangkan untuk indukan betina, usia yang baik adalah ketika memasuki usia 18 bulan.

2. Tahap Pemijahan

Tahap selanjutnya adalah pemijahan. Setelah mendapatkan indukan-indukan yang berkualitas, maka pemijahan bisa langsung Anda lakukan. Dalam tahap ini, ada 2 (dua) cara yang bisa Anda pilih. Mulai dari cara tradisional dan juga pemijahan dengan cara yang intensif. Berikut ulasan masing-masing tekniknya:

a. Pemijahan Intensif

Bagi para pembudidaya bullfrog yang sudah terampil dan berpengalaman, cenderung akan menggunakan cara ini. Pasalnya, memang tahap pemijahan ini akan jauh lebih intensif dengan jumlah indukan yang lebih sedikit. Untuk melakukan pemijahan ini, Anda harus menyiapkan sebuah kolam persegi.

Ukuran kolam yang baik adalah 1,5 m x 2 m dan memiliki tinggi 80 cm. Dasar kolam harus Anda buat sedikit miring, agar nantinya air yang masuk lewat paralon atau pipa, bisa langsung terbuang. Setelah kolam siap, maka Anda bisa mengisinya dengan air dari sumur atau air lainnya. Caranya dengan menggunakan sambungan pipa-pipa paralon ukuran 1 dim yang sudah Anda lubangi sebelumnya.

Jika kolam sudah siap dan air sudah Anda isi, maka selanjutnya adalah memasukkan indukan katak lembu. Setiap kolam bisa Anda isi indukan katak lembu dengan perbandingan 1 jantan : 1 betina atau bisa juga menggunakan perbandingan 2 jantan : 1 betina. Namun berdasarkan pengalaman para pembudidaya, untuk hasil terbaik maka perbandingan 2 jantan : 1 betina adalah yang terbaik.

b. Pemijahan Tradisional

Cara kedua yang bisa Anda lakukan untuk pemijahan adalah dengan cara tradisional. Untuk cara ini akan lebih sesuai untuk Anda yang masih pemula untuk budidaya katak lembu. Alasannya karena Anda bisa memproduksi benih katak lembu dengan jumlah yang lebih banyak dalam 1 kolamnya. Anda bisa mengisi lebih dari 1 atau 2 pasang indukan jantan betina di dalam tiap kolamnya.

Sama dengan pemijahan intensif, Anda tetap harus menyiapkan sebuah kolam. Kolam persegi itu harus memiliki ukuran 20 sampai 50 meter persegi dengan tinggi 1 meter. Pada bagian tengah kolam, usahakan untuk membuat sebuah daratan. Caranya bisa Anda berikan gundukan tanah yang Anda tanami dengan beberapa tanaman. Bisa tanaman rumput maupun tales.

Anda juga bisa memberikan peneduh pada bagian pematang tengah kolam ini. Tujuannya agar bisa membentuk lingkungan yang teduh. Atap peneduh bisa Anda buat dari genteng atau karton besar. Nantinya lokasi inilah yang akan berfungsi sebagai tempat perkawinan baru indukan jantan dan betina. Untuk area kolam yang berisi air, bisa Anda tambahkan dengan tanaman enceng gondok.

Jika melakukan pemijahan di musim kemarau, maka Anda harus membuat hujan buatan. Tujuannya agar katak lembu tetap berada pada kondisi yang lembap dan juga basah. Jika terlalu kering, maka katak tidak akan bisa bertahan dan justru mati. Maka dari itu, usahakan juga untuk membuat hujan buatan.

3. Pemeliharaan

Tahap budidaya katak lembu selanjutnya adalah pemeliharaan kecebong dan juga larva. Untuk pemijahan intensif, setelah muncul telur dari indukan betina dan jantan, maka Anda harus memindahkan induk-induk tersebut ke kolam lain. Sementara itu untuk telurnya bisa Anda biarkan di kolam pemijahan untuk masuk ke tahap pemeliharaan sampai nantinya berbentuk kecebong atau larva selama 1 bulan.

Sedangkan untuk pemijahan tradisional, Anda bisa tetap membiarkan indukan jantan maupun betina di idalam kolam. Sementara untuk telurnya harus Anda ambil dan pindahkan ke kolam lain untuk Anda pelihara sampai menjadi larva.

Nantinya, kecebong yang sudah berusia 1 bulan bisa Anda pindahkan ke kolam sampai menjadi percil. Untuk kolam pemeliharaan ukurannya adalah sebesar 10 sampai 20 meter yang sudah isi air setinggi 50 cm. Banyaknya penebaran kecebong yang bisa Anda lakukan adalah sebanyak 1.000 sampai 1.500 ekor per meter persegi.

4. Pemberian Pakan Katak Lembu

Hal lain yang tidak kalah pentingnya dalam budidaya katak lembu adalah pemberian pakan. Untuk katak lembu yang sudah besar, yaitu indukan jantan maupun betina bisa Anda beri pakan berupa pelet ukuran 8 mm. Sementara itu, untuk kecebong maupun percil harus Anda berikan pakan yang lain. Tetap dalam bentuk pelet namun tentu dengan ukuran pelet yang jauh lebih kecil agar bisa mereka makan.

5. Pemasaran Hasil

Tahap terakhir budidaya katak lembu sebenarnya ketika ia sudah menjadi bentuk kecebong. Pasalnya, meski masih berbentuk kecebong namun katak sudah bisa Anda panen dan jual. Umumnya untuk memelihara katak dari telur sampai besar umumnya memakan waktu 4 sampai 6 bulan. Banyak juga permintaan akan kecebong katak lembu untuk berbagai kebutuhan. Keuntungan yang Anda dapatkan juga terbilang menjanjikan apalagi jika Anda menjualnya ketika musim kemarau.

Nah sobat agribisnis, itulah tahapan budidaya katak lembu yang bisa Anda ikuti. Bagaimana, cukup mudah bukan cara budidayanya? Kunci dari keberhasilan budidaya ini adalah ketekunan dan keuletan untuk mau merawat katak dengan apalagi jika Anda melakukan budidayanya pada musim kemarau.

Katak lembu akan membutuhkan perawatan ekstra ketika musim kemarau dan harus Anda pastikan kondisi tetap senantiasa lembap dan basah. Jangan sampai kekeringan karena bisa mati. Selamat mencoba budidaya ini ya sobat agribisnis!

Check Also

8 Tipe Sakit Mata Pada Kucing

8 Tipe Sakit Mata Pada Kucing

Selamat Datang di Web Hasilbumi.net, tempat beraneka ragam berbagai budidaya yang hendak dihidangkan dalam website ini dengan cara rinci serta perinci. Dibawah ini aku hendak mangulas modul mengenai Sakit Mata, selanjutnya uraiannya: Di Indonesia sendiri, aku apalagi sudah memandang beberapa besar kucing serta pengkhususan lokal aku berkeliaran. Banyak orang kekurangan tipe ini ataupun tidak menyukainya [...]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *