Breaking News

Peluang Agribisnis Budidaya Kunyit yang Menjanjikan

Kunyit menjadi salah satu jenis rempah yang sudah pasti ada pada tiap rumah di Indonesia. Selain sebagai bahan masakan, kunyit juga bermanfaat sebagai obat tradisional herbal bagi masyarakat. Dalam bidang kecantikan, kunyit juga sering menjadi tambahan bahan dalam produk kecantikan. Melihat betapa banyak manfaat kunyit, budidaya kunyit juga menjadi peluang agribisnis yang menjanjikan. 

Peluang Agribisnis Kunyit di Indonesia 

budidaya kunyit
(sumber gambar: Grid.id)

Budidaya kunyit akan sangat mudah Anda temukan di Indonesia. Dari pengalaman pelaku budidaya rempah ini, tidak selalu membutuhkan modal ataupun lahan yang besar. Lahan pekarangan rumah dan modal sedikit, sudah cukup membuat Anda memulai usaha pembudidayaan kunyit. Beberapa keunggulan melakukan budidaya rempah ini adalah: 

  1. Masa panen kunyit yang relatif cepat. Dalam 1 tahun, Anda bisa memanen kunyit 2 kali.
  2. Banyak dan tingginya permintaan kunyit, baik sebagai bahan pangan, obat, ataupun bidang kecantikan. Termasuk jenis rempah yang tidak pernah sepi peminat. 
  3. Termasuk jenis tanaman yang mudah untuk Anda rawat  
  4. Bisa menghasilkan hasil panen yang besar. Setiap hektar, Anda bahkan bisa mendapatkan 30 ton kunyit dalam sekali panen. 

Berbagai alasan inilah yang membuat banyak orang tertarik untuk memulai budidaya rempah ini. Tidak hanya itu, di Indonesia juga peluang budidaya ini masih terbuka sangat lebar. Meski begitu, bukan berarti budidaya kunyit bebas hambatan. Hambatan terbesar yang pasti akan pembudidaya kunyit rasakan adalah kesulitan dalam hal pemasarannya. 

Saat ini, pilihan pemasaran kunyit saat ini baru terbatas pada pasar, berjualan dari rumah, atau menawarkannya pada pabrik. Meski memiliki potensi besar sebagai komoditas ekspor, petani Indonesia masih kesulitan untuk meraih target ekspor itu. Hanya beberapa daerah saja yang berhasil melakukannya seperti contohnya Garut, Jawa Barat. 

Baca Juga: Daftar Sayuran yang Bisa Ditanam Sekitar Rumah, Mudah dan Murah 

Cara Budidaya Kunyit untuk Pemula 

budidaya kunyit
(sumber gambar: kompasiana.com)

Jika Anda adalah salah satu orang yang tertarik terjun ke budidaya kunyit, maka artikel ini adalah jawaban yang tepat. Inilah langkah budidaya rempah kunyit yang mudah, termasuk untuk pemula: 

1. Memenuhi Syarat Tumbuh Tanaman Kunyit 

Hal pertama yang harus Anda siapkan sebelum budidaya adalah syarat hidup kunyit. Meski tergolong mudah penanamannya, namun syarat hidup kunyit harus Anda penuhi supaya hasil panen maksimal. Beberapa syarat tumbuh tersebut adalah curah hujan, suhu, jenis tanah, dan ketinggian. Inilah beberapa syarat tersebut: 

  1. Jenis tanah terbaik untuk menanam kunyit adalah jenis tanah ringan yang memiliki kandungan hara yang tinggi, atau tanah lempung berpasir yang sedikit basa. Tanah yang gembur juga lebih sesuai untuk pertumbuhan kunyit 
  2. Ketinggian terbaik untuk menanam kunyit adalah 240-2000 mdpl dan memiliki kisaran suhu mulai 19 sampai 30 derajat celcius 
  3. Waktu budidaya terbaik untuk rempah kunyit adalah pada awal musim hujan. Meski Anda juga bisa menanam kunyit sepanjang tahun. 
  4. Apabila lokasi budidaya memiliki curah hujan kurang dari 1000 mm/tahun, Anda harus membuat sistem pengairan yang baik agar kunyit tidak kering dan kekurangan air. Pasalnya, lokasi terbaik untuk kunyit adalah daerah dengan curah hujan 1000 sampai 4000 mm/tahunnya. 
  5. Lokasi yang bisa mendapatkan cahaya matahari adalah tempat terbaik untuk menanam kunyit. Maka dari itu, usahakan untuk menanam kunyit di daerah yang terbuka tanpa banyak halangan cahaya 

2. Proses Pembibitan Kunyit 

Langkah budidaya kunyit selanjutnya adalah pembibitan. Setelah mendapatkan bibit kunyit terbaik, Anda harus menyemaikannya terlebih dahulu. Setidaknya, proses penyemaian ini akan berlangsung selama 1 sampai 1,5 bulan sampai kunyit benar-benar siap untuk pindah ke lahan tanam yang lebih besar. 

Cara menyemaikan kunyit juga tidak sulit. Awali dengan memilih rimpang kunyit yang berasal dari tanaman induk yang sehat dan induknya sudah berusia 7 sampai 12 bulan. Setelah itu, potong rimpang kunyit dengan ukuran yang seragam. Bekas potongan dari rimpang tersebut, harus Anda rendam dengan abu sekam atau menggunakan larutan fungisida. Pastikan setiap rimpang memiliki berat sekitar 20-30 gram, panjang sekitar 3-7 cm, dan banyak mata tunas 3 buah. 

Setelah rimpang siap untuk proses semai, rangsang pertumbuhan rimpang dengan mengangin-anginkannya pada tempat yang teduh. Lama pertumbuhan ini setidaknya adalah selama 1-1,5 bulan. Jika rimpang kunyit sudah memiliki tunas setinggi 2-3 cm, maka rimpang kunyit sudah siap untuk Anda pindahkan ke lahan tanam. 

3. Mempersiapkan Lahan Tanam 

Budidaya kunyit selanjutnya adalah persiapan lahan untuk menanam kunyit. Untuk lokasi kunyit, Anda bisa memanfaatkan lahan terbuka seperti kebun, tegalan, atau bahkan pekarangan rumah. Untuk persiapan lahan ini sebaiknya Anda lakukan 1 bulan sebelum menanam kunyit. 

Bersihkan lahan tanam dari rumput atau tanaman liar yang bisa menjadi pengganggu kunyit. Cangkul tanah supaya kondisinya lebih gembur. Setidaknya, kedalaman cangkulan tanah harus 20-30 cm. Setelah itu, biarkan dahulu selama 1-2 minggu tanah yang sudah Anda cangkul untuk selanjutnya membuat bedengan. 

Buat bedengan dengan ukuran lebar 60-100 cm, tinggi 25-45 cm, dan berjarak 30-50 cm antar bedengannya. Tambahkan juga pupuk kandang sebanyak 2,5-3 kg pada lahan tanam dan biarkan selama 1 minggu terlebih dahulu. Dengan cara ini, nutrisi dan unsur hara untuk pertumbuhan kunyit bisa menjadi semakin banyak. 

4. Menanam Kunyit 

Budidaya kunyit selanjutnya adalah penanaman. Pindahkan bibit yang sudah Anda semai ke lahan tanam. Buat lubang tanam dengan ukuran 30×30 cm, kedalaman 60 cm, dan jarak antar lubang tanam 60×60 cm. Setelah itu, barulah masukkan bibit dengan posisi mata tunas menghadap ke bagian atas. 

Anda bisa menanam kunyit saat awal musim hujan dan memanennya saat musim kemarau (7-8 bulan), atau menanam kunyit di awal musim hujan dan memanennya 2 kali saat musim kemarau (12-18 bulan). Keduanya bisa menjadi pola penanaman untuk kunyit. 

5. Proses Perawatan Kunyit 

Kunci dari budidaya rempah kunyit yang berhasil adalah pada perawatannya. Tindakan perawatan ini harus Anda lakukan sampai masa panen tiba. Rangkaian perawatan kunyit meliputi proses penyulaman dan penjarangan, penyiraman, pembumbunan, penyiangan, hingga pemupukan. 

Tahap pertama adalah penyulaman dan penjarangan. Proses ini Anda lakukan ketika usia kunyit sudah memasuki 7-10 hari masa tanam. Caranya, cukup gunakan gunting untuk memotong bagian yang pertumbuhannya tidak sehat. Potong tepat di atas permukaan tanah dan hindari mencabutnya secara langsung karena bisa melukai bagian tanaman lainnya. 

Setelah itu adalah tahap penyiraman. Kunyit tidak akan tumbuh apabila terlalu banyak air, karena bisa menyebabkan akarnya busuk. Maka dari itu, buatlah sistem pengairan yang baik supaya air tidak menggenang namun tetap cukup sebagai persediaan apabila musim kemarau tiba. Kemudian adalah tahap pembumbunan. Caranya adalah dengan merapikan area sekitar tanaman kunyit supaya lebih optimal pertumbuhannya. Anda bisa melakukan tahap ini secara rutin tiap 3 sampai 4 bulan sekali. 

Tanaman kunyit juga butuh proses penyiangan. Caranya bisa Anda lakukan dengan menghilangkan gulma atau tanaman liar lain yang bisa mengganggu penyerapan nutrisi kunyit. Lakukan tahap ini saat usia kunyit mencapai ½ bulan. Anda juga bisa melakukan tahap penyiangan bersama dengan pemupukan supaya lebih efisien. 

Kunyit tidak hanya membutuhkan pemupukan dasar dari pupuk kandang. Pupuk susulan juga perlu Anda tambahkan supaya kunyit semakin sehat dan subur. Berikan pupuk susulan ketika usia kunyit mencapai 2-4 bulan. Jenis pupuknya adalah pupuk kandang dan urea dengan takaran 20 gram per tanaman kunyitnya. Bisa juga menggunakan pupuk ZK dengan takaran 10 gram per tanaman kunyit, atau pupuk TSP dengan takaran yang sama. 

Jika menggunakan pupuk K2O, maka takarannya adalah 112 kilogram per hektar lahan tanam. Untuk pupuk bisa Anda sebar di area tanaman kunyit atau membuatnya seperti alur di sela tanaman. 

6. Tahap Panen Kunyit 

Budidaya kunyit yang terakhir adalah panen. Tanda kunyit yang siap untuk Anda panen adalah bagian daun dan batangnya yang sudah berubah warna. Kemudian usia tanam sudah mencapai 8-18 bulan. Anda bisa membuang batang dan daun kemudian cangkul bagian rimpang kunyit. Setelah itu, kumpulkan dalam 1 wadah besar dan kunyit siap untuk Anda jual. 

Itulah potensi dan cara budidaya kunyit yang mudah untuk pemula. Sebagai salah satu rempah tradisional, permintaan kunyit akan selalu tinggi. Tidak heran jika ini bisa menjadi peluang agribisnis yang menjanjikan untuk Anda. Apalagi cara budidaya rempah ini juga tergolong mudah dan bisa Anda lakukan di berbagai macam lahan. Jadi, apakah Anda tertarik untuk memulai usaha budidaya rempah kunyit? 

Check Also

ciri-ciri ikan nila

Inilah Berbagai Sifat dan Ciri-ciri Ikan Nila yang Harus Anda Tahu!

Salah satu jenis ikan air tawar yang sangat populer di Indonesia, khususnya untuk kebutuhan konsumsi …

Leave a Reply

Your email address will not be published.