Breaking News

Panduan Budidaya Lumut yang Mudah dan Lengkap

Budidaya lumut merupakan salah satu bisnis yang sangat menjanjikan. Indonesia memiliki wilayah hutan hujan tropis yang cukup luas. Hal ini yang memengaruhi tingkat keanekaragaman spesies. Terdapat berbagai macam tumbuhan yang memiliki jenis dan ukuran yang sangat bervariasi. Tingkat variasi tersebut berdasarkan ukuran morfologi dan anatomi. Salah satu tumbuhan yang memiliki ukuran kecil dan tidak memiliki jaringan pengangkut yaitu tumbuhan dari golongan lumut.

Lumut merupakan tumbuhan yang berasal dari golongan tumbuhan tingkat rendah yang belum memiliki jaringan vaskuler (pembuluh) seperti tumbuhan tingkat tinggi. Tidak hanya itu, lumut masuk ke dalam golongan tumbuhan terbesar yang berada persis di bawah tumbuhan tingkat tinggi. Tercatat sudah ada sekitar 18.000 jenis lumut yang tersebar di permukaan  bumi. Sedangkan di Indonesia terdapat kurang lebih 1500 jenis lumut yang tersebar di berbagai wilayah.

Lumut adalah salah satu tumbuhan yang berperan penting dalam ekosistem lingkungan hutan. Secara langsung lumut dapat  mengatur dan menjaga komposisi air dan organisme yang ada di area tersebut. Organisme yang ada dalam area tersebut pastinya akan membutuhkan kebutuhan air yang cocok untuk bisa mendukung proses pertumbuhannya. Lumut memiliki habitat yang berada di daerah kering atau dataran tinggi seperti di hutan hujan tropis, perbukitan, ataupun pegunungan. Pertumbuhan lumut sebenarnya sangat terpengaruh oleh kelembaban dan kondisi lingkungan.

Budidaya Lumut
kompas.com

Kehidupan lumut sangat bergantung pada faktor lingkungan yang optimal khususnya kelembaban, intensitas cahaya, ketinggian tempat, dan suhu. Tingkat kelembaban yang cocok untuk pertumbuhan dan budidaya lumut yaitu  berkisar antara 70 hingga 90 persen dan sebagian besar berada dan tumbuh di pegunungan. Sementara itu untuk tingkat ketinggian dan elevasi biasanya berkisar antara 40o hingga 1200 Mdpl. Ketinggian wilayah juga akan berpengaruh pada tingkat keanekaragaman lumut. Lumut banyak kita temui di wilayah-wilayah yang lembab dan berair, meskipun begitu lumut juga memerlukan kebutuhan sinar matahari yang cukup untuk pertumbuhannya. Lumut juga bisa digunakan untuk umpan pancing yang efektif.

Jenis Lumut untuk Umpan Pancing Yaitu :

1. Lumut Jaring

Merupakan lumut yang memiliki bentuk pendek dan kasar, memiliki bentuk lumut yang mirip seperti jaring yang saling bertautan. Lumut ini biasanya memiliki warna hijau atau kekuningan dan banyak terdapat di wilayah sawah dan kolam.

2. Lumut Kopyok

Merupakan lumut yang memiliki bentuk seperti rambut, memiliki tekstur halus ataupun kasar licin, memiliki warna hijau dan banyak tumbuh di wilayah kolam ataupun sawah.

Budidaya Lumut yang Mudah dan Lengkap

Budidaya lumut secara umum terbagi menjadi dua metode, yaitu :

Metode Budidaya Lumut

Budidaya lumut dengan tahapan yang benar akan menghasilkan proses dan produk lumut yang berkualitas sehingga bisa kita manfaatkan dengan baik. Saat ini lumut bahkan bisa laku terjual mencapai 10 hingga 15 ribu rupiah.

1. Budidaya Lumut Secara Terbuka

Merupakan budidaya lumut yang berada di tempat yang terbuka, misalnya pada perairan air tawar, danau, kolam, ataupun kanal.

2. Budidaya Lumut Secara Tertutup

Merupakan budidaya lumut yang berada di tempat tertutup. Cara budidaya secara tertutup ini lebih fleksibel dan luas pengaplikasiannya dari pada cara yang pertama. Proses budidaya mirip dengan cara pertama hanya saja tempatnya memiliki penutup, kanal yang menggunakan plastik dan bisa kita gunakan untuk mengatur nutrisi. Adapula cara lain untuk budidaya lumut ini yaitu dengan cara photobioreactor. Photobioreactor memiliki cara budidaya yang lebih efisien karena dengan cara yang cukup unik yaitu memanfaatkan tangki reaktor yang sudah memiliki tambahan energi buatan untuk tempat budidaya lumut.

Tahapan Budidaya Lumut

1. Tahap Persiapan Media Budidaya

budidaya lumut
antarafoto.com

Sebenarnya tahap media dan budidaya lumut sangat mudah asalkan kita memiliki media yang memenuhi kriteria yaitu :

  • Kolam sebagai media tempat berkembang biaknya tumbuhan lumut.
  • Adanya mata air yang terdapat di kolam tersebut yang berguna sebagai tempat sikulasi air yang ada secara alami.
  • Adanya lumpur yang ada pada dasar kolam.

Proses persiapan budidaya lumut sebenarnya tidak memerlukan banyak media ataupun bahan. Budidaya lumut ini terbilang sangat sederhana. Untuk kalian yang menginginkan budidaya lumut bisa kita budidayakan di rumah. Alat dan bahan yang kita perlukan juga cukup sederhana meliputi tempat tanam maupun kalian juga bisa memanfaatkan pot dan moss. Selain itu, siapkan pula pasir vulkanik dan campuran tanah, humus, dan pupuk. Untuk menghasilkan lumut dengan kualitas yang baik, sediakan pula pasir halus yang sudah terayak. Tidak hanya itu, sediakan pula kuas yang berukuran sedang dan lumut sebagai media utamanya. Bisa menggunakan lumut seperti lumut sawah.

2. Tahap Menanam Lumut

Budidaya lumut
lintasgayo.com

Pertama, sediakan pot yang sudah memiliki Moss di bagian bawah. Pada bagian atas Moss, lalu taburi dengan lapisan pasir vulkanik secara merata dan memastikan semua bagian pot bisa terjangkau. Kemudian pada bagian atas pasir vulkanis bisa kita lapisi dengan campuran tanah halus menggunakan alat ayakan pasir.

Proses penyiraman media menggunakan sprayer untuk melekatkan lumut. Tanam lumut yang sudah tersedia pada bagian kontur yang telah kita buat sebelumnya setelah memberikan media tanah. Tambahkan pasir vulkanik yang ada di bagian lumut, tambahkan kuas untuk meratakan pasir yang telah kita tabur agar bisa rata hingga ke sambungan antar potongan lumut. Selanjutnya, lakukan penyemprotan dengan menggunakan sprayer  di bagian lumut yang baru saja kita tanam. Lalu bersihkan tanaman pot dan tempatkan pada tempat yang cukup lembab dan baik.

3. Proses Pemeliharaan Lumut

Pemeliharaan lumut tergolong sangat mudah dari pada pemeliharaan tanaman yang lainnya. Cara pemeliharaan lumut bisa dengan membersihkan lumut dan kotoran lumpur yang ada pada lumut lalu peraslah lumut hingga semua kotoran keluar dan menjadi kering. Kemudian urai tumbuhan lumut sehingga menjadi bagian-bagian kecil lalu bungkuslah dengan menggunakan koran atau kertas agar lumut tetap lembab dan berkurang tingkat kandungan air di dalamnya. Setelah itu lakukan pencucian lumut secara berkala.

4. Proses Pemanenan Lumut

Budidaya Lumut
Surabaya.tribunnews.com

Lumut yang sudah berusia sekitar 2 minggu dari waktu penebaran awal, sudah bisa di panen. Lumut yang sudah panen maka siap untuk kita jual. Banyak pemancing ikan nila yang memburu lumut untuk menjadi pakan pancing. Penghasilan dari budidaya lumut bisa mencapai 100 hingga 500 ribu perhari tergantung dengan kualitas dan banyaknya lumut yang ada.

Baca Juga : Cara Budidaya Tanaman Red Sumatera, Makin Untung Saat Pandemi

Manfaat Budidaya Lumut

Lumut merupakan salah satu tumbuhan yang banyak hidup di air tawar. Selain itu, lumut juga bisa kita manfaatkan sebagai pakan pancing dan lumut juga bisa kita manfaatkan sebagai bahan pangan. Lumut memiliki banyak manfaat lain sehingga seringkali juga menjadi salah satu tanaman yang banyak dibudayakan. Proses budidaya yang yang mudah dan sederhana membuat lumut menjadi potensi yang besar untuk meningkatkan sektor ekonomi dengan cara membudidayakannya. Pelaku budidaya lumut saat ini semakin meningkatkan pengetahuan tentang tata cara budidaya lumut yang baik dan benar seiring peningkatan permintaan lumut. Bahkan budidaya lumut saat ini telah menjadi sumber utama pendapatan dari beberapa keluarga.

 

 

Check Also

ciri-ciri ikan nila

Inilah Berbagai Sifat dan Ciri-ciri Ikan Nila yang Harus Anda Tahu!

Salah satu jenis ikan air tawar yang sangat populer di Indonesia, khususnya untuk kebutuhan konsumsi …

Leave a Reply

Your email address will not be published.