Panduan Teknik Budidaya Okra dalam Polybag Super Mudah!

  • Whatsapp
budidaya okra dalam polybag

Sobat Agribisnis, siapa dari Anda yang belum pernah mendengar tanaman okra? Jenis tanaman ini termasuk dalam jenis sayuran yang bisa Anda olah menjadi berbagai jenis masakan. Selain terkenal akan rasanya yang enak dan unik, ternyata banyak orang yang mencari okra karena nutrisi yang ada di dalamnya terbilang sangat baik untuk kesehatan. Tidak harus selalu membali, ternyata Anda juga bisa menanam sendiri okra di rumah dengan mudah lho. Bahkan memanfaatkan polybag saja. Lalu, bagaimana teknik budidaya okra dalam polybag itu?

Mengenal Tanaman Okra

budidaya okra dalam polybag
(sumber gambar: news.unair.ac.id)

Sebelum membahas lebih jauh bagaimana langkah budidaya okra dalam polybag, agaknya Anda harus mengenal dahulu tanaman yang satu ini. Okra atau yang bisa Anda sebut sebagai Bendi adalah jenis sayuran yang termasuk dalam suku Malvaceae. Asal tanaman ini adalah dari Ehiopia dan bisa Anda temukan dengan mudah di berbagai kawasan tropis lainnya. Seperti Jepang, Philipina, Eropa, Amerika, Sri Lanka, hingga Indonesia.

Okra memiliki tekstur yang unik dan cenderung renyah hampir seperti terong. Anda bisa mengolah okra menjadi berbagai masakan mulai dari campuran salad, sayur kari, balado, ataupun tumis okra. Bentuk dari tanaman ini adalah hampir menyerupai cabai hijau namun lebih besar sedikit dan memiliki keliling yang berlekuk. Jika Anda raba, terasa bulu-bulu yang sangat halus pada bagian permukaannya dan jika Anda potong maka akan tampak biji-bijinya.

Selain enak, ternyata nutrisi yang ada di dalam okra ini juga terbilang sangat besar untuk kesehatan tubuh. Okra termasuk salah satu sayuran yang menyimpan banyak serat dan mengandung banyak nutrisi. Beberapa manfaat dari sayur okra adalah:

  • Bisa mencegah kanker rongga mulut
  • Membantu menjaga kesehatan kulit dan juga mata
  • Mencegah sembelit dan memperlancar pencernaan
  • Membantu proses penurunan berat badan
  • Bisa membantu menurunkan resiko terkena penyakit jantung
  • Meningkatkan sistem kekebalan tubuh
  • Bisa mengurangi resiko cacat pada janin
  • dan lain sebagainya.

Dengan berbagai manfaat ini, tidak heran jika banyak orang yang tertarik untuk mengonsumsi okra.

Baca Juga: Cara Menanam Jagung Bisi 2 Mudah dan Cepat Panen

Teknik Budidaya Okra dalam Polybag

budidaya okra dalam polybag
(sumber gambar: thegorbalsla.com)

Meski okra bisa Anda jumpai di supermarket ataupun pasar, namun harga dari sayuran ini masih tergolong mahal. Untuk satu kilogramnya, Anda harus merogoh uang sebesar 35 ribu sampai 40 ribu. Nah, sebagai solusinya Anda bisa menanam sendiri sayuran ini. Penanaman okra juga tergolong mudah dan bisa menggunakan polybag saja sebagai tempat tanamnya.

Namun sebelum menanamnya, Anda harus tahu bahwa okra akan tumbuh secara optimal di daerah dataran rendah sekitar 0-800 dpl. Lokasi ini adalah ketinggian maksimal untuk pertumbuhan okra. Jika kurang dari 600 mdp, maka okra akan cenderung pendek bentuknya. Sementara jika Anda tanam di lokasi yang ketinggiannya lebih dari 800 mdpl umur okra akan mencapai 4 sampai 6 bulan.

Setelah yakin bahwa lokasi Anda memenuhi syarat hidup okra, barulah Anda bisa menanamnya. Teknik budidaya okra dalam polybag adalah sebagai berikut:

1. Mempersiapkan Media Tanam

Langkah budidaya okra dalam polybag yang pertama adalah mempersiapkan media tanam. Persiapan ini tergolong penting agar pertumbuhan okra bisa optimal nantinya. Anda harus menyiapkan media tanam yang bisa menyangga tanaman atau porous. Selain itu, unsur hara yang ada di media tanam juga harus kaya.

Untuk media tanam terbaik, Anda bisa menggunakan campuran tanah dengan sekam dan pupuk kandang. Perbandingannya adalah 1 untuk tanah, 1 untuk sekam, dan 1 untuk pupuk kandang. Untuk polybag yang harus Anda siapkan adalah polybag ukuran 40 atau bisa menggunakan pot ukuran 40 juga.

2. Menyiapkan Bibit Okra

Setelah media tanam siap, maka Anda juga harus menyiapkan bibit okra untuk budidayanya. Jika ingin instan dan cepat, Anda bisa membeli langsung bibit okra yang siap tanam di toko online ataupun toko pertanian dekat tempat tinggal Anda. Selain itu, Anda juga bisa mengambil bibit okra dari buah okra yang sudah berusia tua dan juga kering.

Anda bisa mengambil polong bokra yang berwawana coklat tua, kering, dan terkadang ada yang retak. Setelah itu keringkan polong okra di bawah sinar matahari kurang lebih selama 3 hari agar kadar airnya berkisar antara 5-8% saja. Setelah 3 hari, buka polong okra dan ambil bijinya. Bersihkan dari kotoran yang mungkin menempel, setelah itu biji okra siap untuk Anda tanam.

3. Proses Penanaman

Budidaya okra dalam polybag selanjutnya adalah menanam okra. Sebelum menanam okra, rendam terlebih dahulu bibit atau benih okra di dalam air selama 4 sampai 6 jam. Ambil bibit yang tenggelam di dasar air saja ketika perendaman, karena artinya bibit tersebut berkualitas dan kemungkinan hidupnya lebih besar.

Setelah 6 jam, maka bibit okra sudah siap untuk Anda tanam. Dalam satu polybag, Anda bisa memberikan 1 sampai 2 bibit okra sekaligus. Jangan terlalu banyak karena nanti pertumbuhannya tidak bisa optimal. Buat lubang tanam sedalam 3 cm kemudian masukkan bibit okra ke dalamnya. Setelah itu tutup kembali menggunakan tanah.

4. Perawatan, Penyiangan, dan Pemupukan Okra

Faktor yang menentukan keberhasilan budidaya okra dalam polybag salah satunya adalah perawatan, penyiangan, dan pemupukan okra. Untuk perawatannya, Anda bisa menyiram okra sebanyak 2 kali dalam sehari pada waktu pagi dan juga sore hari. Jangan sampai tanah okra terlampau kering karena bisa membuatnya menjadi mati.

Selain penyiraman, perhatikan juga kondisi tanaman okra dan lakukan penyiangan. Cabut gulma atau tanaman liar lain yang bisa tumbuh dalam pot ataupun polybag. Gulma dan tanaman liar inilah yang bisa berpotensi mengganggu penyerapan nutrisi okra sehingga tidak bisa tumbuh optimal. Untuk itu Anda harus menjaga agar tidak ada gulma yang merusak tanaman okra.

Meski media tanam yang Anda pakai sudah memiliki campuran kompos, namun akan jauh lebih baik jika Anda menambahkan pemupukan lagi. Tujuannya agar nutrisi bagi okra bisa semakin banyak dan melimpah. Ada 2 (dua) tahap pemupukan susulan yang bisa Anda berikan, yaitu:

  • Pemupukan susulan pertama: Pemupukan ini bisa Anda lakukan saat sudah memasuki 14 hari setelah penanaman berlangsung. Jenis pupuk yang bisa Anda gunakan adalah Urea dan juga KCl.  Untuk takarannya, dosis Urea dan KCl yang bisa Anda gunakan adalah sekitar 10 gram per polybagnya.
  • Pemupukan susulan kedua: Pemupukan yang kedua harus Anda berikan saat okra sudah mencapai usia 3 dan juga 6 minggu sejak penanaman. Jenis pupuk yang bisa Anda berikan adalah Urea dengan dosis 10 gram per polybagnya.

5. Pengendalian Hama dan Juga Penyakit

Sama seperti tanaman lainnya, budidaya okra dalam polybag juga akan berjalan lebih optimal jika Anda melakukan pengendalian hama dan penyakit. Okra juga bisa terserang hama yang berpotensi merusak buah dan menggagalkan panennya. Jenis hama yang umum menyerang okra adalah ulat, hama penggorok buah, belalang, dan juga nematoda.

Sementara itu, untuk penyakit yang bisa menyerang okra adalah embun tepung, buah yang busuk, Fusarium wilt, Cercospora blight, hingga virus kuning. Umumnya berbagai penyakit ini bisa menular ke okra melalui vektor Bemisia tabaci. Untuk mengendalikan hama dan penyakit, pemberian pestisida secara kimia sebaiknya tidak Anda lakukan karena taraf penanamannya hanya di polybag. Sebagai gantinya, Anda bisa mengendalikan hama dan penyakit ini dengan cara mekanik dan juga sanitasi lingkungan.

6. Panen dan Pasca Panen Budidaya Okra

Okra termasuk jenis tanaman yang bisa Anda panen cukup sering. Untuk waktu panen, bisa Anda lakukan ketika usia okra adalah 60-70 hari setelah masa tanam, atau 10 hari setelah okra berbunga. Anda bisa memanen okra setiap 2 sampai 3 hari sekali. Umumnya panen ini bisa berlangsung selama 2-3 bulan, tergantung dari cara pemeliharaan dan nutrisi bagi okra.

Jenis varietas okra yang Anda tanam juga bisa mempengaruhi lama masa panen. Ada beberapa varietas okra yang mencapai 4 bulan masa panennya. Ciri buah okra yang siap untuk panen adalah sudah berukuran 5 sampai 10 cm dan masih berusia muda. Jangan sampai memanen okra saat sudah tua karena bisa mengurangi kelezatannya dan tekstur okra juga bisa menjadi lebih keras. Jadi pastikan bahwa okra masih berusia muda ketika Anda memanennya ya.

Itulah informasi tentang budidaya okra dalam polybag yang mudah untuk Anda praktekkan. Dengan mengetahui informasi ini, Anda bisa memanen dan mengonsumsi sendiri sayur okra tanpa harus membelinya. Jadi lebih hemat bukan? Selamat mencoba cara budidaya ini ya Sobat Agribisnis!

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *