Budidaya Sawo Jumbo Anti Gagal dan Sukses Panen

  • Whatsapp
tanaman sawo jumbo
blog.tokotanaman.com

Budidaya sawo jumbo saat ini muncul sebagai salah satu jenis budidaya yang potensial. Sawo merupakan buah yang berasal dari Amerika Tengah dan Hindia Bagian Barat. Memiliki nama lain sebagai buah neesbery atau sapodila yang termasuk ke dalam famili Sapotaceae. Saat ini marak muncul varian buah sawo jumbo. Buah ini memiliki bagian pohon yang memiliki nutrisi cukup tinggi. Kayu sawo juga cukup baik sebagai bahan baku perabotan dan getahnya juga bisa kita manfaatkan sebagai bahan permen karet. Pohon sawo jumbo banyak terdapat di wilayah yang memiliki iklim basa sampai kering. Kondisi curah hujan yang sangat mendukung untuk pertumbuhan pohon sawo jumbo yaitu 12 bulan musim hujan ataupun 10 musim hujan dengan 2 bulan musim kering.

Budidaya sawo jumbo

Bisa juga pada lahan yang mengalami 9 bulan musim hujan dnegan waktu 3 bulan musim kering ataupun 7 bulan musim hujan dengan 5 bulan musim kering. Tanaman sawo jumbo rata-rata membutuhkan curah hujan yang memiliki intensitas 2.000 hingga 3.000 mm/tahun. Rata-rata curah hujan yang ideal untuk pertumbuhan tanaman sawo yaitu 1250 hingga 2500 mm per tahun. Semua jenis tanah rata-rata cocok untuk tanaman sawo jumbo. Namun ada salah satu jenis tanah yang sangat cocok untuk tanaman sawo yaitu tanah lempung berpasir yang subur, gembur, memiliki banyak bahan organik, dan memiliki drainase yang baik.

Kondisi pH tanah yang paling banyak untuk budidaya tanaman sawo jumbo yaitu antara 6 hingga 7. Selain itu, kedalaman air tanah yang cocok untuk budidaya tanaman sawo jumbo yaitu antara 50 cm hingga 200 cm. Tanaman sawo jumbo merupakan tanaman yang memiliki tingkat toleransi terhadap kadar garam atau salinitas tanah.

Teknik Budidaya Sawo Jumbo

Persiapan Bibit

Bibit sawo jumbo diperoleh dengan reproduksi generatif menggunakan biji ataupun vegetatid dengan menggunakan cara okulasi dan sambung. Perbanyakan dengan menggunakan cara generatif dapat mendapat bibit dengan jumlah yang cukup banyak.

Persiapan Lahan Tanam

Siapkan lahan dengan jarak tanam antara 9 m x 9 m dengan kira-kira jumlah tanaman per hektar adalah 120 tanaman. Buatlah lubang tanam dengan cara 50 cm x 50 cm x 50 cm dan dan biarkan lubang tanam kurang lebih 2 minggu. Untuk tanah yang memiliki tekstur liat maka bisa diperbesar ukuran lubangnya dengan menyesuaikan agar akar bisa berkembang dengan baik. Kemudian isi tanah bagian atas dengan pupuk kandang sekitar 5 sampai 10 kg per lubangnya kemudian biarkan lubang selama kurang lebih 2 minggu.

Tahap Pembibitan Budidaya Sawo Jumbo

Budidaya tanaman sawo jumbo

Untuk hasil yang lebih maksimal gunakanlah bibit yang berasal dari tanaman cangkok atau sambung, sebab bibit yang berasal dari biji asli akan lebih lambat menghasilkan buah.

1. Bibit yang Berasal dari Penyambungan

Metode ini cukup mudah dilakukan yaitu hanya dengan menyambung pucuk, bisa dilakukan dengan cara berikut :

  • mula-mula batang bawah yang sudah berumur 3 sampai 6 bulan  potong bagian bawahnya hingga membentuk huruf  V.
  • Lakukan pemotongan dengan ketinggian permukaan tanah antara 15 hingga 20 cm.
  • Kemudian lakukan penyayatan di Batang yang sehat dengan menyesuaikan bentuk dan ukuran batang bawah yang akan disambung.
  • Kemudian Satukan dua batang tersebut  lalu ikat hasil sambungan tersebut dalam tali rafia atau lembaran plastik kemudian  selalu hari. Tanda penyambungan sudah berhasil adalah munculnya mata entres yang berwarna hijau.

2. Bibit yang Berasal dari Cangkok

Proses cangkok adalah proses yang paling banyak petani lakukan dalam budidaya tanaman sawo jumbo. Sebab proses pencangkokan memiliki banyak manfaat karena bisa memperbanyak bibit secara vegetatif. Dalam proses pencangkokan pemilihan cabang yang cukup besar dan tidak terlalu tua sangatlah penting sebab kualitas cabang akan menentukan kualitas tanaman yang dihasilkan.

  • Pertama-tama Buatlah dua irisan batang melingkar dengan jarak sekitar 3 sampai 5 cm.
  • Kemudian kupaslah kulit cabang atau keriklah kambium hingga nampak kering.
  • Setelah itu bisa tambahkan zat pengatur tumbuh akar seperti rotan, kemudian letakkan media tumbuh berupa campuran tanah dengan pupuk kandang sebanyak 1 : 1.
  • Setelah itu bungkuslah  media dengan menggunakan serabut kelapa ataupun lembaran plastik dan diikat pada kedua ujungnya. Proses pencangkokan ini kira-kira akan berlangsung selama 1,5 hingga  3,5 bulan 3,5 bulan.

3. Penanaman Bibit Sawo

Proses penanaman bibit Sawo paling baik pada saat musim hujan. Melakukan proses penanaman dengan hati-hati, yaitu :

  • Pertama-tama lepas polybag dan pastikan tanah dan akar tidak terganggu.
  • Usahakan leher akar tanaman tidak berubah seperti pada waktu persemaian dan bagian bagian okulasi atau sambungan tidak tertimbun secara langsung oleh tanah. Namun untuk hasil pencangkokan semua bagiannya harus tertimbun oleh tanah.
  • Untuk menghindari kekeringan pada tanaman maka tambahkanlah mulsa dari jerami atau rumput pada awal proses penanaman di permukaan tanah.
  • Pemberian mulsa juga berguna untuk mengurangi dan menghambat pertumbuhan gulma.

4. Pemangkasan Tanaman Sawo

Budidaya sawo jumbo

Pemangkasan tanaman merupakan salah satu tahap dalam pemeliharaan tanaman sawo. Kegiatan pemangkasan bertujuan untuk memelihara tanaman agar tetap tumbuh dengan baik dan mengurangi resiko adanya hama  serta penyakit.  Pemangkasan pertama lebih baik pada musim hujan ketika tanaman sudah mencapai ketinggian 100 hingga 160 cm. Kemudian potong hingga tingginya menjadi 75 sampai 150 cm. Pemangkasan kedua juga kita lakukan pada musim hujan. Ketika usia tanaman menginjak 1 tahun pangkas lah hingga menyisakan tinggi 25 hingga 40 cm.

5. Tahap Penyiraman Tanaman

Lakukan penyiraman setiap hari terutama pada musim kemarau sesuaikan dengan kebutuhan tanaman sawo jumbo karena pada musim kemarau kebutuhan air pada tumbuhan sawo jumbo akan lebih banyak. Hal ini bertujuan agar tanaman sawo jumbo tidak layu.

6. Tahap Pemupukan

Jenis pupuk untuk tanaman sawo jumbo biasanya menggunakan pupuk organik atau pupuk buatan. Pupuk organik bisa menggunakan Pupuk kandang yang berasal dari kotoran sapi kerbau kambing, ataupun unggas. Untuk pupuk buatan bisa menggunakan pupuk urea, SP-36 dan KCL atau pupuk NPK. Pemberian pupuk disesuaikan dengan pertumbuhan tanaman sawo jumbo.

7. Tahap Pengendalian Hama dan Penyakit

Untuk penyakit yang seringkali menyerang tanaman sawo jumbo adalah  penyakit pink ( Corticium Salmonicolor) dan bercak pada daun ( Phaeophleospora indica ). Proses pengendalian hama dan penyakit bisa dengan menyemprot fungsida pada tanaman. Larutan fungsida mengandung sulfur dan tembaga seperti Dithane M-45 80 WP dengan dosis 1,8 – 2,4 gram/liter. Selain itu, untuk jenis hama yang seringkali menyerang tanaman sawo jumbo yaitu hama lalat buah ( Daucus dorsalis ).

Baca Juga : Cara Menetaskan Telur Bebek Tradisional dan Modern

8. Tahap Pemanenan

Budidaya sawo jumbo

Pemanenan buah sawo juga yang sudah berusia 9 hingga 10 bulan semenjak muncul bunga. Tanaman sawo jumbo secara normal akan berbuah ketika sudah berusia 2 hingga 3 tahun. Selain itu, ketika sudah menginjak usia 10 tahun, buah sawo akan berbuah secara stabil. Rata-rata tanaman sawo yang sudah berbuah secara stabil bisa menghasilkan buah 180 hingga 24o kg perharinya. Untuk penyimpanan setelah panen, buah sawo bisa kita simpan hingga 3 sampai 4 hari. Untuk penjualan ke modern market memerlukan perlakuan khusus seperti penyortiran, pencucian kulit buah, dan penyimpanan buah sawo dalam ruangan pengatur suhu. Pada ruangan yang memiliki suhu dingin, buah sawo bisa bertahan selama 12 hingga 14 hari.

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *