Breaking News

Panduan Budidaya Serai Wangi Panen Berlimpah

Pernahkah Anda mendengar tentang serai wangi? Meski memiliki nama yang hampir sama dengan serai biasa, namun jenis serai ini sangat berbeda. Budidaya serai wangi juga sudah semakin banyak di Indonesia. Ini karena fungsi dari serai wangi itu sendiri memang lebih beragam dan banyak daripada serai biasa. Lalu, apa perbedaan kedua jenis serai ini dan bagaimana cara budidayanya?

Perbedaan Serai Wangi dan Serai Biasa 

budidaya serai wangi
(sumber gambar: padangkita.com)

Dari tampilannya, serai wangi dan serai biasa memang sulit untuk Anda bedakan. Pasalnya, kedua serai ini sama-sama terlihat seperti rumput serai biasa yang memiliki daun berbentuk langsing dan sedikir meruncing pada bagian atasnya. Anda baru bisa membedakan kedua serai ini melalui aroma khasnya.

Serai wangi memiliki aroma yang lebih kuat dan tajam karena memang jenis serai inilah yang bisa menghasilkan minyak atsiri. Minyak atsiri ini bisa menghasilkan minyak yang berguna untuk pembuatan sabun, minyak, dan bisa bermanfaat sebagai tanaman yang bisa mengusir nyamuk.

Sementara itu, berbeda dari serai wangi, serai jenis biasa lebih sering untuk bumbu dapur biasa. Baunya tidak terlalu tajam dan kuat, serta tidak bisa bermanfaat sebagai penghasil minyak atsiri. Kandungan dalam serai wangi juga lebih baik dari segi anti septik, anti jamur, serta anti mikroba.

Karena bisa bermanfaat sebagai minyak atsiri itulah, permintaan dari serai wangi tergolong sangat tinggi. Tidak heran jika ladang usaha menjual serai wangi bisa sangat menguntungkan bagi Anda. Namun, tentunya Anda harus melakukan budidaya serai wangi terlebih dahulu supaya bisa menghasilkan panen yang optimal.

Baca Juga: Peluang Agribisnis Budidaya Kunyit yang Menjanjikan

Cara Budidaya Serai Wangi yang Benar 

budidaya serai wangi
(sumber gambar: agroindo.com)

Inlah berbagai langkah budidaya serai wangi yang bisa Anda ikuti untuk mendapatkan hasil panen yang optimal:

1. Memenuhi Syarat Tumbuh Serai Wangi 

Hal pertama agar budidaya serai wangi berjalan lancar adalah dengan memenuhi syarat hidupnya. Ada beberapa kriteria syarat hidup serai wangi, seperti berikut ini:

  • Wilayah terbaik untuk tanaman serai wangi adalah wilayah yang memiliki curah hujan yang merata sepanjang tahn, kondisi wilayah yang lembab, dan wilayah yang memiliki suhu yang panas
  • Ketinggian terbaik untuk serai wangi adalah 200 sampai 1000 mdpl. Namun jika Anda menginginkan hasil minyak atsiri melimpah dari serai wangi, maka ketinggian terbaik untuk penanamannya adalah 350 sampai 600 mdpl.
  • Sinar matahari harus bisa mengakses lokasi budidaya dengan penuh dan suhu ideal untuk lokasi tanam adalah 18 sampai 25 derajat celcius
  • Curah hujan memegang peranan penting bagi pertumbuhan serai wangi, yaitu sebagai penjaga stabilitas suhu tanaman, membantu pembentukan saripati, enzim, gula, dan sel, serta bisa membantu melarutkan nutrisi bagi serai wangi. Karena berperan penting, maka idealnya curah hujan untuk serai wangi adalah 1800 sampai 2500 mm per tahunnya.
  • Jenis tanah yang sesuai untuk tanaman serai wangi adalah jenis tanah yang gembur, tanah yang subur, dan memiliki kandungan organik berasal dari pupuk kandang. Sebaiknya, jenis tanah yang Anda pakai adalah tanah mediteran coklat berpasir atau tanah mediteran kuning coklat
  • Tingkat pH atau keasaman tanah yang paling sesuai adalah 6 sampai 7,5

2. Mempersiapkan Bibit Tanaman Serai Wangi 

Cara budidaya serai wangi selanjutnya adalah mempersiapkan bibit tanaman. Untuk memperbanyak bibit serai wangi, Anda bisa melakukan cara vegetatif yaitu memperbanyak anakan atau dengan cara generatif. Namun, cara generatif kurang efektif daripada vegetatif karena serai wangi yang berasal dari biji terbilang sulit untuk budidaya serai wangi.

Dalam 1 hektar lahan tanam budidaya, setidaknya Anda harus menyiapkan sekitar 30.000 sampai 40.000 bibit yang sehat. Beberapa cara mendapatkan bibit yang berkualitas adalah sebagai berikut:

  • Indukan bibit serai wangi harus sehat dan tidak ada hama penyakit
  • Indukan serai wangi harus berupa rumpun tua yang sudah memiliki usia setidaknya 1 tahun
  • Pecah rumpun yang memiliki ukuran besar namun tidak memiliki ruas
  • Pelepah daun serai wangi yang akan Anda stek, terlebih dahulu harus memotongnya sepanjang 3 sampai 5 cm
  • Setelah itu, akar bibit serai wangi harus Anda kurangi terlebih dahulu sebanyak 2,5 cm di bawah leher akar

Kemudian, langkah selanjutnya adalah memisahkan anakan bibit serai wangi yang nantinya akan Anda tanam. Caranya adalah sebagai berikut:

  • Pilih bonggol tanaman yang cukup besar yang setidaknya sudah memiliki 4 sampai 6 tunas dan kemudian pisahkan bonggol rumpunnya
  • Kurangi atau potong bagian akarnya jika memang terlalu panjang
  • Jangan lupa juga untuk memotong bagian daun dan sisakan kurang lebih sekitar 5 cm dari bagian pangkal daun yang paling tua. Jika sudah, kumpulkan bibit yang siap tanam pada satu keranjang dengan posisi berdiri

3. Mengelola Lahan Tanam 

Budidaya tanaman serai wangi selanjutnya adalah mengelola lahan penanaman serai wangi. Supaya hasil panen serai wangi semakin berkualitas, maka Anda harus terlebih dahulu mengelola lahannya. Caranya adalah sebagai berikut:

  • Cangkul lahan tanam sedalam 35 cm untuk menggemburkan tanah
  • Bersihkan seluruh area tanam dari kemungkinan adanya gulma atau rumput-rumput liar
  • Kemudian biarkan lahan terlebih dahulu selama 2 sampai 3 hari supaya penguapan tanah bisa berjalan optimal.
  • Apabila Anda menggunakan lahan dengan bentuk sedikit miring, maka Anda harus membuat terasering agar permukaan tanah tidak hanyut oleh air hujan.
  • Namun, jika kondisi lahan termasuk datar, Anda bisa membuat bedengan dengan panjang sekitar 2 meter dan lebar 1,5 meter.
  • Selain itu, pastikan untuk membuat saluran air atau drainase yang bagus supaya tanamans serai wangi tidak tergenang air dan menjadi busuk.

4. Proses Menanam Serai Wangi 

Setelah lahan dan bibit sudahh siap, maka langkah selanjutnya adalah menanam bibit serai wangi. Sebelumnya, lakukan penyemaian terlebih dahulu. Caranya adalah siapkan lahan semai menggunakan tanah yang sudah Anda campur dengan pasir menggunakan perbandingan 2 : 1. Setelah itu, buat bedengan dengan lebar 80-120 cm, dan tinggi 25-50 cm, dan panjangnya sesuai ukuran lahan.

Pada bagian atas bedengan taburkan pupuk organik dengan rata dan berikan pohon naungan seperti daun kelapa atau alang-alang. Setelah itu, pindahkan bibit ke lahan tanam budidaya. Buatlah lubang tanam dengan jarak 100 x 50 cm dan lubang tanamnya berukuran 30 x 30 x 30 cm. Jika sudah, beri pupuk kandang sebanyak 0,2 kg sampai 0, 3 kg per lubang tanamnya dan biarkan selama 2 minggu terlebih dahulu supaya penyerapan ke dalam tanahnya optimal.

Setelah 2 minggu, barulah Anda bisa mulai menanam bibit serai wangi. Waktu terbaik untuk menanam serai wangi adalah saat musim hujan diwaktu sore hari. Anda bisa mengisi 2 sampai 3 bibit dalam satu lubang tanam. Isi dengan posisi yang miring sekitar 60 sampai 70 derajat dari permukaan tanah. Jika sudah, jangan lupa timbun lubang dengan tanah bekas galian tadi dan tekan secara merata di sekililing tanaman.

5. Pemeliharaan Tanaman

Kunci dari keberhasilan budidaya serai wangi adalah pemeliharaan tanaman. Untuk pemeliharaan ini akan meliputi penyiangan, pemupukan, penyulaman, dan pembubunan. Sementara itu, untuk proses penyulaman harus Anda lakukan setelah 2-3 minggu waktu tanam dengan cara mengganti serai wangi yang mati dengan tanaman baru. Untuk penyiangan bisa Anda lakukan saat awal atau akhir musim hujan.

Penyiangan bisa Anda lakukan dengan membuang gulma serta batang serai wangi yang mengering. Bersamaan dengan penyiangan, Anda bisa melakukan pembubunan. Pembubunan adalah mencangkul perlahan tanah sekitar rumpun tanaman berjarak 20 cm dan menaikkannya supaya tidak longsor.

Untuk pemupukan bisa Anda lakukan pada saat tanaman berusia 1 bulan, 6 bulan, 9 bulan, 1 tahun, hingga tahun ke 3 dan ke 4. Setiap hektarnya, Anda bisa menggunakan 150 kg pupuk urea, TSP 25 kg, dan KCI 125 kg. Masukkan pupuk tersebut dalam lubang tanam setidaknya 10 cm dan tutup kembali dengan tanah.

6. Panen Serai Wangi 

Tahap terakhir budidaya serai wangi adalah panen. Pada usia 7-8 bulan, Anda sudah bisa mulai memanen serai wangi ini. Setelah itu, panen berikutnya bisa Anda lakukan saat tanaman berusia 1 tahun dan setelahnya Anda bisa memanen serai wangi setiap 3 sampai 4 bulan sekali. Waktu panen terbaik adalah pada pagi atau sore hari.

Cara panennya adalah pangkas daun dengan jarak 3 sampai 5 cm dari atas pangkal daun. Ciri serai wangi yang siap panen adalah berwarna hijau tua, memiliki aroma yang kuat dan wangi, memiliki daun yang lentur, serta memiliki 6 sampai 8 lembar daun yang sudah tua pada setiap tunas rumpunnya.

Itulah budidaya serai wangi selengkapnya. Mengingat permintaan akan jenis serai ini cukup tinggi, maka ini bisa menjadi ladang budidaya yang menguntungkan bagi Anda. Jadi, apakah Anda tertarik untuk bertani serai wangi?

Check Also

makanan-ikan-gabus

7 Makanan Ikan Gabus Terbaik dan Tips Budidaya Agar Cepat Besar

Indonesia memang memiliki potensi budidaya ikan air tawar yang sangat menjanjikan, salah satunya adalah ikan …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *