Breaking News

Rahasia Budidaya Tanaman Anggrek dan Potensi Usahanya

Salah satu jenis tumbuhan berbunga indah adalah anggrek. Tanaman ini memiliki nama latin Orchidaceae dan bisa dibudidayakan di Indonesia. Banyak orang menyukai anggrek karena keindahan bunga dan warnanya. Mulai dari anggrek bulan, anggrek monyet, hingga anggrek tanah, memiliki warna dan bunga yang menarik. Bagi pecinta tanaman hias, anggrek wajib dimiliki untuk menambah koleksi. Nah, bagi Anda yang tertarik menekuni budidaya tanaman anggrek, inilah potensi dan caranya. 

Potensi Usaha Budidaya Anggrek 

budidaya tanaman anggrek
(sumber gambar: akamiazed.net)

Ada banyak spesies dan varietas anggrek yang dibudidayakan di Indonesia hingga mencapai 5.000 spesies. Baik anggrek yang disilangkan ataupun dibudidayakan dengan cara alami. Budidaya tanaman anggrek bisa memberikan keuntungan besar karena harga anggrek masih tergolong mahal, apalagi jika jenisnya langka. 

Harga termurah anggrek adalah Rp.60.000 hingga jutaan rupiah. Seandainya Anda bisa membudidayakan anggrek apalagi jenis langka, tentu keuntungannya akan berlipat ganda. Tidak mengherankan jika banyak pembudidaya yang tertarik menekuni tanaman anggrek. Potensi budidaya tanaman anggrek di Indonesia juga masih terbuka lebar. Sebab, banyak orang menganggap menanam anggrek itu sulit dan mahal. Padahal jika dilakukan dengan baik dan benar, budidaya anggrek tidak sesulit yang dibayangkan. 

Untuk menggenjot budidaya anggrek, banyak akademisi dari universitas maupun pecinta tanaman yang mengadakan pelatihan dan seminar. Contohnya seperti yang dilakukan oleh pelatihan yang dilakukan oleh Fakultas Biologi Universitas Gadjah Mada (UGM). Kegiatan ini bertujuan untuk mengenalkan kepada masyarakat akan tanaman anggrek yang sebenarnya tidak sulit untuk dibudidayakan. 

Potensi anggrek yang besar di Indonesia akan percuma jika tidak dikembangkan. Dekan Fakultas Biologi UGM, berharap agar potensi dan keanekaragaman hayati Indonesia tidak sampai diambil oleh negara lain. Buktinya, plasma nutfah anggrek Indonesia sudah diambil oleh negara lain yaitu Taiwan dan Thailand. Akibatnya kedua negara itulah yang terkenal sebagai pengekspor anggrek dunia. Padahal Indonesia juga memiliki potensi yang sangat besar untuk mengekspor anggrek. 

Buktinya, dari 20.000 spesies anggrek yang ada di dunia, 5.000 spesies tersebar di Indonesia.  Angka itu jelas menunjukkan bahwa budidaya anggrek masih sangat berpotensi besar di negara ini. Indonesia sebagai negara tropis juga sangat sesuai dengan syarat hidup tanaman anggrek.

Baca Juga: Cara Budidaya Cabai Merah Besar Hasil Melimpah

Rahasia Cara Budidaya Tanaman Anggrek

Berdasarkan informasi sebelumnya, maka dapat diketahui bahwa potensi budidaya tanaman anggrek masih terbuka lebar. Inilah langkah budidaya tersebut: 

1. Penuhi Syarat Tempat Pertumbuhan Tanaman Anggrek 

budidaya tanaman anggrek
(sumber gambar: shopee.co.id)

Rahasia budidaya tanaman anggrek yang pertama adalah harus memenuhi syarat hidupnya. Syarat hidup tersebut meliputi cahaya matahari dan ketinggian lokasi.

a. Cahaya Matahari untuk Anggrek 

Anggrek membutuhkan asupan cahaya matahari yang cukup untuk pertumbuhannya. Maka dari itu, pastikan lokasi budidaya bisa terkena sinar matahari langsung. Intensitas cahaya matahari juga harus disesuaikan dengan jenis dan varietas anggrek yang Anda pilih. Penjelasannya adalah sebagai berikut: 

  • Anggrek yang tidak terlalu membutuhkan cahaya matahari: jenis anggrek paphiopedilum dan anggrek phalaenopsis
  • Jenis anggrek yang membutuhkan cahaya matahari sedang: jenis anggrek ancedium dan anggrek cattleya 
  • Anggrek yang membutuhkan banyak cahaya matahari: jenis anggrek vanda, anggrek renanthera, dan anggrek arachnis. 

Dengan klasifikasi tersebut, Anda bisa menentukan lokasi terbaik untuk anggrek yang Anda tanam.

b. Ketinggian dan Sirkulasi Udara Tempat Budidaya 

Tidak hanya cahaya matahari, budidaya tanaman anggrek juga harus memperhatikan ketinggian dan sirkulasi udara. Sama seperti cahaya matahari, ada klasifikasi tertentu untuk tanaman anggrek berdasarkan ketinggiannya. Penjelasannya adalah seperti ini: 

  • Ketinggian 1001 mdpl: jenis anggrek yang cocok dibudidayakan adalah anggrek miltonia dan anggrek cymbidium
  • Untuk ketinggian 500-100 mdpl: anggrek yang cocok dibudidayakan adalah anggrek cattleya, anggrek dendrobium, dan anggrek oncidium  
  • Ketinggian 500 mdpl: jenis anggrek yang cocok dibudidayakan adalah anggrek arachnis dan anggrek vanda 

Untuk mendapatkan tanaman anggrek yang sehat dan berkualitas baik, sirkulasi udara harus lancar dan tidak terkendala. Pilihlah lokasi tanam yang banyak angin sepoi-sepoi dengan kelembaban yang sedang.

2. Pembibitan Tanaman Anggrek 

Budidaya tanaman anggrek selanjutnya adalah pembibitan. Harga bibit anggrek sangat bervariasi tergantung usia dan jenisnya. Umumnya berkisar dari Rp.10.000 hingga ratusan ribu rupiah. Saat memilih bibit anggrek, pastikan bibit sudah siap tanam. Kriteria bibit anggrek berkualitas yang siap tanam adalah sudah berusia 1 tahun dan memiliki banyak akar. 

Setelah mendapatkan bibit yang berkualitas, tanam bibit ke dalam gelas atau wadah plastik kecil dan tanam selama 3 bulan. Jika sudah 3 bulan, pindahkan anggrek ke pot kecil berdiameter 6-12 cm. Dalam masa tanam, berikan pupuk organik supaya pertumbuhan anggrek lebih optimal. Setelah 3 bulan, baru pindahkan anggrek ke dalam pot yang lebih besar. 

Media tanam anggrek sangat beragam. Anda harus memilih media tanam yang memang sesuai untuk anggrek. Jika tidak, pertumbuhan anggrek bisa terganggu. Media tanam yang bisa digunakan antara lain adalah sabut kelapa, pecahan genteng, pecahan batu bata, moss, serbuk gergaji, pakis, dan arang. Jangan menanam anggrek menggunakan jenis tanah stkamur. Sebab, tanah stkamur terlalu padat dan tidak sesuai dengan anggrek. Anggrek  cocok ditanam di media berpori, cepat kering, dan banyak sirkulasi udara.

3. Perawatan Anggrek Agar Tumbuh Sempurna 

budidaya tanaman anggrek
(sumber gambar: tribunnews.com)

Inilah rahasia budidaya tanaman anggrek. Banyak orang hanya menanam saja tanpa tau rahasia agar anggrek bisa tumbuh dengan indah dan sempurna. Ada beberapa hal yang harus Anda perhatikan meliputi hal berikut:

a. Perhatikan Akar Tanaman Anggrek 

Kesehatan akar anggrek menjadi salah satu kunci keberhasilan budidayanya. Saat anggrek berusia 3 bulan, bagian akar akan tumbuh lebat dan bisa saja keluar dari media tanam. Trik yang benar adalah jangan memasukkan akar anggrek kedalam media tanam lagi. Pasalnya, hal itu justru akan merusak akar dan menghambat pertumbuhan anggrek. Solusi yang tepat adalah pindahkan tanaman anggrek pada ukuran pot yang lebih besar agar akar bisa tertanam dengan sempurna. 

b. Perhatikan Suhu di Tempat Budidaya 

Anggrek akan tumbuh sempurna jika ada dukungan suhu sekitar 14-36 derajat celcius.  Selain itu, pertumbuhan anggrek tidak akan maksimal. Oleh karena itu, pastikan lokasi budidaya selalu berada dalam rentang suhu tersebut supaya anggrek bisa tumbuh subur dan indah. 

c. Rawat Batang Anggrek dengan Baik 

Selain akar, kesuksesan budidaya tanaman anggrek juga terletak pada batangnya. Batang anggrek memiliki bentuk yang tinggi. Anda bisa meletakkan tiang penyangga berupa bambu atau kayu kecil disekitar batang anggrek agar batang tidak roboh. Tujuannya agar anggrek bisa tetap tegak dan tidak roboh. Anggrek yang Anda budidayakan bisa menjadi semakin indah jika batang bisa tegak dengan sempurna. 

d. Frekuensi Menyiram Anggrek 

Anggrek termasuk tanaman hias yang tidak membutuhkan banyak air. Banyak orang yang gagal menanam anggrek karena terlalu banyak menyiramnya. Waktu paling tepat untuk menyiram anggrek adalah saat batangnya mulai mengering. Anda bisa mengecek dengan melihat bagian potnya. Anda bisa menyiram anggrek jika potnya kering. Hindari menyiram anggrek saat batangnya masih basah. 

Hindari penggunaan es batu untuk menyiram anggrek. Sebab, habitat anggrek adalah daerah yang tropis. Suhu dingin justru akan membunuh anggrek karena tidak sesuai dengan habitatnya.  Sayangnya, banyak orang yang mengabaikan hal ini dan malah membuat budidaya anggrek gagal. 

Jika sudah, maka Anda tinggal menunggu hasil budidaya anggrek. Umumnya, anggrek akan mulai berbunga dari umur 1-6 tahun. Memang memakan waktu yang lama namun tentu akan terbayar lunas dengan keindahan anggrek. Setelah berbunga, barulah Anda bisa menjual anggrek ke pembeli. Harga tergantung pada jenis dan keindahan anggrek. Mulai dari harga Rp.60.000 hingga jutaan rupiah. 

Itulah rahasia budidaya tanaman anggrek dan potensi usahanya. Pada dasarnya, anggrek bukanlah jenis tanaman yang sulit untuk ditanam. Namun, memang dibutuhkan ketelatenan dan waktu untuk perawatannya. Melihat potensi budidaya tanaman anggrek yang masih terbuka lebar, Anda juga bisa mulai menekuni usaha ini.

Anda bisa membuat budidaya anggrek sebagai usaha sampingan dengan untung menjanjikan. Jadi meski memakan waktu lama untuk berbunga, Anda bisa menyelinginya dengan pekerjaan lain. Peminat anggrek juga sangat banyak dan tidak terbatas oleh tren tanaman yang sedang hits. Di saat pandemi seperti sekarang, budidaya tanaman juga punya peluang besar karena banyak orang yang mulai mendalami hobi ini. Jadi tunggu apalagi? Yuk, segera coba budidaya tanaman hias anggrek! 

Check Also

ciri-ciri ikan nila

Inilah Berbagai Sifat dan Ciri-ciri Ikan Nila yang Harus Anda Tahu!

Salah satu jenis ikan air tawar yang sangat populer di Indonesia, khususnya untuk kebutuhan konsumsi …

Leave a Reply

Your email address will not be published.