Breaking News

Peluang Usaha Budidaya Tanaman Karet

Tanaman karet merupakan tanaman asli Amerika Selatan terutama di daerah Brazil yang memiliki iklim tropis. Maka dari itu tanaman karet juga cocok tumbuh di Indonesia, saat ini daerah yang paling banyak membudidayakan karet adalah Sumatera Utara dan Kalimantan. Tanaman karet (Hevea brasiliensis) masuk ke dalam famili Euphorbiacea atau nama lainnya rambung, gota, kejai, getah, dan hapea. Karet dinilai sebagai salah satu komoditas perkebunan yang berperan penting dalam perekonomian Indonesia karena digunakan sebagai sumber devisa non migas bagi Indonesia. Oleh karena itu, agar budidaya tanaman karet dapat berjalan dengan optimal maka harus memperhatikan syarat-syarat tumbuh dan tahapan budidaya karet yang baik dan benar.

Budidaya Tanaman Karet
Budidaya Tanaman Karet

Syarat-syarat Pertumbuhan Tanaman Karet

Untuk mendapatkan produk karet yang berkualitas maka harus terpenuhinya syarat-syarat pertumbuhannya, antara lain :

1. Iklim

Tanaman karet cocok dengan iklim yang tropis sehingga kondisi iklim yang optimal untuk pertumbuhan tanaman karet berkisar antara 150 LS dan 150 LU serta memiliki suhu 25 sampai 30 derajat celcius.

2. Ketinggian Tempat

Ketinggian tempat yang optimal untuk budidaya tanaman karet yaitu pada dataran rendah yang memiliki ketinggian berkisar antara 200 meter sampai 400 meter mdpl. Tempat yang memiliki ketinggian lebih dari 400 m dan kondisi udara yang melebihi 30 derajat celcius akan menyebabkan tanaman karet tidak dapat tumbuh dengan baik.

3. Kondisi Curah Hujan

Tanaman karet cocok ditanam di wilayah dengan iklim tropis yaitu dengan ukuran curah hujan antara 2.000-2.500 mm/tahun. Tanaman beriklim tropis yang membutuhkan sinar matahari minimal 5-7 jam per hari.

4. Kondisi Tanah

Tanah yang paling optimal untuk pertumbuhan tanaman karet ini adalah tanah vulkanis maupun alluvial. Tanah tersebut sangat cocok jika dijadikan media tanaman karet karena memiliki sifat fisika cukup baik dan sifat kimia yang secara umum masih kurang baik karena masih kurangnya unsur hara tersebut.\

5. Angin

Kondisi angin yang terlalu cepat akan berpengaruh dengan pertumbuhan tanaman karet. Angin yang terlalu kencang  akan merusak tanaman karet. Tanaman karet bisa tumbuh mencapai ketinggian antara 15-25 meter.

Cara Budidaya Tanaman Karet yang Harus Kamu Ketahui

1) Persiapan Lahan

a) Perencanaan Kebun

Perencanaan dalam persiapan kebu terdiri atas merencanakan tata ruang kebun yang terbagi atas jalan, areal pembibitan, saluran air, dan lainnya. Kondisi jalan pada perkebunan sangat menentukan kelancaran dari kegiatan perkebunan seperti pengangkutan alat, bahan, produksi, serta mobilitas lapangan. Sehingga kondisi pembangunan jalan harus disesuaikan dengan desain perkebunan.

b) Pembukaan Lahan

Pembukaan lahan memiliki tujuan untuk memastikan tanaman memiliki kondisi yang baik untuk tumbuh dan bisa membantu mengurangi berbagai sumber infeksi Rigidophorus lignosus yang bisa menyebabkan timbulnya penyakit jamur akar putih.

c) Pengolahan Lahan

Tahap pengolahan lahan yang bertujuan untuk memperbaiki struktur tanah agar menjadi lebih gembur dan subur serta untuk mematikan sisa-sisa akar agar tidak menjadi infeksi penyakit jamur akar putih (JAP).

2. Pembibitan

Memperhatikan kualitas dan standar benih mulai dari biji batang bawah sampai bibit karet yang sudah siap tanam, agar menghasilkan hasil produk yang maksimal. Beberapa kualifikasi pembibitan yang baik yaitu :

a) Biji Batang Bawah

  • Sudah berumur minimal 10 tahun dan diketahui dengan jelas jenis dan asal klon nya.
  • Bisa dilihat dari penampilannya yang bernas, terlihat mengkilat, tidak cacat, tidak berlubang, serta sudah berukuran besar.
  • Tahu dengan pasti berapa umur biji tersebut.

b) Biji yang Sudah Melewati Tahap Penyemaian dan akan langsung memasuki tahap pembibitan

  • Benih tidak terserang penyakit.
  • Sudah berkecambah sebelum 22 hari.
  • Bentuk akar yang baik adalah akar tunggang yang lurus.

c) Bibit yang Digunakan Untuk Okulasi

  • Bibit telah terawat dengan baik.
  • Jangan menggunakan bibit yang keridl, memiliki daun berwarna kuning, tidak normal bentuknya, terserang hama/penyakit, bentuk akar bengkok.
  • Bibit yang akan diokulasi sudah mencapai ukuran yang sudah memenuhi.

d) Mata Okulasi

  • Berasal dari klon yang jelas.
  • Memiliki umur yang tidak beda jauh dengan batang bawah.
  • Memiliki kulit yang mudah mengelupas.
  • Berasal dari kebun kayu okulasi yang murni dan sudah terawat dengan baik.
  • Memiliki daun yang terlihat segar dan sehat.

e) Stum mata tidur

  • Berumur tidak lebih dari 12 bulan.
  • Memiliki akar tunggang yang lurus dan tidak bercabang maupun bengkok, serta ukuran akar lateral 5-10 cm.
  • Memiliki panjang akar minimal 35 cm.
  • Mata okulasinya masih hidup dan berbentuk sempurna.

f) Pembenihan Dalam Polybag

  • Tanaman berdaun hijau segar dan sehat.
  • Bebas hama penyakit dan berumur sekitar 2-4 bulan.
  • Diameter minimal 8 mm diukur dari ketinggian 10 cm dari pertautan okulasi.

3. Penanaman

Tahap penanaman diawali dengan menanam tanaman sesuai dengan jarak yang sudah kita tentukan sebelumnya, jarak yang paling optimal untuk pertumbuhan tanaman karet yaitu 6 m x 3 m atau 550 pohon dalam satu hektar. Dua minggu sebelum penanaman, siapkan lah lubang tanam dengan ukuran 40 cm x 40 cm x 40 cm. Waktu yang paling direkomendasikan untuk menanan karet adalah pada awal musim penghujan biasanya jatuh pada bulan September dan berakhir sebelum musim kemarau datang. Menanam karet dilakukan dengan memasukkan bibit ke dalam lubang tanam, kemudian timbunlah dengan tanah sampai tertutup dengan baik dan memiliki kepadatan yang baik sehingga tidak goyang.

Saat baru saja menanam bibit, periksalah selama 1-2 minggu selama tiga bulan pertama, untuk memastikan bahwa tanaman bisa tumbuh dengan baik. Gantilah tanaman yang rusak dengan tanaman yang baru agar tidak menularkan penyakit ke tanaman yang lainnya.

Penanaman tanaman sela dilakukan saat telah melaksanakan persiapan lahan dan tanaman belum menghasilkan (TBM). Tanaman sela yang biasa dipakai adalah padi, gogo, jagung, nanas, pisang, kacang tanah, kedelai. Hindari menanam tanaman sela yang bisa menganggu pertumbuhan tanaman karet bahkan yang bisa menjadi sarang penyakit seperti ubi kayu. Pilih tanaman sela yang memiliki intensitas panen 1-2 kali se tahun.

4. Pemeliharaan

a) Pembuangan Tunas Cabang

Pembuangan tunas cabang bertujuan untuk menghasilkan bidang sadap yang lurus, tegak, dan bulat. Tunas cabang biasanya tumbuh pada cabang utama dan memiliki ketinggian 2,75 m – 3,0 m. Lakukan pembuangan tunas saat tunas belum berkayu karena jika sudah berkayu maka akan lebih keras saat memotongnya.

b) Pembuangan Tunas Palsu

Merupakan tunas yang bukan tumbuh dari mata okulasi. Pembuangan tunas palsu bertujuan agar tidak menghambat pertumbuhan tanaman karet, karena yang harus tumbuh adalah tunas yang berasal dari mata okulasi. Hal ini bertujuan agar mempertahankan sifat kemurnian klon yang ditanam. Lakukan pembuangan tunas palsu saat tunas belum berkayu.

c) Perangsangan Percabangan

Percabangan yang seimbang akan membuat tanaman karet menjadi kokoh dan tidak mudah rusak karena angin. Perangsangan percabangan ini biasanya pada klon yang sulit bercabang seperti jenis klon (GT-1, RRIM-600). Perangsangan percabangan bisa dilakukan dengan membuang ujung tunas, menggugurkan daun, mengikat batang, menutup ujung tunas tanaman, dan pengeratan batang.

d) Pemupukan

Pemupukan bertujuan untuk menjaga keseimbangan unsur hara dalam tanaman, mempertahankan produksi tanaman, meningkatkan ketahanan tanaman dari hama dan penyakit, meningkatkan pertumbuhan tanaman. Lakukan pemupukan kurang lebih seminggu sebelum pembersihan gulma agar gulma tidak menyerap sebagian besar pupuk sehingga tidak merugikan tanaman karet.

e) Pengendalian Hama dan Penyakit

Bertujuan untuk meningkatkan salah satu faktor produksi. Sama seperti tanaman yang lainnya, karet juga mengalami gangguan hama dan penyakit. Hal ini harus kita tangani dengan baik agar tanaman karet bisa terus tumbuh secara optimal dan bisa menghasilkan tanaman karet yang berkualitas. Kenali berbagai jenis hama dan penyakit yang bia menyerang tanaman karet.

5. Panen

Panen karet dilakukan pada saat pohon karet sudah siap untuk melakukan penyadapan. Untuk menghasilkan karet yang bagus maka lalukan beberapa tahapan yaitu :

a) Menentukan Kematangan Sadap Pohon

Penyadapan tanaman karet yaitu yang sudah berumur 5-6 tahun. Namun kondisi lingkungan dan jenis klon tanaman juga mempengaruhi proses penyadapan. Ada yang lebih cepat dari lima tahun dan ada juga yang lebih lambat dari 6 tahun tergantung kondisi tanaman karet.

Pengukuran lilit apabila lilit batang mencapai 45 cm atau lebih yang telah diukur dari ketinggian 100 cm bekas tautan okulasi. Lakukan penyadapan saat tanaman sudah memenuhi kematangan sekitar 60 – 70 %.

b) Tahap Persiapan Penyadapan

Hanya tumbuhan yang sudah masuk kriteria matang saja yang bisa mendapat gambar sadar. Dalam menggambar sadap juga diatur berbagai ketentuan seperti tinggi bukaan sadap, ukuran panjang gambaran sadap serta letak bidang sadap, arah dan posisi sudut kemiringan irisan sadap. Setelah bidang sadap selesai maka pasanglah mangkuk sadap yang posisinya ada di bawah ujung irisan sadap yang ada di bagian bawah.

c) Pelaksanaan Penyadapan

Lama waktu penyadapan harapannya sampai 25-30 tahun mendatang sehingga sangat menghindari berbagai macam kerusakan lingkar pohon. Lakukan pengirisan sadap dengan kedalaman hanya 1-1,5 mm dari letak kambium. Penyadapan dengan menggunakan pisau sadap khusus dan alat sigmat, namun karena alat sigmat harganya lumana mahal sehingga para petani lebih sering menggunakan paku yang pipih.

Lakukan penyadapan dapat dengan panjang irisan setengah spiral sebanyak 1 kali dalam 3 hari untuk 2 tahun pertama lalu berubah menjadi 1 kali dalam 2 hari. Waktu terbaik untuk melakukan penyadapan adalah di pagi hari yaitu sekitar jam 05.00 sampai 07.30 pagi.

Itulah beberapa tahapan budidaya tanaman karet yang baik agar menghasilkan tanaman karet dengan produktivitas tinggi dan tentunya juga produk karet yang berkualitas.

Check Also

How do you start your own small-scale business (2)

How do you start your own small-scale business?

Hasilbumi.net – Name and logo creation are easy tasks. But what about the other crucial, yet …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *