Budidaya Tanaman Kubis Lengkap dari Awal sampai Panen

  • Whatsapp
budidaya tanaman kubis

Salah satu jenis sayuran yang pasti sudah sangat familiar bagi Anda adalah kubis atau kol. Sayuran ini memang sering Anda temui pada berbagai hidangan masakan Indonesia. Tapi, sudah tahukah Anda bagaimana cara budidaya tanaman kubis itu? Kebanyakan orang masih bingung bagaimana cara agar bisa menanam sayuran ini di rumah. Padahal kubis termasuk dalam salah satu sayur yang mudah untuk Anda tanam. Inilah ulasan lengkap seputar menanam kubis. Yuk, simak!

Sekilas Tentang Kubis

budidaya tanaman kubis
(sumber gambar: bukalapak.com)

Kubis adalah salah satu jenis sayuran hijau yang memiliki bentuk seperti kepala padat. Nama latin dari sayuran ini adalah Brassica oleracea dan bisa Anda sebut juga dengan kol. Sayur kubis memiliki kaitan dengan beberapa jenis sayuran lainnya seperti kembang kol, brokoli, dan juga kubis brussel.

Bentuk dari sayur ini adalah bulat dan memiliki berat mulai dari 0,5 sampai 4 kilogram. Jenis kubis yang paling sering Anda temui adalah kubis hijau. Selain itu, juga ada kubis lainnya yaitu kubis merah dan kubis savoy. Adanya nutrisi yang banyak dan rasanya yang lezat, membuat masyarakat Indonesia menjadikan sayuran ini sebagai bagian dari konsumsi harian mereka.

Anda bisa mengolah kubis ini dalam berbagai bentuk. Mulai dari direbus sebagai olahan sup ataupun Anda tumis. Selain itu, Andajuga bisa langsung mengonsumsinya sebagai lalapan.  Di dalam kubis terkandung banyak sekali nutrisi yang baik untuk kesehatan tubuh. Nutrisi tersebut adalah vitamin A, vitamin C, vitamin B, dan vitamin E.

Selain itu, kubis juga mengandung banyak mineral yang berfungsi baik untuk kesehatan. Mineral tersebut meliputi kalsium, fosfor, kalium, besi, dan juga natrium. Tidak hanya itu, juga terdapat berbagai senyawa yang bersifat anti racun karena bisa merangsang pembentukan glutation yang bisa menonaktifkan zat racun dalam tubuh manusia.

Baca Juga: Rahasia Cara Budidaya Sirih Merah di Polybag Agar Berdaun Lebat

Budidaya Tanaman Kubis di Area Lahan

budidaya tanaman kubis
(sumber gambar: pinterest.com)

Siapa bilang menanam kubis itu sulit? Kubis adalah sayuran yang cukup fleksibel untuk Anda tanam. Anda bisa memilih metode penanaman di lahan atau menggunakan polybag. Untuk menanam kubis di lahan, inilah langkah yang bisa Anda lakukan:

1. Persiapan Lahan Tanam Kubis

Tahap pertama untuk budidaya kubis yang sukses adalah mempersiapkan lahan tanam. Pada dasarnya, kubis adalah jenis tanaman yang bisa tumbuh subur di lahan yang kaya nutrisi dan kebutuhan airnya tercukupi. Selain itu, kubis harus mendapatkan sinar matahari dengan cukup agar pertumbuhannya optimal. Untuk pH tanah sendiri berkisar antara 6 sampai 6,8 dan memiliki kondisi yang lembab.

Agar tanah gembur, Anda bisa melakukan pembajakan atau pencangkulan lahan tanam. Proses pembajakan ini akan berlangsung sebanyak 2 (dua) kali. Pembajakan pertama bertujuan untuk membersihkan semua gulma serta tanaman liar yang ada di lahan tanam kemudian baru membajaknya. Setelah itu silahkan diamkan lahan tanam selama kurang lebih 7 sampai 10 hari lebih dulu.

Pembajakan kedua, bertujuan untuk menggemburkan tanah sekali lagi dan kemudian membangun bedengan untuk menanam kubis. Anda bisa membuat bedengan berukuran 120 cm x 300 cm dengan tinggi sekitar 20 sampai 25 cm jika menanam pada musim hujan, dan tinggi 15 cm saat menanam pada musim kemarau. Agar kondisi tanah makin subur dan kaya nutrisi, Anda juga bisa menambahkan pupuk organik dengan takaran 5 kilogram per meter perseginya.

2. Penyemaian Kubis

Setelah pengolahan lahan selesai, maka langkah budidaya tanaman kubis selanjutnya adalah melakukan penyemaian kubis. Proses penyemaian ini bertujuan agar penanaman kubis bisa berjalan lebih optimal. Caranya, Anda harus merendam lebih dahulu benih kubis berkualitas yang sudah Anda siapkan sebelumnya. Rendam kurang lebih selama 30 menit sampai 1 jam menggunakan air hangat.

Kemudian silahkan sebar benih kubis ke media penyemaian dengan jarak antar benih kurang lebih 10 cm. Tunggu sampai muncul beberapa helai daun pada benih. Kubis yang sudah memiliki helai daun sekitar 4 sampai 5 helai, baru bisa Anda pindahkan ke lahan tanam.

3. Penanaman Kubis

Budidaya tanaman kubis selanjutnya adalah proses penanaman. Setelah bibit sudah Anda semai, silahkan buat lubang tanam pada bedengan yang sudah Anda buat. Berikan jarak antar lubang sejauh 50 sampai 60 cm. Masukkan bibit kubis secara perlahan dan jangan sampai akarnya rusak. Tutup perlahan menggunakan tanah lagi.

4. Perawatan Kubis

Agar budidaya tanaman kubis berjalan lancar, maka Anda harus merawat kubis dengan baik. Tahap perawatan ini akan meliputi 4 (empat) hal yaitu, penyiraman, pemupukan, penyulaman, dan penyiangan. Berikut ulasannya:

a. Menyirami Tanaman Kubis

Ketika berada pada awal masa tanam, maka Anda harus menyiram kubis sebanyak 2 kali sehari yaitu saat pagi dan sore hari. Kecuali jika hari hujan, maka tidak perlu menyiramnya. Apabila kubis sudah masuk usia 30 hari, barulah intensitas penyiraman Anda tingkatkan menjadi sebanyak 2 sampai 3 kali setiap harinya.

b. Pemupukan

Tanaman kubis  juga membutuhkan pupuk agar tumbuhnya bisa lebih optimal. Jenis pupuk yang bisa Anda pakai adalah pupuk urea KCL dan pupuk ZA. Perbandingannya adalah sebanyak 1:2. Waktu pemupukan pertama harus Anda lakukan saat kubis berusia 25 hari. Setelah itu Anda harus menambahkan pupuk setiap 10 sampai 15 hari sekali. Anda bisa menaburkan pupuk secara langsung pada lahan tanam.

c. Penyulaman

Penyulaman adalah proses untuk mengganti tanaman yang rusak atau tumbuh tidak normal dengan tanaman baru. Tujuannya agar bisa Anda dapatkan kubis yang sehat ketika panen tiba. Anda bisa melakukan penyulaman ini ketika usia tanam kubis sudah memasuki 2 minggu setelah tanam.

d. Penyiangan dan Pengendalian Hama serta Penyakit

Budidaya kubis juga tidak bisa Anda lepaskan dari proses penyiangan. Bersihkan berbagai gulma atau tanaman liar yang bisa tumbuh pada area lahan. Sebab jika tidak, gulma dan tanaman liar ini bisa mengganggu penyerapan nutrisi pada tanaman kubis. Anda juga bisa melakukan penyemprotan pestisida terhadap kubis apabila ada serangan hama maupun penyakit.

Hama dan penyakit memang bisa menyerang kubis dengan cukup mudah. Beberapa jenis hama yang paling umum adalah kutu daun, merpati, dan kupu-kupu kecil maupun besar. Sementara untuk jenis penyakit yang bisa menyerang kubis adalah penyakit bulai kubis, busuk hitam, dan bercak daun Alternaria.

Untuk mencegah kubis terkena serangan hama, maka Anda bisa membuat jaring yang menutupi tanaman kubis. Tujuannya agar merpati maupun kupu-kupu tidak bisa mendekat. Anda juga bisa menambahkan jaring kawat pada sekitar area lahan tanam.

Sementara untuk penyakit, Anda bisa menyemprotkan pestisida namun dalam takaran sewajarnya dan tidak berlebihan. Cara terakhir untuk mencegah hama dan penyakit adalah dengan melakukan rotasi tanaman. Dengan begitu, pengendalian hama dan penyakit bisa terjadi secara alami.

5. Panen Kubis

Budidaya tanaman kubis yang terakhir adalah panen. Umumnya tanaman kubis bisa Anda panen ketika usianya memasuki 81 sampai 105 hari. Selain itu, Anda juga harus memanen kubis ketika ukuran kepala kubis mencapai ukuran optimal, kokoh, dan sudah terbentuk secara utuh. Untuk cara panen sendiri terbilang cukup mudah. Anda bisa menggunakan cara manual maupun cara yang modern.

Untuk cara manual, Anda hanya perlu untuk memotong kepala kubis dari bagian pangkal menggunakan pisau yang tajam.  Setelah itu, silahkan kumpulkan kubis dalam satu wadah penuh dan kubis siap untuk Anda jual atau konsumsi sendiri.

Sementara untuk cara yang lebih modern, Anda bisa menggunakan mesin otomatis yang terpasang pada sebuah traktor. Nantinya, mata bajak pada mesin ini akan secara otomatis mengangkat kubis yang sudah siap panen. Mesin akan secara otomatis untuk memisahkan bagian kubis dan tanah, batu, atau kotoran lain yang biasanya ikut terbawa mata bajak mesin. Dengan begitu mesin hanya akan mengumpulkan kubis nya saja.

Setelah panen selesai, Anda harus dengan segera menyimpan kubis di lokasi yang teduh. Baik itu untuk panen manual maupun menggunakan mesin. Suhu terbaik untuk menyimpan kubis adalah tempat yang memiliki suhu 0 sampai 4 derajat celcius.

Nah sobat agribisnis, itulah cara budidaya tanaman kubis yang bisa Anda lakukan. Bagaimana, cukup mudah bukan caranya? Anda bisa mengikuti tutorial penanaman ini agar bisa memiliki kubis sendiri di rumah dan bisa Anda manfaatkan untuk kebutuhan konsumsi pribadi. Apalagi kubis juga kaya manfaat dan bisa Anda olah jadi berbagai macam hidangan. Jadi, yuk tanam kubis sekarang juga!

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *