Melihat Peluang Budidaya Tanaman Porang untuk Kebutuhan Ekspor

  • Whatsapp

Ada banyak peluang yang bisa dilakukan saat membicarakan mengenai budidaya. Mulai dari komoditi perkebunan, obat, hingga yang paling populer hortikultura dan buah-buahan. Apabila dikelola dengan serius, bahkan bisa mendatangkan keuntungan besar. Seperti umbi-umbian yang ternyata diminati bahkan dari luar negeri. Salah satunya melihat peluang budidaya tanaman porang dengan tujuan melihat kebutuhan ekspor. Dalam artikel ini kita akan bahas secara lengkap hal tersebut.

Tanaman Porang 

Bacaan Lainnya

Tanaman porang merupakan salah satu jenis tanaman liar yang banyak di pekarangan sejak jaman dahulu. Banyak yang tidak menyadari bahwa tanaman ini dianggap semak biasa, bahkan digunakan tumbuh begitu saja. Seiring berkembangnya jaman, tanaman porang dimanfaatkan dan dibudidayakan. Bahkan berhasil menjadi salah satu tanaman yang mendapatkan keuntungan tinggi saat dijual. 

Dengan nama spesies Amorphophallus Muelleri Blume, tanaman ini sangat populer karena manfaatnya yang beragam. Mulai dari manfaat untuk kesehatan, pengolahan tanaman menjadi beberapa produk yang lebih baik dan lainnya.

Berdasarkan beberapa penelitian dari universitas di Indonesia, porang mengandung zat dalam bentuk gula kompleks dan juga serat larut yang didapatkan dari tanaman.  Dengan alasan inilah banyak yang memutuskan untuk menggunakan tanaman porang agar bisa dibudidayakan, bahkan diproduksi menjadi bahan berguna yang mendatangkan uang.

Beberapa petani di Indonesia juga memutuskan untuk menjualnya ke luar negeri dan masuk kedalam sistem ekspor.

Budidaya Tanaman Porang 

Bagi yang tertarik untuk membudidayakan tanaman porang, berikut ini ada beberapa tahapan dan juga cara untuk bisa mengembangbiakan hingga tanaman tersebut berbuah dan panen. Simak informasi lengkapnya. 

– Menyiapkan Lahan

Persamaan untuk melakukan budidaya tanaman porang yaitu menyiapkan lahan. Melalui masuk ke dalam ini maka akan memunculkan makanan untuk memperlancar muncul seperti pot untuk bisa menerima. Selain itu apabila kamu membudidaya maka lahan yang disediakan harus cukup luas.

Minimal 50-100 m untuk bisa menanam umbinya. Karena tanaman ini memang membutuhkan lahan yang besar. Agar bisa berjalan dengan baik dengan jarak tanam antar lubang 25 x 50 cm atau 25 x 50 cm.

Setiap bidang tersebut bisa ditanami 1 bibit tanaman porang dan juga menggunakan media tanam tanah, dicampur dengan pupuk kompos dan sekam. Porang sendiri masuk ke dalam salah satu sistem monokultur, dan dipersiapkan dengan komoditi lainnya. Tujuannya untuk bisa mendapatkan hasil yang sama dengan nutrisi tersebut, agar tidak terserap oleh tanaman lainnya.

– Menanam Porang

Apa yang bisa dilakukan yaitu menanam porang dimana tanaman ini memerlukan syarat tumbuh saat awal musim penghujan. Berkisar antara oktober hingga desember aku kan pendidikan terlebih dahulu dengan menggunakan biji. Setelah itu saat tanaman porang tumbuh menjadi bibit dengan ketinggian 50 cm hingga 60 cm.

Kamu bisa memindahkan atau menunjukkannya langsung ke tanah tanaman porang, dengan menggunakan umbi ataupun katak tidak bisa dilakukan. Namun tingkat keberhasilannya tidak setinggi biji. Selain itu makanannya memakan waktu kurang lebih 5 bulan. Pada bulan kelima orang nantinya akan menguning kemudian mati.

Saat daunnya menguning dan mulai mati, maka menjadi tanda bahwa tanaman tersebut sudah bisa dipanen. Saat pemanenan tiba, akan ada “katak” atau bagian dari tanaman porang yang akan muncul di pangkal ketiak daun.

Bagian tersebut memiliki warna coklat kehitaman, dan bisa disimpan saat masa penanaman. Selanjutnya karena bisa menjadi bibit yang baik kata kini dijual kurang lebih 11 ribu hingga 15.000 per kilogram.

– Merawat Tanaman Porang

Selanjutnya adalah merawat tanaman porang. Hampir sama dengan beberapa umbi-umbi lainnya perawatan. Sebenarnya tidak terlalu sulit lama diantara lahannya tidak terdapat gulma ataupun hama. Ditambah lagi untuk bisa mendapatkan hasil yang baik kamu juga bisa membuat guludan ataupun undakan tanah, untuk membedakan antara lahan yang diinjak dengan lahan yang ditanami oleh tanaman.

Cara selanjutnya untuk bisa menanam dijual mendapatkan hasil yang baik, yaitu melakukan pemupukan dalam 1 kali siklus penanaman yakni selama 5 bulan. Kamu membutuhkan dua kali proses pemupukan, yaitu pertama sebelum perang ditanam yang dicampurkan dengan tanah, serta menggunakan pupuk organik kompos.

Setelah itu proses kedua saat tanaman porang sudah mulai tumbuh jenis pupuk yang digunakan adalah pupuk organik atau pupuk anorganik. Misalnya NPK dan TSP, untuk bisa membantu menutrisi tanah yang ada. Terakhir yaitu penjarangan, karena tanaman porang mudah rusak di bagian daun atau batangnya, penjarangan menjadi hal yang penting.

– Panen Tanaman Porang

Masa panen porang merupakan hal yang paling ditunggu oleh banyak orang yang ditanam dari umbi. usia 7 bulan. Tetapi apabila menggunakan katak, maka porang dipanen kurang lebih 18 hingga 24 bulan sejak masa tanam. Walaupun lebih lama namun kualitas dari porang tidak akan berbeda biasanya orang dipanen.

Selain itu, harganya bisa jauh lebih tinggi ditambah lagi tanaman ini juga akan mati pada siklus dan musim kemarau serta tumbuh di musim hujan. Saat panen pastikan untuk membersihkan kembali lahan sisa agar tidak ditumbuhi gulma dan siap diolah untuk menanam porang selanjutnya. 

Peluang Budidaya Tanaman Porang untuk Ekspor

Setelah memahami mengenai proses budidaya. Selanjutnya bagaimana sih peluang budidaya tanaman porang untuk ekspor? seperti yang disebutkan sebelumnya bahwa cukup banyak tanaman umbi yang bisa dikembangkan di Indonesia. Salah satunya adalah tanaman porang ini jika dilihat dari syarat tumbuh dan juga proses budidaya nya. 

Lahan di Indonesia memang sangat cocok karena memiliki curah hujan yang cukup tinggi dengan kelembaban yang tinggi. Namun tidak terlalu dingin atau suhunya tidak terlalu rendah ditambah lagi ph yang digunakan juga cenderung netral.

Porang dapat dibudidayakan terutama di area dataran rendah suhu udara optimum nya biasanya berkisar antara 20 derajat hingga 35 derajat. Tanaman ini akan lebih baik jika ditanam di areal perkebunan dengan kondisi tanah yang subur dan juga mengandung humus, serta tidak terlalu terik atau terkena matahari secara langsung.

Beberapa tempat di Indonesia yang menjadi sentra pengiriman dari tanaman porang di Jawa Timur, Jawa Tengah timur, NTT, dan Kalimantan Tengah. Bagi kamu yang ingin melakukan budidaya dan juga melihat peluang budidaya tanaman porang untuk ekspor tentu saja sangat tinggi. 

Berdasarkan jumlah negara yang membutuhkan tanaman porang dengan jumlah yang cukup banyak mulai dari beberapa negara di sekitar Asia Tenggara, Amerika Utara dan Amerika Selatan serta di daerah Australia. Umumnya, mereka memanfaatkan orang untuk dibuat lem ataupun bahan campuran kosmetik dan beberapa produk non konsumsi lainnya,

Sehingga sangat aman untuk bisa mengirim ataupun ekspor tanaman porang dalam waktu yang yang lebih lama dibandingkan dengan mengirimkan bahan untuk makanan ke luar negeri. Hal ini ini menjadi salah satu peluang bisnis, yang bisa dilakukan untuk meningkatkan pemasukan serta menjadi bisnis yang cukup jarang digeluti di Indonesia.

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *