Breaking News

Panduan Budidaya Tanaman Sawi Pasti Sukses

Budidaya tanaman sawi biasanya terdapat di daerah dataran tinggi maupun daerah dataran rendah. Tanaman ini dinilai cukup menguntungkan bagi petani karena tanaman sawi bisa tumbuh dalam berbagai kondisi musim sehingga bisa ditanam sepanjang tahun. Namun Tempat yang paling optimal untuk budidaya tanaman sawi adalah pada dataran tinggi yang memiliki ketinggian antara 5 meter sampai 1.200 meter dpl. Tanaman sawi bukanlah tanaman asli dari Indonesia, sawi berasal dari Tiongkok dan daerah Asia Timur yang sudah mulai dibudidayakan sejak 2.500 tahun yang lalu.

Sawi masuk ke dalam kelompok tanaman sayuran dari keluarga Cruciferae atau yang biasa dikenal tanaman kubis-kubisan. Sawi juga bermanfaat sebagai penghilang rasa gatal di tenggorokan, sebagai bahan pembersih darah, bisa memperbaiki fungsi ginjal, dan untuk memperlancar pencernaan. Berbagai nutrisi yang ada pada tanaman sawi antara lain ada protein, lemak, karbohidrat, vitamin A, vitamin B, vitamin C, Ca, Fe, P. Budidaya sawi cocok dilakukan untuk para pemula yang ingin mendalami bidang agribisnis ini. Selain karena perawatan yang mudah, sawi juga memiliki umur yang relatif pendek sehingga bisa cepat panen.

Budidaya tanaman sawi
Budidaya tanaman sawi

Syarat Budidaya Tanaman Sawi

Syarat dalam melakukan budidaya tanamanan sawi yaitu :

1. Iklim

Kondisi iklim merupakan salah satu faktor terbesar yang menentukan pertumbuhan tanaman sawi. Tanaman ini tidak boleh ditanam pada iklim yang terlalu panas atau terlalu dingin. Suhu optimal yaitu antara 15 – 20 derajat celcius, jika kurang dari itu maka sawi akan cepat berbunga, jika suhu terlalu panas maka sawi akan sulit untuk berbunga.

2. Tanah

Tanah yang cocok untuk budidaya tanaman sawi yaitu tanah yang bertekstur gembur, subur, memiliki pH antara 6-7, dan tentunya dengan sistem drainase yang baik.

3. Ketinggian

Ketinggian yang cocok untuk budidaya tanaman ini yaitu tempat dengan ketinggian 5 sampai 1.200 meter.

Teknik Budidaya Tanaman Sawi yang Baik

1. Pengadaan Benih

Pemilihan benih yang baik adalah kunci keberhasilan budidaya sawi. Sebagai pembudidaya sawi kita harus tahu bagaimana kualitas benih yang baik. Pada umumnya, benih tanaman sawi memiliki bentuk bulat, kecil, berwarna coklat kehitaman, permukaannya terlihat licin dan mengkilap. Saat kita membeli benih di toko, perlu diperhatikan juga varietas benih, kondisi tempat penyimpanan benih, kadar air, dan kondisi kemasan bibit yang kita beli harus baik dan tanpa kerusakan.

Jika kita ingin menggunakan benih dari hasil penanaman tanaman sawi, harus memiliki umur lebih dari 70 hari. Perhitungan untuk penyemaian benih sebanyak 750 gram/ha.

2. Pengolahan Tanah

Syarat tanah yang digunakan untuk menanam sawi :

  1. Tanah tidak mengandung banyak batuan.
  2. Tekstur tanah harus gembur agar pertukaran udara di dalam tanah menjadi lancar.
  3. Memiliki sistem drainase yang baik, air dapat meresap dengan baik ke dalam tanah dan tidak menyebabkan air menggenang saat hujan.
  4. Tanah tidak boleh terlalu padat.

Cara yang dapat digunakan untuk menggemburkan tanah yaitu :

  • Bersihkan tanah dari segala macam rerumputan, tanah, maupun sampah yang dapat menggangu pertumbuhan tanaman.
  • Cangkulah tanah agar menjadi lebih gembur, cangkul sedalam 20-30 cm.
  • Pastikan lahan untuk menanam bebas dari berbagai naungan seperti pohon ataupun bangunan, agar sirkulasi sinar matahari bisa berjalan dengan baik.
  • Berilah pupuk kandang pada tanah agar bisa mempersubur pertumbuhan tanaman. Kadar yang diberikan yaitu sebanyak 10 ton/ha atau menggunakan perbandingan pupuk dan tanah sebanyak 2:2.

3. Pembibitan

Sebelum melakukan penanaman tanaman sawi, ada beberapa hal yang harus kita perhatikan, yaitu :

  1. Agar kondisi tanah tetap lembab untuk mempermudah perkecambahan benih, maka tanah harus kita aliri air terlebih dahulu sehari sebelumnya sebelum melakukan penanaman.
  2. Menghilangkan rumput-rumput yang mengganggu, lalu sebarlah benih sesuai deretan secara merata.
  3. Setelah melakukan persebaran benih maka tutuplah benih itu dengan menggunakan pasir atau tanah yang halus.
  4. Selanjutnya, siram sampai merata. Waktu yang paling baik untuk menyebar benih adalah sore hari untuk mengurangi penguapan dari tanah.

4. Penanaman

Merupakan proses penyortiran bibit tanaman sawi yang memenuhi kualifikasi. Caranya yaitu dengan mencabut secara langsung (transplanting) dari tempat persemaian menuju ke tempat penanaman. Tahap penanaman ini biasanya terjadi ketika tanaman sawi telah mencapai umur 3-4 minggu sejak masa semainya. Berilah jarak pada tanaman sekitar 20 x 20 cm agar tidak terlalu berdekatan satu sama lain.

5. Pemeliharaan Tanaman

Untuk menghasilkan tanaman sawi yang berkualitas maka kita harus melakukan pemeliharaan yang tepat, bisa dengan beberapa tahapan :

a) Penyiangan dan Penyulaman

Saat tanaman sawi telah berusia satu bulan, kita perlu melakukan penyiangan yang bertujuan agar pertumbuhan tanaman sawi tidak terganggu dengan tanaman lain terutama gulma. Tanaman yang tumbuh berdekatan bisa memicu persaingan dalam menyerap unsur hara yang ada di dalam tanah. Sehingga bisa merugikan tanaman yang kita budidaya. Cara melakukan penyiangan cukup mudah yaitu hanya dengan mencabut dan membersihkan tanaman liar beserta akar-akar nya yang mengganggu.

Lalu, jangan lupa untuk melakukan penyulaman tanaman yang rusak, terserang hama, atau yang mati dengan tanaman baru. Agar tanaman yang rusak, terserang hama, ataupun mati tidak menjadi busuk sehingga dapat membuat tanaman lain ikut rusak.

b) Pemupukan

Setelah tanaman berusia sekitar 3 minggu masa tanam, maka berilah pupuk susulan. Yaitu dengan pupul urea dengan takaran 50 kg per hektar lahan. Pemberian pupuk urea dengan cara penaburan atau melarutkannya ke dalam air yang kemudian menyiramkan larutan pupuk urea tersebut ke bedeng penanaman.

Tujuan dari pemberian pupuk urea adalah untuk membantu pertumbuhan vegetatif seperti pertumbuhan akar, batang, dan daun yang ada pada sawi karena kandungan N dalam pupuk ini. Pupuk juga berperan dalam membantu tanaman memperoleh kebutuhan unsur haranya. Unsur hara makro yang tanaman butuhkan meliputi unsur Nitrogen (N), Fosfor (P), dan Kalium (K) yang biasa kita kenal dengan julukan NPK.

c) Pengendalian Hama dan Penyakit Pada Sawi

Lakukan pengendalian hama dan penyakit dengan menyemprotkan pestisida sesuai anjuran yang ada dengan waktu paling lambat 10 hari sebelum melakukan panen. Bisa juga dengan menggunakan cara manual dengan mematikan hama secara langsung, namun cara manual ini akan membutuhkan waktu yang lumayan lama pada lahan yang luas.

6. Panen dan Pasca Panen

Tanaman sawi dapat dipanen setelah berumur 30-40 hari masa tanam saat bunga sawi berada pada ukuran besar dan padat namun belum mekar. Ada beberapa cara yang digunakan untuk memanen sawi yaitu dengan cara mencabut seluruh bagian tanaman, dengan memetik daun sawi satu persatu, dan memotong bagian sawi tepat di atas permukaan tanah.

Setelah dipanen, bersihkan sawi yang sudah dipanen dari daun yang kering dan buang bagian akar tanaman hingga bagian leher akar. Kemudian, cucilah sawi dengan air bersih lalu tiriskan.

Untuk menghasilkan produk sayuran sawi yang baik, maka ada beberapa syarat tumbuh yang harus terpenuhi terlebih dahulu. Pengatur faktor-faktor seperti pemilihan benih, pengolahan lahan, pemeliharaan, dan pengendalian hama dan penyakit sangat menentukan kesuksesan budidaya sawi.

Check Also

How do you start your own small-scale business (2)

How do you start your own small-scale business?

Hasilbumi.net – Name and logo creation are easy tasks. But what about the other crucial, yet …

Leave a Reply

Your email address will not be published.