Breaking News

Intip Cara Budidaya Tanaman Sorgum dan Potensinya

Salah satu tanaman budidaya yang sedang naik daun saat ini adalah tanaman sorgum. Bagi sebagian orang mungkin jenis tanaman ini masih asing. Meski begitu, budidaya tanaman sorgum menyimpan potensi yang sangat besar lho. Cara untuk menanamnya juga terbilang mudah. Anda juga bisa mempraktekannya sendiri di rumah. Inilah informasi lengkap mengenai budidaya sorgum sekaligus potensinya.

Apa Itu Tanaman Sorgum?

budidaya tanaman sorgum
(sumber gambar: sehatq.com)

Sorgum atau Sorghum spp. adalah sebuah jenis tanaman yang serbaguna. Memiliki predikat serbaguna karena tanaman ini bisa Anda manfaatkan untuk berbagai kebutuhan. Mulai dari untuk pakan ternak, pangan, sampai untuk bahan baku industri tertentu. Untuk bahan pangan manusia, sorgum ini menduduki posisi ke-5 setelah gandum, jagung, padi, dan juga jelai.

Perlu Anda tahu juga bahwa di kawasan Asia Selatan dan Afrika Sub-sahara, sorgum adalah salah satu makanan pokok yang penting. Sebagai bahan makanan pokok, sorgum mengandung banyak sekali kandungan nutrisi yang baik. Mulai dari serat kasar, serat pangan, protein, pati, dan lain sebagainya. Tidak hanya itu, sorgum juga bisa Anda gunakan sebagai pengganti tepung terigu karena rendahnya angka glikemik sehingga lebih sehat untuk Anda konsumsi.

Cara Budidaya Tanaman Sorgum

Sebagai tanaman yang serbaguna tidak heran jika budidaya tanaman sorgum terbilang sangat menjanjikan. Anda bisa melakukan budidaya dengan cara dan langkah yang sangat mudah. Inilah cara untuk bisa membudidayakan tanaman ini:

1. Memenuhi Syarat Hidup Sorgum

Sama seperti banyak tanaman lainnya, ketika Anda akan membudidayakan sorgum maka harus memnuhi syarat hidupnya lebih dulu. Jika tidak terpenuhi, maka akan sulit kemungkinan untuk sorgum bisa tumbuh dengan optimal. Beberapa syarat hidup sorgum adalah:

a. Iklim

Rata-rata tingkat curah hujan yang baik untuk sorgum adalah 50 sampai 100 mm perbulan pada 2 sampai 2,5 bulan sejak masa tanam. Meski begitu, sebenarnya tanaman sorgum termasuk jenis yang sangat mudah untuk beradaptasi dengan lokasi penanamannya. Bisa tumbuh di kawasan dengan curah hujan tinggi, namun bisa juga tumbuh di kawasan dengan curah hujan rendah.  Selain itu, sorgum juga cocok untuk tumbuh pada kawasan wilayah yang memiliki tingkat kelembapan rendah.

b. Kondisi Tanah

Sistem perakaran tanaman sorgum akan berbentuk menyebar dan lebih toleran pada lapisan tanah yang dangkal. Jenis tanah yang paling cocok untuk sorgum adalah tanah vertisol, regosol, mediteran, aluvial, dan andosol.

c. Suhu dan Ketinggian

Suhu paling ideal untuk sorgum adalah kawasan dengan temperatur 20 derajat celcius. Kawasan terbaik untuk menanam sorgum adalah berada pada ketinggian 1 sampai 500 mdpl. Sorgum juga harus mendapatkan paparan sinar matahari dengan cukup. Tanaman ini tidak akan tumbuh dengan optimal jika intensitas matahari pada daerah tersebut rendah dan cenderung berkabut.

2. Persiapan Lahan Tanam

Setelah semua syarat hidup sudah Anda penuhi, maka budidaya tanaman sorgum bisa Anda lanjutkan dengan menyiapkan lahan tanam. Agar tanaman sorgum bisa tumbuh maksimal Anda harus menanamnya pada lahan yang gembur dan juga bebas dari gulma. Bersihkan lahan tanam lebih dulu dari semua gulma maupun tanaman liar yang ada di sekitar lahan tanam.

Setelah lahan benar-benar bersih dari guma, lanjutkan dengan pengolahan lahan. Olah lahan lebih dulu dengan cara membajak atau mencangkulnya. Bajak lahan sebanyak 2 kali setelah itu lanjutkan dengan menggarunya 1 kali. Setelah lahan gembur, maka buatlah sebuah saluran air di bagian pinggir dan tengah lahan.

3. Mempersiapkan Benih Sorgum

Ketika lahan tanam sudah siap, maka lanjutkan dengan mempersiapkan benih sorgum. Untuk mendapatkan benih sorgum yang berkualitas, Anda bisa langsung membelinya di toko bibit tanaman. Untuk 1 hektar lahan, maka Anda akan membutuhkan sekitar 10 sampai 15 kilogram benih sorgum berkualitas.

Namun jumlah ini bisa jadi lebih tinggi atau rendah tergantung dari ukuran benih, jarak tanam, sistem tanam, serta varietas sorgum yang Anda pilih. Beberapa varietas tanaman sorgum akan memiliki masa dormansi sekitar 1 bulan pertama setelah panen. Agar benih bisa bertahan lebih lama, Anda bisa menerapkan penyimpanan yang benar. Simpan benih di lokasi yang memiliki suhu sekitar 10 sampai 16 derajat celcius.

Baca Juga: Cara Membuat Bibit Jahe Gajah Berkualitas untuk Budidaya Jahe

4. Penanaman Sorgum

Setelah bibit dan lahan siap, maka Anda bisa masuk ke tahap penanaman sorgum. Untuk menanam sorgum, Anda bisa melakukannya sepanjang tahun tidak masalah apakah itu musim hujan maupun kemarau. Akan tetapi memang jumlah panen sorgum yang Anda tanam pada saat musim kemarau tidak akan sebanyak pada saat musim hujan.

Sebab, biasanya pada musim kemarau akan lebih banyak jumlah hama burung dan biji kurang ternutrisi karena kurang pasokan air. Untuk menanam sorgum, Anda cukup membuat lubang tanam. Umumnya ukuran lubang tanam adalah sekitar 5 cm kedalamannya. Untuk 1 hektar lahan tanam, umumnya bisa Anda tanami sampai 125.000 tanaman sorgum.

5. Pemupukan

Agar budidaya tanaman sorgum bisa lebih maksimal, maka Anda juga harus menambahkan pupuk. Untuk jenis pupuk bisa Anda sesuaikan dengan varietas sorgum yang Anda tanam dengan lokasi penanaman. Begitupula dengan takaran pupuk, bisa Anda sesuaikan dengan luas lahan tanam. Namun umumnya, untuk lahan yang memiliki pasokan air cukup takaran pupuknya 135 kilogram per hektarnya.

6. Memelihara Tanaman Sorgum

Budidaya tanaman sorgum juga harus Anda rawat dengan baik agar bisa mencapai panen yang maksimal. Untuk perawatan, perhatikan kecupukan pasokan air bagi sorgum dengan membuat drainase air yang baik. Jika memang terlalu banyak pasokan air, maka Anda harus menguranginya. Begitupula jika kekurangan air maka sebisa mungkin segera tambah pasokan air. Intinya jangan sampai sorgum kelebihan maupun kekurangan air.

Tidak hanya soal air, penyiangan juga perlu Anda lakukan agar tanaman sorgum bebas dari serangan gulma. Bersihkan lahan secara teratur dari adanya gulma yang bisa mengganggu pertumbuhan sorgum. Jangan lupa juga untuk memperhatikan serangan hama maupun penyakit yang bisa merusak panen sorgum.

7. Panen

Tahap budidaya tanaman sorgum yang terakhir adalah panen. Umumnya, sorgum sudah bisa Anda panen ketika memasuki usia 3 sampai 4 bulan. Biji sorgum yang siap panen akan memiliki warna kuning, kering, keras, dan memiliki kadar tepung yang maksimal. Waktu terbaik untuk panen adalah ketika cuaca cerah di pagi hari. Setelah panen selesai, maka jemur dulu sorgum di bawah sinar matahari kemudian rontokkan.

Potensi Budidaya Sorgum

budidaya tanaman sorgum
(sumber gambar: kompas.com)

Di Indonesia tanaman sorgum semakin mendapatkan perhatian khususnya dari Kementrian Pertanian. Sorgum mulai secara luas diperkenalkan sebagai produk pangan sebagai pengganti beras dan menjadi salah satu makanan sehat untuk masyarakat. Apalagi jika melihat budidaya sorgum yang mudah, namun memiliki nilai ekonomis tinggi semakin memperlihatkan bagaimana potensi agribisnis yang baik dari sorgum.

Di Indonesia sendiri baru ada beberapa wilayah yang sudah secara masif melakukan budidaya tanaman ini. Daerah tersebut mulai dari NTT, Jawa Timur, Jawa Barat, dan Jawa Tengah. Untuk itu, Kementan mulai melakukan sosialisasi dan memperkenalkan sorgum secara luas agar bisa menjadi komoditi budidaya yang bernilai untuk para petani.

Tidak hanya bernilai ekonomis yang tinggi, sorgum juga bisa memberikan manfaat lain yaitu bidang kesehatan. Sorgum adalah jenis sumber pangan yang memang memiliki banyak sekali nutrisi dan gizi. Ada banyak sekali manfaat yang bisa Anda dapatkan dengan mengonsumsi sorgum. Manfaat tersebut mulai dari untuk menjaga kadar gula darah, membantu menurunkan berat badan yang berlebih (membantu proses diet), dan mengatasi penyakit celiac.

Sorgum juga bermanfaat untuk menjaga kadar kolesterol, mencegah pertumbuhan sel kanker, hingga meredakan radang atau bengkak. Masyarakat juga bisa mengolah sorgum menjadi banyak bentuk olahan. Mulai dari sebagai pengganti nasi yang Anda konsumsi bersama sayuran, menjadikan sorgum sebagai tepung pengganti tepung terigu, mengolahnya menjadi popcorn untuk camilan sehat, mencampur sorgum dengan buah dan susu seperti sereal, atau bisa juga sebagai sirup minuman.

Dengan banyaknya manfaat dari sorgum dan tingginya nilai ekonomi tanaman ini, tidak heran jika budidaya tanaman sorgum sangat potensial. Anda juga bisa berkontribusi dalam perekonomian negara karena sorgum bisa menjadi produk ekspor yang menjanjikan. Apalagi cara untuk membudidayakan sorgum terbilang mudah dan biaya perawatan yang tidak terlalu mahal. Jadi, jangan ragu untuk melakukan budidaya sorgum ya!

Check Also

ciri-ciri ikan nila

Inilah Berbagai Sifat dan Ciri-ciri Ikan Nila yang Harus Anda Tahu!

Salah satu jenis ikan air tawar yang sangat populer di Indonesia, khususnya untuk kebutuhan konsumsi …

Leave a Reply

Your email address will not be published.