Breaking News

Cara Budidaya Terong Ungu Pasti Untung

Tanaman Terong (Solanum melongena L.) merupakan salah satu tanaman yang bisa dibudidayakan di mana saja hampir seluruh wilayah Indonesia karena bisa beradaptasi di segala keadaan. Terong ungu masuk ke dalam komoditas strategis yang banyak di budidayakan di Indonesia dan juga masyarakat Indonesia sampai saat ini masih suka mengonsumsi terong baik dalam bentuk olahan maupun segar. Tanaman ini masuk ke dalam keluarga Solanaceae yang bisa tumbuh panjang berkisar 60-240 cm. Bentuk tanaman terong seperti semak atau pohon, batangnya ada yang memiliki air atau duri.

Budidaya tanaman terong
Budidaya tanaman terong

Syarat Budidaya Tanaman Terong Ungu

Ada beberapa syarat yang harus terpenuhi agar tanaman terong ungu bisa tumbuh dengan baik :

1. Suhu

Keadaan suhu merupakan salah satu faktor terbesar dari pertumbuhan tanaman terong ungu, Suhu rata-rata untuk melakukan budidaya terong ungu ini adalah antara 21-28 derajat celcius pada siang hari dan 15-20 derajat celcius pada malam hari. Kondisi suhu yang terlalu panas akan menyebabkan cepatnya penguapan dari tanah yang bis mengakibatkan tanaman terong menjadi kekurangan air. Sehingga menyebabkan pertumbuhan terong yang tidak optimal. Pengairan dalam budidaya terong harus dilakukan dengan persiapan matang dan terjaga.

2. Curah Hujan dan Kelembaban

Tanaman terong ungu tidak cocok apabila di budidayakan pada lahan yang terlalu basah atau terlalu kering. Pada lahan yang terlalu basah akan memiliki kelembaban yang tinggi, sehingga tanaman terong akan lebih mudah terserang hama dan penyakit. Curah hujan yang terlalu tinggi juga bisa merusak tanaman terong dan membuat lahan menjadi becek. Kisaran curah hujan yang cocok untuk menanam terong adalah 750-1.250 mm/tahun. Serta kelembaban yang cocok untuk budidaya terong ungu adalah kisaran 70-80 %.

3. Kondisi Tanah

Dalam budidaya terong ungu biasanya menggunakan tanah yang bertekstur gembur dan banyak mengandung unsur hara yang berguna bagi pertumbuhan tanaman terong. Jenis tanah yang sangat optimal untuk budidaya terong adalah tanah andosol dan regosol. Namun jika kondisi tanah kurang optimal, Anda bisa melakukan pengolahan tanah dengan menambah pupuk kandang atau kompos untuk menambah kesuburan tanam.

4. Ketinggian Tempat Tanam

Meskipun terong pada dasarnya memang bisa tumbuh di mana saja, namun ada beberapa tempat yang menjadi tempat paling optimal untuk melakukan budidaya terong ini. Komoditas terung kebanyakan dibudidayakan di lokasi dataran tinggi yang rata-rata memiliki ketinggian antara 900-1.100 meter mdpl.

5. Sinar Matahari

Sama seperti tanaman pada umumnya yang membutuhkan sinar matahari. Tanaman terong juga membutuhkan sinar matahari agar bisa tumbuh dan berkembang dengan sehat. Jika menanam tanaman terong di tempat yang tertutup maka dikhawatirkan lebih cepat terserang penyakit dan kondisi nya saat panen pun menjadi pucat, lemah, dan memanjang.

6. Kondisi pH Tanah

Normalnya tanaman terong akan tumbuh optimal pada tanah dengan kadar pH 5,5-6,8. Keadaan pH sangat berperan dalam pertumbuhan tanaman terong untuk membantu proses penguraian dan penyerapan unsur hara. Jika tanah memiliki pH yang rendah maka bisa menambahkan kapur, namun jika memiliki pH yang tinggi bisa teratasi dengan penambahan belerang. Hal itu dilakukan agar tanah memiliki pH yang optimal untuk pertumbuhan tanaman.

Pedoman Budidaya Tanaman Terong yang Bisa Kita Lakukan :

1. Pengolahan Tanah

Keadaan tanah sangat penting bagi kelangsungan pertumbuhan tanaman, ada beberapa tahap untuk pengolahan tanah yaitu :

a. Pembersihan Lahan

Membersihkan lahan merupakan tahap paling awal yang wajib dilakukan saat akan menanam. Membuang rumput-rumput yang mengganggu, batu yang menganggu pertumbuhan tanaman, serta tanaman yang bisa menghalangi sinar matahari pada lahan yang akan kita tanami.

b. Pengolahan lahan

Bertujuan untuk menciptakan tanah yang gembur, subur, dan memiliki sistem drainase yang baik. Tahap ini dapat dilakukan dengan cara membajak atau mencangkul tanah. Pencangkulan tanah dilakukan secukupnya dan jangan terlalu dalam karena bisa menyebabkan tanah yang tidak subur tercampur dalam tanaman yang subur.

c. Pembuatan Parit dan Bendengan

Setelah melakukan pengolahan tanah kemudian tanah didiamkan sekitar 2-3 minggu agar gas-gas yang tidak berguna dapat menguap dan bisa juga mematikan hama dan penyakit karena terkena sinar matahari. Lalu buatlah bendengan dengan ukuran kisaran 110-120 cm dengan tinggi 30-45 cm serta ukuran panjangnya 10-12 cm.

d. Pemberian Pupuk

Pemberian pupuk bertujuan agar tanah ternutrisi sehingga menyebabkan terong tumbuh dengan baik. Bisa menggunakan pupuk organik dan anorganik seperti Za, urea, TSP/SP 36 dan KCL. Pupuk kandang memiliki keunggulan dari pada pupuk anorganik yaitu pupuk kandang bisa mengembalikan kondisi tanah yang jelek dan bisa menjaga kualitas tanah karena bukan berasal dari bahan kimia sehingg tingkat resikonya lebih rendah.

e. Pemasangan Mulsa

Para petani biasanya sudah umum dengan penggunaan mulsa karena lebih efektif dan praktis. Penggunaan mulsa bertujuan untuk mencegah pertumbuhan gulma dan penyakit yang bisa menyerang tanaman terong.

2. Penyemaian Benih

Lakukan seleksi terhadap benih yang akan kalian tanam, dengan cara merendamnya terlebih dahulu ke dalam air. Benih dengan kualitas yang kurang baik akan terapung. Kemudian, Anda juga bisa merendamnya ke dalam cairan anti bakteri, anti jamur, dan percepat tumbuhan. Lakukan penyemaian saat setelah berusia 25 hari penyemaian, benih harus melewati proses penyemaian terlebih dahulu sebelum menjadi bibit. Pindahnkan benih tanaman yang sudah tumbuh ke tempat yang baru.

3. Penanaman

Tahap penanaman dilakukan sejak tanaman telah berumur 20-25 hari atau minimal sudah memiliki 5 helai daun yang tumbuh. Dalam penanaman tanaman ini juga lakukanlah seleksi terhadap bibit tanaman yang kurang baik kondisinya, karena bisa menular ke tanaman yang lan.

4. Perawatan Tanaman

Beberapa tahap perawata tanaman yang bisa dilakukan :
a) Penyulaman

Penyulaman merupakan tahap mengganti tanaman yang kondisinya rusak, busuk, atau mati. Agar tanaman tersebut tidak menyebarkan penyakit ke tanaman lainnya. Oleh karena itu lakukan penyulaman karena memang membutuhkan.

b) Pengairan

Pengairan merupakan salah satu hal yang harus dilakukan agar memperoleh tanaman terong yang segar. Pengairan harus selalu dijaga kelangsungannya. Lebih baik lakukan selama pagi atau sore hari, jangan lakukan saat panas tering di siang hari. Supaya menjaga keadaan tanaman tetap lembab.

c) Pemberian Pupuk Susulan

Pemberian pupuk susulan yaitu pada saat tanaman berumur satu bulan. Biasanya pupuk yang diberikan adalah pupuk NPK dengan perbandingan masing-masing 2:3:1. Kadar pemupukan adalah sekitar 50 gram per pohon.

d) Sanitasi

Melakukan tahap sanitasi biasanya pada saat tanaman berumur 30, 60, dan 90 hari setelah masa tanam. Pada usia tanaman itu, sanitasi berguna untuk meningkatkan produktivitas tanaman terong. Gulma pada tanaman dapat menurunkan bobot tanaman.

5. Panen

Proses panen tanaman terong perlu memperhatikan dan menggunakan cara yang tepat agar tetap menjaga kualitas dan mutu tanaman terong. Proses panen merupakan proses terakhir dan faktor utama penentu kualitas terong. Masa panen setiap varietas terong berbeda, terong yang ditanam di dataran tinggi dan rendah juga memiliki perbedaan masa panen.

6. Pasca Panen

Tahap pasca panen pada terong kering ada dalam beberapa tahapan yaitu pembersihan buah terong, peredaman buah terong dalam air hangat, kemudian masukan terong ke dalam air dingin agar terong bisa bertahan lebih lama dan tidak mudah berubah warna menjadi kecoklatan.

 

Itulah beberapa tahapan budidaya terong yang dapat kita lakukan agar menghasilkan tanaman terong yang berkualitas dan memberi kepuasan terhadap konsumen.

Check Also

How do you start your own small-scale business (2)

How do you start your own small-scale business?

Hasilbumi.net – Name and logo creation are easy tasks. But what about the other crucial, yet …

Leave a Reply

Your email address will not be published.