Pelajari Budidaya Udang Windu dan Potensi Usahanya

  • Whatsapp
budidaya udang windu

Salah satu jenis udang yang menjadi komoditi ekspor perikanan adalah udang windu. Bersama dengan jenis udang vaname, budidaya udang windu memiliki prospek yang sangat menjanjikan. Perlu Anda ketahui bahwa udang windu atau Penaeus monodon adalah jenis udang yang berasal dari Indonesia. Rasa udang windu juga tergolong lezat sehingga banyak masyarakat yang mengolahnya menjadi hidangan andalan.

Potensi Usaha Budidaya Udang Windu 

budidaya udang windu
(sumber gambar: mmc.tirto.id)

Udang windu memiliki harga jual yang cukup tinggi. Per 1 kilogramnya, udang ini terjual dengan harga Rp.75.000. Apalagi jika jenisnya adalah windu Tiger atau Jumbo, maka harganya bisa lebih mahal lagi mencapai Rp.115.000 per kilogramnya. Fakta ini yang membuat banyak pembudidaya udang windu memberanikan diri untuk merintis usaha.

Meski budidaya udang windu lebih sulit daripada udang vaname karena rentannya terkena penyakit bercak putih atau white spot syndrome virus, namun produksi udang windu tetap terbukti tinggi. Hal ini bisa terlihat dari kurun waktu 5 (lima) tahun terakhir, dimana kuantitas produksi budidaya windu selalu menunjukkan penaikan yang impresif.

Walaupun produksinya belum sebanyak udang vaname, budidaya udang windu harus tetap digenjot dan penyediaan bibitnya harus secara kontinu. Salah satu provinsi yang terkenal akan budidaya windunya adalah Provinsi Kalimantan Timur. Pembudidaya windu di Kaltim, banyak yang menggunakan cara tradisional dan tradisional plus. Dalam artian, teknologi tergabung dalam cara budidaya dengan mempertahankan kearifan lokal.

Baca Juga: Intip Cara Mudah Ternak Ikan Guppy untuk Pemula 

Budidaya Udang Windu yang Bebas Penyakit

budidaya udang windu
(sumber gambar: news.kkp.go.id)

Udang windu memang cukup rawan akan serangan penyakit bercak putih, namun bukan berarti Anda tidak bisa membudidayakannya. Udang windu habitat aslinya adalah air payau atau laut, maka budidaya harus Anda lakukan dengan penggunaan air payau dan media berupa tambak. Inilah langkah-langkah budidaya udang windu yang bisa Anda ikuti:

1. Proses Persiapan Tambak 

Untuk udang windu, persiapan tambak adalah bagian penting dan krusial yang tidak bisa Anda sepelekan. Awali persiapan dengan menentukan lokasi terbaik untuk tambak udang windu. Lokasi terbaik untuk budidaya adalah sepanjang garis pantai atau dekat pantai yang memiliki sumber daya air payau melimpah.

Nantinya, hal ini juga akan lebih memudahkan Anda karena proses untuk membangun saluran air menuju tambak juga lebih mudah.  Selain itu, Anda juga harus memperhatikan beberapa faktor berikut:

  • Pilih lokasi dekat pantai setidaknya beberapa meter dari permukaan laut. Suhu terbaik adalah berada pada kisaran 26-32 derajat celcius.
  • Lingkungan budidaya harus memiliki kondisi air yang bagus supaya panen udang windu juga bisa optimal.
  • Pembangunan tanggul tambak harus benar-benar kuat, padat, tahan erosi atau pengikisan air, dan tidak mudah bocor. Dengan begitu, keamanan udang windu di dalam tambak bisa lebih terjaga.
  • Gunakan air payau yang memiliki salinitas sekitar 15-35 ppt, pH air sekitar 7,5 sampai 8,5, bebas dari adanya pencermaran, serta memiliki kadar oksigen terlarut minimal sebanyak 3 ppm.

Apabila lokasi yang Anda pilih memang sudah memenuhi kriteria tersebut, maka Anda bisa mulai membuat tambak. Pada dasarnya, tambak budidaya udang windu tidak terlalu sulit untuk Anda buat. Inilah langkah pembuatan tambak:

  1. Awali dengan membuat 3 (tiga) buah tambak. Pertama, tambak untuk pendederan, tambak untuk gelondongan, dan tambak untuk pembesaran udang windu. Buat pintu air pada masing-masing tambak, selokan, dan kran air supaya proses pengaliran air menjadi lebih mudah.
  2. Sebagai catatan, 3 tambak tersebut harus Anda bangun bersebelahan namun dengan tinggi yang berbeda.
  3. Setelah itu, buat pematang pada sekitar tambak yang memiliki tinggi 50 cm di atas permukaan air dan lebar 2 m. Anda juga bisa membuat pematang sebagai pemisah antar tambak satu dengan tambak lainnya.

2. Pengolahan Lahan Tambak 

Langkah budidaya udang windu selanjutnya adalah mengolah lahan tambak sebelum memasukkan air. Pada tahap ini, Anda harus mengeluarkan lumpur yang ada dalam tambak kolam dengan cara mencangkul atau menyedotnya menggunakan pompa air. Setelah itu, Anda bisa membalik tanah tambak dengan proses pembajakan atau cangkul manual.

Hal ini bertujuan untuk mengeluarkan gas amoniak dan beracun yang mungkin masih terperangkap dalam tanah. Supaya keasaman tanah bisa netral, Anda juga harus melakukan pengapuran. Untuk takarannya adalah 1 ton per 1 hektar tambak. Setelah pengapuran dan pembalikan, keringkan tambak terlebih dahulu supaya bibit penyakit mati.

3. Proses Mengisi Air Tambak 

Proses pengeringan tambak setidaknya memakan waktu 3 hari. Setelah itu, budidaya udang windu baru bisa lanjut ke proses pengisian air tambak. Dalam proses ini, pastikan untuk memasukkan air dalam tambak secara bertahap. Pertama, awali dengan mengisi air tambak setinggi 10-25 cm dan biarkan selama beberapa hari terlebih dahulu. Tujuannya agar plankton bisa tumbuh subur di tambak. Jika sudah barulah lanjutkan pengisian air hingga 80 cm.

4. Pemilihan dan Penebaran Benur Udang Windu 

a. Memilih Benur Berkualitas

Dalam budidaya udang windu, bibit juga bisa Anda sebut dengan istilah benur. Untuk mendapatkan benur yang sehat dan berkualitas, Anda bisa membelinya langsung ke tempat pembenihan. Beberapa kriteria benur yang berkualitas baik adalah aktif bergerak dan lincah, sehat, memiliki anggota tubuh yang lengkap, tahan terhadap perubahan lingkungan, daya tahan tubuhnya kuat, dan warna tubuh tegas dan tidak pucat.

Untuk mendapatkan benur yang sehat Anda bisa melakukan pengujian sederhana pada benur udang windu terlebih dahulu. Caranya adalah siapkan baskom yang sudah berisi air dan masukkan benur udang windu. Setelah itu aduk air tersebut dengan kencang selama 1-3 menit. Benur yang sehat adalah benur yang tetap bergerak lincah dan aktif meski putaran airnya sudah berhenti. Pilih dan kumpulkan benur tersebut.

b. Menebar Benur 

Jika Anda sudah mendapatkan benur-benur yang sehat dan berkualitas, selanjutnya adalah menebar benur. Apabila planton sudah tumbuh subur di tambak udang windu, maka Anda bisa menebar benur saat pagi atau sore hari agar tidak terlalu panas. Proses penebaran benur juga harus Anda lakukan secara hati-hati dan bertahap agar benur tidak stress dan bisa beradaptasi dengan tambak.

Awali dengan meletakkan benur sekaligus plastik pembungkusnya selama 15-30 menit di dalam tambak tanpa dibuka. Setelah itu, baru buka ujung plastik wadah benur namun tetap terapung di tambak untuk proses adaptasi udara. Kemudian, percikkan air tambak ke dalam wadah benur agar ada percampuran air tambak dan air dalam wadah benur.

Terakhir, barulah biarkan benur keluar dari wadah plastik menuju tambak dengan sendirinya. Dengan cara ini, benur bisa beradaptasi dengan optimal pada tingkat keasinan dan udara tambak.

5. Pemeliharaan Udang Windu 

Budidaya udang windu juga harus sangat memperhatikan proses pemeliharaannya. Untuk pemeliharaan udang, Anda bisa memberikan tambahan pupuk supaya makanan alami bagi udang windu menjadi lebih banyak. Pupuk yang bisa Anda pakai adalah pupuk kandang dengan takaran 250 gram/m2, urea dengan takaran 5 gram/m2, atau pupuk TSP dengan takaran 5 gram/m2.

Apabila ukuran udang windu sudah lebih besar, maka Anda mulai bisa memberikan pakan tambahan. Pakan tersebut berupa daging binatang yang lunak seperti daging kerang tiram yang Anda campurkan dengan dedak halus, ikan cincang, siput, serta udang-udangan lain.

Selain pakan, kualitas air juga harus Anda perhatikan. Ganti atau tambahkan air jika memang kualitas air sudah menurun. Perhatikan pula adanya penyakit atau hama yang bisa merusak kualitas udang windu. Jika menemukan tanda penyakit, ambil udang yang sakit supaya tidak menulari udang lain yang sehat.

6. Proses Panen Udang Windu 

Tahap budidaya udang windu yang terakhir adalah panen. Umumnya, Anda sudah bisa panen udang windu setelah umurnya 5-6 bulan. Pada umur ini, berat udang windu sudah mencapai rata-rata 8 ons per ekor udangnya. Waktu terbaik panen adalah malam hari atau dini hari. Sementara untuk cara panen, bisa Anda lakukan dengan menebar jaring atau jala dan setelah itu ambil udang secara perlahan.

Apabila saat itu harga udang windu adalah sebesar Rp. 100.000 per kilogramnya, maka bayangkan jika Anda bisa memanen 100 kilogram udang. Tentu keuntungan yang Anda dapatkan akan besar bukan?

Itulah uraian langkah budidaya udang windu. Dengan harga jual yang tinggi, peluang usaha ini masih menjanjikan untuk Anda coba. Asal bisa melakukan budidaya yang tepat dan tanpa penyakit, hasil panen tentunya akan maksimal. Jadi, apakah Anda juga ingin mencoba budidaya ini?

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *