Rahasia Cara Budidaya Cacing Sutra yang Punya Potensi Luar Biasa

  • Whatsapp
budidaya cacing sutra

Salah satu jenis budidaya yang banyak sekali peminatnya di Indonesia adalah cacing sutra. Banyak yang menyukai budidaya ini karena potensinya yang besar karena permintaan cacing sutra yang tinggi. Sayangnya, permintaan tersebut belum seiring dengan adanya produsen cacing sutra. Untuk itulah peluang untuk memulai budidaya ini masih terbuka lebar. Cara budidaya cacing sutra juga tidaklah sulit. Lalu, bagaimana caranya? Yuk, simak informasinya berikut ini!

Sekilas Tentang Cacing Sutra dan Manfaatnya

budidaya cacing sutra
(sumber gambar: duniaair.com)

Cacing sutra atau Tubifex spadalah salah satu jenis cacing yang umum menjadi pakan alami. Ukuran dari cacing ini sangat kecil dan memiliki warna tubuh merah. Panjang cacing sutra umumnya hanya berkisar antara 1 sampai 2 cm saja.  Pada dasarnya, cacing sutra akan tumbuh ideal pada habitat asli mereka seperti lumpur. Namun saat ini budidaya cacing ini sudah bisa hanya menggunakan media air biasa dan juga nampan.

Mengapa orang banyak mencari cacing sutra? Jawabannya karena jenis cacing ini memiliki banyak sekali manfaat. Terutama sebagai pakan berbagai hewan ternak. Para peternak cenderung menyukai cacing sutra karena nutrisi di dalamnya yang tergolong tinggi seperti protein, lemak, dan juga serat. Bahkan kadar protein yang ada dalam cacing ini mencapai presentase 57% dan 13% lemak. Beberapa jenis hewan ternak yang biasa menggunakan cacing sutra dalam campuran pakannya adalah:

  • Ikan air tawar
  • Ternak belut
  • Lele
  • Ikan cupang
  • Lobster air tawar
  • Ayam kampung, ayam petelur, ayam hias, dan ayam pedaging
  • dan lain sebagainya.

Karena tingginya permintaan dari cacing sutra, pembudidaya cacing ini bisa meraup keuntungan yang cukup tinggi. Nah, jika Anda tertarik juga untuk menekuni budidaya cacing sutra, tidak perlu khawatir. Sebab, cara yang harus Anda tempuh terbilang mudah.

Baca Juga: Intip Ramuan Mengatasi Hama Wereng yang Manjur!

Cara Budidaya Cacing Sutra yang Mudah

budidaya cacing sutra
(sumber gambar: tabloidsinartani.com)

Tidaklah sulit menekuni budidaya hewan yang satu ini. Berikut cara yang harus Anda tempuh:

1. Persiapan Sarana Budidaya Cacing Sutra

Agar budidaya cacing sutra berjalan dengan lancar, maka Anda harus mempersiapkan sarana budidayanya terlebih dahulu. Beberapa sarana produksi yang Anda butuhkan adalah nampan plastik (sebaiknya memiliki ukuran yang besar), saluran air, pompa air, rak sebagai tempat untuk menyusun nampan, dan juga kolam yang terbuat dari terpal. 

2. Pembuatan Sarana Budidaya

Setelah sarana produksi siap, maka lanjutkan dengan melubangi nampan-nampan. Lubangi nampan pada salah satu sisinya. Untuk lubangnya sendiri sekitar 2 sampai 3 cm di bawah bagian pegangan nampan. Buat lubang setidaknya 4 sampai 5 lubang. Lubang ini berfungsi sebagai tempat keluarnya air dari dalam nampan agar bisa jatuh pada nampan lain yang ada di bawahnya.

Jika semua nampan sudah selesai Anda lubangi, maka susun nampan secara bertingkat pada rak yang Anda siapkan. Untuk ukuran rak sendiri tergantung kebutuhan Anda masing-masing. Akan tetapi, untuk jumlah tingkat rak, umumnya berjumlah 4 sampai 6 tingkat. Setelah itu, yang harus Anda lakukan adalah menyusun nampan di dalam rak.

Penyusunan ini tidak bisa Anda lakukan sembarangan karena Anda harus membuat posisi arah lubang dalam nampan tidak sama setiap tingkatnya. Contoh, apabila pada tingkat rak pertama lubang nampan arahnya ke belakang, maka nampan yang ada di rak kedua lubang nampannya harus menghadap ke depan. Selanjutnya pada rak ketiga kembali menghadap kebelakang, dan seterusnya sampai tingkat paling akhir.

Setelah itu, pasang paralon air yang berfungsi sebagai saluran air pada bagian paling atas dari rak. Usahakan paralon ini memanjang dari ujung keujung dan memiliki lubang pada bagian bawahnya. Jumlah lubang pada paralon ini harus sama banyak dan memiliki posisi sejajar dengan berbagai nampan yang ada di bawahnya. Contoh, jika di dalam 1 tingkat rak memiliki 5 nampan, maka buat lubang paralon sebanyak 5 buah juga. Jangan lupa untuk membuat lubang yang masing-masing ada pas di atas nampan.

Jika sudah maka kolam terpal bisa Anda buat dibawa rak dan nampan. Tujuan dari kolam terpal ini adalah sebagai tempat untuk menampung air yang sudah jatuh dari nampan. Kolam ini juga akan menyimpan cacing sutra yang tidak sengaja ikut terbawa dalam aliran air. Nantinya, Anda juga harus memasang pompa air pada kolam terpal tersebut. Fungsinya untuk mengalirkan air yang ada di kolam untuk kemudian Anda alirkan lagi ke rak dan nampan. Dengan begitu, pemakaian air untuk budidaya cacing sutra bisa menjadi lebih hemat.

3. Mendapatkan Bibit Cacing Sutra Berkualitas

Setelah sarana budidaya siap, maka langkah selanjutnya adalah mencari bibit cacing sutra yang berkualitas. Jika Anda ingin praktis, maka Anda bisa langsung membeli bibit cacing sutra di pasar hewan maupun toko ikan hias. Anda juga bisa mencari bibit cacing ikan sutra di lumpur. Apapapun cara yang Anda pilih, pastikan mendapatkan bibit cacing sutra yang berkualitas ya!

Setelah mendapatkan bibit cacing sutra, maka lanjutkan dengan proses karantina terlebih dahulu. Karantina ini umumnya akan memakan waktu 2 sampai dengan 3 hari. Anda cukup memasukkan satu gumpalan cacing sutra ke dalam satu wadah yang sudah ada air bersihnya. Pastikan wadah tersebut tidak berhenti mendapatkan aliran air dengan volume yang kecil. Oksigen terbaik agar karantina cacing sutra adalah sekitar 2,5 sampai 7,0 ppm. Dengan oksigen yang tercukupi, cacing sutra bisa hidup dengan baik.

Setelahh 3 hari, maka selanjutnya adalah memindahkan cacing sutra ke nampan yang sudah Anda siapkan sebelumnya. Saat memindahkan cacing sutra ini, usahakan dengan sangat hati-hati karena rentan akan stress. Anda bisa menggunakan sendok atau jaring ikan yang kecil untuk memindahkan cacing sutra. Jangan pernah menggunakan tangan kosong saat memindahkan cacing sutra ya. Selain itu, lakukan pemindahan bibit ini dengan cepat agar cacing sutra tidak mati.

4. Merawat Cacing Sutra

Cara budidaya cacing sutra selanjutnya adalah tahap perawatan. Dalam perawatannya, sebenarnya cacing sutra tidak terlalu rumit. Hal yang harus Anda perhatikan adalah makanan untuk cacing sutra serta pengaturan debit air. Untuk makanan, cacing sutra membutuhkan bahan khusus yang harus Anda berikan. Jenis makanan ini juga akan jauh lebih baik apabila terbuat dari jenis bahan organik dan sudah melalui proses fermentasi.

Salah satu pilihan makanan untuk cacing sutra adalah ampas tahu. Di dalam ampas tahu terdapat banyak sekali kandungan jamur serta protein yang baik bagi cacing sutra. Protein ini akan menjadi sumber nutrisi agar cacing sutra bisa berkembang dengan optimal. Selain itu, usahakan juga bahwa ampas tahu ini sudah melalui proses fermentasi dan teksturnya benar-benar lembek. Sebagai tambahan, Anda bisa memberikan tepung ikan pada ampas tahu agar nutrisinya lebih lengkap.

Untuk pemberian makanan, sudah bisa Anda berikan pada cacing sutra dengan jarak 10 sampai 12 hari setelah cacing sutra berhasil Anda pindahkan ke nampan. Apabila mendekati masa panen, Anda juga bisa memberikan makanan tambahan makanan berupa sawi yang sudah Anda hancurkan dan fermentasi supaya hasil panen semakin melimpah.

Sementara itu, untuk debit air pastikan selalu berada pada kisaran 5 sampai 7 cm. Pastikan pula bahwa air selalu mengaliri media nampan dengan lancar dan tidak berhenti. Tujuannya, agar cacing sutra bisa lancar dan optimal dalam pertumbuhannya. Selain itu, hindari bahan-bahan kimia yang bisa mencemari air pada budidaya cacing sutra.

5. Proses Panen Cacing Sutra 

Cara budidaya cacing sutra yang terakhir adalah panen. Dengan tahapan yang berjalan dengan baik dan perawatan yang optimal, dalam waktu 3,5 bulan cacing sutra sudah bisa Anda panen. Untuk panen pertama memang memakan waktu yang cukup lama. Namun, untuk selanjutnya, Anda bisa memanen cacing sutra setiap 2 minggu sekali.

Dalam pemanenan cacing sutra juga tidak bisa Anda lakukan sembarangan. Untuk panen cacing sutra, Anda harus menutup nampan terlebih dahulu dengan kain secara keseluruhan dengan menggunakan kain dengan warna yang gelap. Kemudian tunggu terlebih dahulu selama 5 sampai 6 jam.

Sembari menunggu, siapkan jaring ikan kecil dan wadah lain sebagai media panen. Jika sudah siap, angkat kain penutup dan cacing sutra akan terlihat menggerombol. Saat itulah Anda harus segera mengambilnya menggunakan jaring ikan kecil. Setiap nampan umumnya akan menghasilkan 100-150 mililiter cacing sutra.

Itulah informasi cara budidaya cacing sutra yang bisa Anda ikuti. Dengan potensinya yang luar biasa sebagai pakan ternak, tidak heran jika permintaan akan cacing sutra selalu tinggi. Jadi, apakah Anda tertarik untuk mencoba budidaya ini?

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *