Cara Budidaya Ikan Lele Sangkuriang Hasil Maksimal

  • Whatsapp
cara budidaya lele sangkuriang hasil melimpah
sumber gambar: abah tani

Perikanan adalah salah satu sektor penting di Indonesia. Pasalnya banyak masyarakat yang bekerja di sektor ini dan banyak pula yang membutuhkan barang dari sektor perikanan. Sehingga, melakukan budidaya perikanan harus dengan baik dan efisien agar bisa memberikan manfaat dan keuntungan bagi banyak orang.

Budidaya perikanan merupakan upaya untuk meningkatkan jumlah produksi hasil perikanan, dengan tujuan untuk memperoleh hasil berupa ikan dengan ukuran tertentu dan dalam jumlah yang banyak atau setidaknya cukup. Salah satu ikan yang banyak dibudidayakan adalah Ikan Lele. Ikan lele adalah salah satu ikan air tawar yang berasal dari Afrika dan budidayanya sudah komersial.

Bacaan Lainnya

Di Indonesia khususnya di Pulau Jawa, budidaya ikan lele sudah berkembang sangat pesat. Pasalnya, budidaya lele tergolong mudah karena bisa di lahan dan sumber air terbatas, pemasaran yang mudah, modal usaha yang rendah, dan membutuhkan waktu yang tidak terlalu lama. Dan dengan tingginya permintaan terhadap ikan lele, maka budidaya ikan lele ini sangat menjanjikan.

 

 

Tentang Lele Sangkuriang

Terdapat empat jenis lele yang cukup familiar, yaitu lele dumbo (Clarias gariepinus), lele lokal (Clarias batrachus), lele keli (Clarias meladerma), Lele sangkuriang (Clarias gariepinus Var), dan Lele phyton (Clarias gariepinus var). Dalam pembahasan kali ini, akan fokus pada cara budidaya ikan lele sangkuriang. Lele sangkuriang adalah varietas atau strain lele unggul. Peneliti dari Balai Besar Pengembangan Budidaya Air Tawar (BBPBAT) melakukan perbaikan genetik lele dan menghasilkan varietas lele tersebut. Perbaikan tersebut terjadi dengan melakukan silang balik pada lele dumbo antara induk betina generasi kedua dengan induk jantan generasi keenam. Dan lele sangkuriang telah resmi dilepas sebagai varietas lele unggul pada tahun 1994.

Lele sangkuriang adalah jenis ikan air tawar yang paling umum dikonsumsi masyarakat. Ciri-ciri lele ini adalah tubuhnya yang licin, kepala memanjang hingga sekitar seperempat dari panjang tubuhnya, berwarna hitam, dan pada kulitnya terdapat bercak-bercak jamur. Ikan lele ini menyukai air yang mengalir perlahan, suka berlindung di tempat gelap, dan aktif mencari makan di malam hari. Mengenai keadaan lingkungan sekitarnya, lele sangkuriang bisa hidup di air dengan ph 7-8,5, oksigen terlarut 3,5-6 ppm, dan suhu antara 25-30 derajat celcius.

Cara Budidaya Ikan Lele Sangkuriang

Permintaan terhadap Ikan Lele Sangkuriang termasuk tinggi. Hal ini yang menjadikan budidaya ikan lele sangkuriang memiliki prospek yang tinggi. Pasalnya, selain mudah dibudidayakan, benih dan sarana pra sarananya pun mudah didapat. Selain itu, Ikan Lele Sangkuriang cenderung tahan terhadap lingkungan yang kurang baik sekalipun. Jika melihat sosial ekonominya, harga ikan lele sangkuriang termasuk terjangkau, dan pastinya menguntungkan.

Cara budidaya ikan lele sangkuriang tergolong mudah. Terdapat 2 tahap penting dalam budidaya lele, yaitu pembenihan dan pembesaran.

1. Pembenihan

Terdapat 4 hal pokok penting  yaitu induk, pemijahan dan pemeliharaan larva hingga benih, dan pendederan. Induk yang bagus untuk pembenihan adalah induk yang berumur 1-2 tahun, memiliki bobot minimal 1 kilogram, memiliki fisik yang gemuk, kemerahan dan mengkilap, sehat dan tidak cacat, dan juga pergerakannya lincah.

Pemijahan

Seperti halnya ikan cupang, ikan lele juga perlu pemijahan dalam proses budidayanya. Hal penting dalam proses ini adalah menentukan waktu dan metode yang tepat, serta manajemen kualitas air. Teknik pemijahan ini sama seperti di alam, yaitu lele jantan dipasangkan dengan lele betina yang sudah matang gonad juga. Dan kedua indukan akan kawin dan pemijahan terjadi secara alami. Penerapan teknik ini cukup banyak karena percaya bahwa pemijahan alami akan menghasilkan bibit yang lebih unggul. Karena telur yang dihasilkan keluar secara murni, bukan hasil paksaan. Sedangkan untuk waktu yang tepat adalah pada sore hari, karena ikan biasanya akan memijah sekitar pukul 23.00 hingga 05.00, dan saat itu kolam harus ditutup agar induk ikan tidak keluar dari kolam.

Pemeliharaan larva

Di pagi hari, biasanya proses pemijahan sudah selesai. Dan saat itu pula sebaiknya mengangkat induk dari kolam pemijahan untuk menghindari induk tersebut memakan telur. Selanjutnya, telur yang telah dibuahi ditetaskan di kolam ataupun wadah lainnya seperti akuarium, fiberglass, dan sebagainya. Pada saat itu pula harus memperhatikan suplay oksigen dan juga suhu. Telur akan menetas setelah 24 jam dan menjadi larva. Ketika larva sudah menetas, telur segera pisahkan untuk mencegah tumbuhnya jamur.

Pendederan

Proses pendederan merupakan kegiatan pemeliharaan lanjutan untuk mempersiapkan benih lele sangkuriang agar bisa mencapai ukuran yang optimal. Pendederan pertama adalah pada benih ikan berumur 5-26 hari dengan ketentuan pada umur di bawah 10 hari diberikan pakan alami berupa cacing. Kemudian memberikan pakan DO – udang campur dengan cacing sutera pada umur 10-15 hari, dan memberikan pakan berupa DO – udang pada umur 16-26 hari. Selanjutnya pada pendederan kedua di umur 26-40 hari, pakan yang diberikan adalah pakan apung yang berprotein tinggi dengan berbagai ukuran. Dan setiap seminggu sekali sebaiknya melakukan penyaringan terhadap keseragaman besaran lele.

2. Pembesaran Lele

Budidaya lele sangkuriang akan menghasilkan fekunditas telur yang lebih banyak daripada jenis lele lainnya, yaitu mencapai 60.000 butir dengan derajat penetasan telur lebih dari 90%. Panjang rata-rata benih lele sangkuriang setelah pendederan adalah sekitar 3-5 cm yang lebih besar dari lele dumbo yang hanya 2-3 cm. Agar benih lele tersebut bisa tumbuh dan berkembang dengan baik sesuai keinginan, terdapat beberapa faktor penting dalam pembesaran lele sangkuriang. Faktor-faktor tersebut adalah faktor benih, kualitas lingkungan, pakan, teknologi budidaya, dan kesehatan ikan serta lingkungan.

Benih ikan lele sebaiknya berasal dari satu jenis induk dan satu tetasan, dengan ukuran yang seragam, keadaan sehat dan tidak cacat. Kualitas lingkungan yang terpenting adalah kualitas air kolamnya yang terdiri dari sumber airnya, pergantian air, aerasi, dan penggunaan zat pendukung air lainnya. Pakan juga sangat penting, karena pakan akan mempengaruhi nutrisi dan pertumbuhan ikan lele. Ikan lele membutuhkan protein hewani tinggi minimal 30%. Agar bisa optimal, porsi dan waktu pemberian pun penting. Sebaiknya pemberian pakan adalah  pada sore hingga petang hari dengan porsi 3-7% dari berat badannya.

Teknologi budidaya adalah hal yang paling penting, terutama tempat budidayanya. Kolam yang baik adalah yang berasal dari kolam, karena berpengaruh pada dekomposisi bahan organik. Namun boleh saja jika menggunakan bahan lain seperti beton, terpal, plastik, dan sebagainya.

Memaksimalkan hasil ikan lele

Nah, agar bisa menghasilkan ikan lele sangkuriang dengan hasil maksimal, bisa melakukan tindakan preventif terhadap penyakit ataupun bakteri, dengan cara memberikan imunostimulan berupa pemberian vitamin biovit, vitamin C, dan sebagainya. Selain itu juga bisa melakukan vaksinasi dengan mengaplikasikan vaksin dengan cara rendam, melalui pakan, ataupun suntik.

Cara budidaya ikan lele bisa terbilang cukup mudah dengan hasil akhir nantinya yang cukup menjanjikan. Bahkan ketika menghitungnya, dalam sekali periode budidaya ikan lele yaitu sekitar 80-90 hari, keuntungan dari budidaya ini sangat baik. Agar hasil budidaya ikan lele sangkuriang bisa maksimal, bisa melakukan beberapa tips yang sudah dijelaskan sebelumnya. Selamat mencoba!

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *