Breaking News

Cara Budidaya Jeruk Lemon Pasti Berbuah

Popularitas lemon seolah semakin meningkat setelah banyak orang mengkonsumsinya sebagai bahan dari minuman untuk meningkatkan daya tahan tubuh di masa pandemik. Sebenarnya, lemon memiliki banyak manfaat. Beberapa dari kamu mungkin ingin selalu menikmati buah yang satu ini sesering mungkin tanpa harus pergi ke pasar atau supermarket. Jika demikian, kamu bisa mulai mencoba budidaya jeruk lemon.

Budidaya jeruk lemon import maupun lokal nampaknya bisa memberikan prospek yang cerah bagi setiap petaninya. Namun, hal tersebut tentu harus dibarengi dengan pengetahun tentang memanen dan pasar jeruk lemon itu sendiri. Masing-masing jenis lemon ini memiliki kekurangan dan kelebihannya. Oleh karena itu, pastikan kamu sudah mengetahuinya dengan jelas dari awal sebelum menanamnya. 

Jenis-jenis Jeruk Lemon

Ada banyak jenis lemon di dunia. Karena kamu ingin membudidayakannya, maka kamu bisa memilih jenis lemon apa untuk ditanam. Mungkin kamu tertarik dengan budidaya jeruk lemon California atau jenis lainnya. Di bawah ini adalah jenis dari jeruk lemon yang bisa kamu coba tanam. Kamu bisa lihat lemon jenis mana yang cocok ditanam di Indonesia. 

  • Avon
  • Baboon
  • California
  • Bush
  • Buddha
  • Sitrun
  • Eureka
  • Dorshapo
  • Fino Citron
  • Citron Yunani
  • Interdonato

Cara Budidaya Jeruk Lemon

Buah dengan nama ilmiah Citrus Limon ini bisa kamu tanam dengan skala kecil. Untuk permulaan, kamu bisa terlebih dahulu mencoba budidaya jeruk lemon dalam polybag. Setelah panen berhasil, kamu bisa mulai memilih lahan tanam yang luas.

Pembibitan

Untuk mendapatkan bibit lemon, kamu bisa memilih cara vegetatif atau generatif. Jika ingin menanam lemon menggunakan biji, ini berarti kamu akan menggunakan cara generatif. Sebaliknya, jika ingin menanam lemon dengan cara cangkok atau stek, kamu menggunakan cara vegetatif.

1. Cara Generatif

Untuk cara yang satu ini, kamu bisa melakukannya dengan dua cara. Pertama, kamu bisa mendapatkan benih biji dari toko pertanian. Kedua, biji bisa kamu dapatkan dari lemon yang kamu beli dengan kualitas baik.

Cara kedua mungkin lebih ribet dibandingkan dengan cara pertama. Kamu perlu memisahkan biji dari buah lemon. 

Pertama, kamu harus menempatkan sebagian tanah ke dalam pot, polybag, atau media tanam lainnya. Setelah itu, tambahkan air hingga tanah lembab. 

Kedua, isi wadah dengan tanah yang sebelumnya sudah kamu basahi. Beri sekitar 1 inci ruang di bawah tepi tanah. 

Selanjutnya, potong lemon menjadi dua bagian. Pastikan kamu hanya menggunakan benih kualitas terbaik. Biji lemon harus tetap lembab saat hendak ditanam, jadi jangan sampai kering. 

Saat benih masih lembab, tanam sekitar 1 inci di bawah permukaan tanah dan tutup seluruhnya dengan tanah. Semprot tanah dengan air menggunakan botol semprot. Atau kamu juga bisa menggunakan kaleng penyiraman. 

Tutup wadah dengan plastik bernapas agar benih tetap hangat dan lembab supaya bisa mulai berkecambah. Jangan sampai benih lemon tersebut busuk. 

Jika dalam waktu 2 minggu kamu bisa melihat benih tersebut tumbuh, buka tutup plastik dan simpan pohon di lokasi yang hangat agar mendapatkan sinar matahari secara langsung. 

2. Cara Vegetatif

Entah kamu akan memilih stek atau cangkok, tentukan terlebih dahulu pohon indukan. Ciri-ciri pohon indukan yang bisa kamu stek atau cangkok adalah:

  • Berbuah banyak
  • Berkualitas
  • Terbebas dari hama dan penyakit
  • Tidak keriput
  • Batang pohon kuah dan koko
  • Berdaun lebat, sehat, dan tidak menguning

Kamu bisa menggunakan cara mencangkok yang sama yang biasa kamu lakukan saat mencangkok tumbuhan lain. Namun, untuk stek, kamu bisa mengikuti langkah-langkah berikut?

  • Batang cabang yang memiliki 2 hingga 3 ruas daun adalah bagian yang bisa kamu ambil untuk dijadikan stek
  • Potong bagian yang sudah kamu pilih sekitar 20 cm
  • Potong sebagian daun-daun yang ada guna mengurangi penguapan
  • Celupkan ujung batang cabang tersebut ke dalam air campuran penumbuh akar
  • Tanam batang dengan posisi berdiri tegak
  • Siram 2 kali sehari selama kurang lebih 21 hari hhingga muncul akar
  • Pindahkan stek ke media tanam yang besar setelah akar muncul

Perawatan

Sama seperti merawat tanaman lain pada umumnya, ada beberapa hal yang harus kamu lakukan selama masa perawatan tanaman lemon, seperti:

Penyiraman

Siram tanaman jeruk lemon 2 kali sehari. Lakukan penyiraman secara rutin terutama di usia 1-2 bulan karena ini merupakan fase kritis pertumbuhan. 

Pemberian Pupuk

Agar lemon tumbuh secara organik, manfaatkan pupuk organis seperti kompos dari hewan peliharaan. Tujuan dari penggunaan pupuk tentu saja agar tanaman tumbuh dengan baik, cepat, dan sehat. Gunakan minimal 2 kali dalam setahun. 

Penyiangan

Proses penyiangan yaitu membersihkan tumbuhan di sekitar tanaman lemon yang akan mengganggu pertumbuhan jeruk lemon. 

Masa Panen

Saat warna buah jeruk berwarna kuning cerah, maka kamu bisa memanen lemo yang kamu tanam. Waktu panen lemon dipengaruhi oleh beberapa faktor termasuk proses pembibitan yang berbeda. 

Lemon bisa kamu panen dalam 2-3 tahun dari waktu penanaman jika kamu menggunakan cara pembibitan vegetatif. Sedangkan, jika pembibitan menggunakan cara generatif, kamu baru bisa memanennya saat lemon berusia 5 hingga 6 tahun. 

Tips Agar Pohon Lemon Cepat Berbuah

Jika kamu ingin budidaya jeruk lemon lokal kamu berbuah dalam waktu yang lebih cepat, maka kamu bisa melakukan beberapa cara, seperti:

Pemangkasan

Setiap petani pastinya berharap bisa panen lemon melimpah. Sayangnya, tidak semua cabang yang tumbuh bisa menghasilkan buah. Terkadang ada banyak cabang yang justru menghabiskan energi tanaman namun tidak berbuah. 

Kamu bisa memangkas ranting-ranting tersebut agar tidak mengganggu pertumbuhan tanaman. Ini bisa menjadi cara untuk menghindari pembuangan energi tanaman untuk pembuahan.

Pemanfaatan Pupuk

Gunakan pupuk dengan kadar fosfor yang tinggi. Biasanya kadar ini terdapat pada pupuk TSP yang bisa diberikan lewat akar. Caranya adalah dengan membuat lubang melingkari pohon. Kemudian, masukan pupuk ke dalam lubang dan timbung dengan tanah kembali. 

Siram tanah supaya pupuk meresap ke dalam tanah. Kamu juga bisa memberikan pupuk di bagian daun seperti pupuk Gandapan atau Foliar. 

Stress Air

Jika kamu memilih menanam lemon di dalam pot, maka kamu harus melakukan stress air. Salah satu keuntungan budidaya lemon menggunakan media pot adalah kamu bisa mengubah pengaturan air guna merangsang pembuahan. Teknik stress air ini sulit jika dilakukan pada lemon yang ditanam langsung di tanah. 

Kesimpulan

Terlepas dari jenis lemon apa yang akan kamu tanam, budidaya jeruk lemon kamu bisa berhasil jika kamu tahu cara melakukannya dengan benar. Juga, hindari beberapa kesalahan yang bisa menghambat pertumbuhan lemon. Saat tiba masa panen, kamu bisa menggunakan lemon untuk konsumsi pribadi atau untuk dijual. Semua tergantung kebutuhan dan tujuan awal kamu menanam lemon. 

 

Check Also

kucing muntah kuning

Waspadai Kucing Muntah Kuning: Penyebab dan Cara Penanganan

Memiliki kucing kesayangan yang sehat tentu menjadi impian siapa saja. Akan tetapi, pasti ada kalanya …

Leave a Reply

Your email address will not be published.