6 Cara Budidaya Lada yang Tepat dan Efektif

  • Whatsapp
budidaya lada

Lada atau yang bisa Anda sebut sebagai merica, adalah salah satu jenis tanaman yang memiliki banyak manfaat. Karena manfaatnya inilah, lada seringkali bermanfaat untuk berbagai kebutuhan, bahkan untuk kesehatan. Sifat lada yang hangat, sedikit pahit, pedas, dan antipiretik membuatnya kaya akan manfaat. Budidaya lada juga menjadi hal yang akan dengan mudah Anda temukan di Indonesia. 

Jenis lada yang mungkin akan lebih Anda kenal adalah lada putih dan lada hitam. Kedua jenis lada ini sangat sering menjadi tambahan bumbu dapur. Tidak hanya mampu menambah cita rasa pada masakan, menambah lada juga bisa memberikan manfaat yang baik untuk kesehatan Anda. 

Hal ini berasal dari kandungan nutrisi yang ada pada lada. Nutrisi tersebut diantaranya adalah vitamin C, vitamin A, kalsium, zat besi, dan kalium. Tidak hanya itu, dalam lada juga bisa Anda temukan senyawa piperine yang memiliki banyak khasiat. 

Cara Budidaya Lada yang Mudah 

budidaya lada
(sumber gambar: jurustani.com)

Dengan berbagai manfaat lada, tidak mengherankan jika budidaya lada bisa Anda temui dengan mudah di Indonesia. Tidak selalu bersifat komersil, Anda juga bisa membudidayakan lada yang berguna untuk konsumsi rumah tangga sendiri. Inilah cara budidaya lada yang bisa Anda ikuti:

1. Penuhi Syarat Tumbuh Lada

Meski bukan termasuk tanaman yang sulit untuk budidaya, namun syarat hidup lada harus tetap Anda penuhi supaya pertumbuhannya optimal. Apabila syarat hidupnya tidak ada, maka resiko kegagalan budidaya juga akan menjadi besar. Inilah beberapa syarat hidup lada yang harus Anda penuhi: 

  • Lokasi budidaya memiliki ketinggian antara 300-1.500 mdpl dan memiliki pH tanah sekitar 5-7 
  • Bisa menggunakan jenis tanah latosol, podsolik, ultisol, dan lateritic untuk media menanam lada 
  • Memiliki suhu udara sekitar 24-35 derajat celcius 
  • Lokasi bisa terkena supply cahaya matahari secara langsung. Paling sedikit 10 jam setiap harinya 
  • Curah hujan sekitar 2.500-3.000 mm per tahunnya. 

2. Mempersiapkan Bibit Lada 

Untuk hasil budidaya yang berkualitas dan unggul, pelaku budidaya bisa menggunakan stek batang lada. Dengan cara ini kualitas lada bisa menjadi semakin bagus. Namun, saat ini sudah banyak pelaku budidaya yang lebih memilih menggunakan bibit kemasan siap pakai. Alasannya supaya lebih mudah untuk pengolahan dan tidak repot. 

Meski begitu, pemilihan bibit lada ini juga tidak bisa sembarangan. Beberapa hal yang harus Anda perhatikan saat memilih bibit lada yang berkualitas, adalah sebagai berikut: 

  • Kemurnian bibit lada sudah terjamin 
  • Bebas dari hama maupun penyakit. Dalam artian bibit memang sehat dan siap untuk Anda pakai sebagai bahan budidaya 
  • Bibit berasal dari jenis tanaman lada yang sehat 

Umumnya, untuk ukuran 1 hektar lahan, akan membutuhkan 2 ribu bibit lada. Agar kualitas bibit bisa terjaga, Anda juga bisa langsung menanyakannya pada penjual bibit apakah benar bibit lada yang Anda pilih berkualitas. Dengan begitu, Anda bisa mendapatkan kandidat bibit sehat yang siap tanam. 

3. Persiapan Lahan Tanam Lada 

Setelah mendapatkan bibit untuk budidaya lada yang berkualitas, langkah selanjutnya adalah mempersiapkan lahan tanam. Kondisi tanah yang subur dan gembur akan jauh lebih ideal sebagai tempat penanaman lada. Supaya lahan gembur dan sehat, Anda bisa menggunakan cara berikut ini: 

  • Awali proses mengolah lahan dengan mencangkul lahan hingga kedalaman 30 cm agar gembur.
  • Setelah itu, tambahkan 500 kg dolomit untuk 1 hektar lahan apabila tingkat keasaman tanah atau pH tanah belum mencapai angka 5. Kemudian diamkan selama 4 minggu atau 1 bulan. 
  • Setelah peningkatan keasaman tanah selesai, Anda bisa menambahkan pupuk kandang pada lahan tanam dan diamkan lagi selama 2 minggu. 

Apabila semua tahap sudah Anda lakukan, maka selanjutnya adalah proses menanam lada. 

Baca Juga: Mengetahui Budidaya Kelapa Sawit Andalan Indonesia

4. Menanam Bibit Lada

Budidaya lada selanjutnya adalah proses menanam lada. Pada dasarnya, lada sangat mudah untuk Anda tanam. Proses menanam lada akan menggunakan sistem monokultur atau yang lebih Anda kenal sebagai tumpang sari. Inilah langkah menanam lada yang baik dan benar: 

  • Pertama, silahkan buat lubang tanam pada lahan yang sudah Anda siapkan. Kedalaman lubang tanam adalah sekitar 50 cm. Bagian atas memiliki ukuran 40×35 cm, sementara bagian bawah berukuran 40×15 cm. 
  • Setelah lubang tanam selesai, biarkan terlebih dahulu selama 2 minggu. 
  • Waktu terbaik untuk menanam lada adalah pada waktu sore atau siang hari. Jarak tanam terbaik untuk lada adalah 2×2 meter. 
  • Apabila sudah berhasil menanam lada, tambahkan 100 gram pupuk kompos pada lubang tanam dan siram dengan air. Dengan begitu permukaan tanah akan terasa lebih lembab. 

5. Proses Perawatan dan Pemeliharaan Lada 

Sama seperti jenis tanaman lain, budidaya lada juga tidak bisa Anda lepaskan dari perawatan. Tujuannya agar pertumbuhan dan hasil panen lada bisa optimal. Dalam tahap ini, harus Anda perhatikan 5 (lima) hal, yaitu pemupukan susulan, pengairan, perampelan, penyiangan, dan memasang rambatan untuk tanaman lada. 

Tahap pertama adalah pemupukan susulan. Pupuk yang Anda pakai adalah jenis pupuk kandang atau kompos setiap 6 bulan sekali. Hal ini bertujuan supaya nutrisi bagi tanaman lada bisa lebih banyak. Selain pemupukan, pengairan untuk budidaya lada juga penting untuk Anda perhatikan. Pengairan lada sangat krusial apalagi saat awal masa tanam. 

Siram lada secara rutin dan jangan sampai lahan menjadi kering. Namun, jika lada sudah semakin besar penyiraman ini bisa Anda ubah hanya menjadi sesekali saat cuaca benar-benar terik dan tanah kering. Supaya pertumbuhan lada berjalan optimal, Anda juga tidak bisa mengabaikan proses perampelan. 

Dalam tahap perampelan ini, Anda bisa menggunakan gunting untuk membuang bagian tanaman lada yang layu atau sakit. Tujuannya supaya nutrisi bagi tanaman lada hanya fokus untuk bagian yang sehat saja. 

Selain itu, proses penyiangan bagi lada juga tetap harus Anda lakukan. Caranya adalah dengan membuang berbagai gulma atau tanaman liar yang tumbuh di sekitar tanaman lada menggunakan sabit atau arit. Berbagai gulma ini bisa mengganggu pertumbuhan dan mengambil nutrisi dari lada. Untuk itu, Anda harus menghilangkannya. 

Terakhir adalah memasang rambatan. Rambatan adalah tongkat kayu atau bambu yang Anda tancapkan ke tengah lubang tanam. Rambatan ini akan berfungsi sebagai tempat merambat tanaman lada dan pertumbuhannya bisa lebih rapi. 

6. Panen Budidaya Lada

Tahap budidaya lada yang terakhir adalah panen. Umumnya, lada baru bisa Anda panen ketika sudah mencapai usia 3 tahun. Memang merupakan waktu yang lama untuk budidaya, namun tentu hal ini akan sejalan dengan keuntungan yang bisa Anda dapatkan dari budidaya ini. Saat panen lada, hanya petik lada yang memiliki warna merah kekuningan. 

Warna inilah yang menjadi tanda bahwa buah lada sudah cukup matang dan bisa Anda olah menjadi lada siap pakai atau merica. Setelah panen selesai, usahakan untuk menyimpan lada di tempat yang kedap udara namun tetap sejuk. Dengan begitu, lada tidak akan membusuk atau berjamur. 

Potensi Budidaya Lada di Indonesia 

budidaya lada
(sumber gambar: bisnis-cdn.com)

Julukan bagi lada yaitu, The King of Spice atau Raja Rempah, memang sesuai. Pasalnya, lada adalah salah satu komoditas perdagangan dunia yang memiliki nilai ekonomi sangat tinggi. Pada tahun 2000 lalu, kebutuhan lada sudah mencapai 280.000 ton. Tentunya hal ini akan terus bertambah setiap tahunnya. 

Di Indonesia sendiri, melansir dari data Badan Pusat Statistik (BPS), dari tahun 2015-2019, produksi lada terus meningkat secara signifikan. Bahkan pada tahun 2019 produksinya mencapai 89.617 ton. Dengan fakta inilah, budidaya lada bisa menjadi prospek dan peluang budidaya pertanian yang luar biasa. 

Daerah yang menjadi sentra utama budidaya lada adalah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung dan Lampung. Kepulauan Riau (Kepri), juga ramai sebagai sentra lada. Terhitung hingga 196 hektar lahan budidaya lada ada di daerah Kepri. Harga lada saat ini mencapai Rp.50.000 per kilogramnya. Tentunya harga ini bisa lebih tinggi atau lebih rendah tergantung dinamika pasar. 

Meski tidak membudidayakan lada secara komersial atau skala besar, lada tetap sangat menguntungkan untuk Anda budidayakan dalam skala rumahan. Pasalnya, hasil lada ini bisa sangat berguna untuk Anda dan kebutuhan Anda sendiri setiap harinya. Anda bisa menggunakan lada segar untuk Anda tambahkan pada berbagai olahan masakan. Jadi, bagaimana? Apakah Anda tertarik untuk menggeluti dunia budidaya lada? 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *