Breaking News

Urutan Cara Budidaya Lele Sangkuriang di Kolam Terpal

Hingga saat ini, budidaya lele jenis sangkuriang masih menjadi primadona. Nah, salah satu cara yang bisa Anda coba adalah cara budidaya lele sangkuriang dengan menggunakan kolam terpal. Kolam terpal bisa menjadi solusi bagi para pembudidaya yang tidak memiliki cukup modal untuk membangun kolam semen. Lalu, seperti apa cara budidaya menggunakan jenis kolam ini? Yuk, simak informasi lengkapnya berikut ini!

5 Cara Budidaya Lele Sangkuriang di Kolam Terpal

Perlu Anda tahu lebih dulu, jenis lele sangkuriang merupakan hasil varietas lele hasil rekayasa genetik oleh lembaga BBAT Sukabumi, Jawa Barat. Tujuan dari rekayasa genetika ini adalah untuk menghasilkan varietas lele unggulan. Terbukti, lele jenis ini memang sangat banyak pembudidaya pilih karena kualitasnya yang unggul.

Dalam budidayanya, Anda tidak hanya bisa menggunakan kolam semen sebagai tempat budidaya. Kolam berbahan terpal bisa menjadi alternatif untuk menghemat biaya. Inilah urutan cara budidaya lele sangkuriang di kolam terpal selengkapnya:

1. Buat Kolam Terpal

cara budidaya lele sangkuriang
(sumber gambar: Blibli.com)

Untuk langkah awal, silahkan siapkan lokasi pendirian kolam terpal yang tepat. Usahakan letak kolam terpal berada di tempat yang rindang dan tidak terkena sinar matahari secara langsung. Akan tetapi juga jangan di bawah pohon karena daun yang gugur bisa membuat kolam terpal menjadi kotor.

Jika sudah, siapkan terpal lebih dulu untuk membuat kolam. Untuk ukuran terpal sendiri umumnya adalah 4 x 6 meter atau ukuran 3 x 4 meter. Ukuran ini bisa Anda sesuaikan dengan kebutuhan budidaya. Setelah terpal siap, maka buat kolam dengan menggunakan tambahan berupa kayu atau bambu.

Bentuk kayu atau bambu hingga menyerupai bentuk kerangka kolam pada umumnya. Jika sudah, bentangkan terpal dan buat hingga berbentuk seperti kolam. Jangan lupa buat saluran pembuangan air dengan menggunakan pipa atau paralon yang memilikii filter atau saringan. Dengan begitu, saluran ini bisa menyaring kotoran.

Setelah terbentuk, maka cuci bersih bagian dalam kolam. Anda bisa menggunakan sikat hingga bagian dasar kolam benar-benar bersih. Jika sudah, biarkan kolam kering selama 1 hari penuh. Keesokan harinya, Anda bisa mulai mengisi air untuk budidaya lele sangkuriang. Jangan isi air dengan penuh melainkan hanya isi setengah dari tinggi kolam Anda. Apabila air sudah terisi, maka biarkan lagi kolam terpal selama kurang lebih 5 hari sampai 1 minggu.

2. Persiapan Bibit Berkualitas

Setelah kolam terpal sudah siap, sembari menunggu Anda bisa mulai menyiapkan bibit lele sangkuriang berkualitas. Untuk mendapatkan bibit lele yang berkualitas, Anda bisa membeli langsung ke peternak lele sangkuriang. Pastikan bahwa benar bibit memiliki kualitas yang bagus. Umumnya, peternakan lele sangkuriang yang sudah terbukti menghasilkan bibit unggulan berada di daerah Jawa Barat. Tepatnya di daerah Sukabumi.

Akan tetapi, jika tidak memungkinkan bagi Anda pergi ke daerah Jawa Barat, maka tidak masalah membeli bibit lele dimana saja. Namun, terapkan kriteria tertentu supaya bisa mendapatkan bibit yang berkualitas. Beberapa kriteria tersebut adalah:

  • Ukuran tubuh lele sekitar 5 sampai 7 cm
  • Bagian kepala dan badan memiliki ukuran tubuh yang seimbang
  • Ketika di dalam air, lele tidak akan berdiri atau menggantungkan tubuhnya
  • Perilaku lele cenderung agresif, lincah, dan tidak pasif

Untuk ukuran kolam terpal sebesar 3 x 4 meter, umumnya jumlah bibit yang bisa Anda siapkan adalah sebanyak 2.000 ekor. Akan tetapi, jumlah ini bisa jadi lebih banyak atau lebih sedikit tergantung ukuran kolam yang Anda buat. Jadi, sesuaikan saja dengan kebutuhan dan besar kolam terpal Anda ya.

3. Mulai Pemeliharaan Lele

Cara budidaya lele sangkuriang selanjutnya adalah mulai memelihara lele. Namun sebelum meletakkan bibit lele di kolam, Anda harus menaruh bibit lele sangkuriang di dalam ember yang berukuran besar. Sebab, lele akan membutuhkan waktu untuk beradaptasi terlebih dahulu dari lokasi ternak pertamanya hingga ke lokasi Anda.

Dalam perjalanan tersebut, mungkin lele akan merasa stress. Nah supaya bisa beradaptasi, letakkan lele dalam 1 wadah ember besar lebih dulu dan berikan air sedikit demi sedikit. Dengan cara ini, lele bisa beradaptasi sembari menyesuaikan diri dengan pH air dan juga suhu pada lokasi ternaknya yang baru.

Jika Anda rasa sudah cukup, maka Anda bisa mulai memindahakan bibit lele ke dalam kolam terpal. Pindahkan bibit lele secara hati-hati dan jangan langsung menuangnya secara kasar. Sebaiknya, gulingkan ember secara perlahan dan biarkan lele keluar dan pindah dengan sendirinya ke dalam kolam terpal.

Baca Juga: Yumina Bumina: Inovasi Cerdik untuk Budidaya Ikan yang Efisien

4. Pemeliharaan Lele Sangkuriang

cara budidaya lele sangkuriang
(sumber gambar: abouttng.com)

Salah satu kunci keberhasilan cara budidaya lele sangkuriang menggunakan kolam terpal adalah proses pemeliharaannya. Nah, keunggulan dari budidaya lele salah satunya adalah perawatannya yang terbilang mudah dan tidak ribet. Kuncinya hanyalah merawat dan senantiasa memastikan bahwa kolam terpal bagi lele berada dalam kondisi yang baik. Berikut ini adalah beberapa perawatan yang harus Anda lakukan:

a. Penggantian dan Penambahan Air

Ketika bibit lele sudah masuk semua ke dalam kolam terpal, maka tambah volume air hingga mencapai ketinggian 15 sampai 20 cm. Setelah itu dalam keseharian, selalu pastikan kondisi air kolam tetap berada pada kondisi yang bersih dan tidak berubah warna atau berbau.

Jika sudah mulai berbau dan berubah warna, maka Anda harus mengganti air supaya hasil panen lele sangkuriang bisa berkualitas. Caranya, cukup buka saluran pembuangan air dan buang air hingga menyisakan setengahnya. Setelah itu, ambil ikan lele dan pindahkan ke wadah lain terlebih dahulu.

Selama lele tidak ada, maka cuci kolam terpal sampai benar-benar bersih. Tujuannya untuk menghilangkan lumut yang bisa saja tumbuh dan menempel di kolam. Setelah bersih, maka tutup saluran air dan kembali isi kolam terpal dengan air hingga setinggi 40 sampai dengan 50 cm. Jika sudah, kembali masukkan lele sangkuriang ke dalam kolam.

b. Pemberian Pakan

Pakan juga menjadi kunci lain akan keberhasilan budidaya ikan lele. Pakan lele adalah pelet yang ukurannya harus Anda sesuaikan dengan usia lele. Hal ini sangat penting karena jangan sampai lele Anda memakan pelet yang bukan sesuai dengan umur dan ukurannya. Berikut adalah formula pelet sesuai dengan umur lele:

  • Pelet ukuran halus untuk lele dengan usia kurang dari 1 minggu
  • Ukuran pelet satu untuk lele dengan usia 1 sampai 2 minggu
  • Pelet ukuran dua untuk lele berusia 2 minggu sampai 2 bulan
  • Ukuran pelet ketiga untuk lele usia 2 bulan sampai masa panen tiba

Berikan pakan secukupnya dan jangan berlebihan. Sebab pakan yang berlebihan justru akan membuat sisa pakan yang tidak habis menjadi menumpuk di dasar kolam dan mengundang penyakit. Idealnya, berikan pakan lele sebanyak 3 sampai 4 kali dalam sehari. Saat pagi hari, siang hari, sore hari, dan juga malam hari.

Anda juga bisa memberikan pakan lele alternatif agar nutrisi bagi lele bisa lebih terpenuhi.. Pakan alternatif ini bisa berupa enceng gondok, cacing, bekicot, ikan runcah, atau jenis lainnya. Pakan alternatif ini bisa apa saja asalkan yang mengandung vitamin dan protein yang tinggi bagi lele sangkuriang. Namun, jangan terlalu sering dan dalam jumlah banyak memberikan pakan alternatif karena justru berakibat buruk bagi lele.

5. Panen Lele Sangkuriang

Cara budidaya lele sangkuriang yang terakhir adalah panen. Umumnya lele sudah bisa Anda panen ketika memasuki usia 3 bulan. Nah ketika panen usahakan untuk menggunakan peralatan menangkap lele yang halus dan tidak berpotensi melukai tubuh lele. Karena jika peralatan panen kasar dan tajam, maka tubuh lele bisa saja lecet dan bisa menurunkan harga jual. Setelah panen maka barulah Anda bisa menjual dan mendistribusikan lele sangkuriang.

Nah sobat agribisnis, itulah cara budidaya lele sangkuriang yang bisa Anda coba. Menggunakan kolam terpal, Anda bisa menghemat biaya untuk pembuatan kolam semen. Selain itu, kolam terpal juga cocok untuk pembudidaya yang sulit mencari daerah pembuatan kolam tanah karena tanahnya berpasir dan terlalu mudah menyerap air.

Bagi Anda yang tinggal di daerah yang sulit air, kolam terpal juga bisa menjadi pilihan. Selain itu, hasil panen lele sangkuriang dengan kolam terpal juga bebas dari bau lumput. Ikan lele sangkuriang juga lebih jarang terkena penyakit dan potensi hidup ikan jadi jauh lebih besar. Dengan berbagai keunggulan ini, cara budidaya lele sangkuriang di kolam terpal memang sangat layak untuk Anda coba.

Check Also

kucing muntah kuning

Waspadai Kucing Muntah Kuning: Penyebab dan Cara Penanganan

Memiliki kucing kesayangan yang sehat tentu menjadi impian siapa saja. Akan tetapi, pasti ada kalanya …

Leave a Reply

Your email address will not be published.