Ulasan Cara Budidaya Udang Galah Agar Untung Maksimal

  • Whatsapp
budidaya udang galah

Udang galah adalah salah satu jenis udang yang bisa Anda konsumsi. Jenis udang ini termasuk dalam spesies Macrobrachium rosenbergii. Budidaya udang galah memiliki basis air tawar dan menjadi peluang budidaya perairan yang sangat menjanjikan. Anda bisa mengolah jenis udang ini menjadi berbagai olahan masakan yang lezat dan menggugah selera. Tidak heran, jika udang galah memiliki banyak penggemar.

Keunggulan Konsumsi Udang Galah 

budidaya udang galah
(sumber gambar: salisma.com)

Selain karena rasanya yang lezat, konsumsi udang galah juga sangat baik untuk kesehatan. Hal ini karena nutrisi dalam udang galah terbilang cukup tinggi dan baik untuk kesehatan. Melansir dari Data Komposisi Pangan Indonesia, dalam 100 gram udang galah, Anda bisa mendapatkan berbagai nutrisi baik.

Bacaan Lainnya

Diantaranya adalah kalsium, protein, fosfor, zat besi, vitamin B1, vitamin B2, kalium, dan beta karoten. Berbagai nutrisi inilah yang membuat udang galah baik untuk Anda konsumsi. Apalagi udang galah juga mudah untuk Anda temukan. Baik di berbagai supermarket, pasar ikan, hingga minimarket sudah ada yang menjual udang galah dalam bentuk frozen atau beku.

Pengemasan udang galah juga umumnya menggunakan styrofoam atau kalengan. Hal ini adalah hasil inovasi dari penjual udang galah supaya penyimpanannya menjadi lebih higienis dan mudah dalam konsumsinya. Dengan begitu, sebagai pembeli Anda tidak hanya mendapatkan udang galah dalam kemasan plastik saja.

Cara Budidaya Udang Galah yang Optimal 

budidaya udang galah
(sumber gambar: korankaltara.com)

Ada beberapa keuntungan saat menjalankan budidaya udang galah. Diantaranya adalah hemat tempat dan biaya, memiliki potensi yang besar di Indonesia, pasar udang galah cukup luas, dan budidaya bisa Anda lakukan menggunakan halaman belakang rumah. Harga jual udang galah juga masih tergolong tinggi hingga saat ini.

Dengan berbagai keunggulan tersebut, tentu saja budidaya udang galah menjadi peluang yang sangat menjanjikan. Apalagi potensinya juga masih terbuka lebar untuk Anda jalankan. Bagi Anda yang tertarik untuk mencoba budidaya ini, berikut adalah langkah budidaya yang bisa Anda jadikan referensi:

1. Proses Persiapan Sebelum Budidaya 

Cara budidaya udang galah yang pertama adalah persiapan. Dalam tahapan ini, ada banyak hal yang harus Anda siapkan. Pertama, pilih tempat budidaya yang jauh dari gangguan predator, kawasan industri, atau kawasan pemukiman. Hal ini akan membuat lokasi budidaya menjadi lebih tenang dan pertumbuhan udang galah juga akan lebih optimal.

Selanjutnya dalah pembuatan kolam. Karena termasuk dalam jenis udang air tawar, budidaya udang galah bisa Anda lakukan dengan menggunakan kolam terpal atau kolam tanpa terpal (kolam tanah). Inilah persiapan 2 (dua) jenis kolam tersebut:

a. Menggunakan Kolam Terpal 

Jika menggunakan terpal, Anda bisa membuat kolam terpal dalam ukuran yang cukup luas sehingga bisa menampung banyak udang galah. Apabila sudah tersedia, lanjutkan dengan memberikan filter atau penyaring pada bagian kolam terpal. Anda bisa meletakkannya pada bagian pintu masuk air atau keluar air. Tujuannya supaya air bisa tetap bersih dan tidak ada benda asing masuk ke dalam kolam terpal.

Jika semua sudah siap, maka Anda harus mengeringkan kolam terpal terlebih dahulu selama beberapa hari. Tujuannya supaya senyawa sulfida atau beracun yang ada dalam kolam terpal bisa terurai. Setelah pengeringan selesai, isi kolam terpal dengan air bersih sampai tingginya mencapai 30 cm. Kemudian bisa menebar benih.

b. Menggunakan Kolam Tanah 

Apabila Anda menggunakan kolam tanah biasa, maka Anda harus membangunnya terlebih dahulu. Setidaknya, kolam yang Anda buat harus memiliki luas 300-1000 m2. Bisa juga Anda sesuaikan dengan kapasitas udang galah yang nantinya akan Anda budidayakan.

Setelah itu, lanjutkan dengan membuat parit di sekitar kolam yang memiliki lebar 30 cm dan kedalaman 50 cm. Tujuannya untuk mencegah banjir atau genangan air yang bisa saja merusak kolam budidaya udang galah. Setelah parit selesai, Anda bisa mulai menambahkan pupuk kompos atau pupuk kandang ke dalam kolam.

Pupuk kompos atau kandang ini nantinya akan menjadi pakan alami udang galah. Biarkan terlebih dahulu selama kurang lebih 1 minggu atau sampai warna kolam berubah. Jika sudah, Anda bisa mulai mengisi air ke dalam kolam secara bertahap. Sisakan bagian atas setinggi 20 cm dari permukaan atas kolam. Apabila sudah selesai, maka bisa lanjut pada penyebaran benih.

Baca Juga: Kupas Tuntas Budidaya Cacing Darah Menguntungkan

2. Pemilihan Benih Udang Galah 

Setelah kolam siap untuk budidaya, maka selanjutnya adalah memilih bibit udang galah berkualitas. Bibit udang galah juga umum dengan sebutan “benur” udang galah. Pada tahapan ini, kualitas benur harus benar-benar Anda perhatikan supaya nantinya hasil panen udang galah juga berkualitas.

Untuk mendapatkan indukan yang berkualitas, Anda bisa menggunakan 2 (dua) cara. Pertama, langsung membeli bibit dari petani lain atau penjual bibit udang galah yang berkualitas. Kedua, adalah melakukan pemijahan sendiri. Cara kedua memang lebih rumit karena memakan waktu dan kesabaran yang cukup. Namun cara ini terbukti bisa menghasilkan benur udang galah yang berkualitas tinggi.

Beberapa ciri benur udang galah yang baik diantaranya adalah:

  • Tidak cacat tubuh atau necrosis
  • Lincah saat berenang
  • Memiliki tingkat pertumbuhan yang tergolong cepat
  • Memiliki daya adaptasi lingkungan
  • Daya tahan tubuh terhadap penyakit tinggi
  • Sudah masuk usia 30-60 hari dengan bobot tubuh 1-5 gram

3. Menebar Benur Udang Galah 

Budidaya udang galah selanjutnya adalah menebar benur ke dalam kolam budidaya. Masukkan benur udang secara perlahan dan hati-hati. Tujuannya supaya udang tidak stress karena harus beradaptasi dengan lingkungan barunya. Dengan proses penebaran yang hati-hati, udang galah bisa lebih mudah menyesuaikan diri pada lingkungan kolam barunya.

4. Perawatan Udang Galah 

Dalam tahapan budidaya udang galah ini, Anda harus memperhatikan pemberian pakan udang galah dan perhatikan pula sirkulasi air dan kualitas air pada kolam udang galah. Untuk pemberian pakan, Anda bisa memberinya pakan alami atau buatan. Untuk jenis pakan alami, berasal dari nutrisi yang dibawa oleh pupuk kompos atau pupuk kandang yang sebelumnya sudah Anda terbar pada kolam tanah.

Sementara itu, untuk Anda yang menggunakan kolam terpal, pakan buatan bisa Anda pilih untuk udang galah. Meski begitu, pengguna kolam tanah juga bisa menambahkan pakan buatan supaya nutrisi udang galah terpenuhi dengan baik. Umumnya, pakan buatan ini berbentuk pellet dan menyimpan kandungan protein cukup tinggi. Beri pakan 2-3 kali perhari. Jika pengguna kolam tanah, maka cukup 2 kali sehari saja untuk memberikan pakan buatan.

Selain pakan, air kolam juga memegang kunci besar dalam kegiatan budidaya udang galah agar mendapatkan panen yang melimpah. Untuk itu, pastikan Anda mengganti air kolam setidaknya 1 bulan sekali. Dengan begitu, suhu dan kualitas air kolam bisa tetap terjaga dengan optimal.

Tidak hanya mengganti air, kolam juga harus Anda bersihkan secara berkala. Tujuannya supaya serangan hama dan penyakit bisa Anda cegah. Terutama pada kolam terpal yang sering mudah kotor. Anda bisa membersihkan lantai dasar kolam secara perlahan dengan menggunakan tongkat yang memiliki jaring pada bagian ujungnya. Jaring inilah yang berguna untuk mengambil berbagai kotoran yang mungkin ada.

5. Pengendalian Penyakit 

Sama seperti komoditas budidaya lain, udang galah juga memiliki potensi terserang penyakit. Supaya hal ini tidak merusak hasil panen, maka Anda harus memperhatikan penyakit pada udang galah secara berkal. Jika memang ada udang yang sedang sakit, sesegera mungkin pisahkan udang tersebut dari yang lain dan lakukan isolasi. Dengan begitu, penyakitnya tidak akan menulari udang galah yang sehat.

Setelah itu, obati udang yang sakit sesuai dengan jenis penyakit dan obat. Untuk obat ini, bisa Anda beli di toko pertanian atau budidaya perikanan terdekat. Anda juga bisa menambahkan vitamin pada udang galah agar lebih sehat dan memiliki asupan nutrisi cukup.

6. Panen Udang Galah 

Budidaya udang galah yang terakhir adalah proses panen. Umumnya, udang galah bisa Anda panen setelah 3-4 bulan waktu budidaya. Waktu terbaik untuk panen udang galah adalah pada waktu malam hari atau dini hari.

Tujuannya supaya udang galah tidak terkena sinar matahari secara langsung dan masih segar jika akan Anda jual. Apabila Anda berniat untuk menyimpannya, maka Anda bisa menggunakan freezer atau box berisi es batu supaya kondisi udang tetap segar hingga sampai ke tangan konsumen.

Itulah cara budidaya udang galah yang bisa Anda jadikan referensi. Mengingat keuntungan yang bisa Anda raih tergolong tinggi, maka budidaya ini sangat menjanjikan. Bagaimana, apakah Anda tertarik untuk budidaya udang galah juga?

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *