Cara Membuat Artemia Sendiri untuk Kebutuhan Budidaya Ikan 

  • Whatsapp
cara membuat artemia sendiri

Sobat agribisnis, pernahkah Anda mendengar artemia? Atau menggunakan artemia? Jika Anda sudah lama bergelut di dunia budidaya ikan, maka artemia dan cara membuat artemia sendiri tentu bukan menjadi hal baru bagi Anda. Apabila masih awam, inilah informasi seputar artemia selengkapnya. 

Sekilas Tentang Artemia 

Pada dasarnya, artemia merupakan hewan sejenis udang dengan ukuran yang sangat kecil. Artemia ini habitatnya adalah di daerah pesisir pantai yang punya kadar garam cukup tinggi.  Artemia bisa Anda manfaatkan sebagai pakan untuk budidaya ikan ataupun udang. 

Banyak orang yang memilih menggunakan artemia sebagai pakan karena kandungan gizi yang ada di dalamnya. Apabila Anda bandingkan, nutrisi yang ada di artemia sangat jauh berbeda dengan pakan lain dan cenderung lebih bagus. Di dalam artemia ini terkandung banyak sekali protein yang baik untuk pertumbuhan ikan dan udang. Selain itu, artemia juga sangat mudah dalam pembudidayaannya sehingga Anda bisa membuatnya sendiri. 

Di habitat aslinya, artemia akan memakan jasad hidup yang hancur. Bisa juga memakan ganggang hijau atau biru yang berukuran sangat kecil, cendawan, dan juga bakteri. Dari sinilah makanan artemia bisa tercukupi dan nutrisi bagi kebutuhan artemia berasal. 

Salah satu keunikan dari artemia yang bisa membuat banyak orang terkejut adalah reproduksi artemia. Pada habitat alaminya, terdapat 2 (dua) jenis perkembangbiakan yang bisa artemia lakukan. Pertama adalah secara patenogenetik dan kedua adalah secara biseksual. Maksud dari patenogenetik adalah cara perkembang biakan seorang diri tanpa perkawinan. Sementara reproduksi biseksual adalah dengan cara perkawinan dari antar indukan artemia. 

cara membuat artemia sendiri
(sumber gambar: tempatbagi.com)

Artemia akan melakukan perkembang biakan secara patenogenetik apabila kondisi lingkungan cenderung buruk. Sementara itu, apabila lingkungan baik artemia akan melakukan reproduksi secara biseksual. Lingkungan yang baik adalah kondisi lingkungan yang memiliki kadar garam dibawah 100-150 ppt. 

Keunggulan Menggunakan Artemia Sebagai Pakan Ikan

Ada beberapa keunggulan yang bisa Anda dapatkan apabila menggunakan artemia sebagai pakan ikan. Beberapa keunggulan tersebut adalah:

1. Ukurannya yang Kecil

Seperti yang sudah kamu jelaskan sebelumnya, artemia memiliki ukuran tubuh yang memang sangat kecil sekali. Karena ukuran yang kecil inilah artemia bisa cocok untuk semua jenis ikan atau udang. Dengan begitu, berbagai jenis udang atau ikan bisa mengonsumsi artemia dengan mudah.

2. Bisa Mengonsumsi Apa Saja

Perlu Anda pahami bahwa artemia adalah fauna yang berjenis unselective continues filter feeder. Artinya, artemia bisa mengonsumsi jenis pakan apapun asalkan ukurannya kurang dari 50 mikron. Tentunya hal ini bisa sangat memudahkan Anda jika ingin melakukan budidaya artemia sendiri.

3. Mudah untuk Anda Pelihara

Kelebihan lainnya adalah mudahnya artemia untuk Anda budidayakan atau pelihara. Hal ini berkat kemampuan adaptasi lingkungan yang sangat baik oleh artemia. Ia mampu tumbuh pada berbagai jenis lingkungan dan beradaptasi dengan baik. Anda juga tidak perlu khawatir jika ingin beternak artemia di rumah Anda sendiri karena artemia tetap bisa tumbuh dengan optimal. Hasilnya, pakan untuk ikan tetap terjaga.

4. Memiliki Nutrisi yang Melimpah

Keuntungan lain melakukan budidaya artemia adalah kandungan nutrisi di dalamnya yang melimpah. Memang ada banyak sekali nutrisi yang bisa Anda dapatkan dari artemia. Mulai dari lemak sebanyak 15-20%, karbohidrat sebanyak 15-20%, protein sebanyak 40-50%, dan kalori sebanyak 5.500 per gram berat kering. Dengan nutrisi yang lengkap ini artemis bisa menunjang pertumbuhan ikan atau udang dengan optimal.

5. Nilai Ekonomis yang Tinggi

Kelebihan lain adalah harga dari artemia yang tinggi.  Pakan alami untuk ikan atau udang yang satu ini memang tergolong cukup pricey, namun untuk harga tersebut akan sebanding dengan nutrisi yang bisa Anda dapatkan pada setiap artemia tersebut.  Setiap 450 gram per kemasan kaleng, Anda harus mengeluarkan gocek senilai Rp.800.000. Memang mahal tapi sangat worth it sesuai dengan nutrisi di dalamnya.

Baca Juga: Intip Budidaya Lele Sistem Boster yang Menguntungkan

Cara Membuat Artemia Sendiri yang Mudah

cara membuat artemia sendiri
(sumber gambar: isw.group.com)

Karena memiliki harga jual yang tinggi, tidak heran banyak orang yang mencari cara bagaimana cara membuat artemia sendiri. Sebab, selain bisa untuk kebutuhan budidaya ikan atau udang, Anda juga bisa menjual kelebihan hasil panennya ke pembudidaya lain. Dengan begitu, Anda juga bisa mendapatkan keuntungannya.

Perlu Anda ketahui juga bahwa prospek dan potensi budidaya artemia juga masih sangat terbuka lebar. Padahal, cara membuat artemia terbilang mudah untuk Anda lakukan. Inilah langkahnya:

1. Persiapan Alat dan Bahan

Untuk langkah awal, silahkan siap beberapa bahan dan peralatan seperti berikut:

  • Botol plastik minuman yang berukuran besar (kirkira 1 liter)
  • Sendok
  • Garam (1 sendok makan)
  • Pompa udara
  • Tali
  • Selang oksigen
  • Sera artemix (telur atau kista)
  • Wadah untuk panen

2. Langkah Cara Membuat Artemia Sendiri

Setelah semua bahan dan peralatan sudah siap, maka Anda sudah bisa masuk ke cara membuat artemia sendiri. Urutannya adalah sebagai berikut:

a. Tahap Persiapan Awal

Pertama-tama silahkan potong bagian bawah botol plastik besar yang sudah Anda siapkan. Setelah itu, pasang tali pada bagian bawah botol sehingga botol bisa Anda gantung dengan posisi mulut botol berada di bawah dan bagian yang sudah Anda potong menghadap ke atas (bentuknya seperti corong). Setelah itu, pada bagian tutup botol, silahkan buat lubang yang berfungsi sebagai selang oksigen

b. Tahap Memasukkan Garam dan Benih Artemia

Jika sudah, siapkan garam sebanyak 1 sendok makan saja dan sisihkan terlebih dahulu. Garam ini akan berfungsi sebagai makanan utama bagi artemia seperti makanannya di habitat asli yang memiliki kadar garam yang tinggi. Apabila garam sudah tersedia, masukkan 1 sendok garam tersebut ke dalam botol.

Setelah garam, masukkan juga 1 sendok sera artemia mix atau supreme plus. Jika sudah, masukkan air mineral juga ke dalam botol. Untuk air nya ini pastikan kondisinya benar-benar bersih ya. Anda juga bisa memakai air asli yang ada pada dalam botol tersebut.

c. Pemasangan Selang Udara

Lanjutkan dengan memasang pompa udara yang harus Anda sambung dengan selang oksigen yang sebelumnya sudah Anda pasang pada bagian tutup botol. Selang oksigen inilah yang berguna untuk menyuplai oksigen dari pompa ke dalam botol. Dengan begitu, kebutuhan oksigen bagi artemia bisa senantiasa terpenuhi. Perlu Anda perhatikan juga bahwa pompa ini harus selalu menyala 24 jam ya.

Setelah 24 jam berlalu, Anda bisa mematikan pompa udara. Tujuannya agar air di dalam botol menjadi tenang dan biarkan dahulu selama kurang lebih 20 menit. Setelah 20 menit, maka Anda bisa melihat bayi artemia yang sudah mengendap pada bagian bawah botol plastik tersebut

d. Panen Artemia

Jika bayi artemia sudah ada, maka Anda bisa langsung menyaring bayi artemia tersebut dengan menggunakan kain halus atau saringan teh. Intinya saringan yang lubangnya tidak terlalu besar. Jika sudah, bilas bayi artemia menggunakan air bersih sebanyak 2 kali saja supaya benar-benar bersih.  Setelah selesai Anda bilas, barulah artemia siap untuk Anda pakai sebagai pakan alternatif berbagai jenis ikan ataupun udang.

Jika panen sudah selesai, maka cara membuat artemia sendiripun selesai. Cukup mudah bukan pembuatan artemia ini? Anda bahkan bisa mencobanya sendiri di rumah. Kuncinya cukup sediakan bibit artemia atau sera artemix yang bisa Anda beli dalam bentuk kista atau telur. Inilah yang nantinya akan berkembang menjadi artemia untuk pakan ikan.

Alternatif Pakan Alami Lain untuk Ikan

Selain artemia, ada juga beberapa alternatif pakan alami lain yang bisa Anda berikan untuk ikan atau udang peliharaan Anda. Meski tidak setinggi nutrisi pada artemia, namun berbagai pakan alami ini tetap sangat potensial untuk Anda gunakan. Beberapa jenis pakan alami tersebut contohnya adalah jentik nyamuk, kutu air, cacing sutera, dan barulah artemia.

Keunggulan dari pakan alami selain mudah untuk Anda dapatkan adalah kandungan nutrisinya yang tergolong lengkap untuk ikan dan juga lebih mudah untuk ikan cerna. Anda juga bisa mendapatkan berbagai pakan alami ini dengan harga yang cenderung lebih murah. Pemberian pakan alami juga tidak akan menyebabkan penurunan kualitas air pada tempat budidaya, sehingga kondisi tempat tinggal ikan tetap bersih dan terjaga.

Itulah ulasan cara membuat artemia sendiri yang bisa Anda coba sekaligus keunggulan artemia. Mengingat cara pembuatan artemia yang mudah, namun nutrisi yang sangat tinggi, artemia bisa menjadi pilihan pakan alami yang baik untuk Anda.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *