Breaking News

Cara Membuat Herbarium Tanaman Sederhana dan Manfaatnya

Bagi Anda yang merupakan para pecinta tanaman, tentu sudah tidak asing lagi dengan Herbarium. Sayangnya, istilah ini masih sangat awam dan jarang sekali penggunaannya bagi masyarakat luas. Tidak heran jika banyak orang yang masih asing dengan definisi sekaligus cara membuat herbarium. Lalu sebenarnya apakah herbarium itu? Yuk, simak informasinya berikut ini!

Definisi Herbarium

cara membuat herbarium
(sumber gambar: theatlantic.com)

Sebelum memasuki pembahasan cara membuat herbarium, maka setidaknya Anda harus memahami dahulu definisinya. Melansir dari berbagai sumber, herbarium pada dasarnya adalah sebuah koleksi atau kumpulan dari beberapa spesimen tumbuhan. Tumbuhan yang ada di herbarium sebelumnya harus melalui proses pengawetan terlebih dahulu.

Lalu, apa tujuan pengawetan tersebut? Tujuannya adalah untuk kebutuhan penelitian ilmiah agar bisa mendalami suatu spesies tumbuhan tertentu. Nantinya semua informasi penting yang bisa peneliti kumpulkan akan sangat berguna untuk dunia taksonomi dan botani. Studi lain seperti molekuler, biogeografi, dan floristik juga sangat mengandalkan herbarium.

Berbagai bagian tumbuhan yang akan melalui pengawetan umumnya adalah bagian bunga, batang, akar, dan juga daun. Perlu Anda pahami juga bahwa tidak semua tumbuhan langsung bisa Anda awetkan. Berbagai tumbuhan yang Anda awetkan harus sehat dan bebas dari serangan penyakit apapun.

Bahkan tumbuhan harus baru dan tidak pernah terkena serangan hama sebelumnya. Pastikan juga bahwa tidak ada kerusakan fisik apapun yang Anda temukan pada tumbuhan. Koleksi herbarium terbesar bisa Anda temukan pada berbagai lembaga penelitian seperti departemen MIPA di berbagai Universitas atau kebun raya.

Kebun raya yang sudah pasti tidak asing bagi Anda adalah Kebun Raya Bogor bukan? Nah, kebun raya tersebut adalah salah satu contoh kehadiran herbarium. Selama ini banyak yang menganggap bahwa Kebun Raya Bogor hanyalah sebuah kebun saja dan bersifat dekoratif. Padahal, jika menilik dari segi botani kehadiran Kebun Raya Bogor sebagai herbarium tentu memiliki manfaat yang sangat besar bagi dunia flora di Indonesia.

Sejak Kapan Praktek Herbarium Dilakukan?

Dari sumber yang ada, pemanfaatan herbarium sudah terjadi sejak lama bahkan sejak tahun 1490-1550. Saat itu, seorang profesor bernama Prof. Luca Ghini sudah menggunakan kertas untuk mengeringkan tumbuhan dibawah tekanan.

Setelah kering, ia akan mencatat semua informasi ilmiah yang berhasil ia dapatkan dari pengeringan tumbuhan tersebut dan menyimpannya menjadi sebuah koleksi.  Pada tahun 1700-an, praktek herbarium juga dilakukan oleh Turnefor. Saat itu Turnefor menggunakan proses pengeringan untuk meneliti berbagai tumbuhan obat.

Manfaat dari Herbarium

Seperti yang sudah kami singgung pada bagian sebelumnya, tujuan utama adanya herbarium adalah untuk kebutuhan penelitian tumbuhan. Nantinya, herbarium bisa Anda manfaatkan untuk bahan rujukan ketika melihat taksonomi tumbuhan karena herbarium akan memiliki holotype dari tanaman tersebut. Para ahli bunga atau ahli taksonomi juga akan menggunakan herbarium untuk membantu proses penelitian yang mereka lakukan.

Tidak hanya terbatas pada itu saja, herbarium juga bermanfaat untuk mendukung berbagai studi ilmiah lainnya. Misalnya seperti survei ekologi, perhitungan kromosom, studi fitokimia, mengungkap kajian mengenai evolusi, dan juga bermanfaat untuk analisa perbandingan dalam biologi. Tidak berhenti sampai disitu, setidaknya ada 3 (tiga) poin lain yang membuat herbarium sangat bermanfaat:

  • Adanya herbarium bisa membantu melestarikan spesimen dari tumbuhan endemik, terutama berbagai tumbuhan yang sudah masuk kategori terancam punah
  • Herbarium juga bisa membantu proses pengenalan publik terhadap jenis flora lokal, regional, nasional, bahkan juga internasional
  • Secara tidak langsung herbarium juga bisa menjadi media untuk memberikan pengetahuan kepada masyarakat tentang keanekaragaman dan juga betapa pentingnya tumbuhan

Dengan manfaat yang besar dari herbarium, cara membuat herbarium tentu harus Anda lakukan dengan benar. Pengelolaan dan perawatan setiap spesimen juga harus Anda lakukan dengan baik dan benar agar herbarium bisa berfungsi dengan maksimal.

Baca Juga: Sapi Belgian Blue: Jenis Sapi Bongsor yang Bernilai Ternak Tinggi

Cara Membuat Herbarium Tanaman

cara membuat herbarium
(sumber gambar: treat.id)

Lalu, apakah membuat herbarium tanaman itu sulit? Pada dasarnya, membuat untuk kebutuhan penelitian memang cukup rumit. Sebab Anda harus mencari tumbuhan, mengumpulkan, menekan, mengeringkan, dan juga merakit tanaman tersebut. Dari berbagai proses yang kompleks inilah Anda bisa mendapatkan informasi yang penting mengenai tumbuhan tersebut.

Mulai dari informasi mengenai kearagaman warna, bentuk, hingga tekstur dari sebuah tumbuhan. Dari situ juga Anda akan bisa belajar untuk membedakan setiap spesies tumbuhan yang berbeda-beda. Dengan proses ini, pada akhirnya banyak praktek di pelajaran sekolah terutama pada mata pelajaran MIPA yang mengharuskan siswa membuat herbarium sederhana. Inilah cara membuat herbarium sederhana yang juga bisa menjadi referensi bagi Anda.

1. Persiapan Bahan dan Peralatan

Sebelumnya siapkan dahulu beberapa perlengkapan dan bahan untuk herbarium. Bahan dan perlengkapan ini termasuk mudah untuk Anda dapatkan, seperti berikut ini:

  • Tumbuhan atau tanaman yang akan Anda teliti (dari definisi herbarium, maka bisa Anda lihat jika herbarium merupakan klasifikasi dari jenis tanaman tertentu. Jadi apabila Anda ingin membuat herbarium, pastikan juga untuk memilih tanaman yang sesuai dengan kategorinya. Misalnya Anda ingin membuat herbarium tanaman obat, maka pilihlah berbagai tanaman yang juga tergolong dalam tanaman obat-obatan dan jangan sampai melenceng)
  • Koran atau lembaran kardus
  • Kertas karton dan manila
  • Gunting
  • Solatip atau selotip
  • Lem kertas
  • Plastik transparan atau bening
  • Alkohol atau bisa juga menggunakan hand sanitizer 
  • Pensil atau pulpen
  • Buku untuk tempat mencatat hasil temuan

2. Mulai Membuat Herbarium

Setelah semua bahan dan peralatan siap, barulah Anda bisa lanjut untuk membuat herbarium. Langkah-langkahnya adalah seperti berikut:

  1. Untuk langkah awal, silahkan cari dan kumpulkan tumbuhan yang ingin Anda buat herbariumnya. Pastikan bahwa kondisi tumbuhan sehat dan bagian-bagiannya lengkap seperti batang, akar, daun, dan bahhkan bunga dan buah. Nantinya jika memang harus menyertakan buah, Anda bisa membelah buah ketika membuat herbarium
  2. Jika sudah terkumpul, silahkan bersihkan tumbuhan sampai bersih dari adanya tanah maupun kotor yang mungkin menempel dengan menggunakan lap kain ataupun tisu. Pastikan tidak ada kotoran yang masih tersisa sedikitpun ya
  3. Apabila tumbuhan siap, siapkan koran atau kardus sebanyak2 lembar yang memiliki ukuran lebih besar daripada ukuran tumbuhan
  4. Setelah itu silahkan semprotkan alkohol 70% pada tumbuhan secara merata. Bisa juga menggunakan hand sanitizer cair jika tidak memiliki alkohol
  5. Taruh tumbuhan di atas koran atau kardus dan tata dengan rapi hingga semua bagian tumbuhan terlihat dengan jelas. Jika sudah, rekatkan tumbuhan dengan menggunakan selotip hingga tumbuhan tidak terjatuh atau tergeser
  6. Silahkan tindih kardus atau koran berisi tanaman dengan setumpuk benda berat seperti buku misalnya dan taruh dibawah kasur. Biarkan dahulu selama 3 minggu
  7. Setelah 3 minggu, siapkan sebuah papan hardcover yang bisa Anda buat dari kertas karton tebal yang harus Anda lapisi dengan kertas manila warna putih diatasnya
  8. Ambil tumbuhan kering dan pindahkan pada papan hardcover secara hati-hati sehingga tumbuhan tidak rusak. Rekatkan lagi dengan menggunakan selotip
  9. Jika semua sudah selesai, maka bisa Anda lanjutkan dengan membungkus semua spesimen yang kering dengan menggunakan plastik transparan agar senantiasa bersih dan terjaga.

3. Membuat Etiket

Proses pembuatan sebenarnya sudah selesai ketika Anda membungkus herbarium menggunakan plastik transparan. Setelah proses selesai, maka Anda bisa melanjutkan proses penelitian dan pengamatan pada tanaman dengan teliti. Nah, pada bagian ini Anda bisa membuat sebuah etiket yang bisa membantu Anda mengklasifikasikan tumbuhan yang sudah Anda buat.

Siapkan buku dan juga pulpen atau pensil. Setelah itu tulislah beberapa etiket yang meliputi beberapa hal berikut ini:

  • Klasifikasi tumbuhan
  • Nama lokal tumbuhan
  • Lokasi pengambilan spesimen
  • Waktu pengambilan
  • Nama kolektor
  • Hasil deskripsi tanaman (pada bagian ini bisa Anda tambahkan informasi yang lebih rinci lagi mengenai tumbuhan tersebut)
  • Referensi (sumber rujukan yang Anda pakai dalam proses pengambilan informasi mengenai tanaman)

Setelah mengisi semua etiket ini, maka Anda bisa membuat salinannya pada kertas dengan ukuran yang lebih kecil. Jika sudah, etiket ini bisa Anda tempelkan pada sisi dari hardcover herbarium yang kosong. Tujuannya adalah sebagai hasil pengumpulan informasi mengenai herbarium.

Nah sobat agribisnis, itulah berbagai hal yang harus Anda pahami mengenai herbarium. Mulai dari definisi hingga cara membuat herbarium. Bagaimana, cukup mudah bukan cara untuk membuatnya? Semoga informasi ini bermanfaat dan selamat mencoba membuat herbarium sendiri ya!

Check Also

makanan-ikan-gabus

7 Makanan Ikan Gabus Terbaik dan Tips Budidaya Agar Cepat Besar

Indonesia memang memiliki potensi budidaya ikan air tawar yang sangat menjanjikan, salah satunya adalah ikan …

Leave a Reply

Your email address will not be published.