Tutorial Cara Membuat Inkubator untuk Penetasan Ayam

cara membuat inkubator telur

Tidak hanya digunakan dalam persalinan manusia, inkubator juga bisa Anda manfaatkan dalam proses ternak ayam. Lebih tepatnya adalah untuk membantu proses penetasan ayam. Apalagi cara membuat inkubator juga terbilang mudah dan tidak sesulit yang Anda bayangkan. Namun sebenarnya, apakah Anda sudah tau arti inkubator itu?

Mengenal Inkubator dan Fungsinya untuk Peternakan Ayam 

cara membuat inkubator telur
(sumber gambar: Antararaya.wordpress.com)

Sebelum membahas cara membuat inkubator, agaknya Anda harus memahami dahulu tentang alat yang satu ini. Melansir dari laman Wikipedia, inkubator adalah semacam alat yang penggunaannya harus mendapatkan aliran listrik pada suhu tertentu. Fungsi dari alat ini adalah untuk memerami telur, menghangatkan bayi yang prematur, atau untuk proses mikrob. 

Di rumah sakit, penggunaan inkubator umum untuk bayi yang lahir prematur supaya kehangatannya tetap terjaga. Nah, tidak hanya untuk bayi, Anda yang sedang melakukan ternak ayam juga bisa memanfaatkan fungsi inkubator. Pada peternakan ayam, inkubator yang Anda buat nantinya akan berguna untuk membantu proses penetasan telur ayam. Apakah setiap telur harus menggunakan inkubator? Jawabannya adalah tidak. 

Sebab pada dasarnya, ayam betina bisa dan mampu menetaskan telur-telur mereka secara mandiri. Akan tetapi, umumnya penetasan ini akan memakan waktu yang cukup lama dan tingkat keberhasilannya terbilang kecil untuk berhasil menjadi anakan ayam. Disinilah fungsi inkubator untuk ayam akan bekerja. Dengan menggunakan inkubator, proses penetasan telur bisa berjalan lebih cepat dan memiliki tingkat keberhasilan yang tinggi. 

Sebagai perumpamaan, dari 10 telur ayam yang Anda masukkan ke dalam inkubator, mungkin hanya 1-2 butir telur saja yang akan gagal menetas. Selebihnya bisa berhasil menetas dan menjadi anak ayam. Tentu hal ini akan sulit Anda peroleh jika hanya mengandalkan penetasan secara alami. Jalannya ternak ayam yang Anda lakukan juga menjadi lebih efisien dan cepat. 

Apalagi anakan ayam yang berhasil menetas nantinya sudah bisa Anda jual atau Anda ternakkan lagi tanpa harus menunggu waktu yang lama. Melihat betapa krusial inkubator inilah banyak pelaku ternak ayam yang kemudian membelinya. Jika Anda tertarik untuk memiliki inkubator, Anda tidak harus membelinya dengan harga yang lumayan mahal. Sebab, Anda bisa membuat sendiri inkubator untuk penetasan ayam. 

Baca Juga: Peluang Usaha Ayam Jawa Super Prospek Menjanjikan 

Cara Membuat Inkubator untuk Penetasan Ayam yang Mudah 

cara membuat inkubator telur
(sumber gambar: Lazada.com)

Tidak perlu khawatir bahwa proses pembuatan akan memakan biaya dan waktu yang lama. Sebab, inkubator sederhana sudah bisa Anda buat dengan peralatan yang mudah Anda dapatkan dan berharga murah. Langkah pertama adalah dengan mempersiapkan peralatan, meliputi: 

  • kardus tebal atau kotak gabus styrofoam 
  • soket lampu dan bola lampu 25 watt 
  • kawat 
  • termometer dan alat pengukur kelembaban 
  • mangkuk dan air 
  • kaca bening yang bisa Anda ambil dari bingkai foto
  • lakban besar atau selotip 
  • spons 

Setelah semua peralatan siap, inilah tutorial cara membuat inkubator penetasan ayam: 

1. Buat Kotak Kardus dan Pasang Lampu 

Langkah pertama adalah membentuk kardus menjadi bentuk kotak. Anda juga bisa menggunakan kotak yang terbuat dari gabus. Setelah itu buat satu buah lubang pada salah satu ujung kotak gabus sebagai tempat lampu dan soketnya. Pasang soket lampu dengan hati-hati dan pasangkan lampunya juga. Anda bisa menggunakan selotip untuk merekatkan soket lampu dengan dinding kotak gabus dan untuk menjaga suhu kotak tetap dingin. 

2. Buat 2 Ruangan dalam Kotak Gabus 

Setelah selesai memasukkan lampu, cara membuat inkubator selanjutnya adalah membagi ruangan menjadi 2 bagian. Anda bisa menggunakan kawat untuk memisahkan bagian kotak yang kosong dengan bagian tempat lampu menempel. Tujuannya supaya anak ayam bisa mendapatkan suhu hangat yang pas dan tidak terlalu panas karena dekat dengan lampu. 

Supaya proses membersihkan kotak juga lebih mudah, Anda bisa menambahkan kawat pada bagian lantai kotak. Dengan begitu, jika terkena air kencing dan kotoran anak ayam, kotak gabus tidak langsung rusak. 

3. Letakkan Termometer dan Mangkuk Air 

Cara membuat inkubator selanjutnya adalah meletakkan termometer dan alat pengukur kelembapan pada bagian kotak yang nantinya akan berisi telur. Fungsi alat ini adalah untuk menjaga supaya suhu dan tingkat kelembapan untuk penetasan ayam bisa terjaga. Untuk hasil terbaik, pilih termometer dan alat pengukur kelembapan yang memiliki akurasi tinggi. 

Tidak lupa, masukkan juga semangkuk air di dalam kotak. Mangkuk berisi air ini nantinya yang menjadi sumber kelembapan dari kotak yang Anda buat. Spons juga bisa Anda masukkan dalam mangkuk air agar bisa mengatur jumlah air dengan lebih mudah. 

4. Membuat Jendela Transparan 

Setelah berbagai tahap tersebut selesai, Anda harus membuat jendela pengamatan yang terbuat dari kata. Letakkan kaca pada bagian atas kotak gabus dan tempelkan dengan menggunakan selotip atau lakban. Anda juga bisa membuat engsel supaya kaca penutup bisa Anda buka dan tutup dengan lebih mudah saat berencana untuk mengeluarkan, memasukkan telur, atau mengatur kelembaban air di dalam kotak inkubator. 

5. Tes Inkubator 

Cara membuat inkubator belum selesai tanpa adanya uji coba inkubator. Coba nyalakan lampu inkubator dan coba lihat berapa suhu dan kelembaban yang bisa muncul. Tunggu setidaknya 1 hari supaya bisa melihat efektif atau tidaknya inkubator bekerja. Inkubator yang baik akan memiliki suhu sekitar 35,3 sampai 40,5 derajat celcius dan memiliki tingkat kelembaban berkisar 60-70%. 

Apabila suhu yang muncul ternyata terlalu panas, Anda bisa menusuk dinding gabus hingga berlubang. Tujuannya supaya suhu bisa turun dan lebih dingin. Jika terlalu dingin, tutup kembali lubang tersebut dengan menggunakan selotip. Apabila kelembaban dalam inkubator terlalu tinggi, Anda bisa menghisap air  dalam mangkuk menggunakan spons. Sebaliknya jika kelembaban terlalu rendah, Anda bisa memeras air tambahan menggunakan spons untuk dimasukkan ke dalam mangkuk. 

6. Proses Memasukkan Telur Ayam 

Setelah cara membuat inkubator selesai dan berhasil, maka langkah selanjutnya adalah memasukkan telur ayam. Anda bisa mendapatkan telur ayam siap menetas dari ayam peliharaan Anda sendiri atau dengan membelinya dari peternak ayam lain. Namun, pastikan kualitas telur yang akan masuk ke inkubator memang berkualitas baik. 

Telur yang berkualitas berasal dari jenis indukan ayam yang berkualitas juga. Untuk memastikan hal ini, Anda bisa bertanya pada peternak ayam apakah memang indukan ayam yang Anda pilih berkualitas baik dan siap untuk proses penetasan. Selain bertanya pada peternak, Anda juga bisa melihat sendiri ciri-ciri telur yang sehat seperti berikut:

  • Bentuk yang normal dan berat antara 40-45 gram 
  • Kulit cangkang yang bersih dari kotoran apapun 
  • Lihat menggunakan teropong telur dan pastikan ada rongga udara yang bisa terlihat jelas pada bagian tumpul telur 
  • Memiliki umur tidak lebih dari 5 hari 
  • Telur tidak mengeluarkan bau busuk 
  • Bagian cangkang yang sehat, halus, tidak kasar, atau lembek 

Apabila sudah yakin, maka Anda bisa mulai untuk memasukkan telur ke dalam inkubator penetasan ayam. 

7. Proses Penetasan Anak Ayam 

Perlu Anda ingat, bahwa umumnya telur ayam akan menetas dalam kurun waktu 21 hari. Untuk itu, Anda harus memastikan tanggal meletakkan telur dalam inkubator dengan baik dan tepat. Putar posisi telur sebanyak 3 (tiga) kali sehar dalam 18 hari pertama masa penetasan dalam inkubator. Supaya tidak tertukar, Anda bisa memberi tanda dengan spidol pada bagian cangkang telur setelah memutar posisinya. 

Untuk melihat telur yang bisa menetas dengan baik, Anda bisa menggunakan senter atau lilin. Pemeriksaan ini harus Anda lakukan dalam waktu 1 minggu pertama. Telur yang sehat dan bisa menetas akan terlihat seperti titik gelap dan memiliki pembuluh darah menyebar. Sebaliknya, embrio yang gagal akan terlihat seperti garis darah saja. Telur yang terlihat terang ketika Anda mendekatkan cahaya senter atau lilin juga bisa menjadi tanda bahwa ia gagal untuk tumbuh. 

Dalam kurun waktu 21 hari, telur akan mulai menetas. Bagian cangkang akan pecah mulai dari bagian atas karena anak ayam akan berusaha keluar dan mengotak atik cangkang telur. Tidak perlu terburu-buru dalam proses ini karena biasanya anak ayam bisa memakan waktu sampai 12 jam untuk keluar dari cangkangnya. Namun, jika sudah 12 jam belum menetas, Anda bisa membantu jalan penetasan dengan membuka bagian atas cangkak telur. 

Itulah tutorial lengkap cara membuat inkubator penetasan ayam lengkap. Bagaimana, tidak sulit bukan untuk membuat inkubator ini? Dengan cara ini, semoga proses penetasan anak ayam untuk usaha ternak Anda bisa lebih mudah ya! 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.