Breaking News

Cara Membuat Media Tanam dengan Mudah

Pertanian di Indonesia dapat menjadi sarana untuk menunjang kehidupan masyarakat sehingga memerlukan pertumbuhan ekonomi yang pesat. Selain itu, sektor pertanian berperan sebagai strategi pemerintah untuk mengurangi kemiskinan yang ada di Indonesia, karena peluang pertanian yang luas. Namun salah satu permasalahan yang mengakibatkan penurunan pembangunan pertanian dan produktifitas yaitu terdapat masalah lahan atau tanah di pertanian Indonesia. Permasalahan lain selain konversi lahan pada sektor pertanian Indonesia ialah penurunan kualitas lahan. Padahal lahan yang merupakan media tanam tanaman sangatlah penting untuk menunjang budidaya pertanian. Maka dari itu, perlu untuk mengetahui cara pembuatan media yang bagus untuk mendukung perkembangan tanaman agar efektif.

1. Media Tanam

Salah satu faktor penting dalam budidaya pertanian adalah media. Media tanam merupakan bahan yang berguna untuk menumbuhkan tanaman, tempat akar, ataupun bakal akar yang akan tumbuh dan berkembang. Selain itu juga berfungsi sebagai tempat berpegangnya akar agar tajuk tanaman bisa berdiri kokoh di atas media. Tidak hanya itu, media tanam juga sebagai sumber nutrisi untuk tanaman karena mengandung air dan nutrisi-nutrisi yang bermanfaat bagi tanaman.

Sebagai tempat tumbuh bagi tanaman, media tersebut akan menentukan baik buruknya pertumbuhan tanaman dan akan mempengaruhi hasil dan produktivitas tanaman itu sendiri. Setiap tanaman memiliki media tanam yang efektif tersendiri. Keadaan lingkungan pun juga akan mempengaruhi jenis media efektif yang digunakan. Namun pastinya terdapat jenis media tanam yang paling efektif secara umum.

Media tanam yang baik adalah yang memiliki keadaan tekstur dan struktur yang baik sehingga bisa menunjang keberhasilan budidaya pertanian. Struktur tanah yang baik untuk tanaman adalah yang gembur dan memiliki ruang pori berisi air dan udara, sehingga penyerapan unsur hara bisa berjalan optimal. Selain tekstur dan struktur, komposisi media tanam adalah salah satu faktor penentu keberhasilan budidaya pertanian. Dalam hal ini, volume media juga harus menjadi perhatian. Volume media yang  baik adalah yang bisa menunjang pertumbuhan dan perkembangan akar dan bisa mencukupi kebutuhan tanaman terhadap air dan juga unsur hara. Manipulasi volume media bisa dengan membuat komposisi media yang dapat mempertahankan kelembaban tanah dan memberikan udara melalui pori-porinya. Sehingga pengetahuan tentang berbagai jenis-jenisnya perlu untuk menjadi perhatian.

2. Jenis-Jenis Media

Dalam melaksanakan kegiatan budidaya, tidak hanya mengandalkan tanah saja sebagai media. Namun akan lebih baik jika menambahkannya dengan bahan lainnya. Berikut ini beberapa jenis media tanam yang sering digunakan dalam kegiatan budidaya tanaman.

1. Tanah

Tanah merupakan bahan utama dalam budidaya. Bagian tanah yang bagus adalah bagian atas atau top soil. Nah tanah tersebut harus memiliki sifat gembur dan subur, tidak lempung, dan juga tidak berpasir. Keadaan tanah bisa diperbaiki dengan penambahan pupuk kandang. Karena pupuk kandang tersebut bisa menambah unsur hara sebagai penyediaan humus dalam tanah. Hal tersebut bisa memperbaiki struktur tanah dan kehidupan jasad renik dalam tanah.

2. Sekam

Padi memiliki limbah berupa sekam. Sekam padi tersebut bisa dijadikan sebagai media peanaman. Karena hasil sampingan sisa padi ini mengandung unsur hara yang relatif cepat tersedia bagi tanaman, dan juga bisa meningkatkan pH tanah.

3. Arang Sekam

Selain sekam, arang sekam padi juga bisa digunakan. Perbedaannya adalah arang sekam merupakan hasil pembakaran dari sekam padi tersebut yang tidak sempurna. Arang sekam ini mempengaruhi pergerakan partikel dalam tanah sehingga bisa meningkatkan kapasitas porositas tanah dan pergerakan air dan udara. Hal tersebut juga bisa mempengaruhi kelembaban tanah. Selain itu, arang sekam juga bisa menigkatkan daya ikat air, menetralisir keasaman dan racun, dan bisa meningkatkan kesuburan tanah karena jumlah mikroba menjadi lebih banyak.

4. Sabut Kelapa / Cocopeat

Hasil sampingan dari kelapa yang telah diekstraksi seratnya adalah sabut kelapa atau cocopeat. Cocopeat bisa menjadi media alternatif untuk tanaman karena memiliki daya serap air yang cukup tinggi, sehingga bisa menyimpan air dalam jumlah yang lebih banyak. Cocopeat ini juga ramah lingkungan karena berasal dari bahan organik yang bisa terdegredasi dalam tanah.

5. Humus / Kompos

Kompos merupakan bahan organik yang berasal dari sisa bahan organik yang telah mengurai. Sedangkan humus adalah tanaman-tanaman yang biasanya berada di sekitar hutan yang terdapat pakis-pakisan. Kompos akan menambah unsur hara sehingga bisa memperbaiki fisik tanah dan kapasitas tukar kation. Namun yang perlu menjadi perhatian adalah kematangan kompos. Karena kompos yang belum matang memiliki potensi untuk menyebarkan penyakit.

3. Cara Membuat Media Tanam

Telah terbukti bahwa terdapat media tanam yang sangat beragam. Apalagi dengan perkembangan teknologi dan sektor pertanian juga berkembang, media tanam tidak hanya pada media padat saja, namun juga bisa dengan media air seperti hidroponik dan udara atau aeroponik. Berikut ini merupakan cara membuat campuran media tanam yang baik untuk pertumbuhan tanaman.

Penanaman di Polybag/Pot

  • Langkah pertama adalah menyiapkan tanah sebagai media utama. Pemilihan tanah adalah tanah yang gembur dan subur, dan akan lebih baik jika diambil pada bagian atas. Pastikan pula tanah dalam keadaan kering agar tidak terjadi penggumpalan. Karena nantinya penggumpalan tersebut bisa menyebabkan bahan lain tidak tercampur merata dengan tanah.
  • Selanjutnya, ayak tanah tersebut menjadi butiran-butiran yang menjadi lebih halus.
  • Kemudian siapkan pula kompos yang benar-benar telah matang, dan ayak kompos tersebut sehingga menjadi butiran-butiran yang lebih halus juga.
  • Selain itu, siapkan arang sekam sebagai campuran media selanjutnya.
  • Setelah semua sudah siap, campurkan antara tanah, kompos, dan juga arang sekam dengan perbandingan tanah : kompos : arang sekam adalah 2:1:1 atau bisa juga 1:1:1.
  • Kemudian aduk campuran-campuran tersebut hingga merata.
  • Siapkan pot atau polybag sebagai wadah media dengan ukuran sesuai dengan tanaman yang akan ditanam. Akan lebih baik jika menggulung sedikit bagian atas polybag untuk menjaga jika nantinya media terlalu tinggi ketika penyiraman dan mencegah tanah yang hilang.
  • Masukkan campuran media ke dalam polybag hingga mengisi sekitar 75% dari polybag. Dan media tanam sudah siap untuk digunakan.

Penanaman di Bedengan

Selain di Polybag, jika memiliki lahan untuk bercocok tanam, biasanya juga memanfaatkan lahan tersebut menjadi bentuk bedengan. Berikut ini cara pembuatan media jika dilakukan pada bedengan.

  • Langkah pertama adalah menggemburkan tanah dengan cara mencangkul atau menggunakan traktor jika lahannya cukup luas.
  • Kemudian, membuat bentuk gundukan dengan tinggi sekitar 10 cm dan lebar 80 cm sesuai dengan kebutuhan. Selain itu, dalam setiap bedeng diberikan jarak sekitar 50 cm.
  • Berikan pula kapur untuk tanah untuk menetralkan pH sehingga tanah bisa menjadi lebih gembur.
  • Selanjutnya campurkan tanah bagian atas dengan pupuk organik atau kompos yang telah matang dengan ketebalan kompos atau pupuk tersebut sekitar 5 cm. Selain itu juga bisa menambahkan lagi pupuk UREA agar fungsi pupuk organik lebih optimal.
  • Setelah itu diamkan setidaknya 2-3 hari dan media bedengan sudah siap ditanami.

Itulah beberapa hal tentang media tanam beserta jenis dan cara pembuatannya, baik di pot maupun bedengan. Karena bisa dilakukan menggunakan pot, maka tidak ada alasan lagi untuk tidak bertanam karena tidak adanya lahan ataupun tidak tahu media apa yang paling baik. Semoga bermanfaat.

Check Also

cara merawat bunglon

7 Trik dan Cara Merawat Bunglon Supaya Sehat dan Jinak

Siapa diantara sobat agribisnis yang merupakan pecinta reptil seperti bunglon? Jika iya, apakah Anda juga …

Leave a Reply

Your email address will not be published.