Breaking News

Tutorial Cara Membuat Oven Pengering Sederhana untuk Gabah Padi

Padi merupakan komoditas pertanian yang sangat penting di Indonesia. Bukan tanpa alasan, karena makanan pokok masyarakat Indonesia adalah nasi, dan nasi berasal dari tanaman padi. Panen setelah penanaman padi tentu menjadi waktu yang sangat petani tunggu. Selain untuk Anda jual, panen padi juga bisa menjadi bahan konsumsi sendiri bagi mereka. Salah satu tahapan dalam panen padi khususnya pasca panen adalah pengeringan padi. Proses ini sangat bergantung pada adanya matahari untuk menjemur. Namun, bagaimana jika memasuki masa musim hujan? Tentu pengeringan ini bisa menjadi terhambat. Solusinya adalah dengan cara membuat oven pengering sederhana.

Oven pengering? Ya. Saat ini berkat adanya inovasi pada bidang pertanian yang selalu terjadi, sudah ada sebuah alat yang bisa Anda padi manfaatkan untuk membantu proses pengeringan padi. Dengan adanya oven ini, pengeringan padi bisa menjadi lebih cepat dan efisien. Lalu, bagaimana cara membuat oven pengering sederhana untuk padi tersebut? Yuk, simak tutorialnya berikut ini!

Mengenal Proses Pengeringan Padi 

cara membuat oven pengering sederhana
(sumber gambar: republika.co.id)

Sebelum memasuku tutorial pembuatan oven pengering, agaknya Anda harus memahami dahulu apa pentingnya proses pengeringan padi. Jadi, setelah panen padi selesai, Anda tidak langsung serta merta menjual hasil panen mereka begitu saja. Sebab, terdapat serangkaian proses pada tahapan pasca panen yang tidak boleh mereka lewatkan. Serangkaian proses pasca panen tersebut adalah:

  • Panen padi
  • Merontokkan padi
  • Pembersihan gabah padi
  • Mengangkut padi
  • Proses pengeringan padi
  • Pembersihan padi
  • Penyimpanan padi
  • Menggiling padi

Setelah proses menggiling padi selesai, barulah padi tersebut bisa Anda jual dalam bentuk beras yang siap untuk Anda gunakan untuk konsumsi harian. Nah, agar hasil panen padi optimal pengeringan padi adalah salah satu tahapan yang sangat penting dan tidak boleh Anda lewatkan. Pengeringan padi bisa Anda artikan sebagai proses menurunkan dan mengambil kadar air yang ada di dalam padi.

Tujuan Pengeringan Gabah Padi 

Penurunan kadar air harus mencapai batas tertentu sampai bisa mencegah adanya kerusakan biji-bijian sebelum pengolahan padi selanjutnya. Setelah panen, gabah padi akan memiliki kandungan air sekitar 20-25%. Nah, agar gabah padi bisa Anda giling dan simpan dengan baik maka presentase air ini harus Anda turunkan terlebih dahulu hingga mencapai presentase 14% saja. Selain itu, tujuan dari pengeringan padi adalah:

  • Mempersiapkan gabah padi agar siap untuk proses pengolahan padi selanjutnya. Sebab, gabah yang basah tidak akan bisa untuk Anda olah secara optimal dan hasilnya bisa buruk
  • Supaya gabah padi lebih ringan dan bisa meringankan biaya untuk pengangkutan gabah padi
  • Membuat padi tahan lama apabila harus Anda simpan dalam waktu yang cukup lama karena kondisinya kering
  • Agar kualitas gabah menjadi meningkat dan hasil beras menjadi lebih berkualitas

Dengan banyaknya tujuan tersebut Anda bisa melihat betapa pentingnya proses pengeringan bagi padi bukan? Untuk itulah proses ini tidak boleh Anda tunda apalagi Anda lewatkan. Padi yang mengalami penundaan dalam pengeringannya, akan membuat kualitas padi tersebut menjadi turun, mengalami pembusukan, rusak, berkecambah, bau, dan menurunkan kondisi optimal padi setelah perontokan. Maka dari itulah, proses pengeringan ini harus sesegera mungkin Anda lakukan agar padi tetap memiliki kualitas yang baik dan siap untuk proses pasca panen selanjutnya.

Umumnya, pengeringan gabah akan Anda lakukan dengan memanfaatkan terpal plastik yang luas dan menghamparkan padi pada bagian atasnya secara merata. Proses pengeringan ini memanfaatkan matahari dan biasanya memakan waktu selama 2 sampai 3 hari. Setiap harinya, setiap 3 sampai 4 jam, Anda harus membalik hamparan padi tersebut sebanyak 2 (dua) kali supaya pengeringannya merata.

Baca Juga: Cara Membuat Konsentrat Ayam Petelur Skala Rumah Tangga

Cara Membuat Oven Pengering Sederhana untuk Padi

cara membuat oven pengering sederhana
(sumber gambar: grahamesin.com)

Seperti yang sudah kami singgung pada bagian sebelumnya, proses pengeringan pada padi terbilang sangat penting dan tidak boleh Anda lewatkan. Kualitas padi bisa berkurang bahkan jatuh apabila proses ini sampai tidak Anda lakukan dengan baik. Permasalahannya adalah apabila proses pengeringan hanya mengandalkan matahari saja, bagaimana jika panen bertepatan dengan musim hujan? Maka pengeringan tidak akan bisa berjalan dengan optimal.

Selain itu, apabila mengeringkan padi secara konvensional terus menerus, bulir padi akan mengalami kondisi terkena suhu panas dan dingin silih berganti saat siang dan malam tiba. Akibatnya akan ada tegangan di dalam gabah padi yang bisa berkibat keretakan gabah. Apabila gabah retak, maka bulir gabah akan menjadi pecah dan tidak maksimal dalam proses penggilingannya nanti. Akibatnya, kualitas beras bisa menurun.

Solusi dari permasalahan ini adalah dengan membuat oven pengering untuk gabah padi. Oven pengering ini sebutan lainnya adalah box dryer. Tidak hanya padi, oven ini sebenarnya juga bisa untuk hasil pertanian yang lain terutama yang membutuhkan proses pengeringan. Contohnya adalah bawang merah. Oven ini akan memanfaatkan panas dari adanya tungku pembakaran yang bisa Anda gunakan dengan kayu, sekam, ataupun gas LPG.

Lalu, apakah cara membuat oven pengering sederhana itu sulit? Anda tidak perlu khawatir karena jawabannya adalah tidak. Untuk membuat oven pengering sederhana, Anda harus menyiapkan 4 (empat) komponen utama, yaitu:

  • Box sebagai tempat untuk meletakkan gabah
  • Kompor atau tungku pemanasan
  • Tempat untuk bahan bakar (jika menggunakan minyak tanah, maka siapkan tabung minyak dengan kapasitas setidaknya 60 liter)
  • Diesel penggerak
  • Kipas

Kemudian, cara membuat oven pengering sederhana adalah sebagai berikut:

1. Membuat Box Gabah

Untuk langkah awal, silahkan membuat konstruksi tempat meletakkan atau menyimpan gabah padi. Untuk ukuran box sendiri, Anda harus menyiapkan setidaknya ukuran 4×6 meter yang memiliki tinggi setidaknya 50 cm. Anda bisa membuat rangka box ini dari bahan kayu yang Anda bentuk menjadi kotak-kotak kecil yang memiliki ukuran 40×40 cm

2. Buat Lapisan Pada Box Gabah 

Apabila sudah terbentuk box, maka selanjutnya lapisi box tersebut menggunakan bahan yang berbeda. Untuk rak lapisan pertama dan kedua mesin, Anda bisa menggunakan rak dengan bahan lapisan kawat. Sementara itu, untuk lapisan ketiga akan menggunakan goni sebagai lapisannya. Apabila sudah selesai dalam pembuatan box dan lapisannya, Anda bisa mulai meletakkan atau menyimpan gabah pada box tersebut.

3. Siapkan Kipas dan Kompor 

Cara membuat oven pengering sederhana selanjutnya adalah dengan menyiapkan kipas yang memiliki ukuran paling tidak 40 cm. Kipas ini akan berguna untuk menghantarkan angin dengan bantuan diesel bersama dukungan 2 (dua) buah v-belt. Jika sudah, letakkan kipas tersebut dalam satu kotak yang punya saluran atau pipia ke arah penyimpanan gabah padi.

Setelah itu, siapkan juga kompur yang berfungsi sebagai burner atau pemanas. Kompor ini umumnya berbentuk spiral yang memiliki ukuran panjang 40 cm. Jika sudah siap, hubungkan kompor ini dengan tabung minyak tanah dan pipa kapiler. Dengan begitu, minyak tanah bisa menjadi supply kompor dengan lancar melalui pipa kapiler. Jika semua tahap sudah terlewati, maka proses pembuatan oven pengering sederhana sudah selesai dan bisa Anda uji coba kepada gabah padi.

Cara Menggunakan Oven Pengering Sederhana 

Penggunaan oven ini juga sangat mudah. Anda hanya perlu menyimpan atau meletakkan gabah padi ke dalam oven pengering dan atur secara merata. Kemudian atur pompa tabung minyak tanah dengan aturan tekanan 50-60 psig. Jika sudah, silahkan hidupkan kompor secara perlahan dan beri sedikit minyak tanah. Tunggu beberapa saat sampai panas dan putar knop pada tabung sampai kompor menyala dan membara.

Apabila kompor sudah siap, Anda bisa menyalakan mesin diesel yang akan menggerakkan kipas pada box dryer atau oven yang sudah Anda buat. Atur kecepatan kipas pada 700-800 rpm. Kemudian biarkan proses pengeringan berlangsung selama 6 jam dan sesekali balik padi dengan menggunakan sekop supaya keringnya merata. Jika sudah, tunggu lagi selama 4 jam sampai gabah kering. Setelah total 10 jam, barulah gabah bisa Anda keluarkan dan siap untuk masuk ke proses selanjutnya, yaitu penggilingan.

Itulah ulasan tentang cara membuat oven pengering sederhana untuk kebutuhan pertanian, yaitu gabah padi. Cukup mudah bukan cara pembuatannya? Dengan adanya oven ini, Anda bisa menghemat waktu pengeringan gabah padi dengan lebih singkat. Dari yang awalnya 2-3 hari hanya menjadi 10 jam saja. Selain itu, adanya oven pengering ini juga bisa menjadi solusi saat memasuki musim penghujan.

Check Also

makanan tupai

5 Makanan Tupai dan Cara Memberikannya yang Baik dan Benar

Meski lebih familiar sebagai hewan liar dan tinggal di pepohonan, namun tidak sedikit orang yang …

Leave a Reply

Your email address will not be published.