Breaking News

Cara Membuat Perekat Pestisida Sendiri, Murah dan Mudah!

Tahukah Anda bagaimana cara membuat perekat pestisida sendiri? Ya, perekat pestisida adalah salah satu komponen yang terbilang penting dalam pengaplikasian pestisida pada tanaman. Bagi para petani, tentu perekat ini sudah tidak asing dan sudah sering sekali penggunaannya. Namun, tentu bagi orang awam perekat ini masih menjadi hal yang cukup asing. Lalu, sebenarnya apa itu perekat pestisida dan bagaimana cara membuatnya? Inilah informasi selengkapnya untuk Anda.

Sekilas Tentang Pestisida untuk Tanaman

cara membuat perekat pestisida sendiri
(sumber gambar: kabartani.com)

Sebelum membahas lebih lanjut tentang cara membuat perekat pestisida sendiri, Anda juga harus memahami tentang pestisida dan perekat tersebut. Pestisida pada dasarnya adalah suatu zat kimia yang berguna untuk pencegahan hama penyakit. Sebab hama ini berpotensi mengganggu hasil panen dan juga bisa merusak tanaman.

Pestisida juga bisa Anda gunakan untuk membasmi gulma yang juga berdampak buruk pada tanaman. Adanya pestisida dan penggunaannya juga sudah tercantum dalam Peraturan Pemerintah Nomor 7 Tahun 1973.  Tidak hanya untuk memberantas hama dan mencegahnya, pestisida juga berguna untuk membantu pertumbuhan tanaman.

Bukan hanya hama dalam bentuk tanaman, hama lain seperti hama binatang juga bisa Anda berantas dengan menggunakan pestisida. Contohnya ular atau hewan lain yang berpotensi bisa menyebarkan penyakit pada manusia.  Pada implementasinya, ada banyak sekali jenis pestisida yang bisa Anda gunakan.

Adanya banyak jenis pestisida ini adalah akibat dari fungsi pestisida itu sendiri yang bisa mencegah penyakit untuk tanaman yang berbeda-beda. Jadi memang tidak hanya ada satu jenis pestisida saja. Beberapa jenis pestisida yang umum petani gunakan adalah:

  • Akarisida
  • Bakterisida
  • Alvisida
  • Algasida
  • Fungisida
  • Herbisida
  • Molluskisida
  • Insektisida
  • Piscisida

Tidak hanya itu, masih ada berbagai jenis pestisida lain. Misalnya seperti rodentisida dan juga termisida. Anda bisa menggunakan berbagai jenis dari pestisida ini tergantung dari hama apa yang ingin Anda basmi atau cegah. Sesuaikan saja dengan kebutuhan Anda.

Lalu, Apa Itu Perekat Pestisida?

Secara umum, pengaplikasian pestisida adalah dengan cara menyemprotkannya secara langsung pada tanaman. Nah, dalam implementasi itulah biasanya pestisida membutuhkan adanya perekat pestisida. Perekat pestisida adalah seuatu bahan yang berperan untuk meningkatkan kinerja dari pestisida itu sendiri ketika Anda menyemprotkannya pada tanaman.

Mengapa perekat ini sangat penting? Sebab biasanya ada beberapa jenis tanaman yang memang ketika Anda berikan pestisida, bahan dari pestisida tersebut tidak bisa melekat dengan sempurna. Tidak sempurnanya pelekatan ini bisa terjadi karena banyak faktor.

Misalnya karena adanya lilin pada permukaan tanaman, adanya bulu, faktor cuaca, atau hama yang akan Anda basmi memiliki permukaan kulit keras, dan lain sebagainya. Bulir larutan pestisida yang menempel pada permukaan tanaman akan berbentuk seperti bola bening yang sangat mudah jatuh ke tanah. Lalu, bagaimana cara membuat perekat pestisida sendiri itu?

Baca Juga: Rahasia Ramuan Penggemuk Sapi yang Alami dan Efektif

Cara Membuat Perekat Pestisida Sendiri

cara membuat perekat pestisida sendiri
(sumber gambar: republika.co.id)

Ada banyak sekali cairan perekat pestisida yang bisa Anda beli dengan mudah. Umumnya harga perekat ini berkisar antara 15 ribu sampai 25 ribu rupiah tergantung dari kualitas perekat itu sendiri. Namun, daripada membelinya Anda bisa membuat sendiri perekat tersebut dengan mudah. Apalagi cara membuat perekat pestisida sendiri juga sangat mudah.

Selain itu, perekat yang Anda buat sendiri akan jauh lebih organik dan lebih baik untuk tanaman. Ada 2 (dua) buah resep pembuatan perekat pestisida yang bisa Anda pilih sesuai preferensi. Berikut kedua resep tersebut.

1. Resep 1 Perekat Pestisida

Cara membuat perekat pestisida resep pertama ini terbilang sangat mudah. Untuk membuatnya, Anda cukup menyiapkan beberapa bahan dan alat seperti berikut:

  • Biji kklerak sebanyak 5 buah
  • Air panas sebanyak 5 gelas kecil
  • Bak atau ember kecil kapasitas minimal 2 liter
  • Saringan

Setelah semua bahan dan peralatan siap Anda hanya tinggal membuatnya dengan langkah-langkah seperti berikut:

  1. Silahkan masukkan 5 gelas air panas dan 5 buah biji kklerak ke dalam ember atau bak yang sudah Anda siapkan
  2. Jika sudah, lanjutkan dengan meremas remas semua biji kklerak yang sudah Anda rendam dengan air panas sampai semua daging buah biji kklerak terlepas dari bijinya dan hancur
  3. Setelah benar-benar hancur dan lepas dari bijinya, silahkan saring dan segera ambil airnya. Air inilah yang akan berfungsi sebagai perekat pestisida
  4. Untuk mengaplikasikannya pada tanaman, Anda cukup mengambil cairan perekat, tambahkan pestisida, dan encerkan dengan 15 liter air. Setelah itu masukkan ke dalam tangki sprayer yang biasa Anda gunakan untuk menyemprot pestisida. Gunakan cairan perekat ini pada waktu terbaik yaitu pada sore hari setelah jam 3 atau pada pagi hari sebelum jam 10 pagi

2. Resep 2 Perekat Pestisida

Tidak kalah dengan resep pertama, cara membuat perekat pestisida resep kedua ini juga terbilang sangat mudah. Hanya saja, Anda membutuhkan peralatan lain yaitu blender. Untuk membuatnya, Anda cukup menyiapkan beberapa bahan dan alat seperti berikut:

  • Telur bebek sebanyak 1 buah (jika tidak ada bisa menggunakan telur ayam). Namun umumnya para petani lebih memilih telur bebek karena bisa menghasilkan perekat yang lebih berkualitas
  • Minyak goreng sebanyak 1 sendok makan
  • Blender untuk mencampur

Setelah bahan dan peralatan siap, inilah langkah pembuatan perekat pestisida yang bisa Anda ikuti:

  1. Silahkan masukkan telur bebek dan minyak goreng yang sudah Anda siapkan sebelumnya ke dalam blender
  2. Blender sampai cairan benar-benar tercampur rata
  3. Untuk pengaplikasian pada tanaman, cukup campurkan larutan telur dan minyak ini dengan pestisida dan masukkan ke dalam tangki sprayer
  4. Cairan perekat bisa Anda gunakan langsung untuk tanaman. Cukup mudah bukan cara membuat perekat pestisida sendiri ini?

Manfaat Menggunakan Perekat Pestisida

Nah, agar pestisida tidak hanya sekedar terbuang percuma dan tidak bekerja optimal, maka petani akan menggunakan perekat pestisida.  Setidaknya inilah beberapa manfaat dari perekat pestisida untuk tanaman:

1. Membantu Proses Penyerapan Pestisida

Adanya perekat pestisida akan membantu pestisida agar bisa lebih masuk ke dalam tanaman dan juga hama. Contohnya jika Anda aplikasikan pada hama hewan yang memiliki kulit keras seperti belalang dan juga kepik. Tanpa perekat, tentu pestisida akan kesulitan untuk menempel pada hama hewan karena bulir pestisida yang sangat mudah jatuh.

Hal ini juga berlaku pada tanaman. Tanpa adanya perekat, pestisida yang Anda semprot bisa saja langsung jatuh ke tanah tanpa menempel lebih dulu pada daun. Hasilnya pemberantasan hama menjadi tidak optimal. Untuk itu Anda membutuhkan adanya perekat pestisida.

2. Meningkatkan Kemampuan Pestisida Pada Jenis Tanaman Tertentu

Ketika Anda menyemprotkan pestisida secara langsung pada tanaman tertentu maka proses penyerapannya kurang bisa berjalan optimal. Hal ini karena ada penghalang yang membuat permukaan tanaman akan sulit ditembus oleh pestisida. Nah, disinilah peran perekat untuk membuat proses penyerapan pestisida ke tanaman menjadi lebih cepat dan lancar.

Contohnya pada tanaman yang punya permukaan daun berlilin seperti daun pisang dan daun talas. Bisa juga pada tanaman yang memiliki daun berbulu seperti tanaman padi dan juga jagung. Adanya zat lilin dan juga bulu pada tanaman-tanaman ini akan menghalangi penyerapan pestisida untuk tanaman tersebut. Jika menggunakan perekat, maka pestisida bisa lebih lama menyerap pada permukaan tanaman. Hasilnya, proses penyerapan pestisida bisa menjadi lebih efektif.

3. Membantu Penyerapan Pestisida Pada Kondisi Cuaca Tertentu

Adanya perekat pestisida juga akan sangat bermanfaat pada saat cuaca tertentu seperti saat turun hujan dan musim kemarau. Ketika hujan, maka pestisida yang sudah Anda aplikasikan di daun tanaman, akan hilang karena air hujan. Nah hal ini tidak akan terjadi ketika Anda menggunakan perekat. Karena karena adanya perekat, penyerapan pestisida akan menjadi lebih cepat terserap daun sehingga meski hujan, pestisida sudah bisa masuk secara sempurna pada tanaman.

Sementara itu ketika cuaca panas, pestisida yang Anda aplikasikan akan menjadi lebih mudah menguap akibat panas. Akibatnya, penyerapan pestisida pada tanaman menjadi tidak optimal. Namun jika menggunakan perekat, daya uap pestisida menjadi lebih minimal dan di saat yang bersamaan, kemampuan penyerapan pestisda oleh tanaman sudah meningkat. Hasilnya, meski panas bisa menguapkan pestisida, namun cairan itu sudah lebih dulu masuk ke dalam tanaman.

Nah, itulah cara membuat perekat pestisida sendiri sekaligus berbagai manfaatnya untuk tanaman. Mengingat betapa besar manfaat dari cairan ini, maka jangan sampai Anda tidak menggunakannya ketika mengaplikasikan pestisida ya. Dengan begitu, manfaat dari pestisida yang Anda aplikasikan bisa menjadi lebih optimal!

Check Also

makanan tupai

5 Makanan Tupai dan Cara Memberikannya yang Baik dan Benar

Meski lebih familiar sebagai hewan liar dan tinggal di pepohonan, namun tidak sedikit orang yang …

Leave a Reply

Your email address will not be published.