Cara Menanam Bawang Merah di Sawah Hasil Melimpah

Cara menanam bawang merah di sawah

 

Cara menanam bawang merah di sawah terus mengalami kemajuan yang sangat signifikan, karena banyak bermunculan inovasi yang lebih modern dan efektif. Dengan memanfaatkan kemajuan teknologi, tentu banyak petani bawang merah yang dapatkan keuntungan.

Bawang merah adalah salah satu tanaman holtikultura yang sifatnya hanyalah musiman, namun memiliki nilai ekonomis yang lumayan tinggi. Harga bawang merah turun drastis biasanya di akibatkan adanya sistem panen yang bersamaan.

Untuk mendapatkan keuntungan yang lebih besar, maka bagusnya menanam bawang merah dilakukan di luar masa tanam dalam siklus umum. Budidaya yang dilakukan di luar masa tanam sangatlah penting untuk dilakukan, agar tidak adanya kelangkaan dan penumpukan bawang merah di pasaran.

Komoditas ini termasuk dalam tanaman yang sangat mudah untuk membusuk, tentu hal ini sangat tidak di sukai oleh para petani. Untuk melakukan budidaya yang baik, maka penanaman bisa dilakukan di area sawah dan area subur lainnya.

Cara Menanam Bawang Merah di Sawah

1. Budidaya yang Tepat

Secara umum, budidaya bawang merah sangatlah bagus saat dilakukan pada musim panas dan hal ini akan membuat tanaman bisa mendapatkan sinar matahari lebih dari 12 jam. Penanaman bagusnya dilakukan pada area yang berada di ketinggian sekitar 0-900 mdpl.

Bawang merah juga cocok di wilayah yang bersuhu sekitar 25 sampai 35 derajat celcius dan untuk batas keasaman tanahnya sekitar 5,6 sampai 7 ph. Dengan memperhatikan suhu di suatu lokasi, maka penanaman Bawang Merah bisa lebih sukses.

2. Pemilihan Bibit

Varietas bawang merah yang bisa di budidayakan sangatlah banyak. Tidak hanya benih lokal yang bisa di budidayakan, namun benih hibrida impor juga bisa di pilih. Benih bawang merah ada yang bentuknya biji, namun ada juga yang berbentuk umbi.

Jenin bibit dalam bentuk umbi biasanya akan lebih efektif saat di budidayakan. Umbi yang paling bagus untuk dijadikan benih adalah yang dipanen dalam kondisi tua dan usianya sekitar 80-100 tergantung dari lokasi tanam bawang merahnya.

Varietas yang akan di tanam akan menentukan jumlah benih yang di butuhkan nantinya, karena setiap varietas memiliki karakteristik yang berbeda. Jika jarak penanaman yang akan dilakukan adalah 20 x 20 dengan bobot benih sekitar 5 gram, maka di butuhkan sekitar 1,4 ton benih untuk setiap hektar area penanaman.

Sedangkan untuk penanman dengan jarak sekitar 15 x 15, maka kebutuhan bibit sekitar 2,4 ton pada setiap hektarnya. Apabila berat benihnya lebih minim atau kecil, tentu kebutuhan akan bibitnya juga akan lebih sedikit.

3. Mengolah Tanah

Lahan tanam sangatlah perlu anda persiapkan sebelum sebelum melakukan proses penanaman bawang merah. Silahkan anda mulai dengan membuat bedengan yang memiliki lebar sekitar 1-1,2 meter dan tinggi bedengannya sekitar 50 cm. Untuk panjang bedengannya bisa anda sesuaikan dengan kondisi lahan yang ada.

Jarak antar bedengan bisa di buat dengan lebar sekitar 50 cm, karena nantinya akan sekaligus di jadikan parit dengan kedalaman sekutar 50 cm. Pastikan anda gemburkan tanah yang di bentuk bedengan dengan menggunakan peralatan cangkul dan kedalamannya sekitar 20 cm. Buatlah bedengan yang permukaannya rapih atau rata.

Jika lokasi tanam memiliki kondisi tanah yang tingkat keasamannya kurang dari ph 5,6, maka anda bisa menggunakan dolomit atau kapur sebanyak 1-1,5 ton untuk satu hektar lahannya. 2 minggu sebelum lahan di tanami bawang merah, pastikan anda menambahkan dulu dolomit.

Pupuk kompos atau pupuk kandang bisa anda jadikan sebagai pupuk dasar dalam penanaman bawang merah. Anda bisa menebarkan pupuk kandang di atas bedengan dan anda harus adukan pupuk dengan tanah sampai merata.

Pupuk alternatif lain yang bisa di tambahkan adalah pupuk kimia seperti KCL, ZA dan SP-36. Pastikan anda mencampurkan semua pupuk buatan dan silahkan diamkan pupuk selama satu minggu sebelum bedengan mulai di tanami dengan bibit bawang merah.

Pastikan anda menyiapkan bibit bawang yang akan mulai di tanam di lahan. Jika anda menggunakan bibit yang memiliki usia di bawah 2 bulan, maka anda bisa melakukan penggoresan di bagian ujung umbi sekitar 0,5 cm. Proses penggoresan perlu di lakukan untuk memecahkan masa dorman, agar proses tumbuh tunas bisa berjalan dengan lebih cepat.

Ketika anda menanam bawang merah pada musim kemarau, maka anda bisa memberikan jarak penanaman yang di padatkan yaitu sekitar 15×15 cm dan untuk penanaman pada saat musim hujan, maka jarak penanaman sekitar 20 x 20 cm. Menanam benih di lakukan dengan cara membenamkan keseluruhan bagian umbi ke dalam tanahnya.

4. Perawatan Dalam Proses Budidaya

Penyiraman sangatlah perlu di perhatikan dalam proses budidaya bawang merah, agar hasil bawangnya berlimpah. Penyiraman harus di lakukan 2 kali dalam sehari yaitu pada saat pagi dan sore. Frekuensi penyiraman rutin harus di lakukan pada masa awal penanaman sampai usia tanam mencapai 10 harian dan setelah itu frekuensi penyiraman bisa di kurangi menjadi 1 kali dalam sehari.

Proses perawatan selanjutnya adalah pemberian pupuk pada usia tanam sekitar 2 minggu dan pada usia tanam 5 minggu. Pupuk yang bisa di pakai seperti Urea, ZA dan KCI. Pemupukan bisa di lakukan dengan membuat guritan di dekat atau sekitaran tanaman.

Baca Juga: Cara Menanam Kacang Hijau dan Peluang Bisnisnya

Tanaman gulma juga harus di jauhkan atau di bersihkan di area penanaman bawang merah. Pembersihan gulma biasanya di lakukan bersamaan dengan proses pemberian pupuk susulan. Namun saat gulma sudah terlalu banyak, maka anda harus segera membasminya.

5. Pengendalian Hama

Bawang merah menjadi salah satu tanaman yang tidak terlepas dari serangan penyakit atau hama. Penyakit yang sering menyerang yaitu layu daun dan penyerangan hama ulat. Jika ulat di biarkan menyerang daun, maka akan menimbulkan pertumbuhan bawang menjadi tidak baik dan terancam mati.

Pembasmian ulah bisa di lakukan dengan cara manual yaitu pengambilan dan pemusnahan secara langsung, namun cara ini sangatlah melelahkan. Anda juga bisa menggunakan teknik feromon sex perangkap atau menggunakan teknik penyemprotan menggunakan insektisida.

Jika anda menemukan penyakit layu pada tanaman bawang merah, maka anda bisa mencabut daun yang sudah layu dan anda bisa membakarnya. Setelah daun layu anda singkirkan, maka anda juga bisa menyemprotkan cairan fungisida.

6. Waktu Panen Bawang Merah

Ciri utama bawang merah yang sudah siap untuk dipanen yaitu daun bawangnya sudah mulai dalam posisi rebah atau anda bisa melakukan proses pemeriksaan umbi secara acak. Jika anda menggunakan bibit bawang merah dari umbi, maka daun yang rebah harus mencapai 90%.

Bawang merah yang sudah siap untuk dipanen biasanya telah memiliki rentan waktu sekitar 55-70 hari sejak proses penanaman. Tingkat produktivitas dari bawang merah juga sangat bergantung pada iklim, cuaca dan jenis bibit yang di pilih.

Proses pengeringan biasanya akan berlangsung pada umbi dan hal ini menjadi ciri bawang merah yang sudah siap di panen. Proses penjemuran bawang merah bisa di lakukan selama 7-14 hari dan pastikan kadar air sudah menurun sebelum bawang merahnya di pasarkan.

Demikian ulasan lengkap mengenai cara menanam bawang merah di sawah dan semoga semua bahasannya bisa bermanfaat untuk para pembacanya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.