Breaking News

Super Gampang! Ini Cara Menanam Bawang Putih yang Benar

Bawang putih adalah salah satu jenis rempah yang banyak menjadi kunci dari berbagai masakan Indonesia. Rasanya, tidak lengkap tanpa tambahan bawang putih pada rasa masakan. Tidak hanya untuk makanan, bawang putih juga banyak manfaat untuk kesehatan. Tidak heran jika meman permintaan bawang putih akan selalu tinggi. Cara menanam bawang putih juga ternyata sangat mudah lho. Inilah langkah menanam bawang putih yang bisa Anda ikuti.

Cara Menanam Bawang Putih di Area Lahan 

Langkah menanam bawang putih untuk area lahan adalah sebagai berikut:

1. Mempersiapkan Lahan Tanam 

Kesiapan lahan tanam adalah salah satu kunci kesuksesan dalam budidaya bawang putih. Untuk itu, Anda perlu menyiapkan lahan terlebih dahulu supaya siap untuk menjadi tempat penanaman bawang putih. Dalam proses mempersiapkan lahan tersebut yang harus Anda lakukan adalah membersihkan area lahan terlebih dahulu.

Area lahan harus Anda bersihkan dari adanya rumput atau tanaman liar, bebatuan, ataupun gulma. Setelah lahan bersih, maka Anda harus melakukan pembajakan atau pencangkulan tanah supaya menjadi gembur. Pembajakan ini bisa Anda lakukan sebanyak 2 sampai 3 kali dalam 1 minggu dengan kedalaman 30 cm tanahnya.

Jika sudah, maka Anda harus membuat bedengan sebagai tempat menanam bawang putih. Lebar bedengan adalah 60 cm sampai 150 cm dan tingginya masing-masing adalah sekitar 20 cm sampai 50 cm. Buat juga bagian parit pada antara pembatas bedengan dengan lebar sekitar 40 cm yang berfungsi sebagai irigasi air atau pengairan.

Agar tanaman bawang putih bisa tumbuh optimal, maka tingkat keasaman atau pH tanah adalah sekitar 5,5 sampai 7. Dengan jenis tanah berpasir dan juga gembur. Supaya nutrisi dalam tanah lebih kaya, Anda juga bisa menambahkan pupuk organik supaya unsur hara dalam tanah menjadi lebih banyak.

2. Seleksi Bibit Bawang Putih 

Cara menanam bawang putih selanjutnya adalah menyeleksi bibit yang berkualitas. Sebaiknya, Anda menghindari bibit bawang putih dengan membelinya di pasar. Sebab, setiap varietas bibit akan memiliki karakter yang berbeda dan harus Anda ketahui apa ciri khas dari bawang putih tersebut. Jika membeli di pasar, tentu akan sulit bagi Anda untuk mengetahui varietas bawang putih yang akan Anda tanam.

Selain itu, bawang putih yang ada di pasar juga umumnya memiliki kandungan bahan kimia supaya bisa lebih awet. Untuk itu, sebaiknya Anda membeli bibit bawang putih di toko pertanian atau tanaman yang memang khusu menyediakan bibit-bibit tanaman berkualitas. Pilihlah bibit yang sehat dan tidak memiliki cacat dan pastikan varietas bawang putih yang Anda pilih cocok dengan lokasi lahan yang Anda miliki.

Baca Juga: Panduan Budidaya Serai Wangi Panen Berlimpah

3. Menanam Bawang Putih 

cara menanam bawang putih
(sumber gambar: BTRBooks.com)

Langkah selanjutnya adalah penanaman bibit bawang putih. Setelah mendapatkan bibit yang berkualitas, Anda bisa menanam bawang putih pada area lahan yang sudah siap. Waktu terbaik untuk menanam bawang putih adalah pada bulan Februari atau Maret. Usahakan juga untuk menanam bibit yang memiliki ukuan seragam.  Supaya seragam, Anda bisa melakukan penimbangan terlebih dahulu pada siung bawang putih.

Penimbangan ini bertujuan untuk mengetahui berat bawang putih dan membuat penanamannya sesuai klasifikasi berat yang bawang putih miliki. Misalnya, untuk siung bawang putih yang memiliki berat 1,5 gram akan memiliki jarak tanam 20 cm x 20 cm. Namun, untuk siung yang beratnya kurang dari 1,5 gram maka jarak tanamnya adalah 15 cm x 15 cm.

Dalam menanam bibit bawang putih ini juga tidak bisa Anda lakukan dengan sembarangan. Anda harus memastikan lapisan kulit siung bawang tetap utuh dan ambil siung secara perlahan  dan jangan sampai rusak. Tanam bibit tersebut secara perlahan dengan kedalaman tanah sekitar 2 inchi.

Pastikan bagian akar bawang putih menghadap kebawah dan bagian runcing siung menghadap ke atas. Tujuannya supaya arah tumbuh bawang putih ke atas dan bisa tumbuh dengan optimal. Setelah itu, timbun lubang tanam denga menggunakan tanah yang sudah Anda campur dengan pupuk supaya nutrisinya penuh.

4. Perawatan Bawang Putih 

Supaya bawang putih bisa tumbuh dengan optimal, maka perawatannya juga harus maksimal. Perawatan ini meliputi proses penyiraman dan memberikan pupuk lanjutan.

a. Penyiraman Bawang Putih

Untuk penyiraman, jangan siram bawang putih secara rutin 2 kali sehari seperti kebanyakan tanaman lainnya. Sebaliknya, perhatikan kondisi tanah dan cuaca terlebih dahulu sebelum menyiram bawang putih.

Apabila memasuki musim hujan, cukup siram bawang putih ketika tanahnya mulai kering. Sebaliknya, jika kondisi musim cukup panas, maka Anda bisa menyiram bawang putih sebanyak 3 sampai 5 kali sehari. Saat awal pertumbuhan, siram sebanyak 2 sampai 3 hari sekali. Namun saat memasuki pembentukan umbi dan tunas bawang, silahkan siram setiap 7 sampai 15 hari sekali.

Cara untuk menyiramnya adalah dengan menggenangi parit diantara pembatas atau bedengan bawang putih. Kemudian jangan lupa juga jika sudah memasuki usia 10 hari sebelum masa panen tiba, maka hentikan proses penyiraman karena umbi bawang putih sudah maksimal pertumbuhannya.

b. Pemupukan Lanjutan 

Bawang putih juga membutuhkan pemupukan susulan supaya nutrisi di dalamnya semakin kaya dan optimal pertumbuhannya. Anda bisa menggunakan pupuk organik berupa pupuk kandang kambing atau pupuk kandang ayam dengan takaran 30 ton atau 10 sampai 20 ton setiap hektar lahannya. Pupuk N juga perlu Anda tambahkan sebanyak 3 kali pada masa pertumbuhan.

Pertama, saat masa tanam, kedua saat pembentukan tunas. Ketiga adalah saat pembentukan umbi bawang putih. Dosis dan takarannya sendiri adalah sekitar 200 kg untuk setiap hektar lahannya. Beberapa jenis pupuk lainnya yang bisa Anda berikan adalah pupuk P205 dengan takaran 180 kg, K20 sebanyak 60 kg, dan pupuk S dengan ukuran 142 kg pada tiap hektarnya.

Selain pupuk tersebut, Anda juga bisa menambahkan pupuk kimia cair yaitu Sitozin dengan konsentrasi sebesar 0,25%. Ini merupakan tindakan yang opsional, bisa Anda lakukan namun juga bisa tidak. Namun, supaya hasil umbi bawang putih lebih baik, Anda bisa melakukan cara ini dengan menyemprotkan pupuk cair pada bagian daun bawang putih.

5. Penyiangan Gulma dan Pencegahan Penyakit 

Gulma adalah parasit tumbuhan yang bisa mengganggu penyerapan nutrisi pada bawang putih. Adanya gulma membuat bawang putih tidak bisa tumbuh dengan optimal. Anda bisa melakukan penyiangan gulma saat tanaman bawang putih sudah memasuki masa pembentukan dan pembesaran umbi-umbian.

Bersamaan dengan penyiangan itu, Anda bisa melakukan pemberantasan penyakit yang rentan menyerang bawang putih. Setidaknya ada 19 jenis penyakit yang bisa saja menyerang bawang putih Anda. Untuk itulah, Anda harus dengan sigap melakukan pencegahan ini supaya hasil panen nantinya tidak terganggu dan kualitas bawang putih tetap terjaga.

Cara penanggulangan ataupun pencegahan penyakit ini bisa Anda lakukan menggunakan sistem PHT. Caranya adalah dengan musuh alami, mengendalikan kultus teknis, menggunakan benih yang sehat, memasang perangkap, sanitasi, sampai menggunakan pestisida dengan dosis dan takaran yang sesuai untuk bawang putih.

6. Panen Bawang Putih 

cara menanam bawang putih
(sumber gambar: republika.co.id)

Cara memanam bawang putih yang terakhir adalah proses panen. Umumnya, setelah 3 sampai 4 bulan masa penanaman, bawang putih sudah bisa Anda panen. Waktu dan proses panen ini harus Anda lakukan dengan tepat, tidak terlalu lambat ataupun terlalu cepat. Pasalnya, jika Anda memanen bawang putih terlalu awal, pengawetan bawang putih tidak akan berjalan lancar.  Sebaliknya, apabila Anda terlalu lambat memanen bawang putih, bagian umbi akan mengkerut dan rasanya menjadi tidak enak.

Waktu terbaik untuk panen bawang putih adalah saat cuaca cerah dan tidak hujan. Ciri bawang putih yang siap untuk panen adalah warna daun yang mulai berubah kekuningan. Anda bisa dengan perlahan mengangkat bagian umbi bawang putih dari tanah dengan mencabutnya menggunakan tangan.

Lalu, hentakkan perlahan bawang putih supaya bagian tanah yang menempel bisa rontok. Ikat secara bergerombol umbi-umbi bawang putih tersebut setiap 20 sampai 30 rumpun bawang putih. Setelah itu jemur umbi selama sekitar 15 hari sebelum bisa Anda jual di pasaran. Anda bisa menjual langsung bawang putih tersebut ke pasar atau Anda distribusikan ke berbagai penjual bawang putih lainnya.

Itulah cara menanam bawang putih untuk area lahan yang bisa Anda ikuti. Karena permintaannya yang tinggi, usaha budidaya ini sangat menggiurkan untuk Anda jalani. Apalagi harga bawang putih juga tergolong bagus meski bisa sangat fluktuatif mengikuti tren pasar. Jika Anda melakukan budidaya ini dengan serius, bukan tidak mungkin keuntungan yang Anda dapat juga besar. Jadi, apakah Anda tertarik mencobanya?

Check Also

makanan-ikan-gabus

7 Makanan Ikan Gabus Terbaik dan Tips Budidaya Agar Cepat Besar

Indonesia memang memiliki potensi budidaya ikan air tawar yang sangat menjanjikan, salah satunya adalah ikan …

Leave a Reply

Your email address will not be published.