Breaking News

Cara Menanam Kangkung di Polybag Secara Organik

Penyuka tanaman hijau seperti kamu mungkin tidak bisa diam saat melihat lahan kosong atau memiliki waktu senggang. Bahkan, hobi yang satu ini juga bisa membuat kamu menjadi pebisnis baru dengan peluang yang cukup menjanjikan. Apakah sekarang kamu mulai tertarik dengan cara menanam kangkung di polybag? Kangkung merupakan satu dari sekian banyak pilihan yang bisa kamu tanam di polybag.

Tanaman yang termasuk dalam famili Convolvulaceae ini tentu saja bisa kamu tanam di sekitar rumah meski memiliki lahan yang sangat terbatas. Dengan memanfaatkan polybag yang sudah kamu punya, akan lebih baik jika kamu menanam kangkung secara organik.

Mengenal Apa Itu Kangkung Organik

Jika berbicara tentang cara budidaya kangkung di polybag, rasanya hampir semua orang di sekitar kita tidak asing dengan nama tumbuhan yang satu ini. Pasalnya, kangkung bisa dinikmati saat menjadi olahan makanan.

Kangkung adalah tumbuhan yang termasuk dalam jenis sayur-sayuran. Kamu bisa dengan mudah menjumpai tanaman yang satu ini terutama di kawasan berair di negara Asia.

Kangkung organik adalah kangkung yang ditanam dengan cara organik. Pupuk yang digunakan adalah pupuk organik baik itu pupuk kompos maupun pupuk kandang tanpa menggunakan pestisida.

Kandungan pada Kangkung

Salah satu manfaat dari kangkung adalah kaya akan serat yang bisa menjaga asam empedu serta mencegah kolesterol. Zat besi dan mineral yang terkandung pada kangkung juga baik untuk tubuh manusia. Keduanya memiliki peran untuk membentuk hemoglobin atau sel darah merah.

Penderita anemia disarankan untuk mengkonsumsi kangkung secara teratur. Selain itu, ada betakaroten yang berfungsi sebagai zat antioksidan untuk menangkal radikal bebas.

Kangkung juga memiliki zat sedatif sehingga berperan untuk menenangkan pikiran. Zat ini juga bisa menetralkan serta menghilangkan racun di dalam tubuh. Mungkin ini sebabnya tubuh bisa menjadi rileks setelah mengkonsumsi kangkung.

Di Filipina, kangkung digunakan untuk mengobati berbagai penyakit seperti wasir dan sembelit. Jika kamu sedang mencoba diet herbal, maka bisa mencoba kangkung sebagai salah satu pilihan obat yang tepat.

Cara Menanam Kangkung di Polybag

Meskipun habitat asli kangkung itu di sawah atau wilayah sungai, kamu bisa menanamnya di polybag atau media lainnya. Akan tetapi, sangat penting untuk mengetahui cara penanaman kangkung di polybag agar tanaman ini tumbuh subur dan hasil panen melimpah. Untuk menanamnya, kamu bisa mengikuti langkah-langkah di bawah ini.

Siapkan Bibit Kangkung

Sudah menyiapkan bibit yang unggul? Pemilihan bibit bisa menentukan kualitas sayuran saat masa panen. Pilihlah benih yang bebas dari penyakit dan hama. Akan lebih baik jika kamu hanya menggunakan bibit berkualitas tinggi.

Jika kamu memutuskan untuk memilih bibit dari biji, siapkan tempat persemaian yang telah ditaburi pupuk kompos dan pupuk kandang. Kemudian, diamkan selama kurang lebih satu hari sebelum ditaburi biji.

Pada saat penyemaian, sangat penting untuk menjaga kelembaban. Oleh karena itu, kamu harus memastikan bahwa tempat penyemaian tertutup. Gunakan jaring atau dedaunan yang berjarak sekitar 20 hingga 30 cm dari permukaan semai.

Setelah bibit memiliki 3- 4 helai daun, kamu bisa memindahkannya ke polybag atau pot. Ini bisa menjawab pertanyaan kamu yang berhubungan dengan bagaimana cara menanam kangkung di polybag, bukan?

Pilih Media Tanam (Polybag) yang Sesuai

Selain polybag, ada beberapa media tanam yang bisa kamu gunakan seperti wadah bekas, pot bunga dll. Media tanam ini harus memiliki lubang yang berfungsi untuk resapan air.

Tanah yang kamu masukkan ke polybag adalah hasil pencampuran dengan pupuk kompos dengan perbandingan 2:1. Isi polybag hingga 3/4 bagian. Kamu bisa mulai menanam kangkung setelah 1-2 hari dimana kondisi tanah mulai stabil.

Proses Penanaman

Proses penanaman bisa mempengaruhi cara menanam kangkung di polybag agar cepat panen. Setelah melewati masa penyemaian, kangkung bisa mulai dipindahkan ke polybag namun kamu harus berhati-hati agar bibit tidak rusak. Kerusakan bisa menyebabkan terganggunya pertumbuhan.

Pemeliharaan dan Perawatan yang Tepat

Tiba saatnya pada masa perawatan dan pemeliharaan. Pada dasarnya, perawatan kangkung sama seperti perawatan tanaman lainnya mulai dari penyiraman, penyiangan, hingga pemupukan.

Cara Penyiraman

Siram tanaman kamu dua kali sehari secara teratur. Lakukan di pagi dan malam hari saat cuaca kering. Kamu harus melakukannya terutama di awal masa tanam agar tanaman tidak layu dan mati.

Waktu Pemupukan

Untuk pemupukan, kamu bisa mulai 10 hari setelah penanaman bibit kangkung. Karena kamu hendak menanam dengan cara organik, maka gunakan hanya pupuk organik. Cara ini membuat sayuran tetap sehat untuk dikonsumsi. Sehingga, kamu tidak perlu lagi khawatir dengan sisa pestisida yang mungkin saja menempel di batang atau daun kangkung.

Proses Penyiangan

Untuk menghindari adanya gulma atau tanaman pengganggu lainnya, maka kamu perlu melakukan penyiangan. Jadi, tidak ada yang mengganggu pertumbuhan tanaman kangkung kamu.

Masa Panen

Mungkin saja kamu sudah tidak sabar menunggu hari panen tiba. Panen biasanya berlangsung di hai ke 25 hingga 30 hari. Ciri kangkung sudah siap panen adalah tanaman sudah memiliki banyak daun. Untuk memanennya, kamu bisa mencabutnya. Jika ingin bisa memetik hasil panen selama 2 kali, potong kangkung pada bagian batangnya, jangan mencabutnya.

Bagaimana Agar Kangkung Tumbuh dengan Baik?

Menanam kangkung bukan hanya sekedar meletakkan kangkung di lahan yang tersedia. Tentunya, ada beberapa hal yang harus kamu perhatikan agar kangkung tumbuh baik hingga akhirnya bisa kamu panen. Perhatikan beberapa hal berikut sebelum membudidayakan kangkung.

Lahan

Kamu bisa memilih berbagai jenis lahan untuk penanaman kangkung. Budidaya bisa untuk skala rumahan ataupun perkebunan besar.

Tanah

Saat memilih tanah, kamu bisa memilih jenis tanah liat berpasir atau tanah liat berlempung. Selain itu, tanah podsolik merah dan tanah aluvial juga bisa menjadi pilihan.

Suhu

Sementara untuk suhu, kamu bisa memilih lahan di lingkungan dengan suhu 20 hingga 28 derajat celcius dengan temperatur sekitar 87%. Untungnya, kangkung juga bisa kamu budidayakan di lingkungan yang cukup kering. Namun, kamu harus sering menyiramnya sehingga kangkung bisa tumbuh dengan baik.

Cahaya Matahari

Sama halnya dengan air, cahaya matahari juga memiliki peranan penting. Juga, menjadi tolak ukur suksesnya budidaya kangkung organik. Dengan demikian, ini bisa menguntungkan petaninya, termasuk kamu.

Curah Hujan

Ini menjadi menjadi faktor penentu lainnya agar budidaya kangkung kamu sukses. Curah hujan sebaiknya berada di 800- 1.200 mm per tahunnya.

Kesimpulan

Itulah tadi informasi seputar cara menanam kangkung. Kamu bisa mencobanya, terutama jika kamu selalu suka sayuran organik yang sangat baik untuk kesehatan. Karena menggunakan polybag, kamu tidak perlu khawatir akan sempitnya lahan. Jangan lupa untuk selalu memperhatikan setiap langkahnya agar hasil panen tidak mengecewakan. Semoga budidaya kangkung bisa menjadi hobi baru dan bahkan peluang bisnis untuk kamu di kemudian hari.

Check Also

ciri-ciri ikan nila

Inilah Berbagai Sifat dan Ciri-ciri Ikan Nila yang Harus Anda Tahu!

Salah satu jenis ikan air tawar yang sangat populer di Indonesia, khususnya untuk kebutuhan konsumsi …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *