Breaking News

Rahasia Cara Menanam Kentang Lengkap dari Awal sampai Panen

Salah satu jenis komoditas sayuran yang tinggi peminat adalah kentang. Rasanya, setiap rumah pasti membutuhkan kentang sebagai bahan makanan yang sehat dan memenuhi kebutuhan karbohidrat harian. Olahan masakan apapun dari kentang juga terasa nikmat dan lezat, serta bisa Anda olah dalam berbagai rupa. Mulai dari sup, tumis, hingga gorengan seperti perkedel. Cara menanam kentang juga tidak sulit dan bisa Anda praktekkan sendiri.

Metode penanaman kentang pada dasarnya terbagi menjadi 2 (dua). Pertama, untuk penanaman dengan tujuan komersial atau budidaya dengan skala yang besar. Kedua, adalah penanaman kentang dengan menggunakan polybag untuk hasil rumahan. Keduanya sama-sama bisa Anda praktekkan dan pilih sesuai preferensi. Inilah informasi cara menanam kentang selengkapnya.

Cara Menanam Kentang dengan Menggunakan Polybag 

cara menanam kentang
(sumber gambar: rumah123.com)

Metode yang pertama akan kita bahas adalah polybag. Anda bisa memilih media polybag apabila lahan yang Anda miliki tidak cukup luas dan memang hanya ingin menanam kentang untuk konsumsi sendiri. Inilah beberapa langkah menanam kentang dengan menggunakan polybag yang mudah:

1. Mempersiapkan Polybag 

Agar pertumbuhan kentang bisa optimal, Anda harus menyiapkan polybag dengan ukuran 50 x 80 cm. Kemudian jangan lupa untuk membuat lubang drainase atau pembuangan air pada bagian bawah polybag supaya tidak tergenang dan menyebabkan kentang busuk. Jika sudah, silahkan isi polybag dengan menggunakan tanah yang sebelumnya harus Anda campur dengan pupuk kompos. Isi tanah hingga 2/3 volume polybag.

2. Menanam Bibit Kentang 

Tahapan selanjutnya adalah menanam bibit kentang. Bibit kentang harus Anda pilih dengan kualitas yang baik supaya hasil panennya juga berkualitas dan melimpah. Pada 1 (satu) polybag bisa Anda taruh 3 sampai 4 umbi kentang. Buat lubang tanam terlebih dahulu dengan kedalaman setidaknya 7 cm dari permukaan tanah. Jika sudah baru masukkan umbi kentang dan tutup kembali dengan tanah.

3. Perawatan Tanaman Kentang 

Cara menanam kentang selanjutnya adalah proses perawatan kentang. Pada tahap perawatan ini, Anda harus menyirami kentang secara rutin supaya kelembapan tanah senantiasa terjaga. Namun, juga jangan sampai menggenang hingga membuat kentang busuk, maka pastikan bahwa drainase polybag berjalandengan baik. Dalam waktu 10 hari, pertumbuhan kentang umumnya sudah mulai merata.

Setelah waktu 1 bulan, maka lakukan proses penambahan. Penambahan ini bertujuan untuk menutupi umbi kentang yang bisa muncul ke permukaan tanah. Anda harus menutup kembali bagian umbi kentang ini dengan tanah agar tidak terkena sinar matahari supaya tidak berubah menjadi hijau dan mengandung racun, sehingga bisa berbahaya untuk Anda konsumsi.

4. Pemupukan dan Panen 

Tanaman kentang juga perlu untuk Anda pupuk secara berkala menginjak usia kentang sudah 1 bulan. Anda bisa menggunakan pupuk urea dan juga TSP dengan ukuran dosis 16 gram atau 1 sdm untuk setiap tanaman kentang. Anda bisa menaburkannya pada sekeliling tanaman kentang lalu siram.

Panen kentang sudah bisa Anda lakukan ketika usianya mencapai bulan ke-3 dan ke-4. Untuk cara panennya juga sangat mudah, yaitu dengan merobek polybag secara perlahan dan ambil bagian umbi kentang yang siap panen. Setelah itu barulah kentang bisa Anda simpan dan konsumsi sesuai kebutuhan.

Baca Juga: Panduan Budidaya Serai Wangi Panen Berlimpah 

Cara Menanam Kentang pada Area Lahan 

cara menanam kentang
(sumber gambar: saprotan-utama.com)

Selain menggunakan polybag, Anda juga bisa membudidayakan kentang dengan tujuan yang lebih luas dan komersial. Yang harus Anda siapkan adalah syarat hidup kentang dan area lahan yang cukup luas. Kentang akan tumbuh dengan maksimal apabila berada di dataran tinggi dengan ketinggian 1600 sampai 3000 mdpl.

Jenis tanah area lahan yang paling sesuai untuk kentang adalah jenis vulkanis yang memiliki sedikit kandungan pasir. Tanah harus gembur dan memiliki kisaran pH sekitar 5-6,5 dan memiliki suhu tanah sekitar 15 sampai 20 derajat celcius. Setelah syarat hidup sudah terpenuhi, inilah langkah penanaman kentang:

1. Mempersiapkan Lahan Budidaya 

Agar budidaya bisa berjalan lancar, maka Anda harus mempersiapkan lahan budidaya terlebih dahulu dengan optimal. Supaya kondisi lahan gembur, Anda bisa melakukan pencangkulan atau pembajakan tanah terlebih dahulu. Setelah itu, biarkan area lahan selama 2 sampai 3 hari terlebih dahulu.

Pada hari ke-4, mulai garu area lahan dan rasakan apakah tanah sudah cukup gembur. Jika belum, Anda bisa menambahkan pupuk kompos dan kemudian kembali mencangkulnya supaya tanah gembur dengan merata dan biarkan dahulu selama 1 minggu. Karena pH tanah sangat menentukan keberhasilan tanam kentang, maka jangan lupa untuk mengecek pH tanah juga.

Apabila pH tanah kurang dari 5, maka Anda bisa menambahkan kapur pertanian pada tanah agar pHnya naik. Namun, jika memang kadar pH sudah tinggi yaitu diatas 9, Anda bisa memberikan belerang supaya tingkat pHnya turun dan menjadi seimbang. Saat pH tanah sudah mencapai 5-6.5, barulah proses pembuatan bedengan bisa Anda lakukan.

Buat bedengan dengan menghadap ke arah barat sampai timur supaya bisa mendapatkan sinar matahari dengan cukup. Tinggi bedengan adalah sekitar 30 cm dan lebarnya 70 cm. Sementara panjang bedengan bisa Anda sesuaikan dengan luas lahan yang Anda miliki. Bedengan harus Anda buat dengan jarak sekitar 40 cm. Setelah itu, barulah buat lubang tanam dengan jarak 20 sampai 25 cm per lubang tanam.

2. Penebaran Benih Kentang 

Cara menanam kentang pada area lahan selanjutnya adalah menebar benih. Umbi kentanglah yang akan berperan sebagai benih tanaman. Supaya hasil panen berkualitas, maka pilihlah umbi kentang yang memiliki ketahanan bagus terhadap hama ataupun penyakit. Kriteria umbi kentang yang baik adalah:

  • Permukaan umbi kentang mulus dan tidak memiliki cacat apapun
  • Memiliki 3 sampai 5 tunas kentang dan panjang tunas sekitar 2 cm
  • Umbi sudah tersimpan selama 4 bulan setelah panen
  • Memiliki berat sekitar 30 gram sampai 50 gram per umbinya

Masukkan pada lubang tanam secara perlahan dan timbun dengan tanah hingga tanah sedikit menggunung dengan tinggi 5 sampai 10 cm. Waktu terbaik untuk menanam umbi kentang adalah pada saat musim hujan. Mengapa?

Tujuannya supaya suplai air untuk tanaman kentang tercukupi. Dengan begitu, Anda hanya harus menyiramnya ketika tanah sudah kering dan tidak turun hujan. Namun, tetap pastikan area tanaman kentang tidak tergenang air supaya tidak busuk bagian umbinya. Sebagai petani, Anda akan jauh untung apabila menanam kentang saat musim hujan daripada musim kemarau.

3. Perawatan Kentang 

Cara menanam kentang selanjutnya yang harus Anda perhatikan dengan baik adalah proses perawatan. Dalam tahap ini, Anda harus memperhatikan 2 (dua) hal yang penting. Pertama, adalah proses pemupukan susulan. Kedua, penyiangan dari gulma. Tanaman kentang memang membutuhkan pemupukan susulan. Tujuannya supaya nutrisi bagi kentang lebih tercukupi dan bisa tumbuh dengan optimal.

Pemupukan susulan baru bisa Anda lakukan ketika penanaman umbi sudah selesai dan lakukan setiap 20 hari sekali. Anda bisa menggunakan 4 (empat) macam pupuk yang ada di pasaran. Jenis dan takaran pupuknya adalah sebagai berikut:

  • Pupuk urea dengan takaran 500 kg per hektar
  • Pupuk KCl dengan takaran 100 kg per hektar
  • ZA pupuk dengan takaran 150 kg per hektar
  • dan pupuk SP36 dengan takaran 400 kg per hektarnya

Selain pemupukan susulan, Anda harus mengawasi gulma yang bisa tumbuh dan mengganggu penyerapan nutrisi bagi tanaman kentang. Gulma bisa dengan mudah tumbuh pada area lahan penanaman kentang karena kondisi tanah yang memang lembab. Lakukan penyiangan ini bersamaan dengan pemupukan susulan supaya kentang bisa tumbuh dengan optimal.

Selain penyiangan, jangan lupa juga bahwa tanaman kentang bisa terkena penyakit atau hama. Beberapa penyakit yang bisa rawan mengenai kentang adalah bercak lunak, bercak daun, penyakit layu fusarium, dan penyakit layu bakteri. Untuk itu, Anda bisa memeriksa tanaman kentang secara berkala supaya terhindar dari penyakit ini. Jika memang sudah ada tanda, segera berikan obat yang bisa Anda beli di toko pertanian.

4. Panen Kentang 

Pada usia 3 sampai 4 bulan, panen kentang sudah bisa Anda lakukan. Hindari memanen kentang ketika hujan turun karena bisa membuat kentang menjadi cepat busuk dan mati. Maka dari itu, waktu terbaik untuk panen kentang adalah saat cuaca sedang cerah. Panen kentang juga terbilang sangat mudah.

Anda cukup membongkar tanah tanaman kentang dan ambil umbi kentang. Kumpulkan umbi kentang yang sudah Anda panen dan jemur selama 1 jam terlebih dahulu dibawah sinar matahari supaya kentang kulitnya mengering dengan sempurna dan tanah yang menempel bisa lepas dengan sendirinya.

Itulah 2 (dua) metode cara menanam kentang yang bisa Anda ikuti. Keduanya sama-sama mudah dan tidak membutuhkan banyak persiapan. Selamat mencoba cara penanaman ini ya!

Check Also

ciri-ciri ikan nila

Inilah Berbagai Sifat dan Ciri-ciri Ikan Nila yang Harus Anda Tahu!

Salah satu jenis ikan air tawar yang sangat populer di Indonesia, khususnya untuk kebutuhan konsumsi …

Leave a Reply

Your email address will not be published.