Breaking News

Inilah Panduan Cara Menghitung Kebutuhan Air Tanaman

Sebagai salah satu sumber kehidupan, peran air untuk makhluk hidup memang sangat besar. Termasuk untuk menunjang pertumbuhan dan perkembangan tanaman. Tanpa adanya air, tanaman yang Anda tanam tidak akan bisa hidup dan berkembang dengan baik. Meski begitu, memberikan air kepada tanaman juga tidak bisa Anda lakukan dengan asal-asalan dan sembarangan. Sebab, Anda harus memahami tentang cara menghitung kebutuhan air tanaman terlebih dahulu.

Mengapa hal ini menjadi penting? Sebab, pada dasarnya setiap tanaman memiliki kebutuhan airnya yang berbeda-beda. Anda tidak bisa menyama ratakan pemberian air ini kepada seluruh tanaman. Sebab, hal itu hanya akan berdampak buruk terhadap pertumbuhan tanaman Anda. Lalu, bagaimana cara perhitungan kebutuhan air tersebut? Inilah informasi selengkapnya untuk Anda.

Kebutuhan Air Pada Tanaman dan Faktor yang Mempengaruhinya

cara menghitung kebutuhan air tanaman
(sumber gambar: grid.id)

Secara teoritis, kebutuhan air pada tanaman adalah berapa banyak air yang Anda harus berikan kepada tanaman dalam kurun waktu masa tanam berlangsung. Mulai dari proses persiapan lahan tanam sampai dengan masa pasca panen tanaman. Perhitungan ini menjadi penting, karena seperti yang sudah sedikit kami singgung pada bagian sebelumnya, setiap tanaman akan memiliki tingkat kebutuhannya tersendiri. Anda tidak bisa menyamaratakan kebutuhan air tersebut.

Dalam mengukur tingkat kebutuhan air ini akan ada banyak sekali faktor yang mempengaruhi dan juga terlibat. Berbagai faktor tersebut adalah:

1. Jenis Tanaman 

Seperti yang sudah kami singgung sebelumnya, setiap jenis tanaman akan memiliki tingkat kebutuhan air yang berbeda. Misalnya tanaman padi akan memiliki kebutuhan yang berbeda dengan jenis tanaman sayuran. Jadi, saat melakukan perhitungan Anda juga harus terlebih dahulu melihat jenis tanaman apa yang sedang Anda hitung.

2. Kondisi Tanah 

Kondisi medan tanah juga memegang peran yang besar terhadap kebutuhan air dari tanaman. Tanah yang memiliki tingkat kemiringan agak besar, maka air juga akan cenderung lebih cepat mengalir ke tempat yang lebih rendah. Hasilnya, kurang ada kesempatan bagi air tersebut untuk menyerap ke dalam tanaman. Oleh karena itu, Anda harus memberikan jumlah air yang lebih banyak supaya ada lebih besar kesempatan bagi air tersebut untuk menyerap ke dalam tanah.

3. Cara Pemberian Air 

Bagaimana cara Anda untuk memberikan air juga akan berpengaruh pada tingkat atau jumlah air yang akan tanaman perlukan. Misalnya, sistem irigasi pada area persawahan yang memiliki saluran pembawa dan pembuang yang baik tentu akan membutuhkan air irigasi yang lebih banyak. Nah, supaya pengaturan air lebih ekonomis maka Anda bisa menggunakan cara pemberian air secara rotasi atau bergiliran untuk menghemat jumlah air yang Anda berikan.

4. Cara Pengolahan Tanah 

Tanaman harus Anda olah dengan optimal agar bisa tumbuh dengan baik. Nah, dalam prosesnya pengolahan tanah ini juga akan berpengaruh kepada jumlah air yang harus Anda berikan untuk tanaman. Contoh jelasnya bisa Anda temukan dalam penanaman padi di sawah. Dimana padi akan membutuhkan air yang tentu jauh lebih banyak daripada jenis tanaman lain misalnya palawijaya.

5. Waktu Penanaman Tanaman, Iklim, dan Sifat Tanah 

Hal lain yang mempengaruhi pemberian air kepada tanaman adalah waktu penanaman tanaman dan juga iklim yang sedang berlangsung saat itu. Ketika Anda menanam tanaman pada musim hujan, maka jumlah air yang harus Anda berikan kepada tanaman tentu akan jauh lebih sedikit daripada ketika musim kemarau.

Tidak hanya itu, waktu penanaman ini juga akan menentukan seperti apa sistem yang harus Anda pakai untuk pemberian air kepada tanaman. Apakah menggunakan metode terus menerus atau memberikannya dengan menggunakan sistem rotasi atau bergilir.

Sifat tanah yang Anda gunakan untuk menanam tanaman juga akan berpengaruh terhadap jumlah air yang harus Anda berikan. Ketika suatu tanah memiliki tekstur yang baik dan tingkat penyerapan yang baik, maka pemberian air juga tidak sebanyak dengan jenis tanah yang buruk.

6. Tujuan Pemberian Air 

Hal terakhir yang mempengaruhi kebutuhan air untuk tanaman adalah tujuan pemberian air. Ketika menanam tanaman, ada yang menyiraminya hanya untuk membasahi tanahnya saja, atau ada juga yang sekaligus memiliki tujuan untuk merabuknya. Jika bersamaan dengan proses merabuk, maka jelas jumlah air yang Anda butuhkan menjadi lebih banyak daripada hanya membasahi tanahnya saja.

Baca Juga: Panduan Cara Mengukur pH Air Secara Manual yang Efektif!

Cara Menghitung Kebutuhan Air Tanaman 

cara menghitung kebutuhan air tanaman
(sumber gambar: jurnalasia.com)

Jika membahas tentang cara perhitungan, maka tentu akan membutuhkan rumus untuk mendapatkan hasilnya. Hal ini berlaku juga pada cara menghitung kebutuhan air tanaman. Namun, setiap tanaman akan memiliki cara perhitungan dan juga rumus yang berbeda. Beberapa gambaran rumus serta perhitungannya adalah sebagai berikut:

1. Perhitungan Kebutuhan Air Bagi Tanaman (Penggunaan Konsumtif Umum) 

Perhitungan ini memfokuskan pada pencarian jumlah banyaknya air yang nantinya tanaman perlukan untuk membuat jaring tanaman. Jaring tanaman maksudnya adalah batang dan daun untuk kemudian berguna dalam melakukan proses penguapan atau evaportranspirasi, curah hujan, perkolasi, pengolahan lahan, dan pertumbuhan tanaman. Rumus yang bisa Anda pakai adalah:

Ir = ETc + P + WLR – Re 

Ket:

  • Ir : kebutuhan air
  • ETc : evaporasi
  • P : perkolasi
  • WLR : Tinggi genangan air
  • Re : Hujan efektif

2. Cara Menghitung Kebutuhan Air Tanaman Padi 

Salah satu contoh jenis tanaman yang bisa Anda pakai untuk melakukan perhitungan kebutuhan air adalah padi. Bagi tanaman padi, jumlah air yang petani alirkan akan memegang peranan yang sangat besar untuk keberhasilan panennya. Jika air terlalu banyak, maka akan menimbulkan genangan dan memnyebabkan kebusukan tanaman padi. Sebaliknya, jika jumlah air kurang maka bisa menyebabkan tanaman padi menjadi kering dan akhirnya mati atau gagal panen.

Dalam perhitungan kebutuhan air untuk padi, juga ada beberapa faktor lain yang mempengaruhinya. Mulai dari perkolasi, penggantian lapisan air, sumbangan hujan efektif, sampai pengolahan lahan. Untuk nilai kebutuhan air secara total adalah hasil penjumlahan dari berbagai nilai faktor yang mempengaruhi tersebut kecualli hujan efektif. Sedangkan, untuk melihat kebutuhan netto atau bersih air di sawah berasal dari kebutuhan total yang kemudian dikurangi dengan nilai hujan efektif.

Perhitungan Kebutuhan Air untuk Masa Pengolahan Lahan Padi 

Dalam penanaman padi, fase mengolah lahan akan memerlukan jumlah air paling besar daripada ketika pertumbuhannya. Selain itu, faktor lain seperti karakteristik tanah, tersedianya tenaga dan ternak, mekanisasi pertanian, sampai waktu pengolahan juga turut mempengaruhi kebutuhan air ketika pengolahan lahan padi. Untuk menghitungnya, Anda bisa menentukannya melalui tingkat porositas tanah yang ada di sawah padi dan kedalaman tanah.

Hal ini berdasarkan pedoman dari Kriteria Perencanaan Irigasi tahun 1986. Pedoman keterangan rumusnya adalah sebagai berikut:

  • PWR : Kebutuhan air yang berguna untuk menyiapkan lahan (mm)
  • Sb : tingkat derajat kejenuhan tanah sebelum proses penyiapan lahan (%)
  • Sa : tingkat derajat kejenuhan tanah setelah proses penyiapan lahan (%)
  • d : asumsi tingkat kedalaman tanah setelah proses penyiapan lahan (mm)
  • N : tingkat porositas tanah atau rata-rata per kedalaman tanah (%)
  • F1 : tingkat kehilangan air yang ada di sawah selama kurun waktu 1 hari (mm)

Selain itu, kebutuhan air yang Anda perlukan selama pengolahan lahan tanam padi juga bisa menggunakan metode dari Van de Goor dan Ziljstra (1968). Dengan keterangan rumus sebagai berikut:

  • IR : kebutuhan air yang Anda perlukan untuk pengolahan lahan (mm/hari)
  • Eo : proses evaporasi potensial (mm/hari)
  • M : kebutuhan air yang Anda perlukan untuk mengganti hilangnya air akibat evaporasi dan perkolasi di sawah (mm/hari)
  • k : konstanta
  • P : perkolasi (mm/hari)
  • T : jangka waktu pengolahan (hari)
  • e : bilangan eksponen yaitu 2,7182
  • S : kebutuhan air yang berguna untuk penjenuhan (mm)

Setelah mengetahui semua keterangan rumus yang bisa Anda gunakan, maka cara menghitung kebutuhan air tanaman selanjutnya adalah dengan memanfaatkan alat. Alat tersebut berupa program komputer sederhana yang bisa secara otomatis Anda gunakan dalam perhitungan kebutuhan air tanaman. Nama dari program komputer tersebut adalah program Cropwat. Jadi, proses perhitungan bisa menjadi lebih ringkas dan cepat.

Itulah informasi seputar kebutuhan air tanaman sekaligus cara menghitung kebutuhan air tanaman. Dari informasi ini, bisa Anda ketahui bahwa ada banyak hal yang mempengaruhi tingkat atau jumlah pemberian air kepada jenis tanaman yang Anda tanam. Selain itu, perhitungan jumlah air ini akan sangat membantu agar hasil penanaman yang Anda lakukan menjadi lebih optimal.

Check Also

kucing muntah kuning

Waspadai Kucing Muntah Kuning: Penyebab dan Cara Penanganan

Memiliki kucing kesayangan yang sehat tentu menjadi impian siapa saja. Akan tetapi, pasti ada kalanya …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *