Breaking News

Panduan Cara Mengukur pH Air Secara Manual yang Efektif!

Salah satu faktor yang sangat penting dalam menentukan kelancaran pertumbuhan tanaman atau perikanan adalah pH atau tingkat keasaman air. Untuk itulah, banyak para pembudidaya atau petani yang mencari tahu bagaimana cara mengukur pH air secara manual. Perhitungan pH air ini memang bisa menggunakan alat canggih yang mudah untuk Anda operasikan. Namun, tidak semua petani atau pembudidaya perairan bisa dengan mudah dan cepat mendapatkan alat tersebut. Jika sudah begitu, maka pengukuran pH air secara manual adalah solusi terbaik.

Sekilas Tentang pH Air 

cara mengukur ph air secara manual
(sumber gambar: best.id)

pH merupakan singkatan dari Power of HydrogenArti dari pH adalah suatu derajat keasaman serta tingkat kebasaan yang ada pada suatu larutan yang dalam hal ini adalah air. Pada prinsipnya, tingkat pH tidak akan bersifat tetap ataupun permanen. Skala pH yang Anda ukur bisa berubah-ubah sesuai dengan kondisi larutan pada saat itu.

Skala pH yang sudah Anda ukur, bisa memberikan informasi kepada Anda tentang seberapa kuat suatu basa atau asam. Umumnya, air yang benar-benar murni akan memiliki tingkat pH yang terbilang netral. Sebaliknya, air yang memiliki skala pH kurang dari 7  termasuk dalam golongan yang asam.

Sedangkan, air yang memiliki tingkat pH lebih dari 7 termasuk dalam air yang basa. Sifat dari derajat atau skala pH air ini sangat mudah berubah dan ada banyak sekali cara mengukur pH air secara manual ataupun menggunakan mesin berupa pH meter.  Perlu Anda ketahui juga bahwa ada banyak hal yang bisa mempengaruhi skala pH air. Diantaranya adalah:

1. Konsentrasi Karbon Dioksida dalam Air 

Faktor pertama yang bisa mempengaruhi kadar pH air adalah adanya konsentrasi  karbon dioksida atau CO2 yang ada di dalam air. Kadar karbon dioksida yang tinggi bisa mempengaruhi naiknya konsentrasi ion hidrogen (H+). Akibatnya, tingkat pH air bisa turun.

2. Temperatur atau Suhu 

Selain konsentrasi karbon dioksida, temperatur atau suhu juga menjadi faktor lain yang menyebabkan perubahan skala pH air. Hal ini berasal dari adanya intensitas cahaya matahari yang bisa meningkatkan suhu pada permukaan air. Penelitian ini berasal dari kelompok mahasiswa Oseanografi yang berasal dari Institut Teknologi Bandung (ITB).

Dari penelitian itu terungkap bahwa temperatur air laut yang rendah ternyata bisa menurunkan kadar pH dari air.  Selain itu, tingkat pH juga bisa terpengaruh oleh hal lain seperti senyawa organik dan anorganik, serta konsentrasi bikarbonat dan juga karbonat.

Baca Juga: 5 Cara Menetaskan Telur Ayam Anti Gagal

Cara Mengukur pH Air Secara Manual 

cara mengukur ph air secara manual
(sumber gambar: hypowira.com)

Pada dasarnya, cara mengukur pH air secara manual berarti melakukan pengukuran tanpa bantuan alat apapun. Cara ini bisa menjadi alternatif yang cepat dan efektif untuk melihat sejauh mana skala pH dari air yang sedang Anda uji. Pilihan cara pengukuran ini terbagi menjadi 3 (tiga). Penjelasannya adalah sebagai berikut:

1. Pengukuran Menggunakan Indera Perasa

Cara mengukur pH air secara manual yang pertama adalah dengan menggunakan indera perasa. Pengukuran ini terbilang sangat mudah untuk Anda lakukan. Alat utama untuk melakukan pengukuran ini adalah dengan memanfaatkan lidah Anda sendiri. Caranya, cukup rasakan air yang ingin Anda ukur tingkat pH-nya. Apabila rasa air tersebut asam, maka tingkat pH dari air tersebut cenderung mengarah pada asam.

Sebaliknya, jika air yang ada di lidah Anda memiliki kondisi yang basa, maka Anda akan merasakan sensasi kesat pada lidah. Meski mudah dan bisa menjadi alternatif pengukuran yang cepat, namun cara ini sebaiknya tidak Anda pilih. Sebab, tidak semua kondisi air bisa langsung Anda uji dengan memasukkannya pada lidah karena bisa sangat berbahaya bagi kesehatan Anda sendiri.

2. Pengukuran Menggunakan Indera Penglihatan 

Cara mengukur pH air secara manual selanjutnya adalah dengan memanfaatkan indera penglihatan. Cara ini terbilang sangat mudah dan cepat untuk Anda lakukan dan lebih aman daripada dengan menggunakan indera perasa. Untuk pengukuran ini, Anda cukup melihat bagaimana kondisi air yang ingin Anda ukur pH-nya.

Air yang memiliki kondisi kotor tentu memiliki skala pH yang tidak netral dan cenderung berbahaya untuk Anda manfaatkan. Sementara itu, air yang bersih memiliki tingkat pH yang bisa tergolong stabil. Meski begitu, Anda tetap membutuhkan pengukuran lanjutan untuk bisa memastikan kondisi pH air tersebut.

Selain kedua cara itu, pengukuran pH air juga bisa menggunakan beberapa cara yang lain. Namun tidak dengan cara manual dan memanfaatkan media lain. Contohnya adalah dengan menggunakan kertas lakmus, alat pH meter, menggunakan indikator tetes, hingga pH meter on site. 

Pentingnya Pengukuran pH untuk Pertanian dan Budidaya Perairan 

Perlu Anda ketahui bahwa pertumbuhan tanaman dan perkembangan hewan seperti di budidaya perairan terdampak dari 2 (dua) faktor. Faktor pertama adalah faktor internal (faktor yang berasal dari dalam), dan yang kedua adalah faktor eksternal (faktor yang berasal dari luar). Nah, pH air adalah salah satu faktor yang menjadi penentu kelancaran pertanian ataupun budidaya perairan yang sedang Anda lakukan

pH air ini termasuk dalam faktor eksternal. Beberapa faktor yang berasal dari luar lainnya adalah cahaya, suhu, pH tanah, air, oksigen, kelembapan, unsur hara, serta gaya gravitasi. Sementara itu, untuk faktor internal adalah hormon, gen, serta cadangan makanan dari hewan atau tumbuhan itu sendiri.

Seperti yang Anda tahu, air adalah sumber dari kehidupan dan memiliki banyak sekali manfaat untuk kehidupan manusia, hewan, serta tumbuhan. Nah, dalam hal ini pH air memiliki peran yang sangat penting sehingga skala pH air harus senantiasa Anda jaga dengan baik. Setiap makhluk hidup bergantung dan membutuhkan air, dengan catatan kondisi air dengan pH yang netral. Sebab, skala pH yang menurun akan berdampak pada kesehatan manusia, hewan, dan tumbuhan.

Lalu, mengapa cara mengukur pH air secara manual menjadi penting untuk Anda lakukan?  Sebab seperti yang sudah kami singgung pada bagian sebelumnya, pH air akan sangat berpengaruh pada kehidupan perairan dan pertanian yang menggunakan basis air. Contohnya seperti sistem pertanian hidroponik. Inilah beberapa alasan mengapa sangat penting melakukan pengukuran pH pada air:

1. Menjadi Standart Kebutuhan Produksi 

Pengukuran pH air menjadi sangat penting karena ada banyak sekali perusahaan yang memiliki kebijakan untuk menggunakan air bersih dalam setiap proses produksinya. Air bersih maksudnya adalah air murni dengan tingkat pH yang tentu saja netral. Tujuannya adalah untuk menjaga kualitas produksi mereka. Dengan tingkat pH air yang netral dan terjaga, tentu saja hasil produksi juga akan menjadi lebih konsisten dan berkualitas untuk para konsumen.

2. Turut Mencegah Adanya Pencemaran Air 

Alasan selanjutnya mengapa pengukuran air menjadi penting adalah untuk mencegah adanya pencemaran air. Seperti yang Anda ketahui, Indonesia memiliki fakta pencemaran air yang cukup besar. Hal ini berasal dari berbagai kebiasaan kecil yang tetap lestari seperti membuang sampah sembarangan, kegiatan pengolahan limbah air yang salah, hingga pembuangan kotoran yang tidak benar.

Berbagai kegiatan inilah yang akan membuat pH air menjadi terganggu. Akibatnya, kualitas air yang nantinya akan berguna untuk semua makhluk hidup mulai dari manusia, hewan, serta tumbuhan menjadi turun dan tidak optimal. Nah, agar hal ini tidak terjadi, pengukuran terhadap pH air menjadi hal yang penting supaya bisa melihat sejauh mana pencemaran terhadap air sudah terjadi dan mencari solusi untuk mengatasi penurunan atau kenaikan pH air ini.

3. Menjaga Kualitas Air untuk Manusia 

Alasan terakhir mengapa cara mengukur pH air secara manual menjadi penting adalah karena untuk memastikan keamanan air. Air yang sehat dan bermanfaat bagi manusia adalah air yang memiliki tingkat keasaman yang netral. Apabila berada dalam kondisi asam atau basa, maka kualitas air akan buruk untuk manusia.

Tidak berhenti sampai situ, kualitas pH air yang buruk juga berdampak pada kegiatan pertanian dan budidaya perairan. Ekosistem yang sudah bagus bisa menjadi rusak karena tingkat pH air yang ada menjadi tidak netral. Untuk itulah pengukuran terhadap pH air menjadi sangat penting.

Itulah informasi seputar pentingnya pengukuran pH air dan cara mengukur pH air secara manual untuk Anda. Semoga dengan informasi ini, Anda bisa melakukan pengukuran tingkat pH air dengan mudah dan cepat meskipun tanpa bantuan alat. Semoga bermanfaat!

Check Also

7 Cara Budidaya Tanaman Cocor Bebek Hias Sederhana Banget

7 Cara Budidaya Tanaman Cocor Bebek Hias Sederhana Banget

Selamat Datang di Web Hasilbumi.net, tempat beraneka ragam berbagai budidaya yang hendak dihidangkan dalam website ini dengan cara rinci serta perinci. Dibawah ini aku hendak mangulas modul mengenai Congor Bebek berikut uraiannya. Metode menanam congor angsa amatlah gampang, tumbuhan yang satu ini dapat berkembang produktif dimana saja. Congor angsa sendiri terkenal selaku tumbuhan mempercantik, wujud daunnya [...]

Leave a Reply

Your email address will not be published.