Breaking News

Cara Mengukur pH Air dan Tanah yang Mudah Namun Tetap Akurat!

Sobat agribisnis, tahukah Anda bahwa mengukur pH pada air dan tanah menjadi suatu kegiatan yang penting? Ya, air dan tanah juga memiliki tingkat keasaman atau pHnya tersendiri. Karena memiliki tingkat pH yang berbeda-beda itulah pengukuran ini perlu Anda lakukan. Dengan melakukan pengukuran yang akurat, kegiatan yang akan Anda lakukan dengan tanah ataupun air tersebut bisa berjalan dengan lebih optimal karena sudah sesuai dengan pH yang ideal. Lalu, bagaimana cara mengukur pH air dan juga tanah itu?

Sekilas tentang pH 

Sebelum membahas tentang pengukuran pH, agaknya Anda harus terlebih dahulu memahami tentang pH. Jadi, pH pada dasarnya adalah singkatan atau akronim dari Power of HydrogenIni merupakan suatu derajat atau tingkat keasaman yang bisa Anda pakai untuk menyatakan tingkat basa atau asam yang ada pada suatu hal. Bisa larutan ataupun hal lain seperti tanah.

Penggunaan konsep pH ini pertama kali yang memperkenalkan adalah seorang kimiawan yang berasal dari Denmark yaitu Soren Peder Lauritz Sorensen di tahun 1909. Setelah itu, pH banyak manusia gunakan untuk berbagai kebutuhan. Apalagi mengukur tingkat pH sangat penting untuk berbagai bidang atau industri seperti biologi, kedokteran, rekayasa, oseanografi, kimia, ilmu pangan, bahkan pertanian. Untuk itulah banyak orang yang selalu melakukan pengukuran pH ini.

Nantinya, pengukuran pH ini akan menggunakan skala angka mulai dari 0 sampai dengan 14.  Angka 7 adalah titik netral dari suatu substansi. Jadi, apabila Anda melakukan pengukuran dan hasilnya 7, maka substansi tersebut tidak bersifat basa ataupun asam. Apabila angka pengukuran pH menunjukkan nilai dibawah angka 7 maka artinya substansi tersebut memiliki pH yang cenderung asam. Sedangkan jika angka pengukuran pH menunjukkan angka diatas 7 maka artinya substansi yang Anda ukur memiliki pH yang cenderung basa. 

Baca Juga: Panduan Cara Mengukur pH Air Secara Manual yang Efektif!

5 Cara Mengukur pH Air yang Mudah 

cara mengukur ph
(sumber gambar: ytimg.com)

Sebagai substansi yang sangat penting untuk kehidupan, air memang berperan penting untuk seluruh makhluk hidup. Oleh karena itulah, mengukur pH terhadap air adalah hal yang penting. Sebab, makhluk hidup contohnya manusia akan membutuhkan air dengan nilai pH yang netral karena artinya air tersebut aman dan baik untuk manusia konsumsi. Begitupun dengan makhluk hidup lainnya. Tanpa pengukuran pH ini, Anda tidak akan bisa mendapatkan air yang bersih, ideal, dan baik untuk Anda pakai.

Sebenarnya, mengukur pH air bisa Anda lakukan dengan mudah, bahkan tanpa alat bantu apapun. Anda cukup memakai indera perasa atau lidah saja dan rasakan air tersebut. Apabila rasanya asam, maka pHnya renda. Sebaliknya, apabila rasanya pahit dan saat merasakannya muncul sensasi kesat pada lidah, maka air tersebut cenderung memiliki pH yang basa. Namun, kekurangan cara ini adalah tidak bisa Anda aplikasikan pada berbagai situasi. Sebab tidak mungkin Anda menguji pH air yang tercemar atau kotor dengan lidah bukan?

Nah, untuk itulah ada beberapa benda atau alat yang bisa Anda manfaatkan untuk mengukur pH air. Tidak perlu khawatir jika harga peralatan ini akan mahal karena harga dari berbagai alat pengukur pH air ini cukup terjangkau dan bisa Anda temukan dengan mudah di mana saja. Beberapa alat tersebut adalah:

1. Menggunakan Kertas Lakmus 

Cara mengukur pH air yang pertama adalah dengan menggunakan kertas lakmus. Kertas ini adalah jenis kertas yang terbuat dari bahan tumbuhan tertentu. Apabila Anda meletakkan kertas ini pada air yang memiliki tingkat pH air yang berbeda-beda maka kertas lakmus ini akan menunjukkan perubahan warna. Umumnya, kertas lakmus akan Anda temukan dalam warna merah dan biru.

Kertas lakmus adalah salah satu alat pengukurn pH yang paling sederhana dan cara untuk mengujinya juga sangat mudah. Bahkan para laboran juga sering menggunakan kertas ini untuk pengukuran pH yang sedang merek lakukan. Anda cukup menyiapkan berbagai larutan yang akan Anda ukur lalu celupkan kertas lakmus tersebut. Tunggu sampai kertas lakmus berubah warna. Arti perubahan warnanya adalah seperti ini:

  • Kertas lakmus warna biru akan tetap berwarna biru jika berada pada larutan yang basa atau netral. Namun, akan berubah warna menjadi merah dalam larutan yang bersifat asam. 
  • Sementara itu, kertas lakmus warna merah akan tetap berwarna merah jika berapa pada larutan yang asam atau netral. Namun, akan berubah warna menjadi biru apabila Anda letakkan dalam larutan yang bersifat basa. 

2. Menggunakan Indikator Tetes 

Cara kedua untuk mengukur pH air adalah menggunakan indikator tetes. Umumnya, penggunaan indikator ini akan mudah Anda jumpai pada aktivitas titrasi. Cara kerja dari indikator ini adalah Anda harus melakukan pengamatan warna pada setiap perubahan warna yang terjadi ketika mengukur pH air. Jenis indikator tetes yang paling umum banyak orang gunakan adalah jenis MM, SM, dan juga PP. Namun, agar hasilnya akurat Anda harus benar-benar melakukan pengamatan yang optimal.

3. pH Meter Digital 

Pengukuran pH air juga bisa memanfaatkan teknologi yang tergolong canggih yaitu pH meter digital. Bentuk dari alat ini tergolong kecil dan tidak sulit untuk Anda bawa kemanapun. Hasil perhitungan dari alat ini juga akurasinya terbilang tinggi sehingga Anda bisa menggunakan cara ini jika memang tidak mau ribet. Apalagi harganya juga cukup terjangkau dan bisa Anda cari dan beli di banyak tempat.

4. pH Meter on Site

Selain pH meter yang bentuknya handy, Anda juga bisa menggunakan pH meter on site dalam pengukuran pH. Cara kerja dari alat ini juga cukup mudah, yaitu hanya dengan menaruhnya pada suatu benda yang akan Anda ukur tingkat pH nya. Misalnya saja tangki air. Dengan menaruhnya, alat ini akan mengamati perubahan pH air. Biasanya penggunaan dari alat ini akan lebih akurat lagi apabila Anda kombinasikan dengan dosing pump ataupun valve. 

5. Menggunakan Bahan Alami 

Cara mengukur pH air yang terakhir adalah dengan menggunakan bahan alami. Bahan alami tersebut adalah berupa kunyit dan juga bunga mawar. Ya, kedua tanaman ini ternyata bisa menjadi alternatif pengukuran pH yang murah dan mudah Anda jumpai. Caranya juga mudah, untuk kunyit cukup kombinasikan dengan membran selulosa dan uji melalui test strip. Barulah hasilnya bisa Anda lihat. Untuk bunga mawar caranya juga sama seperti kunyit. Anda harus mengkombinasikannya dahulu baru mengujinya. Mudah bukan?

2 Cara Mengukur pH Tanah 

cara mengukur ph
(sumber gambar: blognyamasadi.blogspot.com)

Tidak hanya air, tanah juga butuh untuk Anda ukur tingkat pH nya. Umumnya, pengukuran ini akan sangat berguna untuk bidang pertanian. Mengingat setiap tanaman akan memiliki pH idealnya tersendiri dan agar pertumbuhannya optimal maka pH tersebut harus Anda penuhi. Untuk mengukur pH tanah, Anda bisa menggunakan 2 (dua) cara yang sangat mudah. Caranya adalah sebagai berikut:

1. Menggunakan Indikator Vegetasi

Vegetasi atau jenis tanaman liar yang ada pada sekitar tanah yang akan Anda ukur pH nya ternyata bisa menjadi indikator yang akurat lho. Misalnya saja adanya tanaman harendong atau sikaduduk bisa menjadi tanda apabila tingkat keasaman tanah adalah dibawah 7 atau bersifat asam dan lain sebagainya.

2. Menggunakan Kunyit 

Sama seperti pengukuran pada pH air, saat mengukur pH tanah Anda juga bisa menggunakan kunyit. Caranya juga sangat mudah dan bisa Anda praktekkan sendiri. Inilah langkah pemanfaatan kunyit untuk mengukur pH tanah:

  • Siapkan kunyit yang memiliki ukuran sekitar 2 ruas jari lalu potong menjadi 2 bagian.
  • Lalu, tentukan 5 titik tersebar pada lahan dan ambil sampel tanahnya pada 5 titik tersebut
  • Jika sudah, satukan 5 sampel tanah yang sudah Anda ambil dan campur semua tanah tersebut. Jangan lupa basahi tanah dengan air dan kemudian masukkan 1 potong bagian kunyit pada tanah tersebut. Diamkan dahulu selama setidaknya 30 menit.
  • 1 bagian kunyit yang lain akan berfungsi sebagai kontrol indikator. Setelah 30 menit, amati secara seksama. Jika potongan kunyit yang Anda masukkan ke tanah warnanya menjadi pudar daripada potongan kunyit yang menjadi kontrol, maka artinya tanah bersifat asam. Namun, jika warnanya sama saja tanah bersifat netral. Sebaliknya, apabila kunyit menjadi biru maka tanah bersifat basa. 

Itulah cara mengukur pH air dan tanah yang bisa Anda jadikan referensi. Cara-caranya cukup mudah untuk Anda praktekkan bukan? Semoga informasi ini bisa membantu Anda dalam proses pengukuran pH air maupun tanah supaya lebih mudah ya!

Check Also

makanan-ikan-gabus

7 Makanan Ikan Gabus Terbaik dan Tips Budidaya Agar Cepat Besar

Indonesia memang memiliki potensi budidaya ikan air tawar yang sangat menjanjikan, salah satunya adalah ikan …

Leave a Reply

Your email address will not be published.