Breaking News

7 Trik dan Cara Merawat Bunglon Supaya Sehat dan Jinak

Siapa diantara sobat agribisnis yang merupakan pecinta reptil seperti bunglon? Jika iya, apakah Anda juga memeliharanya? Ya, meski terdengar asing nyatanya ada banyak orang yang menjadikan bunglon sebagai hewan kesayangan mereka lho. Cara merawat bunglon sendiri sebenarnya tidak terlalu sulit. Lalu seperti apa cara perawatannya? Yuk, simak informasinya berikut ini!

7 Trik dan Cara Merawat Bunglon

Inilah beberapa cara perawatan yang bisa Anda terapkan agar bunglon bisa senantiasa sehat dan jinak:

1. Kenali Karakteristik dan Sifat Bunglon

cara merawat bunglon
(sumber gambar: kibrispdr.org)

Ketika Anda memutuskan untuk memelihara reptil yang satu ini, maka kenali karakteristik dan sifat bunglon dahulu. Hal ini terbilang penting supaya Anda bisa memberikan perawatan yang maksimal. Setidaknya, ada 2 (dua) karakteristik dominan yang bisa Anda kenali dari bunglon, yaitu:

a. Pemalu dan Rawan Stress

Bunglon adalah hewan reptil yang pemalu dan rawan stress. Ini membuat Anda harus ekstra berhati-hati dan sebisa mungkin menjaganya. Apabila Anda tidak memberi perhatian ekstra terhadap hal ini, maka bunglon bisa mudah sakit. Sebisa mungkin jangan selalu memaksa untuk memegang bunglon ketika ia sedang istirahat atau memang sedang tidak mau untuk dipegang.

Selain itu, dekati bunglon secara perlahan dan jangan terlalu agresif. Ketika menyentuhnya, hindari juga dari arah atas karena justru membuatnya merasa terancam. Arah atas mengingatkan bunglon seperti predator alami mereka di alam liar yaitu burung.

b. Bukan Hewan yang Manja

Perlu Anda pahami juga bahwa bunglon bukanlah hewan yang manja dan suka mendapatkan perhatian berlebihan. Sebaliknya, ia adalah hewan yang soliter. Meski ada beberapa peliharaan bunglon yang manja, namun butuh waktu yang lama agar bisa membuatnya dekat dengan pemiliknya.

Ketika tidak nyaman, bunglon umumnya akan memberikan tanda. Contohnya seperti mengubah warna tubuh mereka, menganga, hingga menjauh. Bahkan ia tidak segan untuk mengigit apabila merasa terancam. Ketika memegang, maka pastikan ia tidak menunjukan penolakan dan tidak agresif.

2. Membuat Kandang yang Nyaman

Salah satu cara merawat bunglon yang tepat adalah dengan membuat kandang senyaman mungkin. Sebagai reptil yang mudah stress, bunglon harus memiliki kandang dengan lingkungan yang tenang dan jauh dari keramaian. Kemudian pastikan juga untuk membuat kandang dengan ukuran setidaknya 3 kali dari besar tubuhnya.  Tujuannya supaya bunglon tetap bisa bergerak dengan baik meski di dalam kandang.

Kemudian, hindari meletakkan kandang bunglon di dekat jendela. Mengapa? Karena jika terlalu panas dan terlalu dingin maka kesehatannya akan rawan. Tempat kandang di tempat yang teduh, tidak terlalu panas, dan tidak terlalu dingin. Lalu apa bahan terbaik untuk kandang bunglon?

Jawabanya adalah kaca.  Kaca akan memiliki ventilasi dan pencahayaan yang baik untuk bunglon. Anda juga bisa menambahkan beberapa benda lain yang bisa menambah kenyamanan di dalam kandang. Misalnya seperti ranting maupun tanaman. Dengan membuat kandangnya seperti di alam, maka bunglon akan merasa lebih nyaman.

Baca Juga: 5 Makanan Tupai dan Cara Memberikannya yang Baik dan Benar

3. Perhatikan Suhu dan Pencahayaan

Sebagai hewan reptil, maka suhu akan sangat berpengaruh terhadap kenyamanan sekaligus kesehatannya. Termasuk jika Anda memelihara bunglon, maka harus bisa mengatur dan menjaga suhu tubuhnya. Usahakan untuk membuat bagian bawah kandang selalu dingin dan sejuk, sementara bagian atasnya memiliki hawa yang hangat.

Di siang hari suhu terbaik untuk kandang bunglon adalah sekitar 21 sampai 27 derajat celcius untuk bagian bawahnya. Sementara untuk bagian atas, sekitar 27 sampai 38 derajat celcius. Pada malam hari, secara keseluruhan suhu kandang harus berada pada rentang 18 sampai 21 derajat celcius.

Anda juga bisa memasang lampu UVB di dalam kandang untuk menjaga suhunya supaya lebih stabil. Setidaknya setiap hari lampu UVB harus menyala selama 10 jam lamanya. Keberadaan sinar UVB juga membantu penyerapan kalsium di dalam tubuh bunglon menjadi lebih maksimal. Sedangkan untuk kelembapan kandang, paling tidak harus berada pada kisaran angka 65 sampai 80 persen.

4. Perhatikan Asupan Nutrisinya

cara merawat bunglon
(sumber gambar: kompas.com)

Cara merawat bunglon selanjutnya adalah dengan memperhatikan asupan nutrisinya. Makanan dan minuman memang akan sangat berpengaruh terhadap kesehatan hewan peliharaan Anda, apapun itu jenisnya. Maka dari itu, usahakan untuk memberikan yang terbaik melalui makanan dan minuman, seperti berikut:

a. Makanan Bunglon

Bunglon akan menggunakan lidahnya untuk menangkap mangsanya yang berupa invertebrata kecil maupun tumbuhan. Anda bisa memberikan makanan pada bunglon berupa jangkrik, wax worm, superworm, ulat bambu, sampai dengan kecoa dan membelinya di toko pakan hewan. Jika ingin berhemat waktu dan anggaran, Anda juga bisa memelihara sendiri berbagai pakan bunglon tersebut.

Untuk porsi makan, bisa Anda sesuaikan dengan kebutuhan bunglon dan berikan hingga ia merasa kenyang. Namun jangan memberikan pakan terlalu banyak karena jika tidak habis, pakan tersebut bisa membusuk dan mengotori kandang. Untuk itu, jika Anda melihat bunglon sudah kenyang, segera bersihkan sisa makanannya.

Sesekali Anda juga bisa memberikan asupan berupa sayuran hijau. Tapi ingat, jangan memberi bunglon sayuran kubis, selada, dan bayam. Agar lebih sehat dan nutrisinya terpenuhi, Anda juga bisa memberikan suplemen atau vitamin untuk bunglon setiap 2 minggu sekali.

b. Minum

Sejatinya, reptil seperti bunglon tidak membutuhkan terlalu banyak air untuk tubuhnya. Anda juga tidak perlu memberikan wadah minuman di dalam kandangnya. Ketika ingin memberi minum, ada beberapa cara alternatif yang bisa Anda lakukan. Pertama adalah dengan memberikan air minum di mainan air terjun di dalam kandang, apabila Anda memang membangun mainan tersebut.

Mainan ini biasanya akan membuat bunglon tertarik untuk minum. Akan tetapi jika tidak ada mainan, Anda bisa memilih opsi alternatif lain. Cara kedua adalah dengan menyemprotkan air pada daun tanaman yang ada di dalam kandang bunglon. Dengan cara ini, bunglon akan menganggap bahwa air tersebut adalah embun dan membuatnya aktif mencari air tersebut.

5. Senantiasa Menjaga Kebersihan Kandang

Kebersihan kandang juga harus senantiasa Anda perhatikan karena inilah yang akan menentukan kesehatan bunglon. Usahakan untuk membersihakan kandang secara rutin supaya tidak ada bakteri dan virus yang berkembang di dalamnya. Untuk membersihkan kandang, caranya adalah seperti berikut:

  • Buat racikan larutan pembersih kandang yang terbuat dari campuran sedikit sabun cuci piring dengan air bersih
  • Setelah itu pindahkan bunglon terlebih dahulu dari kandangnya supaya ia tidak merasa terganggu dan stress
  • Kemudian semprotkan cairan pembersih tadi ke seluruh permukaan kandang sampai bersih, kecuali bagian tanamannya
  • Setelah itu keringkan kandang dengan menggunakan tisu kering. Ulangi proses lap kandang dengan menggunakan cairan air hangat  yang Anda campur dengan cuka dan baking soda. Lap secara menyeluruh dan merata
  • Bilas kandang dengan menggunakan air bersih dan lap lagi secara merata dan keringkan kandang
  • Apabila ada sisa makanan yang menumpuk, silahkan ganti alas kandangnya
  • Ulangi membersihkan kandang setiap 1 atau 2 minggu sekali supaya kandangnya selalu bersih

6. Buat Interaksi dengan Bunglon

Meski tidak terlalu suka dipegang, bukan berarti Anda tidak bisa membangun kedekatan sama sekali dengan bunglon. Anda tetap bisa mendekatkan diri dengan bunglon dengan cara yang sederhana. Contohnya seperti mencoba memberinya makan dengan tangan.

Setelah dirasa bunglon sudah percaya sepenuhnya dengan Anda, baru Anda bisa memegang dan menggendong bunglon ketika ingin menjemurnya dibawah sinar matahari. Sinar matahari memang sangat baik untuk bunglon agar tubuhnya selalu sehat, maka dari itu usahakan untuk menjemurnya secara rutin.

7. Waspada Penyakit Pada Bunglon

Cara merawat bunglon yang terakhir adalah mewaspadai penyakit yang bisa menyerangnya. Salah satu penyakit yang bisa berbahaya untuk bunglon adalah kekurangan vitamin A dan kalsium karena pola makan yang buruk. Untuk itu selalu pastikan jika pola makannya baik dan tidak kekurangan nutrisi.

Jika bunglon menunjukkan gejala turunnya nafsu makan, kotoran yang berair, sering bersembunyi, sendi bengkak, hingga penurunan berat badan, maka segera bawa bunglon ke dokter hewan. Tujuannya agar bisa segera mendapatkan diagnosa dan penanganan yang tepat.

Nah sobat agribisnis, itulah beberapa cara merawat bunglon yang bisa Anda jadikan referensi. Kunci utama perawatan bunglon adalah sebisa mungkin tidak membuatnya stress. Dengan begitu, ia bisa berumur panjang, sehat, dan jinak. Jadi apakah Anda tertarik untuk memelihara reptil yang satu ini?

Check Also

ciri-ciri ikan nila

Inilah Berbagai Sifat dan Ciri-ciri Ikan Nila yang Harus Anda Tahu!

Salah satu jenis ikan air tawar yang sangat populer di Indonesia, khususnya untuk kebutuhan konsumsi …

Leave a Reply

Your email address will not be published.