Breaking News

Intip Cara Mudah Ternak Ikan Guppy untuk Pemula

Pernahkah Anda mendengar tentang ikan guppy? Ikan guppy adalah ikan hias air tawar yang sangat populer dikalangan pecinta ikan hias. Anda bisa menemukan ternak ikan guppy dengan mudah di Indonesia. Usut punya usut, nama ikan yang unik ini ternyata berasal dari nama penemunya lho. Ikan guppy ditemukan oleh Robert John Lechmere Guppy. Jadi, nama guppy yang terdengar lucu sebenarnya berasal dari penemunya. 

Robert John menemukan ikan guppy di daerah Trinidad Amerika Selatan dan Tengah pada tahun 1866. Setelah itu, ikan guppy semakin luas dikenal oleh pecinta ikan hias. Nama ilmiah dari ikan guppy adalah Poecilia reticulata. Nama lain ikan guppy adalah suwadakar, githul, gepi, millionfish, hingga klataw.  Banyak orang yang ternak ikan guppy karena perawatannya yang dikenal mudah dan tidak ribet. Jika, Anda juga tertarik untuk ternak ikan guppy, inilah langkah budidaya yang bisa dilakukan. 

Mengenal Perilaku Ikan Guppy yang Tenang 

ternak ikan guppy
(sumber gambar: bukalapak.com)

Rata-rata masa hidup ikan guppy adalah 2 tahun. Ukuran tubuhnya kecil yaitu 1,5-6 cm saja. Karakteristik ikan guppy adalah ikan yang tenang dan termasuk dalam golongan omnivora. Ikan guppy sangat menyukai kedamaian dan tidak suka ribut dengan ikan lain. Cara hidup ikan guppy juga cenderung mengelompok. Ikan guppy juga sangat aktif dan terus menerus berenang di akuarium. 

Gerakan aktif dari ikan guppy menjadi tanda kalau ia sedang sehat. Ikan guppy yang diam dan tidak bergerak bisa menjadi tanda jika ia sedang sakit. Anda harus segera memeriksa akuarium dan memeriksa pakan ikan guppy jika sudah mulai sakit. Sebab jika tidak segera ditangani ikan yang sakit bisa menulari teman-temannya. 

Habitat asli dari ikan guppy adalah air tawar yang mempunyai suhu hangat seperti di perairan Amerika Selatan. Agar ternak ikan guppy berhasil maka sebisa mungkin Anda harus meniru habitat tersebut dan membuat air akuarium bersuhu hangat dan punya sirkulasi air yang baik.  Anda bisa menggunakan water heater atau pemanas air supaya suhu di akuarium terjaga di kisaran 23-27 celcius. 

Letakkan water heater di bagian ujung akuarium dan lengkapi dengan termometer. Dengan cara ini, Anda bisa mengetahui suhu air secara berkala dengan lebih akurat. Tingkat keasaman air akuarium juga harus Anda perhatikan. Ikan guppy membutuhkan air dengan pH sekitar 7-7,2. Maka dari itu, usahakan untuk membuat air ikan guppy berada dalam keasaman tersebut. 

Baca Juga: Peluang Usaha Budidaya Rumput Laut yang Menjanjikan 

Langkah Ternak Ikan Guppy untuk Pemula 

Setelah memahami perilakunya, Anda bisa lanjut pada budidaya ikan guppy. Adapun cara ternak ikan guppy adalah sebagai berikut: 

1. Persiapan Perlengkapan Ternak Ikan Guppy 

Anda bisa memilih jenis ikan guppy dahulu. Mulai dari jenis Poecilla reticulata, Endler guppy, hingga Swamps guppies. Ketiga jenis guppy ini memiliki karakteristik yang berbeda. Seperti guppy Poecilla reticulata yang bisa dibudidayakan dengan mudah.

Kemudian jenis Endler guppy yang memiliki corak warna tubuh yang sangat indah dan cerah. Ikan guppy jenis ini sulit ditemukan di penjual ikan hias biasa. Butuh usaha lebih untuk bisa mendapatkan indukan Endler guppy yang berkualitas. Untuk jenis swamp guppies, bisa Anda temukan di rawa-rawa.

Agar ternak ikan guppy berhasil, Anda membutuhkan sejumlah peralatan penunjang. Mulai dari aerator, tanaman air, dan wadah. Untuk tahap pemijahan, Anda membutuhkan bak semen, ember plastik, atau akuarium. Siapkan 4 (empat) wadah untuk budidaya guppy. Keempat wadah ini akan memiliki fungsi yang berbeda, yaitu tempat pemijahan, penetasan, pendederan, dan pemisahan indukan. 

Besar dan ukuran wadah bisa beragam dan menyesuaikan dengan jumlah ikan guppy. Setidaknya pilih ukuran wadah yang memiliki tinggi 30 cm. Sedangkan untuk pendederan wadah harus memiliki ukuran lebih dari 50 cm. Siapkan semua peralatan dan jangan sampai terlewat. 

2. Pilih Indukan Guppy Terbaik 

ternak ikan guppy
(sumber gambar: disdukcapil.bulelengkab.go.id)

Supaya ternak ikan guppy menghasilkan anakan yang bagus, maka pilih indukan yang berkualitas. Baik indukan jantan atau betina harus sehat dan tidak ada cacat. Guppy betina harus memiliki warna kusam, cenderung pasir, dan memiliki badan bulat. Sedangkan untuk pejantan, pilih ikan yang memiliki tubuh langsing dan berwarna cerah terang. 

Usia ikan guppy yang siap dibudidayakan adalah 4 bulan.  Perhatikan juga bagian tubuh ikan guppy. Jangan memilih indukan yang memiliki luka di bagian sirip dan ekornya. Ukuran kepala dan proporsi badan guppy yang sehat juga sempurna dan tidak besar sebelah. Anda juga bisa menyilangkan ikan guppy supaya mendapatkan anakan yang lebih berkualitas.

3. Pemijahan Indukan Ikan Guppy 

Sebelum pemijahan, Anda harus memisahkan indukan jantan dan betina pada wadah terpisah. Beri air bersih pada masing-masing wadah dan rutin ganti air 3 hari sekali. Cara mengganti air adalah dengan membuang ⅓ air yang ada dalam wadah, lalu tambahkan dengan air yang baru. Beri makan indukan guppy dengan daphnia atau moina tiap 2 hari sekali. Dengan begitu, ikan guppy bisa lebih sehat dan fit saat waktu pemijahan. 

Sambil menunggu, siapkan wadah pemijahan dan isi dengan air bersih setinggi 25 cm. Endapkan dahulu selama 24 jam. Anda juga bisa menambahkan tanaman air seperti hydrilla sebagai tempat kawin ikan guppy. Pemijahan ikan guppy bisa dilakukan secara massal untuk menghemat waktu, tempat, dan peralatan. Perbandingannya adalah 1 ikan jantan: 5 ikan betina. Sebagai catatan, per 100 liter air hanya bisa digunakan untuk 30 ekor ikan guppy. Tidak boleh lebih supaya hasil pemijahan optimal. 

Masukkan indukan betina dahulu pada pagi hari. Baru kemudian masukkan indukan guppy jantan pada sore hari. Umumnya waktu pemijahan ikan guppy adalah 4 sampai 7 hari. Di hari ketujuh, pisahkan indukan jantan dan betina ke wadah yang berbeda untuk penetasan.

4. Penetasan Anakan Ikan Guppy 

Ternak ikan guppy selanjutnya adalah penetasan. Kunci dari keberhasilan penetasan adalah kualitas air. Untuk itu, Anda harus menjaga kualitas air dengan baik. Pastikan air bersih dan tambahkan aerasi untuk membantu sirkulasi air akuarium. Beri aerasi secukupnya supaya larva ikan tidak terganggu. Beri pakan induk dengan moina atau daphnia setiap dua hari sekali dan ganti air akuarium  tiap 1-3 hari.  

Ikan guppy adalah jenis hewan ovovivipar yaitu bertelur dan beranak. Embrio akan berada dalam telur dan tubuh induk hingga siap dilahirkan. Kehamilan akan berlangsung selama 3-4 minggu sejak waktu pemijahan. Dalam sekali reproduksi, induk ikan guppy bisa menghasilkan 100 sampai 300 anakan.

5. Proses Pendederan Benih Ikan Guppy 

Cara ternak ikan guppy selanjutnya adalah pendederan. Kunci keberhasilan pendederan adalah sinar matahari. Anakan ikan guppy membutuhkan sinar matahari untuk membuat tubuhnya cemerlang. Untuk itu, sebaiknya pendederan dilakukan pada wadah dan ruangan terbuka dan terkena sinar matahari langsung. Umumnya ukuran bak semen pendederan adalah 2x2x0,5 meter atau 1x1x0,5 meter. 

Isi bak semen dengan air setinggi 40 cm. Berikan aerasi supaya sirkulasi air lancar dan tambahkan eceng gondok atau hydrilla supaya anakan ikan guppy bisa berteduh. Anda harus mengganti air bak semen setiap 3 hari sekali.

6. Pemberian Pakan Anak Ikan Guppy 

ternak ikan guppy
(sumber gambar: kleepon.com)

Setelah lahir, anak ikan guppy bisa langsung diberi makan. Untuk usia 1-5 hari, Anda bisa memberi infusoria. Setelah usia lebih dari 5 hari, ganti pakan menjadi kutu air atau udang renik yang sudah disaring. Memasuki usia 20 hari, Anda bisa memberi kutu air atau cacing sutra tanpa disaring. 

7. Panen Ikan Guppy 

Tahap ternak ikan guppy yang terakhir adalah panen. Umumnya ikan guppy yang berusia 20 hari sudah bisa dipanen. Anda juga sudah bisa membedakan jenis kelamin ikan guppy saat usianya 20 hari. Ikan guppy hias umumnya hanya berasal dari ikan guppy jantan saja. Sementara untuk ikan guppy betina akan menjadi indukan budidaya lagi.  Ikan guppy dijual mulai dari Rp.5000 hingga Rp.15.000. Meski harganya murah, namun banyak orang yang menyukai ikan guppy karena mudah dirawat sehingga tetap laku. 

Itulah langkah ternak ikan guppy untuk pemula. Ikan guppy adalah ikan hias yang mudah untuk dirawat, sehingga siapapun bisa melakukan ternak ikan guppy. Termasuk para pemula. Pecinta ikan hias wajib memiliki ikan guppy untuk menambah koleksi. Dengan ketelatenan dan ketekunan, ternak ikan guppy bisa membuahkan hasil yang maksimal. 

Check Also

How do you start your own small-scale business (2)

How do you start your own small-scale business?

Hasilbumi.net – Name and logo creation are easy tasks. But what about the other crucial, yet …

Leave a Reply

Your email address will not be published.