Urutan Cara Pembibitan Belut yang Benar dari Awal Sampai Akhir

  • Whatsapp
pembibitan belut

Sobat agribisnis, apakah ada yang ingin melakukan budidaya belut? Jika iya, maka Anda harus mengetahui terlebih dahulu cara pembibitan belut yang benar. Mengapa? Sebab, proses ini adalah salah satu hal krusial yang menentukan keberhasilan budidaya belut. Bibit belut yang berkualitas, tentunya akan menghasilkan belut yang berkualitas. Begitupun sebaliknya. Oleh karena itulah, proses untuk mendapatkan bibit belut tidak bisa Anda lakukan dengan sembarangan. Nah, kami akan menjelaskan bagaimana urutannya dengan benar. Yuk, simak!

Urutan Cara Pembibitan Belut

Meski Anda sering mendengar tentang hewan belut, nyatanya hewan ini termasuk cukup sulit dalam proses pemijahannya lho. Hal ini membuat hanya sedikit sekali orang yang menyediakan bibit belut siap budidaya yang berkualitas. Padahal, seperti yang kita semua tahu, permintaan belut termasuk tinggi.

Akan tetapi sobat agribisnis tidak perlu khawatir. Sebab, kami memiliki urutan bagaimana agar proses mendapatkan bibit dari belut bisa berjalan efektif. Inilah langkah dan urutannya:

1. Membuat Perencanaan yang Matang

pembibitan belut
(sumber gambar: Liputan6.com)

Ya, langkah pembibitan belut yang pertama adalah perencanaan yang matang. Mungkin terdengar sederhana, namun hal ini akan menjadi salah satu kunci keberhasilan Anda. Dalam implementasinya, perencanaan ini akan meliputi:

  • Kapan waktu terbaik untuk melakukan proses pembibitan
  • Membuat anggaran biaya
  • Menyediakan lokasi yang tepat
  • Perencanaan waktu untuk panen bibit
  • Pemasaran hasil bibit belut yang berhasil Anda dapatkan
  • dan lain sebagainya

2. Pemilihan Waktu dan Lokasi yang Tepat untuk Belut

Setelah perencanaan yang matang, langkah selanjutnya adalah memilih waktu dan lokasi yang tepat. Waku untuk melakukan proses pembibitan akan memegang peranan yang penting. Pasalnya, belut memiliki siklus reproduksinya tersendiri yang berbeda dengan hewan lain. Umumnya belut akan kawin pada saat terjadi pergantian musim hujan. Tepatnya pada antara bulan Oktober sampai bulan Januari.

Pada masa pergantian musim ini, hujan akan sering turun. Akibatnya supply air, makanan, dan nutrisi bagi belut di habitat asli akan melimpah. Tentu saja hal ini membuat kelangsungan hidup anak atau bibit belut menjadi terjamin. Nah, agar proses pemijahan yang Anda lakukan berhasil, ikuti juga waktu ini.

Selanjutnya adalah lokasi. Pada dasarnya, belut tidak membutuhkan lokasi yang besar dan luas untuk melakukan pemijahan. Anda bahkan bisa memanfaatkan lahan yang ada di sekitar rumah Anda. Pastikan bahwa lokasinya adalah ruang terbuka agar bisa mendapatkan supply air hujan agar media budidaya bisa matang dan plankton bisa tumbuh dengan sempurna.

Pastikan juga bahwa lokasinya tidak terkena sinar matahari secara langsung agar tidak terlalu panas bagi belut. Anda juga bisa menambahkan enceng gondog atau paranet untuk mengurangi intensitas sinar matahari. Apabila skala budidaya Anda besar, maka barulah Anda membutuhkan lokasi yang besar juga.

3. Siapkan Wadah dan Media yang Ideal untuk Proses Pembibitan

Proses pembibitan belut selanjutnya adalah menyiapkan wadah dan media yang tepat untuk proses pembibitan. Anda bisa memanfaatkan kolam terpal, drum plastik, atau kolam semen. Siapkan 3 buah wadah yang akan memiliki fungsi berbeda. Pertama, adalah untuk merangsang kematangan gonad induk. Wadah kedua untuk proses pemijahan belut sampai belut menetas. Sementara wadah terakhir adalah untuk pendederan bibit belut yang nantinya siap untuk pembesaran.

Jika wadahnya sudah siap, maka lanjutkan dengan membuat media. Kunci lain untuk keberhasilan pemijahan belut adalah medianya. Jadi, Anda tidak bisa asal-asalan dalam membuat media ini. Beberapa bahan yang harus Anda siapkan adalah:

  • Pupuk kandang
  • Pelepah pisang
  • Lumpur
  • Dekomposer
  • Jerami

Setelah semua bahan siap, langkah selanjutnya adalah menyusun bahan ini untuk kemudian masuk ke proses fermentasi. Inilah susunannya:

  • Susun jerami pada bagian paling bawah sampai ketinggan 10-15 centimeter
  • Selanjutnya pada bagian atas jerami berikan pupuk kandang dengan tinggi 10-15 centimeter
  • Setelah pupuk kandang, berikan pelepah pisang dengan tinggi 10 centimeter dan masukkan juga larutan dekomposer
  • Setelah semua bahan tersusun dengan baik, maka tutup rapat tempat bahan-bahan ini dan biarkan dulu selama 1 bulan
  • 1 bulan kemudian, masukkan lumpur setinggi 10-15 centimeter
  • Masukkan air juga dengan ketinggian 5-10 centimetar pada bagian atas lumpur dan biarkan lagi selama 2 minggu
  • Tanda media yang sudah siap untuk Anda pakai adalah muncul bau yang tidak terlalu menyengat dan tidak ada busa yang muncul

Baca Juga: Rahasia Cara Budidaya Cacing Sutra yang Punya Potensi Luar Biasa 

4. Pilih Indukan Belut yang Berkualitas

Indukan yang baik tentu akan menghasilkan anakan belut yang berkualitas. Untuk itu, pemilihannya harus Anda lakukan dengan benar. Untuk perbandingan belut adalah 1 jantan belut banding 5-9 betina.

Ciri-ciri induk jantan yang bagus adalah:

  • Memiliki panjang sekitar 40-50 centimeter
  • Permukaan kulit berwarna abu-abu atau gelap
  • Usia lebih dari 10 bulan dan memiliki kepala dengan bentuk tumpul

Sedangkan, ciri-ciri induk betina yang berkualitas adalah:

  • Memiliki panjang sekitar 20-30 centimeter
  • Warna belut cenderung lebih muda dan cerah
  • Punggung memiliki warna cenderung hijau muda dan warna putih kekuningan
  • Usia kurang dari 9 bulan dan bentuk kepalanya runcing

5. Menebarkan Induk Belut dan Pemijahan

pembibitan belut
(sumber gambar: Inphedia.id)

Setelah induk belut sudah siap, maka lanjutkan dengan menebarkan induk belut ke kolam. Setelah menebarkan belut, biarkan dahulu sampai mereka saling merangsang dan mencapai masa gonadnya (kondisi induk jantan dan betina siap kawin). Umumnya, masa pengenalan sampai mencapai masa gonad adalah sekitar 2-7 hari. Beberapa ciri induk betina yang siap untuk kawin adalah:

  • Jika meraba perutnya terasa lembek dan mengembang
  • Lubang dubur berwarna kemerah-merahan
  • Apabila mengurut perut belut, dari anusnya akan keluar cairan kehitaman.

Apabila Anda sudah mendapatkan tanda bahwa belut siap untuk kawin, maka lanjutkan pada pemijahan. Pindahkan induk belut ke wadah atau kolam untuk pemijahan yang sudah Anda siapkan. Proses ini terbilang cepat karena jika sudah ada tempat yang ideal dan sudah memasuki masa gonad, belut akan langsung kawin.

Setelah itu, betina belut akan mengeluarkan telur dengan jumlah sekitar 100 sampai 200 telur. Tanda adanya telur belut adalah keluar seperti gelembung putih pada permukaan kolam. Jika sudah keluar semua telurnya, pembuahan telur selanjutnya adalah oleh indukan jantan. Untuk mendukung proses pemijahan, Anda bisa memberikan makan berupa potongan bekicot, potongan keong emas, atau ikan kecil. Dengan begitu, supply makanan untuk belut bisa terjaga.

6. Menetaskan Telur Belut

Pembibitan belut selanjutnya adalah proses penetasan telur. Umumnya, proses penetasan ini akan memakan waktu 8 sampai 15 hari. Agar proses penetasan telur berhasil, maka kondisi sekitar telur harus benar-benar stabil dan tenang. Jangan sampai ada gangguan seperti hama yang berpotensi merusak telur. Selain itu, pastikan suhu dan pH air tetap terjaga selama penetasan.

Suhu untuk penetasan yang baik adalah sekitar 28-31°C sementara untuk pH nya berkisar antara 6 sampai 7. Dari semua telur itu umumnya hanya sekitar 50% sampai 70% saja yang berhasil untuk menetas dan mampu bertahan hidup. Maka dari itulah banyak yang mengatakan bahwa untuk menghasilkan bibit belut tergolong sulit. Namun, jika perawatannya optimal, usia bagi anakan belut bisa lebih lama dan pembibitan bisa berhasil.

7. Merawat Bibit Belut

Setelah mendapatkan bibit-bibit belut yang baru, maka Anda harus merawatnya dengan baik. Sebab, jika Anda asal-asalan banyak anakan yang akan mati dan tidak bisa bertahan hidup. Caranya adalah dengan memastikan bahwa anakan belut ini berkembang dengan normal dan tidak mendapatkan gangguan dari hama. Dengan begitu, bibit belut bisa tumbuh optimal sampai akhirnya masa panen tiba dan bisa masuk ke proses budidaya belut.

8. Panen dan Menyortir Bibit Belut

Setelah mencapai usia dan panjang tertentu, maka bibit belut siap untuk Anda panen. Cara panennya adalah:

  • Keluarkan lumpur dari kolam dengan menggunakan baskom
  • Tangkap bibit belut memakai jaring
  • Cuci bersih bibit belut dengan air dan lakukan penyortiran
  • Untuk penyortiran ini bertujuan memisahkan bibit yang sehat dan cacat
  • Jika sudah mendapatkan bibit berkualitas, maka Anda bisa memindahkannya ke kolam pendederan

Setelah masuk ke kolam pendederan, maka pembibitan belut sudah selesai. Tahapan selanjutnya adalah untuk melakukan pembesaran belut dan budidaya belut sampai mencapai usia dewasa.

Nah, itulah urutan cara pembibitan belut yang bisa Anda jadikan referensi. Bagaimana sobat agribisnis, tidak terlalu sulit kan? Meski memang, Anda membutuhkan keuletan dan kesabaran untuk bisa mendapatkan bibit yang berkualitas dan sehat. Semoga informasi ini bermanfaat ya!

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *