Breaking News

Cara Ternak Jangkrik Lengkap dari A-Z Dijamin Mudah! 

Siapa yang tidak mengenal jangkrik. Jangkring sering digunakan untuk pakan hewan peliharaan. Burung, ikan, dan, ayam biasanya makan jangkrik sebagai pakan mereka. Tidak heran jika permintaan jangkrik selalu tinggi dan bisa menjadi peluang budidaya yang menggiurkan. Apalagi cara ternak jangkrik juga mudah dan tidak membutuhkan biaya yang besar. 

Harga jangkrik di pasaran adalah 50 ribu per kilogramnya. Seandainya Anda bisa menghasilkan 100 kg jangkrik, Anda bisa mendapatkan pemasukan sebesar Rp.5.000.000. Tentu jumlah itu bisa menjadi pemasukan sampingan yang menjanjikan. Resiko cara ternak jangkrik juga minim, sehingga pemula bisa melakukan budidaya ini dengan mudah. 

Cara Ternak Jangkrik yang Mudah 

Jangkrik adalah serangga yang punya karakteristik unik dan termasuk dalam hewan omnivora. Dalam bahasa Inggris, jangkrik disebut dengan cricket dan punya nama ilmiah Grylloidea. Jangkrik juga masih berkerabat dekat dengan belalang. Suara khas jangkrik juga menjadi hal yang membuatnya unik. Di habitat aslinya, jangkrik memakan rerumputan dan dedaunan muda. 

Jangkrik makan sayuran seperti sawi, daun pepaya, bayam, atau mentimun. Jangkrik lebih menyukai tempat yang gelap sehingga ternak jangkrik harus minim cahaya. Jika Anda tertarik untuk membudidayakan jangkrik, inilah cara ternak jangkrik selengkapnya:

1. Tentukan Lokasi Ternak Jangkrik 

Cara ternak jangkrik yang pertama adalah menentukan lokasi. Jangkrik menyukai tempat yang sepi, gelap, teduh, dan tenang. Sirkulasi udara juga harus diperhatikan dalam budidaya jangkrik. Tempat seperti gudang atau ruangan kosong yang jauh dari kebisingan bisa menjadi tempat ternak jangkrik. Jauhkan tempat ternak dari jangkauan kecoa, tikus, dan laba-laba.

2. Buat Kandang Jangkrik 

cara ternak jangkrik
(sumber gambar: 99.co)

Ternak jangkrik membutuhkan kandang untuk tempat budidaya. Siapkan kandang jangkrik yang terbuat dari papan kardus atau triplek. Material kayu dan kasa juga bisa jadi alternatif kandang jangkrik yang bagus. Inilah cara membuat kandang jangkrik: 

  1. Siapkan tripleks atau papan kayu untuk membuat kotak kandang. Ukuran panjang 100 cm, tinggi 30-40 cm, dan lebar 60 cm. Anda bisa menggunakan kayu kaso untuk rangka kotak kandang jangkrik. 
  2. Buat kotak dengan papan triplek dan kayu kaso setelah itu tutup dengan lem pada setiap sambungan dan sudut kotak peti. Tujuannya supaya jangkrik yang masih sangat kecil tidak bisa keluar lewat celah pada kotak peti.
  3. Beri engsel pada bagian atas kotak peti supaya bisa dibuka tutup. Beri lubang ventilasi pada bagian depan dan belakang kotak peti sebesar 50 x 7 cm dan berikan jarak 10 cm dari bagian atas. 
  4. Tambahkan kasa kawat halus di bagian ventilasi supaya jangkrik yang kecil tidak bisa kabur. 
  5. Setelah itu, buat kaki-kaki pada 4 sudut kotak peti dengan tinggi sekitar 10 cm. 
  6. Taruh mangkuk kecil yang sudah diisi air atau oli di bagian kaki kandang. Tujuannya agar semut atau hama tidak bisa masuk. 
  7. Masukkan kandang yang sudah selesai dibuat ke dalam ruangan yang sudah disiapkan untuk tempat ternak jangkrik. Pastikan kondisinya gelap, tenang, dan tidak ada suara bising. Dengan begitu, jangkrik bisa tumbuh dengan baik. 

3. Mencari Bibit Indukan Jangkrik 

Cara ternak jangkrik selanjutnya adalah pembibitan. Anda harus memilih bibit jangkrik yang berkualitas sehat, tidak cacat, dan tidak sakit. Umur bibit jangkrik umumnya sekitar 10-20 hari. Jangkrik jantan dan betina dari beda spesies tidak akan bisa dikawinkan. Maka dari itu, pilihlah indukan dari spesies yang sama.

Cari indukan jangkrik yang berasal dari tangkapan di alam bebas karena biasanya punya kondisi tubuh yang lebih sehat. Bibit indukan jangkrik juga bisa dibeli dari toko pakan hewan. Cara membedakan jenis kelamin jangkrik juga mudah. Jangkrik betina punya 3 helai ekor, sementara jantan hanya punya 2 helai ekor. Pilih indukan jantan dan betina yang berkualitas agar hasil ternak juga bagus. 

Baca Juga: Cara Merawat Sapi Betina Agar Sehat dan Produktif 

4. Mengawinkan Jangkrik 

Cara ternak jangkrik selanjutnya adalah mengawinkan jangkrik. Pisahkan tempat kawin jangkrik dengan kandang pembesaran anakan jangkrik. Olesi bagian dinding tempat kawin dengan semen putih atau tanah liat. Setelah itu tempelkan daun-daun kering atau serutan kayu supaya mirip dengan habitat asli jangkrik di alam bebas. 

Siapkan bak pasir atau tanah di dalam kandang sebagai tempat telur jangkrik. Kemudian masukkan jangkrik dengan perbandingan 10 betina : 2 jantan. Jangkrik jantan akan mengeluarkan suara derik terus menerus selama proses kawin berlangsung. Jangkrik betina akan mengeluarkan telur yang diletakkan di dalam pasir atau tanah. 

Saat perkawinan berlangsung, jangkrik harus diberi pakan yang cukup. Contohnya seperti sawi, kubis, daun pepaya, bayam, dan lain sebagainya. Peternak jangkrik biasanya juga menambahkan ramuan tambahan agar jangkrik lebih sehat ketika kawin. Seperti vitamin, bekatul, atau tepung ikan. Bersihkan kandang dari pakan sisa yang bisa membusuk dalam kandang. 

5. Penetasan Telur Jangkrik 

cara ternak jangkrik
(sumber gambar: budidayajangkrik.com)

Warna telur jangkrik akan berubah dari jernih menjadi keruh setelah dibuahi. Segera pisahkan telur jangkrik dari induknya. Tujuannya agar induk jangkrik tidak memakan telurnya sendiri. Kemudian pindahkan telur jangkrik dalam kandang pembesaran jangkrik yang sudah disiapkan. 

Tutup kandang dengan karung goni basah atau semprotkan air ke dalam kandang. Tujuannya agar kelembaban kandang terjaga dan telur jangkrik bisa menetas dengan baik. Telur jangkrik akan menetas dalam kurun waktu 7-10 hari sejak masa kawin.

6. Memberi Pakan Jangkrik 

Cara ternak jangkrik selanjutnya adalah memberi pakan jangkrik. Saat berumur 1-10 hari, anakan jangkrik bisa diberi pakan ayam atau voor. Anda bisa membuat pakan ayam dari beras merah, jagung kering, dan kacang kedelai yang dihaluskan.  Pakan bisa diganti jagung muda atau sayur-sayuran setelah 10 hari. Anda juga bisa menambahkan ubi, mentimun, atau singkong pada pakan anakan jangkrik. 

7. Memelihara Kandang Jangkrik 

cara ternak jangkrik
(sumber gambar: Jogjatribunnews.com)

Cara ternak jangkrik selanjutnya adalah pemeliharaan kandang. Jangkrik akan tumbuh dengan baik jika kandang bersih dan bebas dari hama. Maka dari itu penting untuk menjaga kebersihan dan higienitas kandang. Pastikan kandang selalu lembab dan gelap. Selain itu, pastikan jangkrik tidak kekurangan makanan. Sebab jika jumlah makanan kurang jangkrik bisa menjadi kanibal dan memangsa jangkrik lainnya. 

Bersihkan kandang dari pakan sisa yang menumpuk setiap hari. Segera buang tumpukan pakan dan sampai mengotori kandang jangkrik. Anda juga bisa mencuci dulu kandang jangkrik sebelum digunakan supaya tidak ada bau kayu atau vinyl yang masih menempel. Lumuri kandang jangkrik dengan lumpur sawah dan jemur sampai kering untuk menghilangkan bau kayu. Kandang yang masih berbau kayu bisa menggagu jangkrik dan membuatnya tidak nyaman. Akibatnya, pertumbuhan jangkrik bisa terganggu dan tidak maksimal. 

Tambah air atau oli dalam mangkok secara berkala jika jumlahnya sudah berkurang. Cairan dalam mangkok juga bisa diganti ke minyak tanah atau cairan lain yang berbau lebih kuat. Intinya supaya hama atau semut tidak bisa masuk ke dalam kandang. Dengan perawatan dan pemeliharaan yang baik, jangkrik bisa tumbuh dengan baik.

8. Panen Jangkrik 

Cara ternak jangkrik yang terakhir adalah panen. Saat ternak jangkrik, Anda bisa mendapatkan hasil berupa jangkrik dewasa dan telur jangkrik. Telur jangkrik akan dibeli oleh petani  dan punya harga lebih tinggi dibanding jangkrik dewasa. Anda juga bisa menawarkan telur jangkrik pada penjual hewan lainnya. Anda juga bisa menjadi distributor pertama telur jangkrik yang banyak dicari.

Sementara itu, untuk jangkrik dewasa bisa Anda panen setelah berusia 30 hari. Terhitung sejak telur jangkrik menetas. Ciri-ciri jangkrik yang sehat adalah: 

  1. Memiliki antena atau sungut yang panjang 
  2. Badan sehat dan anggota badan lengkap 
  3. Jangkrik bisa bergerak cepat dan gesit 
  4. Memiliki warna tubuh yang mengkilap 

Hindari memilih jangkrik yang mengeluarkan cairan dari bagian dubur atau mulutnya, karena jangkrik tersebut tidak sehat. Permukaan tubuh jangkrik kasar dan bergelombang juga mencirikan jangkrik yang tidak sehat. Jadi, jika menjumpai jangkrik dengan ciri tersebut jangan membuatnya sebagai indukan karena bisa menghasilkan anakan yang tidak sehat. Ingat, indukan yang sehat akan menghasilkan anakan yang berkualitas pula. 

Itulah cara ternak jangkrik yang mudah. Ternak jangkrik bisa menjadi ladang bisnis yang menjanjikan karena potensi keuntungan dan peminatnya yang besar. Para pemula juga bisa mencoba ternak jangkrik dengan mudah. Semoga bermanfaat dan selamat mencoba ternak jangkrik di rumah ya!  

Check Also

How do you start your own small-scale business (2)

How do you start your own small-scale business?

Hasilbumi.net – Name and logo creation are easy tasks. But what about the other crucial, yet …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *