Breaking News

Tutorial Cara Ternak Kutu Air Dengan Mudah

Pakan adalah salah satu faktor yang mempengaruhi kegiatan pembenihan ikan air tawar. Biasanya petani ikan memberikan pakan ke benih ikan dengan kuning telur matang ataupun susu bubuk. Namun hal tersebut membuat air media menjadi kotor dan nantinya akan berakibat kematian benih ikan. Sehingga, pakan alami bisa menjadi pilihan untuk menggantikan pakan tersebut. Adanya pakan alami tersebut bisa menunjang kelangsungan hidup budidaya benih ikan.. Salah satu pakan alami yang bisa menjadi pilihan untuk pakan benih ikan air tawar ataupun ikan hias adalah kutu air. Ternyata, cara ternak kutu air pun cukup mudah.

Kutu air merupakan jenis pakan alami yang cocok untuk benih ikan yang masih dalam tahap pertumbuhan. Pemberian kutu air biasanya adalah untuk benih ikan yang berumur mulai 6 hari. Pakan alami ini termasuk pakan terbaik karena mengandung protein hingga 66% dan lemak sebanyak 6%. Perkembangan kutu air pun terbilang relatif singkat, yaitu hanya 4 hari bisa menghasilkan telur hingga 4-22 butir. Selain sebagai pakan alami, kutu air juga bisa merubah perilakunya ketika musuh datang. Ketika kutu air mencium bau ikan pemangsa, kutu air akan bersembunyi di balik tanaman air. Dan ketika ikan-ikan pergi, kutu air akan menyebar di permukaan air.

Keunggulan lain dari kutu air adalah memiliki ketahanan yang baik walaupun berada pada perairan sedikit oksigen. Karena, kutu air bisa melakukan sintesis hemoglobin. Kutu air bisa hidup pada rentang suhu 18-24 derajat celcius. Ketika terjadi kenaikan suhu akibat kepadatan populasi kutu air yang tinggi, kadar hemoglobin dalam darah kutu air akan naik yang bisa membantu menyalurkan oksigen dalam tubuh kutu air.

Cara Ternak Kutu Air

Sebagai bahan pakan alami yang sangat bermanfaat, ternak kutu air adalah hal yang penting. Pada dasarnya, kutu air bisa berkembangbiak secara partogenesis, yaitu melibatkan gamet betina tanpa adanya pembuahan dalam proses reproduksinya. Selain itu, sebagian kutu air juga berkembangbiak secara seksual atau kawin.

Terdapat dua jenis kutu air yang mudah untuk diternak atau dibudidayakan, yaitu daphnia dan moina. Keduanya merupakan jenis udang renik yang ketersediaan bibitnya cukup banyak. Cara ternak kutu air jenis daphnia dan moina bisa terbilang sama. Karena kedua kutu air tersebut memiliki jenis makanan, habitat hidup, dan tipe perkembangbiakan yang relatif sama. Pengembangbiakkan kedua kutu air tersebut bisa pada berbagai media seperti kolam ataupun jika lahan terbatas bisa pada wadah fiber.

Luas permukaan sangat penting dan baik untuk kutu air, luas karena kutu air lebih suka hidup di permukaan air yang luas. Selain itu juga membuat ekosistem untuk hidup kutu air dengan cara menambahkan tanaman alga ataupun siput yang membantu pertumbuhan kutu air.

1. Kolam Outdoor

Cara pertama adalah cara ternak kutu air di kolam. Kolam outdoor yang terkena sinar matahari langsung adalah wadah ternak kutu air terbaik. Kolam tersebut bisa terbuat dari tanah, semen, terpal, dan sebagainya. Akan lebih baik jika kolam tersebut kolam semen atau tanah dengan dasar kolam berupa tanah.

Nah sebelum melakukan ternak kutu air, perlu penambahan kapur pada dasar kolam untuk menetralkannya. Hal tersebut juga bisa membantu untuk menekan organisme patogen yang bisa mengganggu proses ternak kutu air. Caranya adalah keringkan dahulu kolam dengan cara jemur selama sekitar 2-3 hari, dan selanjutnya berikan kapur dengan dosis 1-2 kg/m2.

Setelah kering dan dirasa steril, agar bisa menumbuhkan plankton untuk pakan kutu air, tambahkan pupuk kandang ayam sebanyak 2 kg/m2, dan biarkan selama 3-5 hari. Penambahan Wondershell atau duckweed akan lebih baik  untuk menjaga suhu air karena mengandung mineral dan elektrolit air yang membantu proses dechlorinator sehingga air juga menjadi sedikit lebih keras.

Kemudian genangi kolam dengan air setinggi 30 cm dan diamkan 2-4 hari hingga air berubah warna menjadi coklat kehijauan. Hal tersebut merupakan bukti bahwa plankton dan tumbuhan renik berkembang dengan baik di dalam kolam. Setelah terlihat seperti itu, penuhi kolam dengan air bersih dan siap ditebari dengan bibit kutu air daphnia atau moina.Waktu penebaran yang baik adalah pada pagi atau sore hari karena saat itu suhu air tidak terlalu tinggi.

Tanda jika kutu air berkembang adalah terdapat warna kemerahan di permukaan kolam pada minggu pertama, dan terlihat koloni merah kutu air yang selalu bertambah banyak. Agar ternak kutu air bisa berjalan seterusnya, penggantian air bisa dilakukan setiap satu bulan sekali. Caranya adalah dengan mengeluarkan setengah air dari tempat tinggal kutu air dan ganti dengan air bersih yang sudah di deklorinasi.

2. Wadah

Terdapat cara ternak kutu air yang lebih mudah jika kebutuhannya tidak terlalu banyak, yaitu melakukaknnya pada wadah seperti wadah fiber, drum, ataupun baskom, dengan syarat merupakan wadah yang lebar atau panjang, bukan yang tinggi. Caranya sangat mudah. Tahap pertama adalah menyediakan alat dan bahan berupa kol yang hampir membusuk, wadah dan air.

Wadah yang telah disiapkan diisi dengan air dengan volume yang tidak terlalu penuh. Kemudian cuci kol hingga bersih dan masukkan ke dalam wadah. Taruh wadah pada tempat yang tidak terkena sinar matahari langsung. Karena hal ini akan mempengaruhi proses pertumbuhan kutu air nantinya. Lebih baik meletakkan wadah di dalam ruangan karena perubahan suhu yang tidak terlalu signifikan. Selanjutnya, tutup wadah agar tidak berfungsi sebagai sarang nyamuk.

Kol yang sudah dimasukkan didiamkan selama sekitar satu minggu. Dan pada keadaan tersebut, kol akan busuk dan air akan berwarna hijau kehitaman. Namun selanjutnya air akan kembali menjadi jernih karena terdapat proses pengendapan kotoran yang turun ke bagian bawah wadah. Saat itu pula kutu air akan terlihat dengan jelas di permukaan air.

3. Pemanenan Kutu Air

Kutu Air bisa dipanen pada 7-12 hari setelah penanaman. Pemanenan dilakukan dengan sekop net halus yang telah diberi tangkai dari bambu ataupun kayu. Hasil pemanenan bisa ditampung di ember atau baskom. Dan dalam sekali panen, pada kolam berukuran 100 m2 bisa menampung sebanyak 40 kg atau 5 kg sehari.

4. Pemeliharaan Kutu Air

Cara ternak kutu air yang benar dan mudah tidaklah cukup jika tanpa pemeliharaan. Hal ini dilakukan agar perkembangan kutu air tidak berhenti sampai situ saja. Peletakan aerasi air bisa di salah satu ujung kolam atau wadah. Aerasi tersebut akan membantu air agar tetap mengalir, dan kutu air akan menyukainya.  Karena kutu air lebih suka untuk berenang mengalir di air yang tenang. Selain itu, tidak ada salahnya jika menambahkan udang atau siput di dalam kolam. Udang dan siput tersebut akan membantu membersihkan dasar kolam dan memakan partikel kecil-kecil di dalam kolam.

Nah itulah tutorial cara ternak kutu air yang terbilang mudah, dan pastinya termasuk prospek bisnis yang menjajikan. Pasalnya kutu air sangat penting sebagai bahan pakan alami ikan air tawar. Semoga bermanfaat.

Check Also

How do you start your own small-scale business (2)

How do you start your own small-scale business?

Hasilbumi.net – Name and logo creation are easy tasks. But what about the other crucial, yet …

Leave a Reply

Your email address will not be published.