Breaking News

Panduan Cara Ternak Puyuh Sukses untuk Pemula

Beternak merupakan salah satu jenis wirausaha yang banyak peminatnya. Karena selain menguntungkan di segi ekonomi, dengan berwirausaha secara langsung maupun tidak bisa membantu kebutuhan banyak orang. Salah satu hewan unggas ternak adalah burung puyuh. Artikel ini akan membahas mengenai cara ternak puyuh sukses.

Tentang Puyuh

Burung puyuh (coturnix coturnix japonica) adalah salah satu jenis unggas darat yang memiliki tubuh kecil dan memiliki tingkat pertumbuhan yang cepat. Puyuh merupakan spesies burung yang berasal dari Jepang yang memiliki sebutan Japanese quail (Coturnix-coturnix Japonica), dan mulai masuk Amerika pada tahun 1870 yang kemudian menyebar ke seluruh negara di dunia termasuk Indonesia. Sebagai salah satu komoditas yang banyak penggembarnya, burung puyuh memiliki berbagai keunggulan seperti bisa memproduksi telur dengan jumlah yang relatif tinggi, periode inkubasi yang relatif cepat, mampu berproduksi dalam usia muda, siklus reproduksi yang singkat, pemeliharaannya yang cukup mudah, dan tidak perlu membutuhkan modal yang banyak untuk beternak.

cara ternak puyuh sukses

Produksi telur burung puyuh adalah hasil produk akhir aktivitas metabolisme puyuh. Jika melihat komposisi telur puyuh, dalam satu telur puyuh terdapat 47,4% albumin atau putih telur, 31,9% Yolk atau kuning telur, serta 20,7% cangkang dan selaput tipis. Dan rata-rata bobot telur puyuh adalah sekitar 10 gram atau 8% dari bobot tubuh burung puyuh betina. Karena di Indonesia kebanyakan burung puyuh dimanfaatkan telurnya, maka produktivitas telur puyuh sangat penting. Namun permasalahan saat ini adalah kurang optimalnya produktivitas burung puyuh penghasil telur tersebut. Untuk itu perlu melakukanpeningkatan efisiensi dan juga produktivitas telur burung puyuh dengan cara ternak puyuh sukses yang baik dan optimal. Sehingga nantinya bisa memenuhi kebutuhan pasar terhadap telur burung puyuh tersebut.

Cara Ternak Burung Puyuh

Beternak puyuh saat ini telah menjadi sasaran bagi para peternak untuk memenuhi kebutuhan daging unggas dan telur. Bahkan terbukti bahwa puyuh merupakan unggas penghasil telur kedua terbesar setelah ayam. Dalam beternak burung puyuh, terdapat beberapa faktor penentu yang bisa membuat sukses beternak puyuh. Faktor-faktor tersebut seperti lokasi yang strategis, desain bangunan dan kandang puyuh yang baik, bibit burung puyuh yang bagus, biosecurity puyuh, hingga pakan dan vitamin puyuh. Maka berikut ini akan membahas mengenai cara beternak burung puyuh yang baik sehingga bisa mengoptimalkan usaha ternak puyuh.

1. Perkandangan

Sebagai tempat tinggal burung puyuh, kandang adalah salah satu komponen penting dalam cara ternak puyuh sukses. Kandang yang baik adalah kandang yang dibuat sebaik dan senyaman mungkin untuk puyuh. Dengan kenyamanan yang tinggi, maka nantinya burung puyuh bisa memiliki produktivitas yang tinggi pula. Terdapat dua jenis sistem kandang yang biasa dipakai untuk beternak puyuh, yaitu kandang litter dan kandang baterai.

a. Sistem Kandang Litter

Kandang litter adalah sistem kandang puyuh yang paling umum, yang menggunakan litter atau alas lantai di dalam kandangnya. Alas tersebut berasal dari 70% sekam padi atau serbuk gergaji dengan 15% kotoran sapi kering dan 15% kapur mati. Bahan bahan tersebut dipilih karena bersifat lembut dan mampu menyerap air. Kandang litter memiliki kelebihan seperti bisa menghemat tenaga, karena praktis dan tidak perlu membersihkannya setiap hari. Namun kekurangan dari kandang ini adalah banyak telur yang tertutupi oleh litter, sehingga kadang kala banyak telur yang terinjak oleh burung puyuh, dan juga pakan dan minuman puyuh bisa saja tercemar bahan litter.

b. Perkandangan Baterai / Sangkar

Jenis kandang yang kedua adalah sistem sangkar atau baterai yang merupakan kandang dengan dinding dan lantai yang terbuat dari kawat kasa atau ram, sehingga perlu menyediakan alas di bawah lantai untuk menampung kotoran. Sehingga dalam hal ini, sistem kandang baterai unggul dalam kebersihan ruang kandang karena kotoran otomatis terpisah dari tempat kandang. Kelebihan sistem kandang baterai yang lain adalah juga memiliki sirkulasi udara yang baik, sehingga bisa mencegah timbulnya penyakit akibat parasit. Sistem kandang ini juga disebut dengan sistem kandang modn. Meskipun peawatan dan panen telur sistem kandang ini lebih mudah dibandingkan sistem kandang litter, pembuatan kandang baterai lebih rumit dibandingkan dengan pembuatan kandang litter.

Secara umum, terdapat beberapa syarat kandang puyuh agar bisa mencapai kenyamanan maksimal bagi burung puyuh, yaitu :

  • Lokasinya yang jauh dari kebisingan. Karena puyuh sangat peka terhadap suara. Sehingga jika terlalu bising, takutnya burung puyuh akan stres dan bisa mempengaruhi produktivitas telurnya. Selain itu juga jauh dari pemukiman agar bau kotoran puyuh yang tajam tidak mengganggu penduduk.
  • Sebisa mungkin menjauhkan kandang dari percikan air agar tidak lembab. Karena kelembaban yang terlalu tinggi bisa menimbulkan penyakit bagi puyuh.
  • Ventilasi udara sangat penting untuk menjaga kelancaran sirkulasi udara dalam kandang.
  • Sebaiknya kandang menghadap ke timur agar sinar matahari bisa masuk ke kandang untuk menghangatkan kandang dan burung puyuh.
  • Lantai kandang akan lebih baik jika tidak terbuat dari tanah atau tidak menempel ke tanah secara langsung agar tidak terlalu lembab.

Jenis Kandang

Selain sistem kandang, jenis kandang juga sangat penting. Karena jenis kandang setiap periode pertumbuhan puyuh selalu berbeda seperti berikut ini:

  1. Kandang DOQ / Starter untuk puyuh berumur 1-21 hari. Pada masa ini puyuh membutuhkan perlakuan yang ekstra hati-hati karena kondisinya sangat rentan. Saat malam hari, kandang sebaiknya tertutup rapat dan dengan lampu pijar untuk brooder.
  2. Kandang Grower, untuk puyuh berumur 20-45 hari dengan kebutuhan kandang 50 ekor/m2. Pada tahap ini penutup kandang bisa dibuka dan perlu pemisahan antara puyuh jantan dan puyuh betina.
  3. Selanjutnya Kandang Layer, untuk puyuh berumur 45 hari hingga umur apkir sekitar 60 minggu. Kandang layer hampir sama dengan Grower, namun perlu membuat lantai dengan kemiringan 10-20 derajat untuk memudahkan pengumpulan telur.
  4. Kandang Induk dan Pejantan. Jenis kandang ini hampir sama seperti kandang layer, namun pada kandang ini, rasio antara puyuh induk dan pejantan adalah 3-5 : 1.

2. Persiapan Bibit Puyuh

Bibit adalah salah satu unsur utama dalam tata cara ternak puyuh sukses. Memilih bibit burung puyuh harus sesuai dengan tujuan ternaknya. Jika bertujuan untuk produksi telur konsumsi, bisa menggunakan bibit puyuh jenis ketam betina dengan kondisi baik dan sehat tanpa penyakit. Kemudian jika untuk produksi daging, bibit yang cocok adalah puyuh jantan dan puyuh petelur afkiran. Sedangkan untuk pembibitan atau produksi telur tetas, bisa memilih bibit yang produktivitas telurnya baik dan jantan yang sehat dan siap untuk membuahi puyuh betina agar bisa menghasilkan telur tetas dengan baik.

Telur puyuh

3. Pakan

Pakan untuk puyuh sangat penting karena berpengaruh terhadap produktivitas puyuh. Biaya untuk pakan pun lumayan besar, yaitu sekitar 70% dari biaya produksi. Pakan yang baik adalah yang mengandung zat-zat dan nutrisi penting untuk puyuh, seperti karbohidrat, protein, lemak, vitamin, mineral, dan juga air. Agar kandungan nutrisi maksimal, bisa meningkatkan kandungan protein kasar dan menurunkan kandungan serat kasar pakan. Dedak padi adalah salah satu pakan yang bagus. Konsumsi burung puyuh bisa sepanjang hari. namun untuk lebih maksimal, pakan bisa diberikan dua kali yaitu sekitar pukul 06.00 dan pukul 15.00.

4. Pemeliharaan puyuh

Kegiatan pemeliharaan puyuh dilakukan untuk meningkatkan kualitas dari puyuh itu sendiri. Beberapa kegiatan pemeliharaan yang dilakukan adalah seperti sanitasi yang bertujuan untuk menjaga kebersihan lingkungan dan vaksinasi ternak untuk mencegah timbulnya penyakit. Pengontrolan terhadap penyakit bisa dilakukan setiap saat untuk mencegah tertularnya penyakit pada setiap ternak. Selain itu, pemberian obat dan vaksinasi bisa dilakukan mulai puyuh berumur 4-7 hari dengan dosis vaksinasi setengah dari vaksinasi ayam. Caranya bisa melalui tetes mata ataupun air minum.

Itulah tips cara ternak puyuh sukses untuk menghasilkan produksi yang optimal. Selanjutnya, perlu untuk memperhatikan strategi pemasaran untuk mencapai usaha ternak jangka panjang.

Check Also

ciri-ciri ikan nila

Inilah Berbagai Sifat dan Ciri-ciri Ikan Nila yang Harus Anda Tahu!

Salah satu jenis ikan air tawar yang sangat populer di Indonesia, khususnya untuk kebutuhan konsumsi …

Leave a Reply

Your email address will not be published.